Kamis, 09 Juli 2026

DEKRANASDA Kota Makassar Dukung Penguatan Industri Kriya Berkelanjutan pada Puncak HUT Dekranas ke-46



Nuansa Terkini Makassar,– Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Dekranas ke-46 yang dirangkaikan dengan Coaching Clinic dan Pameran Kriya Etnik di Phinisi Ballroom Hotel Claro Makassar, Kamis (9/7/2026).


Pada kegiatan Coaching Clinic dan Pameran Kriya Etnik berkolaborasi dengan

diselenggarakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama dengan PT Vale Indonesia, PT Antam Tbk, SKK Migas, Pertamina Hulu Mahakam, dan Pertamina EP sebagai upaya mendorong lahirnya bidang usaha baru Dekranas melalui penguatan industri kriya berbasis potensi daerah. Tahun ini, Kota Makassar dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan.


Acara dihadiri Ketua Harian Dekranas, Tri Suswati Tito Karnavian, Wakil Ketua Harian II Dekranas, Sri Suparni Bahlil, Ketua Dekranasda Sulawesi Selatan, Naoemi Octarina, jajaran pengurus Dekranas, Dekranasda se-Indonesia, pelaku UMKM, perajin, akademisi, serta mitra industri dari berbagai daerah di Indonesia.


Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua Harian Dekranas, Tri Suswati Tito Karnavian. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pengembangan industri kerajinan yang memanfaatkan sumber daya alam secara bertanggung jawab dan berorientasi pada prinsip keberlanjutan.


“Tingginya permintaan terhadap produk kerajinan harus diimbangi dengan perhatian terhadap aspek ramah lingkungan agar ketersediaan bahan baku tetap terjaga untuk generasi mendatang,” ujarnya.


Tri Suswati berharap pembinaan terhadap para perajin tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas produksi, tetapi juga memperkuat akses pemasaran. Menurutnya, hasil karya para perajin harus mampu hadir dalam berbagai pameran, baik di tingkat nasional maupun internasional, sehingga semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar global.


"Produksi yang dibuat para perajin akan semakin bernilai apabila didukung pemasaran yang baik. Kami berharap produk-produk binaan Kementerian ESDM dapat tampil di berbagai pameran nasional hingga internasional dan membuktikan bahwa kualitas kriya Indonesia mampu bersaing di dunia," ujarnya.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian ESDM, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kota Makassar, serta seluruh mitra perusahaan yang telah mendampingi dan membina para perajin di wilayah Sulawesi Selatan sehingga mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan memiliki nilai ekonomi.


Sementara itu, sambutan Ketua Dekranasda Kota Makassar, yang dibacakan oleh Wakil Ketua Harian Dekranasda Kota Makassar, Rosnani Raja asih, mengatakan peringatan HUT Dekranas ke-46 menjadi momentum memperkuat kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui pengembangan industri kriya.


“Kami sampaikan ucapan terima kasih Ketua Dekranasda Makassar kepada Kementerian ESDM atas terselenggaranya Coaching Clinic dan Pameran Kriya Etnik yang menghadirkan ruang pembelajaran, kolaborasi, sekaligus promosi bagi para pelaku usaha kriya di Indonesia,” ujarnya.


Menurutnya, perjalanan 46 tahun Dekranas merupakan momentum untuk terus memperkuat peran dalam membina, memberdayakan, dan mempromosikan karya anak bangsa. “Di tengah perkembangan zaman, para perajin dituntut mampu menjaga nilai tradisi sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tren pasar, dan kebutuhan konsumen,” lanjutnya.


Ia menilai Coaching Clinic menjadi wadah yang sangat penting bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha, mulai dari pengembangan kualitas produk, inovasi desain, strategi pemasaran, branding, digitalisasi usaha, hingga peningkatan daya saing agar mampu menembus pasar nasional maupun internasional.


“Pameran Kriya Etnik menjadi etalase kekayaan budaya Indonesia. Setiap karya yang dipamerkan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga merepresentasikan sejarah, identitas budaya, kearifan lokal, serta kreativitas yang diwariskan secara turun-temurun,” ujarnya


Bagi Kota Makassar, lanjutnya, pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya menjadi salah satu sektor yang terus didorong melalui pembinaan UMKM, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, inovasi produk, kemitraan, dan perluasan akses pasar. 


“Kemajuan industri kriya akan memberikan dampak terhadap penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, peningkatan pendapatan masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.


Dalam Coaching Clinic tersebut, peserta memperoleh berbagai materi, di antaranya membangun brand produk kriya unggulan yang berdaya saing, pengembangan desain, motif dan warna, serta pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). 


Diharapkan melalui pelatihan ini,  para pelaku UMKM dan perajin mampu menghasilkan produk yang semakin inovatif, memiliki identitas yang kuat, terlindungi secara hukum, serta mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.




