Jumat, 31 Juli 2026

TP PKK, Dekranasda, dan Pokja Bunda PAUD Makassar Turun ke Lapangan Sosialisasikan Pemilahan Sampah dari Rumah



Nuansa Terkini Makassar,–
Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Dekranasda Kota Makassar, dan Pokja Bunda PAUD Kota Makassar kompak turun langsung melakukan sosialisasi pengelolaan sampah secara door to door ke sejumlah instansi hingga masyarakat di sekitar Jalan Hasanuddin dan Jalan Balaikota, Jumat (31/7/2026). 


Sosialisasi tersebut dilaksanakan usai kegiatan rutin Senam Jantung Sehat dan Jumat Bersih. Para pengurus kemudian menyebar ke sejumlah titik untuk menyampaikan langsung informasi mengenai tata cara pemilahan sampah kepada masyarakat.


Langkah itu dilakukan karena mulai 1 Agustus 2026, Pemerintah Kota Makassar hanya akan mengirimkan sampah residu ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Sampah organik dan anorganik diharapkan telah dipilah sejak dari rumah untuk selanjutnya dikelola melalui mekanisme pengolahan maupun daur ulang.


Dalam kegiatan tersebut, para pengurus mendatangi satu per satu kantor, pertokoan hingga warga sekitar sembari membagikan flyer yang berisi penjelasan mengenai perbedaan sampah organik, anorganik, residu, dan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Mereka juga mengajak masyarakat mulai membiasakan memilah sampah dari sumbernya.


Tidak sedikit warga yang memanfaatkan kesempatan itu untuk bertanya mengenai jenis-jenis sampah yang termasuk residu. Para pengurus pun memberikan penjelasan sederhana agar masyarakat lebih mudah memahami penerapan kebijakan baru tersebut.


Setelah kegiatan door to door selesai, seluruh pengurus TP PKK Kota Makassar, Dekranasda Kota Makassar, dan Pokja Bunda PAUD mengikuti sosialisasi lanjutan di Auditorium Gedung PKK Kota Makassar. Materi disampaikan oleh Dewan Lingkungan sekaligus peneliti Municipal Solid Waste Management, Marini Ambo Wellang.


Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, mengatakan sosialisasi kembali diberikan sebagai penyegaran agar seluruh pengurus benar-benar memahami sistem pemilahan sampah dan dapat menjadi contoh bagi masyarakat.


“Di PKK, Dekranasda, dan PAUD mestinya sudah paham. Hari ini kita refresh lagi. Yang saya harapkan ibu-ibu di PKK, Dekranasda, dan PAUD sudah melakukan pemilahan sampah di rumah masing-masing. Jangan sampai masyarakat bertanya, sementara kita sendiri belum melaksanakannya,” ujar Melinda.


Ia menjelaskan bahwa masih banyak kesalahpahaman di tengah masyarakat mengenai kebijakan yang mulai berlaku pada 1 Agustus. Menurutnya, seluruh sampah tetap akan diangkut, namun masyarakat diwajibkan memilahnya menjadi tiga kategori utama, yakni organik, anorganik, dan residu.


“Saya lihat di media sosial masih banyak yang menganggap selain sampah residu tidak akan diangkut. Itu salah. Semua sampah tetap diangkut, tetapi harapannya sudah dipilah. Yang menjadi tantangan sekarang justru masih banyak yang belum memahami apa itu sampah residu,” katanya.


Melinda mengakui perubahan kebiasaan masyarakat memang tidak bisa terjadi dalam waktu singkat. Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing, mulai dari keluarga, tetangga, hingga komunitas tempat tinggal.


Menurutnya, membangun budaya memilah sampah membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Ia optimistis meski belum seluruh warga dapat langsung menerapkan kebijakan tersebut pada hari pertama, setidaknya aparatur pemerintah dan organisasi mitra pemerintah sudah lebih dahulu memberikan teladan.


“Jangan sampai kita yang menjadi bagian dari pemerintah sendiri belum melakukannya. Contoh itu adalah cara paling efektif. Mulailah dari rumah masing-masing karena perubahan besar selalu dimulai dari kebiasaan kecil,” tuturnya.


Melinda juga mengingatkan bahwa pengelolaan sampah bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah. Menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah.


“Sampah jangan selalu dipikirkan hanya tanggung jawab pemerintah. Itu tanggung jawab kita bersama. Sampah kita, tanggung jawab kita. Mari menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing agar program ini berhasil dan Kota Makassar menjadi kota yang lebih bersih,” pungkasnya.


Dalam sosialisasi tersebut, Marini Ambo Wellang memaparkan pentingnya pengelolaan sampah dari sumber melalui pemilahan menjadi empat jenis, yakni organik, anorganik, residu, dan limbah B3. Ia juga menjelaskan berbagai metode pengolahan sampah organik, seperti komposter, biopori, dan ember tumpuk, serta mendorong pemanfaatan bank sampah untuk sampah anorganik agar memiliki nilai ekonomi.

Ketua TP PKK Kota Makassar Pimpin Senam Jantung Sehat, Perkuat Budaya Hidup Aktif untuk Wujudkan Keluarga Berdaya



Nuansa Terkini Makassar,– Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, menghadiri kegiatan Senam Jantung Sehat yang diselenggarakan Pokja IV TP PKK Kota Makassar, Jumat (31/7/2026).


Kegiatan ini diikuti oleh Pengurus TP PKK Kota Makassar, Pengurus Bunda PAUD Kota Makassar, Pengurus Dekranasda Kota Makassar, serta jajaran terkait sebagai bagian dari upaya membudayakan pola hidup sehat di lingkungan keluarga dan masyarakat.


Suasana pagi berlangsung penuh semangat ketika seluruh peserta mengikuti gerakan senam bersama. Bagi Melinda, aktivitas fisik seperti senam bukan sekadar olahraga rutin, tetapi menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap orang untuk menjaga kesehatan jantung, meningkatkan kebugaran tubuh, sekaligus mempererat kebersamaan antaranggota PKK.


Menurut Melinda, kesehatan merupakan fondasi utama dalam membangun keluarga yang berkualitas. Karena itu, ia mendorong para kader PKK untuk membiasakan aktivitas fisik secara rutin dan mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat mulai dari lingkungan keluarga.


