Senin, 27 Juli 2026

Teken BAST, Sekda Zulkifly Apresiasi BPBPK Sulsel Rekonstruksi Bangunan DPRD Makassar

 


Nuansa Terkini Makassar,– Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, mendorong percepatan penyelesaian seluruh proses administrasi pasca Berita Acara Serah Terima Sementara (BAST) pembangunan Gedung DPRD Kota Makassar.


Harapannya, kata Sekda Makassar agar fasilitas tersebut segera dapat difungsikan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat. Terutama, agenda kedewanan.


Hal itu disampaikan Sekda Makassar Andi Zulkifly saat menghadiri penandatanganan BAST pembangunan Gedung DPRD Kota Makassar di Kantor Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sulsel, Senin (27/7).


Hadir pada kesempatan itu, Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Sulawesi Selatan Baskoro Elmiawan, Sekwan DPRD Makassar, Andi Rahmat Mappatoba, Kepala BPKAD Makassar Muh Dakhlan dan perwakilan OPD.


Andi Zulkifly mengungkapkan peristiwa demonstrasi besar yang menyebabkan kerusakan Gedung DPRD Makassar beberapa waktu lalu meninggalkan duka mendalam bagi Pemerintah Kota Makassar. 


Menurutnya, kejadian tersebut tidak hanya berdampak pada kerusakan fasilitas pemerintah, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dari keluarga besar Pemerintah Kota Makassar.


Olehnya itu, mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar ini mengapresiasi perhatian Pemerintah Pusat melalui Kementerian PU dalam hal ini BPBPK Sulsel yang telah membantu membangun kembali Gedung DPRD Kota Makassar.


"Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden dan Kementerian Pekerjaan Umum lewat BPBPK Sulsel yang telah memberikan bantuan pembangunan kembali gedung ini. Ini merupakan kabar yang sangat menyejukkan bagi Pemerintah Kota Makassar, khususnya DPRD," ujar Andi Zulkifly. 


Andi Zulkifly menegaskan Gedung DPRD memiliki peran yang sangat strategis karena menjadi pusat penyelenggaraan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan pemerintahan daerah.


"Gedung DPRD merupakan salah satu bangunan yang sangat strategis. Di sinilah aspirasi masyarakat diserap, regulasi dibahas dan ditetapkan, serta berbagai program pemerintah mendapatkan persetujuan. Karena itu, kami berharap gedung ini dapat segera digunakan kembali," tuturnya.


Sekda Zulkifly menjelaskan, proses serah terima aset harus dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, di antaranya Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah serta Peraturan Menteri Dalam Negeri mengenai pengelolaan barang milik daerah.


Menurutnya, Wali Kota Makassar bertindak sebagai pemegang kekuasaan pengelolaan barang milik daerah, Sekda sebagai pengelola barang, sedangkan Sekretaris DPRD sebagai pengguna barang.


"Setelah BAST ini, saya berharap seluruh administrasi dapat segera diselesaikan. Proses ini memang membutuhkan sejumlah tahapan administrasi sehingga perlu mendapat perhatian bersama," katanya.


Andi Zulkifly juga mengingatkan pembangunan gedung belum sepenuhnya selesai. Gedung utama masih memasuki tahap perencanaan sehingga diperlukan dukungan seluruh perangkat daerah untuk mempercepat proses perizinan, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).


"Saya meminta Dinas Tata Ruang segera membantu seluruh kebutuhan Balai maupun penyedia agar proses PBG dapat dipercepat. Surat dukungan dari Bapak Wali Kota juga sudah saya disposisikan agar segera ditindaklanjuti," ujarnya.


Selain itu, ia meminta Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) turut mengawal penyelesaian administrasi aset, sementara Dinas Tata Ruang diminta tidak hanya mengurus PBG, tetapi juga mempercepat penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).


"SLF juga sangat penting karena berkaitan dengan kelayakan dan keamanan bangunan, termasuk standar operasional ketika menghadapi kondisi darurat maupun bencana. Saya berharap seluruh proses ini dapat segera diselesaikan," katanya.


Andi Zulkifly berharap sinergi antara Pemerintah Kota Makassar dan Kementerian PU terus terjalin hingga seluruh pembangunan Gedung DPRD Kota Makassar rampung.


"Mudah-mudahan kita tetap berkomitmen untuk saling bersinergi menyelesaikan keseluruhan pembangunan gedung ini. Kehadiran gedung yang representatif diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi jajaran DPRD sehingga pelayanan kepada masyarakat dan kinerja kelembagaan dapat berjalan lebih optimal dibandingkan sebelumnya," tutup Andi Zulkifly. (*)

Ketua TP PKK Kota Makassar Optimistis Gunung Sari Melaju ke Nasional, Perkuat Kesiapan Kelurahan Berprestasi



Nuansa Terkini Makassar,– Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, menghadiri verifikasi lapangan Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, Senin (27/7/2026). 


Kehadiran TP PKK Kota Makassar menjadi bentuk dukungan terhadap upaya Kelurahan Gunung Sari mewakili Kota Makassar dalam ajang tersebut sekaligus memperkuat peran keluarga sebagai fondasi pembangunan wilayah.


Verifikasi lapangan dipimpin langsung Ketua Tim Penilai Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Saleh, dan disambut Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifli Nanda, serta jajaran Pemerintah Kota Makassar.


Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan profil dan inovasi Kelurahan Gunung Sari, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke sejumlah titik untuk memastikan kesesuaian antara dokumen penilaian dan kondisi di lapangan.


Melinda mengatakan, keberhasilan sebuah kelurahan tidak hanya diukur dari kelengkapan administrasi maupun inovasi yang dimiliki, tetapi juga dari kuatnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang sehat, mandiri, serta berdaya.


“TP PKK memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan di tingkat kelurahan melalui pemberdayaan keluarga. Ketika keluarga menjadi kuat, lingkungan akan tumbuh lebih sehat, masyarakat semakin mandiri, dan berbagai program pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.


