Kamis, 02 Juli 2026

Kapolda Sulsel Hadiri Syukuran Peringatan HUT PP Polri ke-27 Tahun 2026

 


Nuansa Terkini Makassar,- Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Kapolda Sulsel) Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., M.H., didampingi Pejabat Utama Polda Sulsel, menghadiri kegiatan syukuran dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Persatuan Purnawirawan (PP) Polri ke-27 Tahun 2026.


Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Soebarkah SPN Polda Sulsel pada Kamis (02/07/2026), dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan antara anggota Polri aktif dan para purnawirawan.


Dalam sambutannya, Kapolda Sulsel menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas dedikasi serta pengabdian para purnawirawan Polri yang telah memberikan kontribusi besar selama bertugas di institusi Kepolisian. Ia juga menegaskan bahwa meskipun telah purna tugas, para purnawirawan tetap memiliki peran strategis dalam mendukung tugas-tugas Polri di tengah masyarakat.


“Para purnawirawan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keluarga besar Polri. Semangat, pengalaman, dan jiwa pengabdian yang terus dijaga oleh PP Polri menjadi teladan bagi generasi penerus dalam menjalankan tugas serta menjaga kepercayaan masyarakat,” ujar Kapolda.


Lebih lanjut, Kapolda berharap momentum peringatan HUT PP Polri ke-27 ini dapat semakin mempererat tali silaturahmi, memperkuat sinergi, serta menumbuhkan semangat kebersamaan antara anggota Polri aktif dan para purnawirawan dalam mendukung terwujudnya Polri yang Presisi.


Kegiatan syukuran tersebut juga diisi dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur serta harapan agar seluruh keluarga besar Polri senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Sekda Makassar Tutup Diklat Mubalig dan Imam Kelurahan, Tekankan Peran Strategis Dukung Program Pemerintah

 


Nuansa Terkini Makassar,– Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly, menegaskan mubalig dan imam kelurahan memiliki peran strategis sebagai mitra Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam menjaga kerukunan masyarakat sekaligus menyukseskan berbagai program pembangunan.


Hal tersebut disampaikan Andi Zulkifly saat penutupan bimbingan dan pelatihan peningkatan kompetensi Mubaligh oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Makassar di Makassar Golden Hotel (MGH), Kamis (2/7).


Sekda Makassar, Andi Zulkifly menyampaikan salam dari Wali Kota Makassar yang berhalangan hadir karena menghadiri agenda Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Medan.


"Pak wali sebenarnya berkeinginan hadir langsung pada kegiatan ini. Namun, karena harus menghadiri agenda APEKSI di Kota Medan bersama para wali kota se-Indonesia, beliau menugaskan saya untuk mewakili sekaligus menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta," ujar Andi Zulkifly.


Menurutnya, pelatihan tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas mubalig dan imam kelurahan sebagai tokoh agama sekaligus tokoh masyarakat yang memiliki pengaruh besar di tengah kehidupan warga.


Ia menjelaskan, imam kelurahan bukan hanya berperan memimpin ibadah dan menyampaikan dakwah, tetapi juga menjadi pemimpin informal (informal leader) yang dipercaya masyarakat.


"Imam kelurahan bukan hanya memimpin salat atau menyampaikan ajaran agama, tetapi juga menjadi tokoh masyarakat yang didengar dan dipercaya. Karena itu, mereka dapat membantu pemerintah menyampaikan informasi, mengedukasi masyarakat, serta mengawal berbagai program pembangunan," katanya.


Andi Zulkifly berharap materi pelatihan ke depan tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan berdakwah, tetapi juga memperkuat kepemimpinan serta pemahaman peserta terhadap program-program prioritas Pemkot Makassar.


Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, camat, lurah, imam kelurahan, dan mubalig akan mempercepat keberhasilan pembangunan di tingkat masyarakat.


Ia juga memaparkan visi pembangunan Kota Makassar, yakni mewujudkan Makassar yang unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan.


"Makassar harus menjadi kota yang unggul di berbagai bidang, aman bagi seluruh masyarakat, inklusif bagi semua kalangan, serta mampu menjaga keberlanjutan setiap program pembangunan," ujarnya.