“Menjaga kesehatan tidak harus dimulai dengan sesuatu yang besar. Senam bersama seperti ini adalah kebiasaan sederhana yang jika dilakukan secara rutin akan memberikan manfaat luar biasa bagi kesehatan tubuh, terutama kesehatan jantung,” ujar Melinda.


Ia berharap kegiatan Senam Jantung Sehat dapat menjadi agenda yang terus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga mampu membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya berolahraga.


“Sebagai kader PKK, kita harus menjadi contoh dalam menerapkan gaya hidup sehat. Ketika keluarga sehat, masyarakat akan semakin kuat dan produktif. Semoga semangat hidup sehat ini terus kita tularkan kepada lingkungan sekitar,” tambahnya.


Usai pelaksanaan senam, kegiatan dilanjutkan dengan Sosialisasi Pengolahan Sampah di Auditorium TP PKK Kota Makassar sebagai bagian dari rangkaian Program Kerja Pokja IV Tahun 2026. 


Melalui kegiatan ini, TP PKK Kota Makassar tidak hanya mendorong peningkatan kesehatan masyarakat melalui olahraga, tetapi juga menguatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas.

Ketua TP PKK Makassar Kuatkan Penyintas Kebakaran di Jalan Sultan Abdullah, Salurkan Bantuan untuk Korban



Nuansa Terkini Makassar,– Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, turun langsung menemui warga yang menjadi korban kebakaran hebat di kawasan pesisir Jalan Sultan Abdullah, Jumat (31/7/2026). Kehadirannya menjadi bentuk kepedulian sekaligus dukungan moril bagi keluarga yang sedang menghadapi musibah.


Sesampainya di lokasi pengungsian, Melinda Aksa langsung menyapa para penyintas kebakaran. Ia berdiskusi dengan warga untuk mendengarkan kondisi yang mereka alami, sekaligus memberikan semangat dan dukungan moril kepada keluarga yang terdampak. 


Dalam kesempatan tersebut, Melinda mewakili TP PKK Kota Makassar menyerahkan bantuan sebagai bentuk kepedulian kepada para korban. Bantuannya berupa 300 nasi dos untuk memenuhi kebutuhan makan para penyintas. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga di masa-masa awal pascakebakaran.


Selain itu, Melinda yang didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar, drg. Ita Anwar, turut menyerahkan 68 paket bingkisan khusus bagi anak-anak yang terdampak kebakaran.


Suasana haru tampak saat Melinda memeluk sejumlah ibu dan anak yang masih diliputi kesedihan. Ia berusaha menguatkan mereka dengan memberikan semangat agar tetap tabah menghadapi cobaan tersebut.


“Kami ikut prihatin atas musibah yang dialami bapak dan ibu semua. Kita berdoa mudah-mudahan keluarga yang terkena bencana ini diberikan ketabahan dan ketakwaan. Yakinlah bahwa ini adalah cobaan dari Allah,” ujarnya


Ia mengatakan, TP PKK Kota Makassar akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan seluruh pihak terkait agar kebutuhan warga dapat segera dipenuhi, termasuk perhatian terhadap kelompok rentan seperti perempuan, anak-anak, dan lanjut usia.


“Semoga bantuan dari Pemerintah Kota Makassar, TP PKK, dan berbagai pihak dapat membantu proses pemulihan. Kami juga merasakan kepedihan yang dirasakan,” ucapnya.


Melinda juga meminta TP PKK tingkat kelurahan bersama pengurus RT dan RW segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap seluruh keluarga yang terdampak. Pendataan tersebut mencakup jumlah anggota keluarga, anak-anak usia sekolah, hingga kebutuhan mendesak lainnya.


Menurutnya, data tersebut penting agar pemerintah dapat memberikan kebijakan yang tepat, termasuk membantu proses pengurusan kembali dokumen penting yang ikut terbakar, sehingga masyarakat memperoleh kemudahan dalam pemulihan administrasi.


Pada kesempatan itu, Melinda juga menelusuri area permukiman yang hangus terbakar. Ia melihat langsung kondisi rumah-rumah warga yang terbakar serta berdialog dengan sejumlah keluarga mengenai kebutuhan yang paling mendesak.


Di sela kunjungan, ia juga menyampaikan apresiasi kepada para petugas pemadam kebakaran, aparat pemerintah, relawan, serta masyarakat yang bahu-membahu membantu proses evakuasi dan penanganan pascakebakaran.


Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, turut meninjau langsung lokasi kebakaran bersama jajaran kepala perangkat daerah dan pemerintah setempat. Peninjauan dilakukan untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal sekaligus mengoordinasikan langkah-langkah pemulihan bagi warga terdampak.


Diketahui, Kebakaran yang terjadi pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.30 WITA itu menghanguskan sedikitnya 50 hingga 56 rumah warga. Berdasarkan data sementara, sebanyak 79 kepala keluarga (KK) atau sekitar 307 jiwa terdampak akibat peristiwa tersebut.


Api dengan cepat membesar karena sebagian besar bangunan di kawasan itu merupakan rumah semipermanen berbahan kayu. Kondisi angin yang cukup kencang turut mempercepat penyebaran api sehingga warga kesulitan menyelamatkan harta benda mereka.




Ketua TP PKK Kota Makassar Pimpin Senam Jantung Sehat, Perkuat Budaya Hidup Aktif untuk Wujudkan Keluarga Berdaya



Nuansa Terkini Makassar,– Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, menghadiri kegiatan Senam Jantung Sehat yang diselenggarakan Pokja IV TP PKK Kota Makassar, Jumat (31/7/2026).


Kegiatan ini diikuti oleh Pengurus TP PKK Kota Makassar, Pengurus Bunda PAUD Kota Makassar, Pengurus Dekranasda Kota Makassar, serta jajaran terkait sebagai bagian dari upaya membudayakan pola hidup sehat di lingkungan keluarga dan masyarakat.


Suasana pagi berlangsung penuh semangat ketika seluruh peserta mengikuti gerakan senam bersama. Bagi Melinda, aktivitas fisik seperti senam bukan sekadar olahraga rutin, tetapi menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap orang untuk menjaga kesehatan jantung, meningkatkan kebugaran tubuh, sekaligus mempererat kebersamaan antaranggota PKK.