Booth TP PKK Kota Makassar Diserbu Pengunjung, Produk UMKM Laris di Hari Pertama HKG PKK Nasional ke-54



Nuansa Terkini Makassar,– Booth Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar menjadi salah satu yang paling ramai dikunjungi pada hari pertama peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Nasional ke-54 yang berlangsung di Hotel Claro Makassar, Kamis (9/7/2026).


Sejak dibuka, booth TP PKK Kota Makassar dipadati pengunjung dari berbagai daerah. Beragam produk unggulan UMKM yang dipamerkan menarik perhatian peserta HKG PKK kabupaten, kota hingga provinsi se-Indonesia.


Sebagai tuan rumah penyelenggaraan HKG PKK Nasional ke-54, Kota Makassar memiliki daya tarik tersendiri bagi para peserta. Kondisi tersebut turut mendorong tingginya kunjungan ke booth TP PKK Kota Makassar karena banyak tamu ingin melihat secara langsung produk-produk unggulan khas daerah sekaligus mengenal program pemberdayaan UMKM yang dijalankan TP PKK Kota Makassar.


Sejumlah produk UMKM bahkan langsung diborong sehingga beberapa di antaranya habis terjual pada hari pertama pameran.

Booth TP PKK Kota Makassar menjadi salah satu yang paling ramai di antara booth TP PKK provinsi maupun kabupaten/kota. 


Tidak sedikit pengunjung yang berdiskusi langsung dengan para pelaku UMKM mengenai proses produksi, bahan baku, hingga peluang pemasaran produk.


Dalam pameran tersebut, TP PKK Kota Makassar menghadirkan berbagai produk UMKM binaan Pokja II, mulai dari aneka makanan dan minuman olahan, kerajinan tangan, fesyen, aksesori, hingga berbagai produk kreatif yang memiliki nilai jual dan daya saing.


Seluruh produk yang dipamerkan merupakan hasil pembinaan berkelanjutan Pokja II TP PKK Kota Makassar dalam mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMKM agar mampu menghasilkan produk berkualitas dan bernilai tambah.


Ketua Pokja II TP PKK Kota Makassar, Dra. A. Indrawaty, mengatakan tingginya antusiasme pengunjung menjadi motivasi bagi para pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produk.


"Alhamdulillah, respons pengunjung di hari pertama sangat luar biasa. Banyak produk yang langsung diborong sejak pagi. Ini menjadi penyemangat bagi UMKM binaan kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas," ujarnya.


Menurut Indrawaty, keikutsertaan TP PKK Kota Makassar pada HKG PKK Nasional bukan sekadar memeriahkan pameran, tetapi juga menjadi sarana promosi yang efektif untuk memperkenalkan produk-produk lokal kepada peserta dari seluruh Indonesia.


Ia menilai momentum ketika Makassar menjadi tuan rumah HKG PKK Nasional harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memperluas jaringan pemasaran UMKM sekaligus membuka peluang kerja sama dengan berbagai daerah.


"Kami berharap melalui kegiatan ini produk-produk UMKM binaan TP PKK Kota Makassar semakin dikenal, memiliki pasar yang lebih luas, dan mampu meningkatkan pendapatan para pelaku usaha serta kesejahteraan keluarga," tambahnya.


Keikutsertaan TP PKK Kota Makassar dalam HKG PKK Nasional ke-54 menjadi wujud komitmen dalam mendukung pemberdayaan ekonomi keluarga melalui pengembangan UMKM yang inovatif, berdaya saing, dan siap menembus pasar yang lebih luas, sekaligus memperkuat citra Makassar sebagai tuan rumah yang sukses menyelenggarakan ajang nasional tersebut.




Bupati OKI Studi Tiru ke Makassar, Bahas Strategi PAD, Investasi, hingga Infrastruktur

 


Nuansa Terkini Makassar,– Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar Andi Zulkifly menerima kunjungan kerja studi tiru Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan, Muchendi Mahzareki, di Ruang Sekda Kantor Balai Kota Makassar, Kamis (9/7).


Kunjungan tersebut dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi sekaligus bertukar pengalaman mengenai tata kelola pemerintahan, pengelolaan keuangan daerah, peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), hingga pembangunan infrastruktur.


Sekda Makassar, Andi Zulkifly, mengatakan kondisi fiskal Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar saat ini tetap terjaga dan seimbang meskipun menghadapi pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat.


"Dari sisi fiskal, kondisi keuangan Kota Makassar tetap terjaga dan seimbang. Walaupun dana transfer dari pemerintah pusat berkurang sekitar Rp500 miliar, kami tetap berupaya menjaga stabilitas keuangan daerah melalui optimalisasi pendapatan dan efisiensi belanja," ujar Andi Zulkifly.


Dalam pertemuan tersebut, Andi Zulkifly juga memaparkan berbagai program prioritas Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, pada periode kepemimpinannya.


Ia menjelaskan, salah satu program strategis adalah pembangunan stadion di kawasan Untia sebagai bentuk komitmen dan kecintaan Wali Kota terhadap sepak bola serta upaya menghadirkan fasilitas olahraga yang representatif bagi masyarakat Makassar dan klub PSM Makassar.