Menurut Melinda, berbagai program PKK yang dijalankan di Kelurahan Gunung Sari, mulai dari peningkatan kesehatan keluarga, pendidikan, ketahanan pangan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat, menjadi bagian dari indikator yang memperkuat kualitas sebuah kelurahan.


Ia menilai semangat gotong royong yang ditunjukkan kader PKK, RT/RW, tokoh masyarakat, hingga berbagai elemen warga menjadi modal penting dalam menghadirkan pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat.


“Prestasi ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh masyarakat. Karena itu, kami berharap semangat kolaborasi ini terus dipertahankan, bukan hanya untuk menghadapi lomba, tetapi menjadi budaya dalam membangun kelurahan yang maju dan berkualitas,” katanya.


Melinda juga optimistis Kelurahan Gunung Sari mampu memberikan hasil terbaik pada penilaian tingkat provinsi. Menurutnya, berbagai inovasi yang dikembangkan serta keterlibatan aktif masyarakat menjadi kekuatan utama yang layak menjadi contoh bagi kelurahan lain di Kota Makassar.


“Harapan kami tentu Gunung Sari dapat melangkah hingga tingkat nasional dan membawa nama baik Kota Makassar serta Sulawesi Selatan. Apa pun hasilnya nanti, yang terpenting adalah semangat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat tidak pernah berhenti,” tutupnya.


Sementara itu, Ketua Tim Penilai Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Saleh, mengapresiasi kesiapan Kelurahan Gunung Sari setelah melakukan verifikasi lapangan. Menurutnya, Gunung Sari menunjukkan kesiapan yang baik dari berbagai aspek, mulai dari ketahanan ekonomi, ketahanan sosial, hingga inovasi yang dikembangkan masyarakat.


Hasil penilaian tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dijadwalkan diumumkan pada 31 Juli 2026. Kelurahan yang meraih peringkat pertama akan mewakili Sulawesi Selatan pada lomba regional Sulawesi-Kalimantan sebelum melanjutkan ke tahapan verifikasi Kementerian Dalam Negeri pada awal Agustus mendatang.


Usai mengikuti verifikasi lapangan, jajaran pengurus TP PKK Kota Makassar mengunjungi Kantor TP PKK Kecamatan Rappocini untuk meninjau kelengkapan administrasi PKK. 


Rombongan juga mengunjungi Rumah Dilan, Kebun Aku Hatinya PKK, Rumah Pangan, serta mengecek kelengkapan administrasi sebagai bagian dari penguatan peran PKK dalam mendukung Kelurahan Gunung Sari pada Lomba Kelurahan Berprestasi.


Melinda mengatakan, kesiapan administrasi dan keberlanjutan program PKK menjadi salah satu indikator penting dalam membangun kelurahan yang unggul. Menurutnya, inovasi yang dijalankan kader PKK harus dibarengi dengan tata kelola yang baik agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.


“Kami ingin memastikan setiap program PKK berjalan dengan baik, terdokumentasi, dan benar-benar memberi dampak bagi masyarakat. Semoga kolaborasi ini semakin memperkuat langkah Gunung Sari untuk meraih prestasi terbaik,” tutupnya.




Sabtu, 25 Juli 2026

Pengurus Baru DPW Asprindo Sulawesi Selatan Bergerak Cepat, Bentuk Panitia Muskerwil 2026

 


Nuansa Terkini Makassar, 25 Juli 2026 – Usai resmi dikukuhkan pada 19 Juli 2026, jajaran pengurus baru Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pengusaha Pribumi Nusantara Indonesia (Asprindo) Sulawesi Selatan langsung bergerak cepat dengan membentuk panitia pelaksana Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil).


Pembentukan panitia tersebut ditandai melalui rapat perdana yang digelar pada Sabtu, 25 Juli 2026, di Asia Hotel Pengayoman, Makassar. Rapat ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan pelaksanaan Muskerwil yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Agustus 2026.


Muskerwil bertujuan menyusun program kerja tingkat wilayah, memperkuat koordinasi organisasi, serta mengoptimalkan peran pengusaha lokal dalam meningkatkan daya saing ekonomi daerah. Selain itu, Asprindo berkomitmen menjadi fasilitator bagi pelaku usaha dalam memperluas akses pemasaran, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional.


Rapat perdana tersebut dihadiri oleh Ketua DPW Asprindo Sulawesi Selatan, Ir. Abu Hasan, Sekretaris DPW Uya Mustamin, serta Dewan Pakar Prof. Nursamsu Parjono, S.E., M.M. Turut hadir jajaran panitia pelaksana Muskerwil, yaitu Ketua Panitia Vilda Yanti Lalawi, Sekretaris Haris Samtidar, S.T., S.E., Bendahara Desyani Kuhu, Seksi Dana Nurul Husna Umar, dan Seksi Perlengkapan Rahmad Saldy, S.Pd.


Adapun tema Muskerwil DPW Asprindo Sulawesi Selatan tahun 2026 adalah:


"Kolaborasi dan Sinergi Ekonomi Daerah Bersama Pemerintah untuk Memaksimalkan Potensi Lokal (Kampung Industri, Desa Wisata, dan Desa Emas) serta Membantu Pelaku Usaha Lokal Memenuhi Standar Pasar Global."


Melalui Muskerwil ini, DPW Asprindo Sulawesi Selatan diharapkan mampu melahirkan program-program strategis yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat kemitraan dengan pemerintah, serta meningkatkan daya saing produk lokal agar mampu menembus pasar nasional hingga pasar global.


Pelaksanaan Muskerwil DPW Asprindo Sulawesi Selatan direncanakan berlangsung pada 22 Agustus 2026, dengan melibatkan pengurus, pelaku usaha, serta para pemangku kepentingan yang memiliki komitmen dalam memajukan ekonomi daerah. .