Menurut Melinda, kesehatan merupakan fondasi utama dalam membangun keluarga yang berkualitas. Karena itu, ia mendorong para kader PKK untuk membiasakan aktivitas fisik secara rutin dan mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat mulai dari lingkungan keluarga.


“Menjaga kesehatan tidak harus dimulai dengan sesuatu yang besar. Senam bersama seperti ini adalah kebiasaan sederhana yang jika dilakukan secara rutin akan memberikan manfaat luar biasa bagi kesehatan tubuh, terutama kesehatan jantung,” ujar Melinda.


Ia berharap kegiatan Senam Jantung Sehat dapat menjadi agenda yang terus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga mampu membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya berolahraga.


“Sebagai kader PKK, kita harus menjadi contoh dalam menerapkan gaya hidup sehat. Ketika keluarga sehat, masyarakat akan semakin kuat dan produktif. Semoga semangat hidup sehat ini terus kita tularkan kepada lingkungan sekitar,” tambahnya.


Usai pelaksanaan senam, kegiatan dilanjutkan dengan Sosialisasi Pengolahan Sampah di Auditorium TP PKK Kota Makassar sebagai bagian dari rangkaian Program Kerja Pokja IV Tahun 2026. 


Melalui kegiatan ini, TP PKK Kota Makassar tidak hanya mendorong peningkatan kesehatan masyarakat melalui olahraga, tetapi juga menguatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas.

Rabu, 29 Juli 2026

Dari Pendataan hingga Digitalisasi, Dispus Makassar Perkuat Pelestarian Naskah Kuno

 


Nuansa Terkini Makassar,-- Dinas Perpustakaan Kota Makassar mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan naskah kuno melalui kegiatan Diseminasi Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Penyimpanan, Perawatan, Pelestarian, dan Pendaftaran Naskah Kuno.


Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Dr. Aryati Puspasari Abady, tersebut berlangsung selama dua hari, 28–29 Juli 2026, di Hotel Aston Makassar.


Sebanyak 125 peserta yang berasal dari komunitas dan kelompok masyarakat dilibatkan dalam kegiatan ini. 


Mereka diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga, merawat, mendata, hingga mendigitalisasi naskah kuno sebagai bagian dari warisan sejarah dan budaya.


Aryati Puspasari mengatakan, kegiatan tersebut menjadi langkah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama mereka yang menyimpan naskah kuno, agar peninggalan berharga tersebut dapat terawat dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.


“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat maupun komunitas memahami pentingnya menjaga dan merawat naskah kuno dengan baik, termasuk melakukan pendataan dan digitalisasi agar pengetahuan yang terkandung di dalamnya tetap dapat diketahui oleh generasi mendatang,” ujar Aryati.


Sementara itu, Kepala Bidang Koleksi dan Pengembangan Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Husni Mubarak, menjelaskan bahwa kegiatan diseminasi naskah kuno ini merupakan inovasi yang pertama kali dilaksanakan Dinas Perpustakaan Kota Makassar.


Melalui kegiatan tersebut, pihaknya berupaya menjangkau komunitas maupun kelompok masyarakat yang masih menyimpan naskah kuno untuk selanjutnya dilakukan pendataan dan didorong pelestariannya.


“Naskah kuno yang menjadi sasaran pendataan adalah naskah berusia lebih dari 50 tahun dan ditulis tangan. Kita ingin keberadaannya dapat didata, dijaga dengan baik, kemudian didigitalisasi sehingga tetap dapat diketahui oleh anak cucu kita nantinya,” jelas Husni.


Menurutnya, salah satu tantangan dalam pendataan adalah masih adanya masyarakat yang enggan menginformasikan naskah kuno yang mereka miliki karena khawatir naskah tersebut akan diminta atau diambil oleh pemerintah.


Husni menegaskan, pendataan tidak dimaksudkan untuk mengambil naskah dari pemiliknya. 


Pemerintah justru ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai tata cara penyimpanan, perawatan, dan pelestarian yang tepat.


“Kita bukan meminta naskahnya. Kita ingin memberikan pemahaman bagaimana naskah itu dijaga dan dirawat. Dengan digitalisasi, isi dan cerita di dalam naskah tersebut juga dapat terus diketahui oleh generasi setelah kita,” tuturnya.


Untuk memperkuat upaya tersebut, Dinas Perpustakaan Kota Makassar juga akan menjalin kerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas), khususnya dalam pendataan dan pengkajian naskah.


Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung proses identifikasi hingga penerjemahan isi naskah sehingga nilai sejarah, pengetahuan, dan budaya yang terkandung di dalamnya dapat dipahami dan dilestarikan.


Melalui kegiatan ini, Dinas Perpustakaan Kota Makassar berharap masyarakat semakin menyadari bahwa naskah kuno bukan sekadar benda peninggalan, tetapi bagian dari rekam jejak sejarah yang perlu dijaga bersama.


Dengan pendataan, perawatan, dan digitalisasi, naskah-naskah tersebut diharapkan tetap lestari dan kelak dapat menjadi sumber pengetahuan bagi generasi mendatang. (*)




Bunda PAUD Makassar Ajak Anak Cintai Lingkungan Lewat Storytelling “Jelajah Hijau di Pantai Losari

 


Nuansa Terkini Makassar,– Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, membacakan buku cerita anak berjudul “Jelajah Hijau di Pantai Losari” di hadapan ratusan anak dalam rangkaian Perayaan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Balai Manunggal, Rabu (29/7/2026). 


Kegiatan storytelling tersebut menjadi salah satu momen yang paling dinantikan karena menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.


Dengan penuh ekspresi dan interaksi yang hangat, Melinda mengajak anak-anak mengikuti alur cerita yang mengangkat keindahan Pantai Losari serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. 


Buku tersebut dikemas dengan bahasa yang ringan, sederhana, dan mudah dipahami sehingga pesan tentang mencintai alam dapat diterima anak-anak melalui cara yang menyenangkan.


Melinda mengatakan, kebiasaan membaca dan mendongeng memiliki peran penting dalam membangun karakter serta menumbuhkan rasa ingin tahu anak. 


Menurutnya, buku cerita bukan hanya menjadi media untuk mengenalkan literasi, tetapi juga sarana efektif dalam menyampaikan nilai-nilai kehidupan.