Sekda menilai para mubalig dan imam kelurahan memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat terkait berbagai program pemerintah, seperti pengelolaan sampah, penurunan angka stunting, pengentasan kemiskinan, hingga menjaga ketenteraman dan kerukunan umat.


"Tolong bantu pemerintah menyampaikan program-program kepada masyarakat. Jadilah mitra strategis pemerintah agar Makassar menjadi kota yang religius, harmonis, dan semakin sejahtera," tegasnya.


Ia juga memastikan Pemkot Makassar akan terus memberikan dukungan terhadap peningkatan kapasitas mubalig dan imam kelurahan apabila tersedia dukungan anggaran.


"Kami berharap pelatihan seperti ini terus berlanjut. Jika kemampuan para mubalig dan imam semakin meningkat, maka manfaatnya juga akan dirasakan langsung oleh masyarakat," ucap Andi Zulkifly.


Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Makassar, Moh Syarief, melaporkan pelatihan angkatan kedua tersebut diikuti sebanyak 450 peserta yang berasal dari seluruh kelurahan di Kota Makassar.


Menurutnya, para peserta dibagi ke dalam 10 kelas, dengan masing-masing kelas berisi 45 orang dan dibimbing oleh narasumber dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam.


"Materi yang diberikan meliputi tahsin Al-Qur'an, tafsir, hadis, fikih, akhlak, hingga penguatan kemampuan mubalig dalam menyampaikan dakwah kepada masyarakat," kata Moh Syarief.


Ia menjelaskan, pelatihan berlangsung selama tujuh hari sebagai upaya meningkatkan kompetensi mubalig dan imam kelurahan agar mampu menjawab tantangan dakwah di tengah masyarakat yang terus berkembang.


"Kami menyadari bahwa peserta merupakan para penceramah. Karena itu, kami berupaya menghadirkan materi yang benar-benar dibutuhkan agar semakin memperkuat kompetensi mereka dalam berdakwah," ujarnya.


Selain itu, Moh Syarief menyampaikan target jangka panjang pemerintah agar imam kelurahan di Kota Makassar mampu menghafal 30 juz Al-Qur'an secara bertahap melalui program pembinaan berkelanjutan.


Di akhir kegiatan, mantan Lurah Maccini Sombala itu menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, panitia, dan peserta yang telah mengikuti pelatihan hingga selesai serta berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. (*).




Sekda Zulkifly Pimpin Rapat Internal: Pemkot Makassar Matangkan Kajian Kerja Sama Ducting Sharing

 


Nuansa Terkini Makassar,- Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mulai mengkaji penawaran kerja sama pembangunan ducting sharing sebagai bagian dari upaya penataan jaringan utilitas bawah tanah di Kota Makassar.


Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly memimpin rapat tersebut didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Zainal Ibrahim di Ruang Rapat Sekda, Kantor Balai Kota Makassar, Kamis (2/7).


Rapat dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, di antaranya Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Bagian Kerja Sama, serta Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ).


Sekda Makassar, Andi Zulkifly menjelaskan rapat tersebut bertujuan mengkaji secara menyeluruh proposal kerja sama yang telah diajukan pihak ketiga, baik dari sisi regulasi, teknis, maupun skema pemanfaatan aset daerah.


Menurutnya, proposal tersebut menawarkan pembangunan ducting sharing menggunakan satu jalur kabel serat optik (fiber optic) yang nantinya dimanfaatkan bersama oleh berbagai penyedia layanan telekomunikasi.


"Kita menggelar rapat internal untuk mengkaji penawaran kerja sama yang diajukan pihak ketiga terkait ducting sharing. Proposalnya sudah masuk dan telah didistribusikan kepada OPD terkait agar masing-masing melakukan kajian sesuai kewenangannya," kata Andi Zulkifly.


Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar ini menjelaskan, skema kerja sama ini akan dikaji lebih dalam oleh setiap OPD teknis.


"BPKAD dan Bagian Kerja Sama diminta mengkaji soal ini sesuai kebutuhan dan keuntungan yang timbul dalam MoU nantinya," jelasnya.


Selain aspek regulasi, Dinas Kominfo dan Dinas PU juga diminta melakukan kajian teknis, mengingat pembangunan jaringan akan memanfaatkan ruang milik jalan dan trotoar sebagai lokasi penanaman kabel.