"Ini merupakan periode pertama Bapak Wali Kota. Salah satu misinya adalah membangun stadion sebagai bentuk kecintaan beliau terhadap sepak bola dan PSM Makassar. Stadion akan dibangun di kawasan Untia dengan pembiayaan murni dari APBD, sementara Dinas Pekerjaan Umum menjadi leading sector pelaksanaannya," jelasnya.


Selain pembangunan stadion, Pemkot Makassar juga menargetkan revitalisasi kawasan Pantai Losari agar kembali menjadi ikon pariwisata dan ruang publik yang membanggakan.


Menurut Andi Zulkifly, Makassar memiliki posisi strategis sebagai pusat aktivitas ekonomi dan destinasi masyarakat dari berbagai daerah penyangga, seperti Kabupaten Maros dan Kabupaten Gowa.


"Masyarakat Makassar sangat mencintai sepak bola. Di sisi lain, Bapak Wali Kota juga menargetkan mengembalikan marwah Pantai Losari sebagai ikon kota. Makassar menjadi pusat destinasi bagi masyarakat dari daerah penyangga, termasuk Maros dan Gowa. Karena itu, kami terus mendorong pengembangan sektor pariwisata, kuliner, dan investasi," katanya.


Ia menambahkan, realisasi investasi Kota Makassar terus menunjukkan tren positif. Salah satu sektor yang memberikan kontribusi terbesar adalah pengembangan kawasan perumahan.


Selain itu, Pemkot Makassar juga terus memperkuat program perlindungan sosial melalui program Mulia Berjasa yang menyasar pekerja rentan serta memastikan cakupan Universal Health Coverage (UHC) tetap berjalan dengan baik.


Andi Zulkifly menegaskan keberhasilan berbagai program pemerintah sangat bergantung pada sosialisasi yang efektif kepada masyarakat.


"Sosialisasi menjadi kunci agar seluruh program pemerintah dapat dipahami dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tuturnya.


Sementara itu, Bupati Ogan Komering Ilir, Muchendi Mahzareki, mengaku sengaja melakukan kunjungan ke Makassar untuk mempererat silaturahmi sekaligus mempelajari berbagai keberhasilan Pemerintah Kota Makassar dalam mengelola pemerintahan.


Ia mengungkapkan telah mengenal Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin sejak sebelum menjabat kepala daerah dan menilai kepemimpinan Munafri membawa banyak inovasi bagi Kota Makassar.


"Saya memang ingin bersilaturahmi ke Makassar sekaligus belajar langsung. Bahkan saya berencana mengajak Wali Kota Palembang untuk berkunjung ke Makassar agar dapat berdiskusi mengenai berbagai program pembangunan yang berhasil dijalankan di sini," ujar Muchendi.


Menurutnya, salah satu pembahasan yang paling menarik adalah strategi Pemkot Makassar dalam meningkatkan PAD yang realisasinya hampir mencapai Rp2 triliun.


"Kami banyak berdiskusi mengenai strategi peningkatan PAD Kota Makassar. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami untuk diterapkan sesuai dengan karakteristik daerah," katanya.


Muchendi juga membandingkan kondisi fiskal daerahnya dengan Kota Makassar. Ia menyebut APBD Kabupaten Ogan Komering Ilir sekitar Rp2,2 triliun sehingga ruang fiskal untuk percepatan pembangunan masih terbatas.


Selain itu, ia turut menanyakan mekanisme bantuan keuangan khusus dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kepada pemerintah kabupaten/kota.


"Di Sulawesi Selatan ternyata ada bantuan khusus dari pemerintah provinsi yang difokuskan pada pembangunan infrastruktur. Di Sumatera Selatan, pola bantuannya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah," jelasnya.


Ia juga mengungkapkan capaian pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Ogan Komering Ilir masih belum mencapai 50 persen dari target karena karakteristik wilayah yang cukup luas.


Dia berharap kunjungan kerja tersebut diharapkan semakin memperkuat kerja sama antardaerah sekaligus menjadi ruang berbagi praktik terbaik dalam meningkatkan pelayanan publik, memperkuat perekonomian daerah, serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan. (*).




Kapolda Sulsel Buka Rakernis SDM T.A 2026, Tekankan Peran Strategis SDM Wujudkan Polri Presisi



Nuansa Terkini Makassar,- Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Kapolda Sulsel) Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., secara resmi membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Sulsel Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Hotel Harper, Kota Makassar, Kamis (09/07/2026).


Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan, S.I.K., S.H., M.Hum., para Pejabat Utama Polda Sulsel, serta personel perwakilan satuan kerja Mapolda dan jajaran Polres.


Dalam sambutannya, Kapolda Sulsel menegaskan bahwa tema Rakernis SDM tahun ini, yakni “SDM Unggul, Polri Presisi, RKP 2026 Aman dan Sukses”, bukan sekadar slogan, melainkan refleksi dari tantangan besar yang dihadapi Polri ke depan. Seiring dengan pelaksanaan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2026, fungsi SDM memiliki peran yang sangat krusial sebagai fondasi utama dalam menggerakkan roda organisasi Polri.