“Anak-anak belajar paling baik ketika mereka merasa senang. Melalui cerita, mereka tidak hanya mengenal huruf dan kata, tetapi juga belajar tentang kepedulian, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap lingkungan sekitar,” ujar Melinda.


Ia menjelaskan bahwa pemilihan buku “Jelajah Hijau di Pantai Losari” merupakan upaya mengenalkan lingkungan dan ikon Kota Makassar kepada anak-anak sejak dini. Dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, diharapkan anak-anak tumbuh menjadi generasi yang mencintai kotanya sekaligus memiliki kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan.


“Menanamkan kepedulian terhadap lingkungan tidak harus dimulai dengan cara yang rumit. Cerita sederhana mampu membangun imajinasi anak sekaligus membentuk kebiasaan baik yang akan mereka bawa hingga dewasa,” tuturnya.


Usai sesi membaca buku, Melinda mengajak anak-anak mengikuti permainan interaktif tentang pengelolaan sampah. 


Dengan suasana yang penuh keceriaan, ia memperkenalkan perbedaan sampah organik dan anorganik melalui contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti sisa makanan, daun kering, botol plastik, dan kertas. 


Menurut istri Wali Kota itu, mengenalkan kebiasaan memilah sampah sejak usia dini merupakan langkah sederhana yang dapat membentuk karakter peduli lingkungan. 


Ia menilai, metode belajar yang dikemas melalui cerita, permainan, dan interaksi langsung akan lebih mudah dipahami sekaligus membekas dalam ingatan anak-anak.


Melalui sesi interaktif tersebut, Bunda PAUD Kota Makassar berharap edukasi lingkungan dapat menjadi bagian dari pembelajaran sejak usia dini dan memahami pentingnya menjaga kebersihan serta mengenal pengelolaan sampah sejak kecil, agar menjadi generasi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mampu membawa perubahan positif bagi Kota Makassar di masa depan.




Bunda PAUD Makassar Jadikan Momentum HAN 2026 untuk Perkuat Pendidikan Anak Usia Dini

 


Nuansa Terkini Makassar,– Perayaan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kota Makassar berlangsung meriah di Balai Manunggal, Rabu (29/7/2026). Mengusung tema “Sayangi Anak, Lindungi Anak, Bangun Masa Depan”, kegiatan ini menghadirkan beragam permainan edukatif, aktivitas kreatif, hingga pertunjukan seni dari siswa sekolah se-Kota Makassar sebagai ruang bagi anak-anak untuk belajar, berekspresi, dan bergembira dalam suasana yang aman dan menyenangkan.


Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mewakili Wali Kota Makassar, merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pendidikan Kota Makassar dan Bunda PAUD Kota Makassar. 


Dalam Sambutannya, Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, mengatakan peringatan Hari Anak Nasional tahun ini sengaja dikemas berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. 


Menurutnya, fokus utama bukan lagi pada seremoni, melainkan menghadirkan pengalaman yang benar-benar dirasakan oleh anak-anak.


“Anak-anak adalah pusat dari perayaan ini. Karena itu kami ingin menghadirkan ruang yang membuat mereka bebas bermain, belajar, berkreasi, dan menunjukkan bakatnya. Hari Anak Nasional harus menjadi hari yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi mereka,” ujar Melinda.


Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap pendidikan anak tidak boleh dimulai ketika anak memasuki sekolah dasar, tetapi justru sejak usia dini. 


Menurutnya, PAUD merupakan fondasi penting yang akan menentukan kesiapan anak menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.


“Masih ada anggapan bahwa PAUD hanya tempat bermain sehingga tidak terlalu penting. Padahal justru di masa inilah karakter, kemampuan sosial, emosional, dan cara belajar anak mulai dibangun. Fondasi yang kuat akan memudahkan anak berkembang pada jenjang pendidikan selanjutnya,” jelasnya.


Melinda mengungkapkan, saat ini Kota Makassar baru memiliki lima PAUD Negeri. Pemerintah Kota Makassar berkomitmen memperluas akses pendidikan usia dini melalui penambahan satu PAUD Negeri pada tahun ini dan dua PAUD Negeri pada tahun depan. 


Ke depan, Pemerintah Kota Makassar menargetkan setiap kecamatan memiliki minimal satu PAUD Negeri agar kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendidikan usia dini dapat terpenuhi.


Selain memperluas akses, istri Wali Kota Makassar itu menilai peningkatan kualitas pembelajaran menjadi prioritas utama. Berdasarkan pengalamannya selama hampir 15 tahun berkecimpung di dunia pendidikan, Melinda menekankan pentingnya penerapan kurikulum yang berorientasi pada tahap perkembangan anak.


“Guru tidak boleh memaksakan anak harus sudah bisa membaca saat lulus TK. Yang paling penting adalah memahami tahapan perkembangan mereka. Ketika proses belajarnya tepat, anak akan mampu membaca, berhitung, dan menguasai berbagai keterampilan secara alami tanpa tekanan,” tuturnya.


Menurut Melinda, kualitas pendidik jauh lebih menentukan dibandingkan kemegahan bangunan sekolah. Karena itu, penguatan kompetensi guru akan terus menjadi perhatian dalam pengembangan PAUD di Kota Makassar.


“Saat memilih sekolah, jangan hanya melihat gedungnya. Yang paling penting adalah kualitas guru, latar belakang pendidikannya, serta pelatihan yang mereka ikuti. Guru yang memahami perkembangan anak akan menciptakan proses belajar yang jauh lebih baik,” katanya.


Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk terus mendorong penguatan kurikulum di PAUD Negeri agar mampu membangun dasar pendidikan yang kokoh bagi anak-anak sejak usia dini.


Bunda PAUD Kota Makassar itu turut mengingatkan bahwa anak-anak harus tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, penuh kasih sayang, serta terbebas dari segala bentuk kekerasan, perundungan, diskriminasi, maupun eksploitasi. Menurutnya, menciptakan lingkungan seperti itu merupakan tanggung jawab bersama.


“Anak-anak ibarat gelas kosong yang sedang diisi. Apa yang mereka lihat, dengar, dan rasakan hari ini akan membentuk masa depan mereka. Karena itu mari kita hadirkan lingkungan terbaik untuk mereka bertumbuh,” ungkapnya.