IPSI Makassar Siap Berjuang di Kejurnas Malang, Hj Umiyati Apresiasi Dukungan KONI



Nuansa Terkini Makassar,– Ketua IPSI Kota Makassar, Hj Umiyati, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada KONI Kota Makassar atas dukungan yang diberikan kepada kontingen IPSI Kota Makassar untuk mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Malang Championship VI yang berlangsung di Kota Malang, Jawa Timur, pada 25–26 Juli 2026.


Menurut Umiyati, dukungan dari KONI Kota Makassar menjadi bentuk perhatian nyata terhadap pembinaan olahraga prestasi, khususnya cabang olahraga pencak silat. Dukungan tersebut juga menjadi motivasi tersendiri bagi para atlet untuk tampil maksimal dan mengharumkan nama Kota Makassar di tingkat nasional.


"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada KONI Kota Makassar yang telah memberikan ruang dan dukungan kepada atlet-atlet IPSI Makassar untuk berkompetisi di Kejurnas Malang Championship VI. Ini adalah bentuk kepercayaan yang sangat berarti bagi kami," ujar Umiyati.


Ia mengatakan, kesempatan mengikuti kejuaraan nasional merupakan bagian penting dari proses pembinaan atlet. Selain menjadi ajang mengukur kemampuan, kejuaraan tersebut juga menjadi pengalaman berharga bagi para atlet dalam menghadapi persaingan dengan pesilat terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.


"Keikutsertaan dalam kejuaraan nasional bukan hanya soal mengejar medali, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan kualitas, mental bertanding, dan jam terbang atlet. Pengalaman seperti ini sangat dibutuhkan agar mereka terus berkembang dan mampu bersaing di level yang lebih tinggi," katanya.


Umiyati berharap dukungan dari KONI Kota Makassar terhadap pembinaan pencak silat dapat terus berlanjut sehingga melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang mampu membawa nama baik daerah pada berbagai ajang regional maupun nasional.


Ia juga mengajak seluruh atlet untuk menjaga sportivitas, disiplin, dan semangat juang selama mengikuti pertandingan. Menurutnya, setiap atlet merupakan duta Kota Makassar yang membawa nama baik daerah di hadapan peserta dari seluruh Indonesia.


"Kami telah melakukan persiapan sebaik mungkin. Insya Allah seluruh atlet akan memberikan penampilan terbaik, bertanding dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, dan berusaha memberikan hasil terbaik untuk Kota Makassar," ungkapnya.


Pada Kejurnas Malang Championship VI, IPSI Kota Makassar mengirimkan 19 atlet yang akan bertanding pada 13 nomor, terdiri atas nomor tanding (fighter) dan nomor seni tunggal, ganda, serta regu. Kontingen IPSI Makassar menargetkan mampu membawa pulang tujuh medali emas sebagai wujud keberhasilan pembinaan atlet yang selama ini dilakukan.


Umiyati optimistis target tersebut dapat diwujudkan berkat kerja keras para atlet, pelatih, ofisial, serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk KONI Kota Makassar. Ia pun memohon doa dan dukungan masyarakat agar seluruh atlet dapat tampil maksimal dan kembali membawa prestasi membanggakan bagi Kota Makassar. (*)




Jumat, 24 Juli 2026

Ketua IPSI Makassar Hj Umiyati Yakin Atletnya Mampu Tampil Maksimal di Kejurnas Malang Championship VI


Nuansa Terkini Makassar,– Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Makassar memasang target meraih tujuh medali emas pada ajang Kejurnas Malang Championship VI yang akan berlangsung di GOR Ken Arok, Kota Malang, pada 25–26 Juli 2026.


Target tersebut menjadi bukti optimisme IPSI Kota Makassar dalam menghadapi salah satu kejuaraan nasional bergengsi yang akan diikuti atlet-atlet pencak silat dari berbagai daerah di Indonesia.


Ketua IPSI Kota Makassar, Hj Umiyati, mengungkapkan bahwa target tujuh medali emas bukan sekadar harapan, melainkan hasil dari persiapan matang yang telah dilakukan para atlet bersama tim pelatih selama beberapa bulan terakhir.


"Seluruh atlet telah menjalani program latihan secara intensif, baik dari sisi teknik, fisik maupun mental. Kami optimistis mereka mampu memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama Kota Makassar di tingkat nasional," ujar Hj Umiyati, Jumat (24/7/2026).


Ia menjelaskan, tujuh medali emas yang ditargetkan terdiri atas tiga medali emas dari nomor fighter (tanding), tiga medali emas dari nomor seni TGR (Tunggal, Ganda, dan Regu), serta satu medali emas dari nomor seni tunggal bebas.


Menurutnya, target tersebut disusun berdasarkan hasil evaluasi kemampuan atlet, rekam jejak prestasi, serta kesiapan masing-masing nomor yang akan dipertandingkan.


"Target ini tentu menjadi motivasi bagi seluruh atlet agar tampil maksimal di setiap pertandingan. Kami ingin menunjukkan bahwa pencak silat Kota Makassar mampu bersaing dengan daerah-daerah lain yang selama ini menjadi kekuatan nasional," katanya.


Hj Umiyati juga mengapresiasi dedikasi para pelatih, official, serta dukungan orang tua atlet yang terus memberikan semangat selama proses persiapan menuju kejuaraan.

Ia berharap seluruh kontingen IPSI Kota Makassar dapat menjaga kekompakan, sportivitas, dan semangat juang selama mengikuti kompetisi.


"Menang tentu menjadi tujuan, tetapi yang paling penting adalah para atlet bertanding dengan disiplin, percaya diri, dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Kami berharap seluruh atlet dapat pulang membawa prestasi yang membanggakan bagi Kota Makassar," tuturnya.