Kapolda menekankan bahwa SDM merupakan aset terpenting dalam institusi. Terwujudnya Polri yang Presisi sangat bergantung pada kualitas personel yang memiliki kompetensi tinggi, integritas, serta etika profesi yang kuat. Oleh karena itu, fungsi SDM dituntut untuk terus bertransformasi, tidak hanya sebagai fungsi administratif, tetapi menjadi mitra strategis yang proaktif dalam pengembangan karier, peningkatan kesejahteraan, serta pengelolaan talenta di lingkungan Polda Sulsel.


Selain itu, peningkatan kapasitas SDM, perhatian terhadap kesejahteraan dan kesehatan mental personel, serta penguatan integritas dan keteladanan juga menjadi fokus utama dalam mendukung kinerja organisasi yang profesional dan berdaya saing.


Mengakhiri sambutannya, Kapolda Sulsel berharap melalui forum Rakernis ini seluruh peserta dapat melakukan evaluasi terhadap berbagai hambatan yang terjadi sebelumnya, merumuskan solusi inovatif, serta menyamakan persepsi dalam menghadapi tantangan tugas ke depan.


“Melalui Rakernis ini, saya harap seluruh pengemban fungsi SDM mampu menghasilkan langkah-langkah strategis yang konkret guna mendukung terwujudnya Polri yang Presisi serta keberhasilan pelaksanaan Rapat Kerja Keknis Tahun 2026,” tegas Kapolda.

Senin, 06 Juli 2026

HUT ke-67 Maros Diperingati Sederhana, Pemprov Sulsel Salurkan Bantuan Rp8,5 Milia

 


Nuansa Terkini Maros,- Kabupaten Maros memperingati hari jadinya yang ke-67 dengan menggelar rapat paripurna DPRD Maros pada Selasa (7/7/2026). Peringatan tahun ini berlangsung secara sederhana sebagai bentuk penyesuaian terhadap kebijakan efisiensi anggaran.


Meski digelar tanpa mengundang banyak tamu dari luar daerah, acara tersebut tetap dihadiri sejumlah kepala daerah di Sulawesi Selatan. Di antaranya Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau dan Bupati Wajo Andi Rosman yang hadir mengenakan pakaian adat. Turut hadir pula Gubernur Sulawesi Selatan bersama jajaran pemerintah daerah.


Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan menyerahkan sejumlah bantuan untuk Kabupaten Maros. Bantuan terbesar berupa bantuan keuangan senilai Rp8,5 miliar yang akan dimanfaatkan untuk pembebasan lahan proyek duplikasi jembatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan infrastruktur di daerah.


Peringatan HUT ke-67 Maros menjadi momentum memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Maros dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (***).

Kamis, 02 Juli 2026

Kapolda Sulsel Hadiri Syukuran Peringatan HUT PP Polri ke-27 Tahun 2026

 


Nuansa Terkini Makassar,- Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Kapolda Sulsel) Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., didampingi Pejabat Utama Polda Sulsel, menghadiri kegiatan syukuran dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Persatuan Purnawirawan (PP) Polri ke-27 Tahun 2026.


Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Soebarkah SPN Polda Sulsel pada Kamis (02/07/2026), dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan antara anggota Polri aktif dan para purnawirawan.


Dalam sambutannya, Kapolda Sulsel menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas dedikasi serta pengabdian para purnawirawan Polri yang telah memberikan kontribusi besar selama bertugas di institusi Kepolisian. Ia juga menegaskan bahwa meskipun telah purna tugas, para purnawirawan tetap memiliki peran strategis dalam mendukung tugas-tugas Polri di tengah masyarakat.


“Para purnawirawan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keluarga besar Polri. Semangat, pengalaman, dan jiwa pengabdian yang terus dijaga oleh PP Polri menjadi teladan bagi generasi penerus dalam menjalankan tugas serta menjaga kepercayaan masyarakat,” ujar Kapolda.


Lebih lanjut, Kapolda berharap momentum peringatan HUT PP Polri ke-27 ini dapat semakin mempererat tali silaturahmi, memperkuat sinergi, serta menumbuhkan semangat kebersamaan antara anggota Polri aktif dan para purnawirawan dalam mendukung terwujudnya Polri yang Presisi.


Kegiatan syukuran tersebut juga diisi dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur serta harapan agar seluruh keluarga besar Polri senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Sekda Makassar Tutup Diklat Mubalig dan Imam Kelurahan, Tekankan Peran Strategis Dukung Program Pemerintah

 


Nuansa Terkini Makassar,– Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly, menegaskan mubalig dan imam kelurahan memiliki peran strategis sebagai mitra Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam menjaga kerukunan masyarakat sekaligus menyukseskan berbagai program pembangunan.