Menurut Andi Zul--sapaan akrabnya--pihak ketiga pada tahap awal menawarkan pembangunan jaringan sepanjang sekitar tujuh kilometer di sejumlah titik di Kota Makassar.


Ia menegaskan seluruh pembahasan harus mengedepankan kepentingan daerah tanpa mengabaikan aturan yang berlaku.


"Pak Wali Kota berharap program ducting sharing ini sudah mulai berjalan pada momentum Hari Jadi Kota Makassar. Minimal sudah ada peresmian. Tetapi kita tetap harus mengacu pada regulasi sebagai pedoman utama dalam mengambil keputusan," tegasnya.


Sementara itu, Asisten II Setda Kota Makassar, Zainal Ibrahim, memaparkan proses kerja sama masih dibahas bersama OPD teknis sebagaimana diatur dalam ketentuan pemanfaatan barang milik daerah.


"Yang perlu kita lihat adalah apakah substansi benar-benar memenuhi karakteristik Kota Makassar. Karena itu seluruh aspek benar-benar dikaji serius," ujar Zainal.


Mantan Inspektur Kota Makassar ini meminta tim teknis menyusun matriks perbandingan antara isi proposal dengan ketentuan regulasi agar pemerintah memiliki dasar yang kuat dalam menentukan bentuk kerja sama.


"Kita minta OPD teknis silakan dibuat matriks yang memuat aspek-aspek kerja sama kemudian dicocokkan dengan isi proposal. Setelah itu dilengkapi dengan narasi kajian sebagai dasar pengambilan keputusan," jelasnya.


Hasil pembahasan lintas OPD tersebut selanjutnya akan dirumuskan dalam kajian resmi sebelum disampaikan kepada Wali Kota Makassar sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan tindak lanjut kerja sama pembangunan ducting sharing di Kota Makassar. (*)

Selasa, 30 Juni 2026

Sekda Makassar Siapkan Langkah Penataan BPR, Fokus Tata Kelola dan Optimalisasi Aset

 


Nuansa Terkini Makassar,— Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar Andi Zulkifly mengungkapkan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam melakukan pembenahan, penataan, serta optimalisasi kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), termasuk Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Kota Makassar. 


Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan melakukan percepatan penataan kantor Perseroan Terbatas (Perseroda) PT BPR Kota Makassar yang terletak di kawasan Pusat Niaga Daya (PND).


Sekda Makassar, Andi Zulkifly menekankan pentingnya akurasi pencatatan nilai aset di dalam neraca daerah agar tidak terjadi kesalahan kaprah secara akuntansi yang dapat membebani laporan keuangan pemerintah kota.


"Jadi tadi itu kita bahas bagaimana pembenahan ditubuh BPR. Tujuannya, bisa memberikan dampak pada optimalisasi kinerja," tukas Sekda Makassar, Andi Zulkifly usai rapat bersama PT BPR Makassar, Perumda Makassar Raya dan Kabag Perekonomian Setda Makassar di ruang rapat Sekda Kantor Balai Kota, Rabu (1/7).


Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar itu, mendorong agar pelayanan BPR tetap berjalan tanpa hambatan. Penguatan kerja sama menjadi usulan antara pihak BPR dengan PD Pasar selaku pengelola kawasan.


"Langkah keduanya adalah untuk menyelamatkan unit super kerja tetap di situ, maka kami minta Kabag Perekonomian menyampaikan ke pak wali sebagai KPM (Kuasa Pemegang Mandat) mengambil langkah menginstruksikan kepada PD Pasar untuk melakukan kolaborasi," ujarnya.


Kemudian, ia meminta Bagian Perekonomian bersama Perumda Pasar Makassar Raya dan perangkat daerah terkait segera menyusun sejumlah opsi yang nantinya akan disampaikan kepada Wali Kota Makassar sebagai bahan pengambilan keputusan.


"Jadi kita harus menyiapkan berbagai alternatif solusi sehingga Bapak Wali Kota memiliki pilihan dalam menentukan kebijakan terbaik. Semua opsi harus mengedepankan prinsip saling menguntungkan serta tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari," tegasnya.


Opsi-opsi tersebut mencakup peninjauan regulasi, penyusunan draf kontrak kerja sama, hingga potensi pemindahan kantor operasional ke lokasi strategis seperti Mal Pelayanan Publik (MPP).