Di akhir sambutannya, Melinda mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua, guru, pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat luas untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung tumbuh kembang anak.


“Dengan kebersamaan dan kepedulian seluruh pihak, saya yakin kita dapat melahirkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045. Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan terbaik untuk tumbuh, belajar, dan meraih cita-citanya,” tutup Melinda.


Dalam kesempatan yang sama, Koalisi PAUD HI Nasional yang diwakili oleh Syifa Andina turut menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Hari Anak Nasional di Kota Makassar. 


Menurutnya, perayaan tahun ini menghadirkan suasana yang lebih ramah anak melalui beragam permainan edukatif, ruang bermain, hingga pemutaran film edukasi, sehingga anak-anak benar-benar menjadi pusat dari peringatan tersebut. 


Ia juga memperkenalkan Koalisi Nasional PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) sebagai wadah kolaborasi berbagai organisasi, lembaga, dan akademisi yang berkomitmen mendorong pengembangan anak usia dini secara menyeluruh. 


Melalui kolaborasi lintas sektor, Bunda PAUD kota Makassar berharap peringatan Hari Anak ini, semakin tumbuh kesadaran bahwa investasi terbaik bagi bangsa adalah investasi kepada anak-anak. Karena ketika anak-anak tumbuh dengan bahagia, terlindungi, dan memperoleh pendidikan yang baik, maka kita sedang membangun masa depan Indonesia yang lebih kuat, maju, dan sejahtera.


Turut hadir dalam kegiatan ini, unsur Forkopimda, DPRD Kota Makassar, Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan, Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Sulawesi Selatan, Koalisi PAUD HI Nasional, kepala SKPD, Bunda PAUD kecamatan dan kelurahan, organisasi mitra PAUD, para guru, serta para orang tua murid.




Kadinsos Makassar Turun Langsung Meninjau, Pastikan Pendataan Perlinsos Berjalan Optimal

 



Nuansa Terkini Makassar, —  Pemerintah Kota Makassar mulai menjalankan tahapan lapangan piloting Digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) melalui pendataan warga secara langsung oleh Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) Dinas Sosial Kota Makassar.


Tahapan ini merupakan tindak lanjut dari Bimbingan Teknis Training of Trainers (Bimtek ToT) yang sebelumnya diberikan kepada Agen Perlinsos sebagai persiapan pelaksanaan piloting Digitalisasi Bansos di Kota Makassar.


Untuk memastikan proses tersebut berjalan optimal, Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, turun langsung meninjau sekaligus memantau aktivitas Agen Perlinsos yang melakukan pendataan warga di Kecamatan Tallo, Kelurahan Kaluku Bodoa, Kamis (30/7/2026).


Andi Bukti mengatakan, sejak mengikuti bimtek, para Agen Perlinsos telah bergerak secara masif melakukan pendataan dari rumah ke rumah atau door to door.


“Setelah mengikuti bimtek, Agen Perlinsos mulai bergerak secara masif melakukan pendataan warga secara door to door. Kami turun memantau untuk memastikan proses pendataan berjalan dengan baik dan sesuai dengan kondisi riil masyarakat,” ujar Andi Bukti.


Menurutnya, pendataan langsung menjadi tahapan penting dalam pelaksanaan Digitalisasi Bansos. Sebab, kualitas data menjadi dasar utama dalam menentukan ketepatan sasaran penerima bantuan sosial.


Melalui kunjungan langsung ke rumah warga, petugas dapat melakukan pendataan sekaligus memastikan informasi yang dihimpun sesuai dengan kondisi terkini masyarakat serta mencari kendala yang dihadapi agen di lapangan. 


“Yang ingin kita pastikan adalah data yang diperoleh benar-benar akurat dan mutakhir. Dengan data yang baik, penyaluran bantuan sosial juga dapat semakin tepat sasaran,” jelasnya.


Piloting Digitalisasi Bansos menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Makassar dalam mendorong tata kelola bantuan sosial yang lebih tepat sasaran, transparan, akuntabel, serta berbasis data yang mutakhir.


Andi Bukti menegaskan, Dinas Sosial Kota Makassar akan terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas Agen Perlinsos selama proses pendataan berlangsung.


Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung proses pendataan dengan menerima petugas serta memberikan informasi yang benar dan sesuai kondisi saat dilakukan pendataan.


Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun basis data perlindungan sosial yang semakin akurat.


Dengan pendataan yang masif dan terukur, Andi Bukti berharap piloting Digitalisasi Bansos dapat menjadi bagian dari penguatan sistem perlindungan sosial. 


Dan menghadirkan penyaluran bantuan yang lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran bagi masyarakat Kota Makassar. (*)

Selasa, 28 Juli 2026

Rapat Pra Muskerwil Asprindo Sulsel Bahas Penguatan UMKM, Hilirisasi, SDM hingga Kerja Sama Antar-Lembaga

 


Nuansa Terkini Makassar,— Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) Sulawesi Selatan menggelar Rapat Biro Pra Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Muskerwil I Asprindo Sulsel.


Rapat yang berlangsung di Kafe Tanamera Pettarani, Makassar, tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua III DPW Asprindo Sulsel, Andi Karaka Kilat, yang membawahi sejumlah bidang strategis, yakni Biro Perindustrian dan Investasi, Biro Pertambangan Energi Minyak dan Gas, Biro Sumber Daya Manusia dan Pembinaan Tenaga Kerja, Biro Perdagangan Ekspor dan Impor, serta Biro Hubungan Kerja Sama Antar-Lembaga.


Rapat turut dihadiri Ketua DPW Asprindo Sulsel Ir. Abu Hasan, Wakil Ketua III Andi Karaka Kilat, Sekretaris Umum Uya Mustamin, Wakil Sekretaris I Muhammad Askar, Bendahara Umum Rasmi Ridjang Sikati, serta Wakil Bendahara I Andi Diana Ahmad.


Dari unsur biro, hadir Wakil Ketua Biro Perindustrian dan Investasi Abd Rahman Ogi; Ketua Biro Pertambangan Energi Minyak dan Gas Muh. Naim Zulkarnaen bersama anggota A. Muh. Supriadi; Ketua Biro Perdagangan Ekspor dan Impor Vilda Yanti Lalawi bersama anggota Ulfa Sakinah Hargani; serta anggota Biro Hubungan Kerja Sama Antar-Lembaga A. Fardhia Trinanda.