Hal tersebut disampaikan Andi Zulkifly saat penutupan bimbingan dan pelatihan peningkatan kompetensi Mubaligh oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Makassar di Makassar Golden Hotel (MGH), Kamis (2/7).


Sekda Makassar, Andi Zulkifly menyampaikan salam dari Wali Kota Makassar yang berhalangan hadir karena menghadiri agenda Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Medan.


"Pak wali sebenarnya berkeinginan hadir langsung pada kegiatan ini. Namun, karena harus menghadiri agenda APEKSI di Kota Medan bersama para wali kota se-Indonesia, beliau menugaskan saya untuk mewakili sekaligus menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta," ujar Andi Zulkifly.


Menurutnya, pelatihan tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas mubalig dan imam kelurahan sebagai tokoh agama sekaligus tokoh masyarakat yang memiliki pengaruh besar di tengah kehidupan warga.


Ia menjelaskan, imam kelurahan bukan hanya berperan memimpin ibadah dan menyampaikan dakwah, tetapi juga menjadi pemimpin informal (informal leader) yang dipercaya masyarakat.


"Imam kelurahan bukan hanya memimpin salat atau menyampaikan ajaran agama, tetapi juga menjadi tokoh masyarakat yang didengar dan dipercaya. Karena itu, mereka dapat membantu pemerintah menyampaikan informasi, mengedukasi masyarakat, serta mengawal berbagai program pembangunan," katanya.


Andi Zulkifly berharap materi pelatihan ke depan tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan berdakwah, tetapi juga memperkuat kepemimpinan serta pemahaman peserta terhadap program-program prioritas Pemkot Makassar.


Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, camat, lurah, imam kelurahan, dan mubalig akan mempercepat keberhasilan pembangunan di tingkat masyarakat.


Ia juga memaparkan visi pembangunan Kota Makassar, yakni mewujudkan Makassar yang unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan.


"Makassar harus menjadi kota yang unggul di berbagai bidang, aman bagi seluruh masyarakat, inklusif bagi semua kalangan, serta mampu menjaga keberlanjutan setiap program pembangunan," ujarnya.


Sekda menilai para mubalig dan imam kelurahan memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat terkait berbagai program pemerintah, seperti pengelolaan sampah, penurunan angka stunting, pengentasan kemiskinan, hingga menjaga ketenteraman dan kerukunan umat.


"Tolong bantu pemerintah menyampaikan program-program kepada masyarakat. Jadilah mitra strategis pemerintah agar Makassar menjadi kota yang religius, harmonis, dan semakin sejahtera," tegasnya.


Ia juga memastikan Pemkot Makassar akan terus memberikan dukungan terhadap peningkatan kapasitas mubalig dan imam kelurahan apabila tersedia dukungan anggaran.


"Kami berharap pelatihan seperti ini terus berlanjut. Jika kemampuan para mubalig dan imam semakin meningkat, maka manfaatnya juga akan dirasakan langsung oleh masyarakat," ucap Andi Zulkifly.


Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Makassar, Moh Syarief, melaporkan pelatihan angkatan kedua tersebut diikuti sebanyak 450 peserta yang berasal dari seluruh kelurahan di Kota Makassar.


Menurutnya, para peserta dibagi ke dalam 10 kelas, dengan masing-masing kelas berisi 45 orang dan dibimbing oleh narasumber dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam.


"Materi yang diberikan meliputi tahsin Al-Qur'an, tafsir, hadis, fikih, akhlak, hingga penguatan kemampuan mubalig dalam menyampaikan dakwah kepada masyarakat," kata Moh Syarief.


Ia menjelaskan, pelatihan berlangsung selama tujuh hari sebagai upaya meningkatkan kompetensi mubalig dan imam kelurahan agar mampu menjawab tantangan dakwah di tengah masyarakat yang terus berkembang.


"Kami menyadari bahwa peserta merupakan para penceramah. Karena itu, kami berupaya menghadirkan materi yang benar-benar dibutuhkan agar semakin memperkuat kompetensi mereka dalam berdakwah," ujarnya.


Selain itu, Moh Syarief menyampaikan target jangka panjang pemerintah agar imam kelurahan di Kota Makassar mampu menghafal 30 juz Al-Qur'an secara bertahap melalui program pembinaan berkelanjutan.


Di akhir kegiatan, mantan Lurah Maccini Sombala itu menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, panitia, dan peserta yang telah mengikuti pelatihan hingga selesai serta berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. (*).




Sekda Zulkifly Pimpin Rapat Internal: Pemkot Makassar Matangkan Kajian Kerja Sama Ducting Sharing

 


Nuansa Terkini Makassar,- Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mulai mengkaji penawaran kerja sama pembangunan ducting sharing sebagai bagian dari upaya penataan jaringan utilitas bawah tanah di Kota Makassar.


Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly memimpin rapat tersebut didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Zainal Ibrahim di Ruang Rapat Sekda, Kantor Balai Kota Makassar, Kamis (2/7).