"Semua data harus disiapkan dengan baik. Nanti kita jadwalkan kembali pertemuan berikutnya untuk membahas lebih lanjut," paparnya.


Ia menambahkan, optimalisasi kinerja Perumda BPR diharapkan berdampak langsung terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar. 


"Nah, dengan tata kelola yang semakin baik, aset yang tertata, serta operasional yang lebih efektif, BPR ini diharapkan mampu meningkatkan laba perusahaan sehingga memberikan kontribusi dividen," ungkapnya. (*)

MELINDA AKSA PAPARKAN GERAKAN PENGELOLAAN SAMPAH MAKASSAR PADA LADIES PROGRAM RAKERNAS APEKSI 2026



Nuansa Terkini Medan,- Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, menjadi salah satu pembicara pada Ladies Program yang merupakan rangkaian kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Gedung Warenhuis, Kota Medan, Rabu (1/7/2026).


Mengusung tema Perempuan Tangguh Penuh Percaya Diri, kegiatan ini menghadirkan sesi sharing knowledge yang mempertemukan para Ketua TP PKK dari berbagai kota untuk berbagi pengalaman dan praktik baik dalam mendukung pembangunan daerah. Pada kesempatan tersebut, Melinda Aksa dipercaya menjadi salah satu pembicara yang memaparkan program unggulan Kota Makassar di bidang pengelolaan sampah.


Dalam paparannya, Melinda menjelaskan bahwa pengelolaan sampah di Kota Makassar dilakukan melalui pendekatan menyeluruh dari hulu hingga ke hilir. Menurutnya, perubahan harus dimulai dari tingkat rumah tangga melalui kebiasaan memilah sampah, sehingga volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dapat terus ditekan.


"Kalau di hulu masyarakat belum mampu memilah sampah dan mengubah kebiasaan, maka TPA akan terus terbebani oleh sampah yang sebenarnya sudah tidak boleh lagi berakhir di sana. Karena itu, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama dalam pengelolaan sampah," ujar Melinda.


Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Makassar bersama TP PKK terus memperkuat pelibatan masyarakat melalui edukasi langsung hingga tingkat RT dan RW. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mewujudkan target Makassar Bebas Sampah 2029.


Sebagai mitra strategis pemerintah, TP PKK Kota Makassar juga menyelaraskan berbagai program kerjanya untuk mendukung gerakan tersebut. Salah satunya melalui sinergi dengan Pokja Bunda PAUD yang membawa edukasi pengelolaan sampah kepada anak-anak dan keluarga, sehingga kepedulian terhadap lingkungan dapat ditanamkan sejak usia dini.


Selain itu, edukasi pengelolaan sampah juga diintegrasikan dalam berbagai program PKK, seperti PKK Goes to School, PKK Borong Mangan, hingga Program Hatinya PKK yang dikembangkan oleh Pokja III.


Melalui program tersebut, sampah organik hasil pemilahan masyarakat diolah menjadi kompos untuk dimanfaatkan pada kebun-kebun Hatinya PKK. Hasil panen dari kebun tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan maupun dipasarkan oleh kader PKK, sehingga menciptakan ekosistem ekonomi sirkular yang memberi nilai tambah bagi masyarakat sekaligus mengurangi timbulan sampah.


"Pengelolaan sampah bukan hanya tentang menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga bagaimana memberikan manfaat bagi masyarakat. Ketika sampah diolah menjadi kompos, dimanfaatkan untuk kebun, lalu hasilnya memiliki nilai ekonomi, maka di situlah tercipta gerakan yang berkelanjutan," ungkap Melinda.


Melalui forum nasional tersebut, Melinda berharap praktik baik yang dijalankan Kota Makassar dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain, sekaligus memperkuat kolaborasi antarkota dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan dengan melibatkan keluarga sebagai titik awal perubahan. (*).




Kapolres Gowa dan Jajaran Ucapkan Selamat Hari Jadi PP Polri ke-27

 


Nuansa Terkini Gowa,- Kepala Kepolisian Resor Gowa, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, S.I.K., M.Si., beserta staf dan jajaran Polres Gowa mengucapkan selamat memperingati Hari Jadi Persatuan Purnawirawan (PP) Polri ke-27, Selasa (30/6/2026).