Diketahui, IPSI Kota Makassar mengirimkan 19 atlet untuk berlaga pada 13 nomor pertandingan, yang terdiri atas enam nomor fighter dan tujuh nomor seni. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan atlet usia prestasi sekaligus mengukur kemampuan pesilat Makassar di tingkat nasional.


Dengan persiapan yang matang serta target tujuh medali emas, IPSI Kota Makassar optimistis mampu mencatatkan hasil terbaik pada Kejurnas Malang Championship VI sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu daerah yang konsisten melahirkan atlet pencak silat berprestasi. (*)




Sekda Makassar Tinjau Finalisasi Persiapan Lomba Kelurahan, Fokuskan Pembenahan Indikator Penilaian

 


Nuansa Terkini Makassar,- Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, memantau langsung finalisasi persiapan Kelurahan Gunung Sari menjelang penilaian Lomba Kelurahan tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.


Pemantauan dilakukan di sejumlah titik lokasi penilaian di Kelurahan Gunung Sari, Jumat (24/7). Sekda Makassar Andi Zulkifly didampingi Asisten III Pemkot Makassar Firman Pagarra dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).


Sekda Makassar Andi Zulkifly meninjau berbagai indikator yang menjadi fokus penilaian, mulai dari ketahanan pangan, ketahanan lingkungan, ketahanan ekonomi melalui UMKM, bank sampah, rumah sehat, urban farming, hingga keberadaan Koperasi Merah Putih.


Menurutnya, seluruh unsur masyarakat dilibatkan dalam mempersiapkan lomba, termasuk organisasi kepemudaan, ketua RT/RW, pengurus koperasi, serta kelompok masyarakat yang mengelola berbagai program pemberdayaan.


"Hari ini kami melakukan pemantauan sebagai bagian dari persiapan menghadapi penilaian pada hari Senin. Tema lomba kali ini mencakup ketahanan pangan, ketahanan lingkungan, dan ketahanan ekonomi melalui UMKM. Di Kelurahan Gunung Sari kami melihat berbagai titik penilaian, mulai dari pemberdayaan masyarakat, bank sampah, rumah sehat, urban farming, hingga Koperasi Merah Putih," ujar Andi Zulkifly.


Mantan Lurah Lakkang ini menilai persiapan Kelurahan Gunung Sari sudah berjalan dengan baik. Salah satu aspek yang mendapat perhatian adalah keberlangsungan aktivitas Koperasi Merah Putih yang menjadi indikator utama dalam penilaian.


Andi Zulkifly mengatakan, koperasi tidak hanya harus memiliki struktur kepengurusan yang lengkap, tetapi juga menunjukkan aktivitas usaha yang nyata.


"Koperasi Merah Putih menjadi salah satu indikator utama penilaian. Karena itu, saya meminta pada hari penilaian nanti koperasi benar-benar menunjukkan aktivitasnya. Di Gunung Sari, Alhamdulillah, kepengurusannya lengkap, aktivitasnya berjalan, dan core business-nya jelas, seperti penjualan beras, gas LPG 3 kilogram, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya," katanya.


Selain koperasi, tim juga mengevaluasi kondisi kebersihan lingkungan, penghijauan, sistem pemilahan sampah, hingga pengelolaan bank sampah yang melibatkan masyarakat.


Meski secara umum dinilai baik, Sekda menegaskan masih terdapat sejumlah catatan yang perlu disempurnakan sebelum tim penilai tiba.


"Masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi, terutama meningkatkan aktivitas bank sampah dan memperbanyak partisipasi masyarakat sebagai nasabah bank sampah. Aktivitas masyarakat dalam pengelolaan sampah harus semakin terlihat karena itu juga menjadi bagian penting dari penilaian," ungkapnya.


Mantan Kepala Badan berharap seluruh persiapan dapat diselesaikan dalam waktu yang tersisa sehingga Kelurahan Gunung Sari mampu tampil maksimal saat penilaian.


"Alhamdulillah, hasil pemantauan hari ini cukup baik. Mudah-mudahan seluruh kekurangan bisa segera disempurnakan sehingga pada penilaian hari Senin nanti Kota Makassar dapat memberikan hasil terbaik dan mewakili Sulawesi Selatan pada tingkat nasional," tutup Andi Zulkifly. (*)

Kamis, 23 Juli 2026

Sekda Makassar Tegaskan Kepatuhan BPJS Ketenagakerjaan pada Seluruh Proyek Konstruksi Pemkot

 


Nuansa Terkini Makassar,– Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, memimpin rapat koordinasi tindak lanjut Surat Edaran Wali Kota Makassar Nomor 37 Tahun 2026 tentang optimalisasi pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja sektor jasa konstruksi serta peningkatan kepatuhan penyelenggaraan program BPJS Ketenagakerjaan pada seluruh proyek jasa konstruksi di lingkungan Pemerintah Kota Makassar. 


Rapat tersebut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), serta jajaran BPJS Ketenagakerjaan, di Ruang Rapat Sekda Balai Kota Makassar, Kamis (23/7).


Sekda Makassar Andi Zulkifly menegaskan rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari pembahasan sebelumnya yang menghasilkan Surat Edaran Wali Kota sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada pekerja sektor jasa konstruksi.


"Rapat ini merupakan kelanjutan dari pembahasan sebelumnya. Saat itu kita menyepakati penerbitan Surat Edaran Wali Kota sekaligus menambahkan daftar periksa (checklist) pembayaran pada mekanisme di BPKAD sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kota Makassar terhadap kepatuhan penyelenggaraan BPJS Ketenagakerjaan," ujar Andi Zulkifly.


Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar itu menjelaskan, meski mekanisme tersebut telah diterapkan, masih diperlukan pembahasan teknis agar seluruh perangkat daerah memiliki pemahaman yang sama terkait implementasi program BPJS Ketenagakerjaan pada proyek jasa konstruksi.


Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memiliki banyak proyek konstruksi yang dibiayai APBD, mulai dari pembangunan stadion, kantor pemerintahan, fasilitas pelayanan publik, hingga pembangunan puskesmas dan sarana pendidikan. Karena itu, seluruh proyek wajib memastikan perlindungan jaminan sosial bagi para pekerja.


"Kegiatan konstruksi yang dibiayai APBD jumlahnya sangat banyak. Oleh karena itu, seluruh perangkat daerah harus memastikan pelaksanaan Surat Edaran Wali Kota ini berjalan dengan baik dan menjadi perhatian dalam setiap pelaksanaan proyek," katanya.


Andi Zulkifly juga meminta agar ketentuan mengenai kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dimasukkan secara tegas dalam Syarat-Syarat Khusus (SSK) pada dokumen kontrak pekerjaan konstruksi.


Ia menekankan pentingnya pengawasan agar tidak terjadi penyimpangan, seperti perusahaan yang hanya mendaftarkan tenaga administrasi, tetapi mengabaikan pekerja konstruksi yang memiliki risiko kerja lebih tinggi.


"Ketentuan ini harus dimuat secara jelas dalam Syarat-Syarat Khusus (SSK). Jangan sampai ada perusahaan yang hanya mendaftarkan tenaga administrasi sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, sementara pekerja konstruksi yang berada di lapangan justru tidak mendapatkan perlindungan," tegasnya.


Sekda juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah yang memiliki proyek konstruksi agar mempelajari dan melaksanakan Surat Edaran Wali Kota tersebut secara konsisten.


"Dengan terbitnya surat edaran ini, Pemerintah Kota Makassar menunjukkan komitmen penuh dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja konstruksi. Ini merupakan harapan sekaligus arahan langsung dari Bapak Wali Kota," ujarnya.


Tak hanya itu, eks Camat Ujung Pandang ini  menjelaskan dalam pelaksanaan program jasa konstruksi perlu ditegaskan jenis perlindungan yang diterima pekerja agar tidak menimbulkan perbedaan penafsiran di lapangan.


Selain itu, pihaknya mengingatkan kepatuhan terhadap kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan juga merupakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2013. Kelalaian dalam memenuhi kewajiban tersebut berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum sekaligus menghilangkan hak perlindungan pekerja apabila terjadi kecelakaan kerja sebelum iuran dibayarkan.


Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemkot Makassar bersama BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen memperkuat pengawasan dan memastikan seluruh proyek jasa konstruksi di lingkungan Pemkot Makassar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada setiap pekerja sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (*)

Selasa, 21 Juli 2026

Hj Umiyati Lepas 19 Atlet IPSI Makassar Bertarung di Malang Championship VI


Nuansa Terkini Makassar, – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Makassar kembali menunjukkan keseriusannya dalam membina atlet berprestasi dengan mengirimkan kontingen untuk mengikuti Kejuaraan Nasional Pencak Silat Malang Championship VI yang berlangsung pada 24–26 Juli 2026 di Kota Malang, Jawa Timur.


Pada kejuaraan tingkat nasional tersebut, IPSI Kota Makassar menurunkan 19 atlet yang akan bertanding di 13 nomor pertandingan, terdiri atas 6 nomor kategori fighter (tanding) dan 7 nomor kategori seni.


Untuk kategori fighter, para atlet akan berlaga di sejumlah kelas, yakni kelas A, C, E, dan F. Sementara pada kategori seni, kontingen Makassar akan tampil pada nomor tunggal, ganda, dan regu, yang menjadi salah satu kekuatan andalan IPSI Kota Makassar.


Ketua IPSI Kota Makassar, Hj Umiyati, mengatakan keikutsertaan kontingen pada Malang Championship VI bukan hanya untuk mengejar prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari program pembinaan atlet secara berkelanjutan.


"Kejuaraan ini menjadi momentum yang sangat penting bagi atlet-atlet kita untuk mengukur kemampuan, menambah pengalaman bertanding, sekaligus memperkuat mental saat menghadapi lawan dari berbagai daerah di Indonesia," ujar Hj Umiyati.


Menurutnya, kompetisi tingkat nasional merupakan sarana yang tepat untuk melihat sejauh mana hasil latihan yang selama ini dijalankan sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi para pelatih dalam meningkatkan kualitas atlet.


Lebih lanjut, Hj Umiyati menjelaskan bahwa Malang Championship VI dijadikan sebagai ajang pemanasan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII yang akan digelar di Kabupaten Wajo.


"Kami menjadikan kejuaraan ini sebagai ajang persiapan menghadapi Porprov XVIII. Harapannya, mereka bisa memperoleh pengalaman bertanding yang berharga sehingga lebih siap secara teknik, fisik, maupun mental saat tampil di Wajo nanti," jelasnya.


Ia optimistis para pesilat Kota Makassar mampu memberikan penampilan terbaik dan membawa pulang hasil yang membanggakan. Namun, lebih dari itu, pengalaman bertanding di level nasional akan menjadi bekal penting dalam meningkatkan kualitas atlet.


"Kami tidak hanya berorientasi pada perolehan medali, tetapi juga pada proses pembinaan. Semoga seluruh atlet mampu tampil maksimal, menjaga sportivitas, dan mengharumkan nama Kota Makassar di tingkat nasional," tuturnya.


Hj Umiyati juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, official, orang tua atlet, dan seluruh pihak yang terus memberikan dukungan terhadap pembinaan pencak silat di Kota Makassar.


Dengan keikutsertaan pada Malang Championship VI, IPSI Kota Makassar berharap dapat melahirkan atlet-atlet yang semakin kompetitif serta siap memberikan prestasi terbaik pada ajang Porprov XVIII Sulawesi Selatan maupun kejuaraan nasional lainnya. (*)




Narasumber PKP Angkatan XXIV, Sekda Makassar Ingatkan Peran Peserta dalam Pemerintahan

 


Nuansa Terkini Makassar,- Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar Andi Zulkifly didaulat menjadi narasumber Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) angkatan XXIV lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Selasa (21/7).