Rapat dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, di antaranya Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Bagian Kerja Sama, serta Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ).


Sekda Makassar, Andi Zulkifly menjelaskan rapat tersebut bertujuan mengkaji secara menyeluruh proposal kerja sama yang telah diajukan pihak ketiga, baik dari sisi regulasi, teknis, maupun skema pemanfaatan aset daerah.


Menurutnya, proposal tersebut menawarkan pembangunan ducting sharing menggunakan satu jalur kabel serat optik (fiber optic) yang nantinya dimanfaatkan bersama oleh berbagai penyedia layanan telekomunikasi.


"Kita menggelar rapat internal untuk mengkaji penawaran kerja sama yang diajukan pihak ketiga terkait ducting sharing. Proposalnya sudah masuk dan telah didistribusikan kepada OPD terkait agar masing-masing melakukan kajian sesuai kewenangannya," kata Andi Zulkifly.


Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar ini menjelaskan, skema kerja sama ini akan dikaji lebih dalam oleh setiap OPD teknis.


"BPKAD dan Bagian Kerja Sama diminta mengkaji soal ini sesuai kebutuhan dan keuntungan yang timbul dalam MoU nantinya," jelasnya.


Selain aspek regulasi, Dinas Kominfo dan Dinas PU juga diminta melakukan kajian teknis, mengingat pembangunan jaringan akan memanfaatkan ruang milik jalan dan trotoar sebagai lokasi penanaman kabel.


Menurut Andi Zul--sapaan akrabnya--pihak ketiga pada tahap awal menawarkan pembangunan jaringan sepanjang sekitar tujuh kilometer di sejumlah titik di Kota Makassar.


Ia menegaskan seluruh pembahasan harus mengedepankan kepentingan daerah tanpa mengabaikan aturan yang berlaku.


"Pak Wali Kota berharap program ducting sharing ini sudah mulai berjalan pada momentum Hari Jadi Kota Makassar. Minimal sudah ada peresmian. Tetapi kita tetap harus mengacu pada regulasi sebagai pedoman utama dalam mengambil keputusan," tegasnya.


Sementara itu, Asisten II Setda Kota Makassar, Zainal Ibrahim, memaparkan proses kerja sama masih dibahas bersama OPD teknis sebagaimana diatur dalam ketentuan pemanfaatan barang milik daerah.


"Yang perlu kita lihat adalah apakah substansi benar-benar memenuhi karakteristik Kota Makassar. Karena itu seluruh aspek benar-benar dikaji serius," ujar Zainal.


Mantan Inspektur Kota Makassar ini meminta tim teknis menyusun matriks perbandingan antara isi proposal dengan ketentuan regulasi agar pemerintah memiliki dasar yang kuat dalam menentukan bentuk kerja sama.


"Kita minta OPD teknis silakan dibuat matriks yang memuat aspek-aspek kerja sama kemudian dicocokkan dengan isi proposal. Setelah itu dilengkapi dengan narasi kajian sebagai dasar pengambilan keputusan," jelasnya.


Hasil pembahasan lintas OPD tersebut selanjutnya akan dirumuskan dalam kajian resmi sebelum disampaikan kepada Wali Kota Makassar sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan tindak lanjut kerja sama pembangunan ducting sharing di Kota Makassar. (*)

Selasa, 30 Juni 2026

Sekda Makassar Siapkan Langkah Penataan BPR, Fokus Tata Kelola dan Optimalisasi Aset

 


Nuansa Terkini Makassar,— Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar Andi Zulkifly mengungkapkan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam melakukan pembenahan, penataan, serta optimalisasi kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), termasuk Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Kota Makassar. 


Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan melakukan percepatan penataan kantor Perseroan Terbatas (Perseroda) PT BPR Kota Makassar yang terletak di kawasan Pusat Niaga Daya (PND).


Sekda Makassar, Andi Zulkifly menekankan pentingnya akurasi pencatatan nilai aset di dalam neraca daerah agar tidak terjadi kesalahan kaprah secara akuntansi yang dapat membebani laporan keuangan pemerintah kota.


"Jadi tadi itu kita bahas bagaimana pembenahan ditubuh BPR. Tujuannya, bisa memberikan dampak pada optimalisasi kinerja," tukas Sekda Makassar, Andi Zulkifly usai rapat bersama PT BPR Makassar, Perumda Makassar Raya dan Kabag Perekonomian Setda Makassar di ruang rapat Sekda Kantor Balai Kota, Rabu (1/7).


Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar itu, mendorong agar pelayanan BPR tetap berjalan tanpa hambatan. Penguatan kerja sama menjadi usulan antara pihak BPR dengan PD Pasar selaku pengelola kawasan.


"Langkah keduanya adalah untuk menyelamatkan unit super kerja tetap di situ, maka kami minta Kabag Perekonomian menyampaikan ke pak wali sebagai KPM (Kuasa Pemegang Mandat) mengambil langkah menginstruksikan kepada PD Pasar untuk melakukan kolaborasi," ujarnya.