Dorong Ekonomi Sirkular dan Kolaborasi Pengusaha


Dalam rapat tersebut, sejumlah agenda strategis dibahas sebagai bahan penyusunan program kerja yang akan dibawa dalam Muskerwil I Asprindo Sulsel.


Salah satu poin utama adalah mendorong terbentuknya ekonomi sirkular di kalangan pelaku UMKM yang menjadi anggota dan pengurus DPW Asprindo Sulsel. Konsep tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang saling terhubung, produktif, dan berkelanjutan.


Selain itu, rapat juga menekankan pentingnya matching business serta pertukaran informasi bisnis di antara para anggota. Langkah ini dinilai penting untuk membuka peluang kerja sama sekaligus memperkuat jaringan usaha dan saling mendukung perkembangan bisnis antaranggota Asprindo.


Pada sektor sumber daya manusia dan tenaga kerja, pembahasan diarahkan pada pembinaan tenaga kerja, business training, serta pendidikan dan pelatihan daerah sebagai bagian dari penguatan kapasitas organisasi dan peningkatan kompetensi tenaga kerja.


Sementara itu, bidang Hubungan Kerja Sama Antar-Lembaga didorong untuk memperluas jejaring dengan berbagai lembaga, baik pemerintah maupun swasta, melalui skema kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi organisasi dan anggota Asprindo.


Perkuat Hilirisasi Komoditas Lokal


Biro Perdagangan Ekspor dan Impor juga mendapat perhatian khusus. Program kerja diarahkan pada penguatan hilirisasi komoditas lokal, pengembangan kampung industri, serta perluasan jejaring pasar global.


Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk lokal Sulawesi Selatan sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha, khususnya UMKM dan pengusaha daerah.


Ketua DPW Asprindo Sulsel Ir. Abu Hasan dalam arahannya juga menyampaikan sejumlah gagasan kerja sama antarlembaga yang dapat dikembangkan organisasi.


Salah satunya adalah peluang kerja sama dalam bidang jasa pengurusan visa, termasuk visa kunjungan. Dalam pembahasan disebutkan kisaran biaya pengurusan visa berada pada angka Rp2,5 juta hingga Rp3,8 juta, dengan mekanisme koordinasi antara pengusaha dan pihak kedutaan. Asprindo juga berpeluang memperoleh fee dari jasa pengurusan tersebut sesuai skema kerja sama yang akan disepakati.


Selain itu, muncul usulan kerja sama antara Koperasi DPP Asprindo dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam bentuk badan wakaf, dengan usulan iuran sebesar Rp100.000 per orang per tahun.


Targetkan MoU pada Muskerwil I


Seluruh gagasan dan program yang dibahas dalam Rapat Biro Pra Muskerwil selanjutnya akan menjadi bahan untuk dimatangkan dalam forum Muskerwil.


Salah satu target penting yang turut dibahas adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah mitra strategis pada momentum Muskerwil I Asprindo Sulsel.


Melalui forum tersebut, DPW Asprindo Sulsel diharapkan tidak hanya menghasilkan program kerja organisasi, tetapi juga mampu membangun ekosistem kolaborasi yang konkret bagi pengusaha lokal.


Rapat Pra Muskerwil ini menjadi langkah awal untuk menyatukan gagasan dan menyusun program yang lebih terarah, dengan fokus pada penguatan UMKM, peningkatan kualitas SDM, pengembangan investasi, hilirisasi komoditas lokal, perluasan pasar ekspor, serta penguatan kemitraan antarlembaga.


Dengan sinergi antarbidang dan dukungan seluruh jajaran pengurus, Asprindo Sulsel menargetkan Muskerwil I menjadi momentum strategis dalam memperkuat peran pengusaha daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. 


Laporan : Ida

Senin, 27 Juli 2026

Teken BAST, Sekda Zulkifly Apresiasi BPBPK Sulsel Rekonstruksi Bangunan DPRD Makassar

 


Nuansa Terkini Makassar,– Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, mendorong percepatan penyelesaian seluruh proses administrasi pasca Berita Acara Serah Terima Sementara (BAST) pembangunan Gedung DPRD Kota Makassar.


Harapannya, kata Sekda Makassar agar fasilitas tersebut segera dapat difungsikan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat. Terutama, agenda kedewanan.


Hal itu disampaikan Sekda Makassar Andi Zulkifly saat menghadiri penandatanganan BAST pembangunan Gedung DPRD Kota Makassar di Kantor Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sulsel, Senin (27/7).


Hadir pada kesempatan itu, Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Sulawesi Selatan Baskoro Elmiawan, Sekwan DPRD Makassar, Andi Rahmat Mappatoba, Kepala BPKAD Makassar Muh Dakhlan dan perwakilan OPD.


Andi Zulkifly mengungkapkan peristiwa demonstrasi besar yang menyebabkan kerusakan Gedung DPRD Makassar beberapa waktu lalu meninggalkan duka mendalam bagi Pemerintah Kota Makassar. 


Menurutnya, kejadian tersebut tidak hanya berdampak pada kerusakan fasilitas pemerintah, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dari keluarga besar Pemerintah Kota Makassar.


Olehnya itu, mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar ini mengapresiasi perhatian Pemerintah Pusat melalui Kementerian PU dalam hal ini BPBPK Sulsel yang telah membantu membangun kembali Gedung DPRD Kota Makassar.


"Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden dan Kementerian Pekerjaan Umum lewat BPBPK Sulsel yang telah memberikan bantuan pembangunan kembali gedung ini. Ini merupakan kabar yang sangat menyejukkan bagi Pemerintah Kota Makassar, khususnya DPRD," ujar Andi Zulkifly. 


Andi Zulkifly menegaskan Gedung DPRD memiliki peran yang sangat strategis karena menjadi pusat penyelenggaraan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan pemerintahan daerah.


"Gedung DPRD merupakan salah satu bangunan yang sangat strategis. Di sinilah aspirasi masyarakat diserap, regulasi dibahas dan ditetapkan, serta berbagai program pemerintah mendapatkan persetujuan. Karena itu, kami berharap gedung ini dapat segera digunakan kembali," tuturnya.