Agenda ini diikuti 40 peserta baik lurah maupun kepala sub bagian (Kasubag) di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan tema Manajemen Mutu: Membangun Budaya Kinerja yang Bermutu dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Kota Makassar bekerja sama dengan BPSDM Provinsi Sulsel.


Sekda Makassar, Andi Zulkifly, menegaskan aparatur sipil negara (ASN) harus mengedepankan kualitas pelayanan publik melalui penerapan manajemen mutu yang terukur, sistematis, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.


Selain itu, kata Sekda Andi Zulkifly setiap organisasi pemerintah merupakan organisasi nirlaba (nonprofit) yang memiliki tujuan utama memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bukan mengejar keuntungan sebagaimana perusahaan swasta.


"Organisasi pemerintah berbeda dengan organisasi bisnis. Kalau perusahaan berorientasi pada keuntungan, maka organisasi pemerintah berorientasi pada pelayanan. Tugas kita adalah memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang berkualitas dan memuaskan," ujar Andi Zulkifly.


Mantan Lurah Lakkang itu menjelaskan konsep manajemen mutu yang selama ini banyak diterapkan di sektor bisnis dapat diadopsi dalam penyelenggaraan pemerintahan, dengan penyesuaian pada tujuan organisasi. Fokus utamanya bukan menghasilkan laba, melainkan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.


Menurutnya, setiap perangkat daerah harus memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang jelas, standar pelayanan yang terukur, serta mekanisme evaluasi untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan.


"Kita harus memiliki standar pelayanan, mengukur pelaksanaannya, kemudian mengevaluasi apakah masyarakat sudah puas atau belum. Tanpa pengukuran mutu, kita tidak akan pernah mengetahui kualitas pelayanan yang kita berikan," katanya.


Andi Zulkifly juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap seluruh proses pelayanan. Menurutnya, pengawasan menjadi instrumen untuk memastikan bahwa pelayanan berjalan sesuai prosedur, transparan, efektif, dan akuntabel.


Selain sistem dan prosedur, mantan Camat Ujung Pandang ini menilai kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor penentu keberhasilan pelayanan publik. Kompetensi ASN, kata dia, tidak hanya diukur dari pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga dari sikap serta etika dalam melayani masyarakat.


"Kompetensi itu merupakan gabungan antara pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Seseorang bisa saja sangat pintar, tetapi jika sikap pelayanannya tidak baik, maka kualitas pelayanannya tetap tidak akan maksimal," jelasnya.


Ia mengingatkan para peserta agar memahami bahwa menjadi ASN merupakan amanah sebagai pelayan masyarakat. Karena itu, seluruh aparatur dituntut membangun budaya kerja yang profesional, disiplin, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan.


"Kita sudah memilih menjadi pelayan masyarakat. Karena itu, orientasi kita bukan mencari keuntungan, tetapi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Budaya kerja yang baik harus dibangun mulai dari pimpinan hingga seluruh pegawai," tegas Andi Zulkifly.


Pada kesempatan tersebut, Sekda Makassar juga mendorong setiap unit kerja untuk secara rutin melakukan evaluasi terhadap mutu pelayanan, termasuk mengidentifikasi kelemahan, memperbaiki proses kerja, serta membangun budaya perbaikan berkelanjutan (continuous improvement).


"Kita harap seluruh ASN mampu menerapkan prinsip-prinsip manajemen mutu dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sehingga pelayanan publik di Kota Makassar semakin efektif, profesional, dan mampu memenuhi harapan masyarakat," tegasnya. (*)




Senin, 20 Juli 2026

Jangan Mudah Percaya, Plh. Kapolresta Gowa Ingatkan Masyarakat Bijak dan Waspada di Ruang Digital

 


Nuansa Terkini Makassar,- Plh. Kapolresta Gowa KOMBES. POL. Gani Alamsyah Hatta, S.I.K., mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan online yang semakin beragam dan menyasar masyarakat dari berbagai kalangan, Selasa (21/7/2026).


Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah preventif untuk melindungi masyarakat agar tidak menjadi korban kejahatan siber yang dapat menimbulkan kerugian materi maupun penyalahgunaan data pribadi.


“Jangan mudah percaya terhadap informasi atau tawaran yang belum jelas kebenarannya. Selalu lakukan pengecekan dan pastikan kebenaran informasi sebelum memberikan data pribadi maupun melakukan transaksi,” imbau KOMBES. POL. Gani Alamsyah Hatta.


Beberapa modus penipuan online yang perlu diwaspadai antara lain phishing, yakni penggunaan tautan atau situs palsu untuk mencuri data pribadi; penipuan belanja online, di mana korban telah melakukan pembayaran namun barang tidak pernah dikirim; serta akun palsu dan impersonasi, dengan pelaku mengaku sebagai keluarga, teman, pejabat, maupun instansi resmi.


Selain itu, masyarakat juga diminta berhati-hati terhadap investasi bodong yang menawarkan keuntungan besar dengan risiko kecil, serta undian atau hadiah palsu yang menjanjikan hadiah menggiurkan dengan berbagai persyaratan tertentu.


Plh. Kapolresta Gowa mengajak masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip “saring sebelum sharing”, tidak mudah tergiur dengan tawaran yang tidak masuk akal, serta tidak sembarangan mengklik tautan yang dikirim oleh orang tidak dikenal.


“Lindungi diri dan keluarga dengan meningkatkan kewaspadaan. Jika melihat atau mengalami dugaan penipuan, segera laporkan dan hubungi layanan Kepolisian melalui Call Center 110,” tegasnya.