Kemudian, ia meminta Bagian Perekonomian bersama Perumda Pasar Makassar Raya dan perangkat daerah terkait segera menyusun sejumlah opsi yang nantinya akan disampaikan kepada Wali Kota Makassar sebagai bahan pengambilan keputusan.


"Jadi kita harus menyiapkan berbagai alternatif solusi sehingga Bapak Wali Kota memiliki pilihan dalam menentukan kebijakan terbaik. Semua opsi harus mengedepankan prinsip saling menguntungkan serta tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari," tegasnya.


Opsi-opsi tersebut mencakup peninjauan regulasi, penyusunan draf kontrak kerja sama, hingga potensi pemindahan kantor operasional ke lokasi strategis seperti Mal Pelayanan Publik (MPP).


"Semua data harus disiapkan dengan baik. Nanti kita jadwalkan kembali pertemuan berikutnya untuk membahas lebih lanjut," paparnya.


Ia menambahkan, optimalisasi kinerja Perumda BPR diharapkan berdampak langsung terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar. 


"Nah, dengan tata kelola yang semakin baik, aset yang tertata, serta operasional yang lebih efektif, BPR ini diharapkan mampu meningkatkan laba perusahaan sehingga memberikan kontribusi dividen," ungkapnya. (*)

MELINDA AKSA PAPARKAN GERAKAN PENGELOLAAN SAMPAH MAKASSAR PADA LADIES PROGRAM RAKERNAS APEKSI 2026



Nuansa Terkini Medan,- Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, menjadi salah satu pembicara pada Ladies Program yang merupakan rangkaian kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Gedung Warenhuis, Kota Medan, Rabu (1/7/2026).


Mengusung tema Perempuan Tangguh Penuh Percaya Diri, kegiatan ini menghadirkan sesi sharing knowledge yang mempertemukan para Ketua TP PKK dari berbagai kota untuk berbagi pengalaman dan praktik baik dalam mendukung pembangunan daerah. Pada kesempatan tersebut, Melinda Aksa dipercaya menjadi salah satu pembicara yang memaparkan program unggulan Kota Makassar di bidang pengelolaan sampah.


Dalam paparannya, Melinda menjelaskan bahwa pengelolaan sampah di Kota Makassar dilakukan melalui pendekatan menyeluruh dari hulu hingga ke hilir. Menurutnya, perubahan harus dimulai dari tingkat rumah tangga melalui kebiasaan memilah sampah, sehingga volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dapat terus ditekan.


"Kalau di hulu masyarakat belum mampu memilah sampah dan mengubah kebiasaan, maka TPA akan terus terbebani oleh sampah yang sebenarnya sudah tidak boleh lagi berakhir di sana. Karena itu, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama dalam pengelolaan sampah," ujar Melinda.


Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Makassar bersama TP PKK terus memperkuat pelibatan masyarakat melalui edukasi langsung hingga tingkat RT dan RW. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan target Makassar Bebas Sampah 2029.


Sebagai mitra strategis pemerintah, TP PKK Kota Makassar juga menyelaraskan berbagai program kerjanya untuk mendukung gerakan tersebut. Salah satunya melalui sinergi dengan Pokja Bunda PAUD yang membawa edukasi pengelolaan sampah kepada anak-anak dan keluarga, sehingga kepedulian terhadap lingkungan dapat ditanamkan sejak usia dini.


Selain itu, edukasi pengelolaan sampah juga diintegrasikan dalam berbagai program PKK, seperti PKK Goes to School, PKK Borong Mangan, hingga Program Hatinya PKK yang dikembangkan oleh Pokja III.


Melalui program tersebut, sampah organik hasil pemilahan masyarakat diolah menjadi kompos untuk dimanfaatkan pada kebun-kebun Hatinya PKK. Hasil panen dari kebun tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan maupun dipasarkan oleh kader PKK, sehingga menciptakan ekosistem ekonomi sirkular yang memberi nilai tambah bagi masyarakat sekaligus mengurangi timbulan sampah.


"Pengelolaan sampah bukan hanya tentang menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga bagaimana memberikan manfaat bagi masyarakat. Ketika sampah diolah menjadi kompos, dimanfaatkan untuk kebun, lalu hasilnya memiliki nilai ekonomi, maka di situlah tercipta gerakan yang berkelanjutan," ungkap Melinda.


Melalui forum nasional tersebut, Melinda berharap praktik baik yang dijalankan Kota Makassar dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain, sekaligus memperkuat kolaborasi antarkota dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan dengan melibatkan keluarga sebagai titik awal perubahan. (*).




Kapolres Gowa dan Jajaran Ucapkan Selamat Hari Jadi PP Polri ke-27

 


Nuansa Terkini Gowa,- Kepala Kepolisian Resor Gowa, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si., beserta staf dan jajaran Polres Gowa mengucapkan selamat memperingati Hari Jadi Persatuan Purnawirawan (PP) Polri ke-27, Selasa (30/6/2026).