Sekda Zulkifly menjelaskan, proses serah terima aset harus dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, di antaranya Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah serta Peraturan Menteri Dalam Negeri mengenai pengelolaan barang milik daerah.


Menurutnya, Wali Kota Makassar bertindak sebagai pemegang kekuasaan pengelolaan barang milik daerah, Sekda sebagai pengelola barang, sedangkan Sekretaris DPRD sebagai pengguna barang.


"Setelah BAST ini, saya berharap seluruh administrasi dapat segera diselesaikan. Proses ini memang membutuhkan sejumlah tahapan administrasi sehingga perlu mendapat perhatian bersama," katanya.


Andi Zulkifly juga mengingatkan pembangunan gedung belum sepenuhnya selesai. Gedung utama masih memasuki tahap perencanaan sehingga diperlukan dukungan seluruh perangkat daerah untuk mempercepat proses perizinan, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).


"Saya meminta Dinas Tata Ruang segera membantu seluruh kebutuhan Balai maupun penyedia agar proses PBG dapat dipercepat. Surat dukungan dari Bapak Wali Kota juga sudah saya disposisikan agar segera ditindaklanjuti," ujarnya.


Selain itu, ia meminta Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) turut mengawal penyelesaian administrasi aset, sementara Dinas Tata Ruang diminta tidak hanya mengurus PBG, tetapi juga mempercepat penerbitan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).


"SLF juga sangat penting karena berkaitan dengan kelayakan dan keamanan bangunan, termasuk standar operasional ketika menghadapi kondisi darurat maupun bencana. Saya berharap seluruh proses ini dapat segera diselesaikan," katanya.


Andi Zulkifly berharap sinergi antara Pemerintah Kota Makassar dan Kementerian PU terus terjalin hingga seluruh pembangunan Gedung DPRD Kota Makassar rampung.


"Mudah-mudahan kita tetap berkomitmen untuk saling bersinergi menyelesaikan keseluruhan pembangunan gedung ini. Kehadiran gedung yang representatif diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi jajaran DPRD sehingga pelayanan kepada masyarakat dan kinerja kelembagaan dapat berjalan lebih optimal dibandingkan sebelumnya," tutup Andi Zulkifly. (*)

Ketua TP PKK Kota Makassar Optimistis Gunung Sari Melaju ke Nasional, Perkuat Kesiapan Kelurahan Berprestasi



Nuansa Terkini Makassar,– Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, menghadiri verifikasi lapangan Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, Senin (27/7/2026). 


Kehadiran TP PKK Kota Makassar menjadi bentuk dukungan terhadap upaya Kelurahan Gunung Sari mewakili Kota Makassar dalam ajang tersebut sekaligus memperkuat peran keluarga sebagai fondasi pembangunan wilayah.


Verifikasi lapangan dipimpin langsung Ketua Tim Penilai Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Saleh, dan disambut Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifli Nanda, serta jajaran Pemerintah Kota Makassar.


Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan profil dan inovasi Kelurahan Gunung Sari, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke sejumlah titik untuk memastikan kesesuaian antara dokumen penilaian dan kondisi di lapangan.


Melinda mengatakan, keberhasilan sebuah kelurahan tidak hanya diukur dari kelengkapan administrasi maupun inovasi yang dimiliki, tetapi juga dari kuatnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang sehat, mandiri, serta berdaya.


“TP PKK memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan di tingkat kelurahan melalui pemberdayaan keluarga. Ketika keluarga menjadi kuat, lingkungan akan tumbuh lebih sehat, masyarakat semakin mandiri, dan berbagai program pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.


Menurut Melinda, berbagai program PKK yang dijalankan di Kelurahan Gunung Sari, mulai dari peningkatan kesehatan keluarga, pendidikan, ketahanan pangan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat, menjadi bagian dari indikator yang memperkuat kualitas sebuah kelurahan.


Ia menilai semangat gotong royong yang ditunjukkan kader PKK, RT/RW, tokoh masyarakat, hingga berbagai elemen warga menjadi modal penting dalam menghadirkan pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat.


“Prestasi ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh masyarakat. Karena itu, kami berharap semangat kolaborasi ini terus dipertahankan, bukan hanya untuk menghadapi lomba, tetapi menjadi budaya dalam membangun kelurahan yang maju dan berkualitas,” katanya.


Melinda juga optimistis Kelurahan Gunung Sari mampu memberikan hasil terbaik pada penilaian tingkat provinsi. Menurutnya, berbagai inovasi yang dikembangkan serta keterlibatan aktif masyarakat menjadi kekuatan utama yang layak menjadi contoh bagi kelurahan lain di Kota Makassar.


“Harapan kami tentu Gunung Sari dapat melangkah hingga tingkat nasional dan membawa nama baik Kota Makassar serta Sulawesi Selatan. Apa pun hasilnya nanti, yang terpenting adalah semangat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat tidak pernah berhenti,” tutupnya.


Sementara itu, Ketua Tim Penilai Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Saleh, mengapresiasi kesiapan Kelurahan Gunung Sari setelah melakukan verifikasi lapangan. Menurutnya, Gunung Sari menunjukkan kesiapan yang baik dari berbagai aspek, mulai dari ketahanan ekonomi, ketahanan sosial, hingga inovasi yang dikembangkan masyarakat.


Hasil penilaian tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dijadwalkan diumumkan pada 31 Juli 2026. Kelurahan yang meraih peringkat pertama akan mewakili Sulawesi Selatan pada lomba regional Sulawesi-Kalimantan sebelum melanjutkan ke tahapan verifikasi Kementerian Dalam Negeri pada awal Agustus mendatang.


Usai mengikuti verifikasi lapangan, jajaran pengurus TP PKK Kota Makassar mengunjungi Kantor TP PKK Kecamatan Rappocini untuk meninjau kelengkapan administrasi PKK. 


Rombongan juga mengunjungi Rumah Dilan, Kebun Aku Hatinya PKK, Rumah Pangan, serta mengecek kelengkapan administrasi sebagai bagian dari penguatan peran PKK dalam mendukung Kelurahan Gunung Sari pada Lomba Kelurahan Berprestasi.


Melinda mengatakan, kesiapan administrasi dan keberlanjutan program PKK menjadi salah satu indikator penting dalam membangun kelurahan yang unggul. Menurutnya, inovasi yang dijalankan kader PKK harus dibarengi dengan tata kelola yang baik agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.