Melalui imbauan ini, Polresta Gowa berharap masyarakat semakin cerdas dan waspada dalam menggunakan teknologi digital, sehingga ruang gerak para pelaku penipuan online dapat dipersempit dan keamanan masyarakat di dunia maya maupun dunia nyata dapat terus terjaga.


Humas Polresta Gowa

Rabu, 15 Juli 2026

Edukasi Keselamatan Berkendara, Satlantas Polresta Gowa Ajak Orang Tua Cegah Anak Mengemudi Sebelum Cukup Umur

 


Nuansa Terkini Makassar - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Gowa terus memperkuat upaya membangun budaya tertib berlalu lintas melalui program Police Goes to School. Kali ini, kegiatan diwujudkan dalam bentuk Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas dan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang menyasar para orang tua siswa, guru, dan staf SMKN 4 Gowa, Rabu (15/7/2026).


Kegiatan tersebut menjadi langkah preventif Satlantas Polresta Gowa untuk meningkatkan kesadaran seluruh elemen masyarakat bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama, yang harus dimulai dari lingkungan keluarga hingga sekolah.


Dalam sosialisasi tersebut, personel Satlantas menjelaskan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas demi menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas di jalan raya. 


Peserta juga diberikan edukasi mengenai tata cara berkendara yang aman, mulai dari mematuhi rambu dan marka jalan, menjaga etika berkendara, hingga mengutamakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.


Selain itu, Satlantas Polresta Gowa mengimbau kepada para orang tua agar tidak mengizinkan anak yang belum memenuhi persyaratan usia mengendarai kendaraan bermotor. 


Orang tua juga diingatkan untuk selalu memastikan penggunaan helm berstandar SNI, baik bagi pengendara maupun penumpang, sebagai perlindungan utama saat berada di jalan.


Tak hanya membahas keselamatan berkendara, personel Satlantas turut memberikan pemahaman mengenai sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), mulai dari mekanisme penindakan pelanggaran lalu lintas secara elektronik hingga tata cara penyelesaian konfirmasi pelanggaran, sehingga masyarakat semakin memahami proses penegakan hukum yang transparan dan berbasis teknologi.


Kasat Lantas Polresta Gowa AKP Hasan Fadhlyh, S.H menegaskan bahwa melalui program Police Goes to School, kepolisian tidak hanya menyasar para pelajar, tetapi juga mengajak orang tua dan tenaga pendidik menjadi mitra dalam menanamkan disiplin berlalu lintas sejak dini.


"Dengan dukungan orang tua dan pihak sekolah, kami berharap budaya tertib berlalu lintas dapat tumbuh menjadi kebiasaan positif. Keselamatan di jalan berawal dari kesadaran setiap individu dan pengawasan keluarga," ujarnya.


Melalui kegiatan ini, Satlantas Polresta Gowa berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara kepolisian, sekolah, dan orang tua dalam menciptakan generasi yang disiplin, berkarakter, serta menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di Kabupaten Gowa.


Humas Polresta Gowa

Minggu, 12 Juli 2026

Jelajah Sampah Jadi Langkah Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat



Nuansa Terkini Makassar, – Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa launching Bank Sentra Sampah dan Sentra Urban Farming dalam kegiatan Jelajah Sampah, berlokasi di Kecamatan Manggala, Minggu (12/7/2026).


Kegiatan ini menjadi langkah nyata memperkuat gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus mendorong pengembangan ekonomi sirkular di tingkat wilayah.


Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi plogging yang melibatkan seluruh peserta. Dari kegiatan tersebut berhasil dikumpulkan sebanyak 17 kilogram sampah, yang kemudian dilanjutkan dengan penimbangan sampah, talkshow, Gerakan Pangan Murah, pasar tani, pameran hasil urban farming, hingga kelas praktik dan workshop pengelolaan lingkungan.


Dalam sambutannya, Melinda Aksa mengatakan Kecamatan Manggala memiliki posisi yang sangat strategis dalam transformasi pengelolaan sampah Kota Makassar. 


Selama ini, Manggala dikenal sebagai lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA), namun menurutnya stigma tersebut harus diubah menjadi kawasan yang menjadi contoh pengelolaan sampah terbaik di Kota Makassar.


“Manggala selama ini identik dengan TPA. Ke depan, saya berharap Manggala justru dikenal sebagai kecamatan yang menjadi percontohan dalam memilah sampah. Bukan lagi identik dengan bau dan kotor, tetapi menjadi simbol perubahan menuju lingkungan yang bersih, sehat, dan produktif,” ujarnya.


Melinda mengungkapkan bahwa upaya tersebut bukanlah hal baru. Sejak tahun 2020, dirinya telah menginisiasi program Makassar Memilah Sampah (MMS) dengan menjadikan Kecamatan Manggala sebagai proyek percontohan dalam membangun budaya pemilahan sampah dari sumbernya.


Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Karena itu, kegiatan Jelajah Sampah menjadi bentuk kolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Ketahanan Pangan, serta Dinas Pertanian dan Perikanan untuk menghadirkan solusi yang terintegrasi.


Pada kesempatan tersebut, Melinda juga meresmikan Bank Sentra Sampah dan Sentra Urban Farming Kecamatan Manggala. Ia menjelaskan, kedua program tersebut merupakan bagian dari penguatan ekonomi sirkular yang tidak hanya mengurangi volume sampah menuju TPA, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.


Pemerintah Kota Makassar, lanjutnya, menargetkan setiap RW memiliki minimal satu fasilitas urban farming dan satu bank sampah sebagai pusat edukasi sekaligus pemberdayaan masyarakat.


“Hasil urban farming nantinya akan diserap oleh Ketahanan Pangan, kemudian didistribusikan kembali kepada masyarakat. Keuntungan yang diperoleh diputar kembali untuk mengembangkan kegiatan urban farming. Jadi, lingkungan menjadi lebih baik, masyarakat juga memperoleh manfaat ekonominya,” jelas Melinda.