Ucapan tersebut merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi kepada seluruh purnawirawan Polri yang telah mengabdikan diri untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memberikan kontribusi besar bagi institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia.


Kapolres Gowa menyampaikan bahwa para purnawirawan Polri merupakan sosok teladan yang telah mewariskan dedikasi, pengabdian, dan semangat pengayoman kepada generasi penerus di tubuh Polri.


"Atas nama keluarga besar Polres Gowa, kami mengucapkan Selamat Hari Jadi PP Polri ke-27. Semoga Persatuan Purnawirawan Polri semakin solid, terus memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara, serta menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga persatuan dan keamanan," ujar AKBP Muhammad Aldy Sulaiman.


Peringatan Hari Jadi PP Polri ke-27 menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antara purnawirawan dan anggota Polri yang masih aktif, sekaligus memperkuat semangat pengabdian demi terwujudnya Indonesia yang aman, damai, dan sejahtera.


Humas Poltes Gowa

Senin, 29 Juni 2026

Personel Polres Parepare Terima Kenaikan Pangkat, Momentum Tingkatkan Profesionalisme

 



Parepare, 30 Juni 2026 – Suasana penuh khidmat mewarnai pelaksanaan upacara kenaikan pangkat personel Polres Parepare. Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghargaan institusi kepada anggota yang telah menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan kinerja dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.


Dalam amanatnya, Kapolres Parepare  AKBP Indra Waspada, S.I.K menyampaikan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar penghargaan, tetapi juga amanah yang membawa tanggung jawab lebih besar. Seluruh personel diharapkan terus meningkatkan profesionalisme, integritas, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.


Upacara berlangsung dengan khidmat dan dihadiri jajaran pejabat utama Polres, Bhayangkari, serta keluarga personel yang menerima kenaikan pangkat. Tradisi penyiraman air bunga dan pemberian ucapan selamat turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sebagai simbol rasa syukur atas pencapaian tersebut.


Melalui momentum kenaikan pangkat ini, diharapkan seluruh personel Polres Parepare semakin termotivasi untuk memberikan pengabdian terbaik, menjaga kepercayaan masyarakat, serta mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di wilayah hukum Polres Parepare. (Tim).


Minggu, 28 Juni 2026

TP PKK Makassar Edukasi Kader tentang Pencegahan Penyakit Menular dan HIV/AIDS



Nuansa Terkini Makassar,– Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait kesehatan, khususnya pencegahan penyakit menular.


Hal itu terlihat melalui kegiatan edukasi pencegahan penyakit menular yang digelar di Auditorium Gedung PKK Kota Makassar, Senin (29/6/2026).


Kegiatan yang merupakan program kerja Pokja IV TP PKK Kota Makassar ini diikuti oleh kader TP PKK dari berbagai kecamatan di Kota Makassar.


Edukasi tersebut dibuka oleh Ketua Pokja IV TP PKK Kota Makassar, Indira Purnamasari, yang mengajak seluruh kader PKK untuk menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya penyakit menular.


Indira mengatakan, kader PKK memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada keluarga dan lingkungan sekitar, sehingga pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat secara luas.


Menurutnya, upaya pencegahan penyakit menular tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat melalui edukasi yang berkesinambungan.


"Melalui kegiatan ini, kami berharap para kader PKK dapat memahami lebih dalam mengenai penyakit menular, cara pencegahan, serta penanganannya, sehingga dapat menjadi perpanjangan tangan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat," ujar Indira.


"Kami ingin para kader tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mampu menyebarkan pemahaman yang benar agar masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah penularan penyakit," tambahnya.


Dalam kegiatan tersebut, TP PKK Kota Makassar menghadirkan narasumber ahli, yakni Sudirman Katu dari Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.


Pada kesempatan itu, Sudirman menyampaikan materi mengenai HIV, mulai dari pengertian, faktor risiko, hingga berbagai cara penularan yang perlu dipahami oleh masyarakat.


Ia juga menjelaskan bahwa HIV tidak menular melalui interaksi sosial biasa, sehingga masyarakat diharapkan tidak memberikan stigma maupun diskriminasi kepada orang dengan HIV/AIDS.


"Pemahaman yang benar tentang HIV sangat penting agar masyarakat dapat melakukan pencegahan secara tepat dan tidak memberikan perlakuan diskriminatif kepada orang dengan HIV/AIDS," kata Sudirman.


Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar turut hadir sebagai narasumber dan membawakan materi terkait edukasi penyakit Tuberkulosis (TB) dan HIV/AIDS. 


Dalam pemaparannya, ia menjelaskan situasi fasilitas layanan HIV di Kota Makassar yang terus diperkuat guna mempermudah akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.


"Saat ini Kota Makassar memiliki 100 layanan tes HIV yang tersebar di rumah sakit, puskesmas, hingga klinik serta didukung oleh 53 layanan pengobatan HIV. Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan layanan tersebut sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan pengobatan yang berkelanjutan," ujarnya.