“Kami ingin memastikan setiap program PKK berjalan dengan baik, terdokumentasi, dan benar-benar memberi dampak bagi masyarakat. Semoga kolaborasi ini semakin memperkuat langkah Gunung Sari untuk meraih prestasi terbaik,” tutupnya.




Sabtu, 25 Juli 2026

Pengurus Baru DPW Asprindo Sulawesi Selatan Bergerak Cepat, Bentuk Panitia Muskerwil 2026

 


Nuansa Terkini Makassar, 25 Juli 2026 – Usai resmi dikukuhkan pada 19 Juli 2026, jajaran pengurus baru Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pengusaha Pribumi Nusantara Indonesia (Asprindo) Sulawesi Selatan langsung bergerak cepat dengan membentuk panitia pelaksana Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil).


Pembentukan panitia tersebut ditandai melalui rapat perdana yang digelar pada Sabtu, 25 Juli 2026, di Asia Hotel Pengayoman, Makassar. Rapat ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan pelaksanaan Muskerwil yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Agustus 2026.


Muskerwil bertujuan menyusun program kerja tingkat wilayah, memperkuat koordinasi organisasi, serta mengoptimalkan peran pengusaha lokal dalam meningkatkan daya saing ekonomi daerah. Selain itu, Asprindo berkomitmen menjadi fasilitator bagi pelaku usaha dalam memperluas akses pemasaran, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional.


Rapat perdana tersebut dihadiri oleh Ketua DPW Asprindo Sulawesi Selatan, Ir. Abu Hasan, Sekretaris DPW Uya Mustamin, serta Dewan Pakar Prof. Nursamsu Parjono, S.E., M.M. Turut hadir jajaran panitia pelaksana Muskerwil, yaitu Ketua Panitia Vilda Yanti Lalawi, Sekretaris Haris Samtidar, S.T., S.E., Bendahara Desyani Kuhu, Seksi Dana Nurul Husna Umar, dan Seksi Perlengkapan Rahmad Saldy, S.Pd.


Adapun tema Muskerwil DPW Asprindo Sulawesi Selatan tahun 2026 adalah:


"Kolaborasi dan Sinergi Ekonomi Daerah Bersama Pemerintah untuk Memaksimalkan Potensi Lokal (Kampung Industri, Desa Wisata, dan Desa Emas) serta Membantu Pelaku Usaha Lokal Memenuhi Standar Pasar Global."


Melalui Muskerwil ini, DPW Asprindo Sulawesi Selatan diharapkan mampu melahirkan program-program strategis yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat kemitraan dengan pemerintah, serta meningkatkan daya saing produk lokal agar mampu menembus pasar nasional hingga pasar global.


Pelaksanaan Muskerwil DPW Asprindo Sulawesi Selatan direncanakan berlangsung pada 22 Agustus 2026, dengan melibatkan pengurus, pelaku usaha, serta para pemangku kepentingan yang memiliki komitmen dalam memajukan ekonomi daerah. .

IPSI Makassar Siap Berjuang di Kejurnas Malang, Hj Umiyati Apresiasi Dukungan KONI



Nuansa Terkini Makassar,– Ketua IPSI Kota Makassar, Hj Umiyati, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada KONI Kota Makassar atas dukungan yang diberikan kepada kontingen IPSI Kota Makassar untuk mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Malang Championship VI yang berlangsung di Kota Malang, Jawa Timur, pada 25–26 Juli 2026.


Menurut Umiyati, dukungan dari KONI Kota Makassar menjadi bentuk perhatian nyata terhadap pembinaan olahraga prestasi, khususnya cabang olahraga pencak silat. Dukungan tersebut juga menjadi motivasi tersendiri bagi para atlet untuk tampil maksimal dan mengharumkan nama Kota Makassar di tingkat nasional.


"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada KONI Kota Makassar yang telah memberikan ruang dan dukungan kepada atlet-atlet IPSI Makassar untuk berkompetisi di Kejurnas Malang Championship VI. Ini adalah bentuk kepercayaan yang sangat berarti bagi kami," ujar Umiyati.


Ia mengatakan, kesempatan mengikuti kejuaraan nasional merupakan bagian penting dari proses pembinaan atlet. Selain menjadi ajang mengukur kemampuan, kejuaraan tersebut juga menjadi pengalaman berharga bagi para atlet dalam menghadapi persaingan dengan pesilat terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.


"Keikutsertaan dalam kejuaraan nasional bukan hanya soal mengejar medali, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan kualitas, mental bertanding, dan jam terbang atlet. Pengalaman seperti ini sangat dibutuhkan agar mereka terus berkembang dan mampu bersaing di level yang lebih tinggi," katanya.


Umiyati berharap dukungan dari KONI Kota Makassar terhadap pembinaan pencak silat dapat terus berlanjut sehingga melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang mampu membawa nama baik daerah pada berbagai ajang regional maupun nasional.


Ia juga mengajak seluruh atlet untuk menjaga sportivitas, disiplin, dan semangat juang selama mengikuti pertandingan. Menurutnya, setiap atlet merupakan duta Kota Makassar yang membawa nama baik daerah di hadapan peserta dari seluruh Indonesia.


"Kami telah melakukan persiapan sebaik mungkin. Insya Allah seluruh atlet akan memberikan penampilan terbaik, bertanding dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, dan berusaha memberikan hasil terbaik untuk Kota Makassar," ungkapnya.


Pada Kejurnas Malang Championship VI, IPSI Kota Makassar mengirimkan 19 atlet yang akan bertanding pada 13 nomor, terdiri atas nomor tanding (fighter) dan nomor seni tunggal, ganda, serta regu. Kontingen IPSI Makassar menargetkan mampu membawa pulang tujuh medali emas sebagai wujud keberhasilan pembinaan atlet yang selama ini dilakukan.


Umiyati optimistis target tersebut dapat diwujudkan berkat kerja keras para atlet, pelatih, ofisial, serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk KONI Kota Makassar. Ia pun memohon doa dan dukungan masyarakat agar seluruh atlet dapat tampil maksimal dan kembali membawa prestasi membanggakan bagi Kota Makassar. (*)