Ia juga mengingatkan bahwa pembenahan TPA Manggala saat ini terus dilakukan menyusul sanksi administratif dari Kementerian Lingkungan Hidup yang mengharuskan penghentian sistem open dumping.


Menurutnya, Dinas Lingkungan Hidup bersama Dinas Pekerjaan Umum telah bekerja melakukan penataan kawasan TPA seluas sekitar 12 hektare. Zona-zona yang sudah tidak aktif telah ditutup dengan tanah, sementara pengerjaan zona aktif saat ini telah memasuki tahap akhir.


“Mulai 1 Agustus nanti, sesuai instruksi Kementerian, hanya sampah residu yang boleh masuk ke TPA. Karena itu, keberhasilan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga menjadi sangat penting. Kalau sampah sudah dipilah sejak dari rumah, beban TPA akan berkurang, biaya operasional bisa dihemat, armada pengangkut juga tidak semakin terbebani,” tegasnya.


Melinda berharap gerakan tersebut dapat menjadi kekuatan bersama dalam mewujudkan Kota Makassar yang lebih bersih sekaligus mendukung upaya meraih kembali penghargaan Adipura.


Sementara itu, Camat Manggala Ahmad, menyampaikan bahwa pihaknya terus memperkuat budaya memilah sampah di tengah masyarakat. Saat ini Kecamatan Manggala telah memiliki satu Bank Sampah Sektoral dan 35 unit bank sampah aktif dengan jumlah nasabah lebih dari 1.000 orang.


“Kami bersama para lurah serta ketua RT dan RW terus turun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat agar budaya memilah sampah semakin tumbuh di lingkungan masing-masing,” katanya.


Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmi Budiman menyampaikan bahwa Jelajah Sampah Kota Makassar akan terus digelar secara bergilir di seluruh kecamatan sebagai upaya memperluas edukasi dan membangun partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah dari sumbernya.


Melalui peluncuran Bank Sentra Sampah dan Sentra Urban Farming di Kecamatan Manggala, Pemerintah Kota Makassar berharap gerakan pengelolaan sampah tidak hanya berfokus pada penanganan di hilir, tetapi dimulai dari rumah tangga sebagai fondasi utama mewujudkan Makassar yang bersih, berkelanjutan, dan berbasis ekonomi sirkular.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Fungsional Pedal Ahli Madya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Camat Manggala, Ketua TP PKK Kecamatan Manggala, jajaran Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, para lurah, serta ketua RT/RW se-Kecamatan Manggala.




Sabtu, 11 Juli 2026

Ketua TP PKK Kota Makassar Hadiri Puncak Peringatan HKG PKK Nasional ke-54, Tegaskan Komitmen Perkuat Gerakan PKK



Nuansa Terkini Makassar,– Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, menghadiri puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Nasional ke-54 yang berlangsung di Hotel Claro Makassar, Jumat (11/7/2026).


Kegiatan berskala nasional tersebut dihadiri Ketua Umum TP PKK Pusat Tri Tito Karnavian, Pembina TP PKK Pusat Selvi Ananda Rakabuming, jajaran pengurus TP PKK pusat, para menteri Kabinet Merah Putih, kepala daerah, serta ketua TP PKK provinsi, kabupaten, dan kota dari seluruh Indonesia.


Puncak HKG PKK Nasional ke-54 menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah dan gerakan PKK dalam mendukung pembangunan keluarga, pemberdayaan perempuan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program yang menyentuh langsung kehidupan warga.


Dalam sambutannya, Pembina TP PKK Pusat Selvi Ananda Rakabuming mengajak seluruh kader PKK untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai gotong royong yang menjadi kekuatan utama organisasi.


Selvi menegaskan bahwa PKK memiliki peran strategis dalam menciptakan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera. Menurutnya, setiap program PKK harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat hingga ke tingkat dasawisma.


"Kader PKK adalah ujung tombak yang selalu hadir di tengah masyarakat. Teruslah berinovasi, berkolaborasi, dan memastikan setiap program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh keluarga Indonesia," ujar Selvi.


Sementara itu, Ketua Umum TP PKK Pusat Tri Tito Karnavian menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader PKK di Indonesia yang selama puluhan tahun konsisten menjadi mitra strategis pemerintah dalam berbagai program pembangunan.


Tri Tito mengatakan, tema HKG PKK tahun ini menjadi pengingat bahwa kekuatan organisasi terletak pada soliditas kader dan kemampuan beradaptasi menghadapi tantangan zaman.


"PKK harus terus bergerak, memperkuat kualitas keluarga Indonesia melalui edukasi, pemberdayaan ekonomi, kesehatan, ketahanan pangan, hingga pembentukan karakter generasi penerus bangsa," katanya.


Ia juga mengajak seluruh pengurus TP PKK di setiap daerah untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan agar program-program PKK semakin berdampak luas.


Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, menyambut baik berbagai arahan yang disampaikan oleh Pembina dan Ketua Umum TP PKK Pusat. Menurutnya, pesan yang disampaikan menjadi motivasi bagi seluruh kader PKK untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.


Melinda menegaskan, TP PKK Kota Makassar akan terus memperkuat implementasi 10 Program Pokok PKK melalui berbagai inovasi yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan mendukung program prioritas Pemerintah Kota Makassar.


"Arahan yang disampaikan Ibu Selvi dan Ibu Tri Tito menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan program-program PKK yang inovatif, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga di Kota Makassar. Kolaborasi akan terus kami perkuat agar gerakan PKK semakin berdampak," ujar Melinda.


Melalui keikutsertaan dalam puncak HKG PKK Nasional ke-54, TP PKK Kota Makassar berharap dapat terus memperluas jejaring, berbagi praktik baik dengan daerah lain, serta memperkuat komitmen dalam mewujudkan keluarga yang berdaya, sehat, dan sejahtera sebagai fondasi pembangunan Kota Makassar.