Ucapan tersebut merupakan bentuk penghormatan dan apresiasi kepada seluruh purnawirawan Polri yang telah mengabdikan diri untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memberikan kontribusi besar bagi institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia.


Kapolres Gowa menyampaikan bahwa para purnawirawan Polri merupakan sosok teladan yang telah mewariskan dedikasi, pengabdian, dan semangat pengayoman kepada generasi penerus di tubuh Polri.


"Atas nama keluarga besar Polres Gowa, kami mengucapkan Selamat Hari Jadi PP Polri ke-27. Semoga Persatuan Purnawirawan Polri semakin solid, terus memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara, serta menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga persatuan dan keamanan," ujar AKBP Muhammad Aldy Sulaiman.


Peringatan Hari Jadi PP Polri ke-27 menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antara purnawirawan dan anggota Polri yang masih aktif, sekaligus memperkuat semangat pengabdian demi terwujudnya Indonesia yang aman, damai, dan sejahtera.


Humas Poltes Gowa

Senin, 29 Juni 2026

Personel Polres Parepare Terima Kenaikan Pangkat, Momentum Tingkatkan Profesionalisme

 



Parepare, 30 Juni 2026 – Suasana penuh khidmat mewarnai pelaksanaan upacara kenaikan pangkat personel Polres Parepare. Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghargaan institusi kepada anggota yang telah menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan kinerja dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.


Dalam amanatnya, Kapolres Parepare  AKBP Indra Waspada, S.I.K menyampaikan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar penghargaan, tetapi juga amanah yang membawa tanggung jawab lebih besar. Seluruh personel diharapkan terus meningkatkan profesionalisme, integritas, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.


Upacara berlangsung dengan khidmat dan dihadiri jajaran pejabat utama Polres, Bhayangkari, serta keluarga personel yang menerima kenaikan pangkat. Tradisi penyiraman air bunga dan pemberian ucapan selamat turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sebagai simbol rasa syukur atas pencapaian tersebut.


Melalui momentum kenaikan pangkat ini, diharapkan seluruh personel Polres Parepare semakin termotivasi untuk memberikan pengabdian terbaik, menjaga kepercayaan masyarakat, serta mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di wilayah hukum Polres Parepare. (Tim).


Minggu, 28 Juni 2026

TP PKK Makassar Edukasi Kader tentang Pencegahan Penyakit Menular dan HIV/AIDS



Nuansa Terkini Makassar,– Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait kesehatan, khususnya pencegahan penyakit menular.


Hal itu terlihat melalui kegiatan edukasi pencegahan penyakit menular yang digelar di Auditorium Gedung PKK Kota Makassar, Senin (29/6/2026).


Kegiatan yang merupakan program kerja Pokja IV TP PKK Kota Makassar ini diikuti oleh kader TP PKK dari berbagai kecamatan di Kota Makassar.


Edukasi tersebut dibuka oleh Ketua Pokja IV TP PKK Kota Makassar, Indira Purnamasari, yang mengajak seluruh kader PKK untuk menjadi agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya penyakit menular.


Indira mengatakan, kader PKK memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada keluarga dan lingkungan sekitar, sehingga pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat secara luas.


Menurutnya, upaya pencegahan penyakit menular tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat melalui edukasi yang berkesinambungan.


"Melalui kegiatan ini, kami berharap para kader PKK dapat memahami lebih dalam mengenai penyakit menular, cara pencegahan, serta penanganannya, sehingga dapat menjadi perpanjangan tangan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat," ujar Indira.


"Kami ingin para kader tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mampu menyebarkan pemahaman yang benar agar masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah penularan penyakit," tambahnya.


Dalam kegiatan tersebut, TP PKK Kota Makassar menghadirkan narasumber ahli, yakni Sudirman Katu dari Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.


Pada kesempatan itu, Sudirman menyampaikan materi mengenai HIV, mulai dari pengertian, faktor risiko, hingga berbagai cara penularan yang perlu dipahami oleh masyarakat.


Ia juga menjelaskan bahwa HIV tidak menular melalui interaksi sosial biasa, sehingga masyarakat diharapkan tidak memberikan stigma maupun diskriminasi kepada orang dengan HIV/AIDS.


"Pemahaman yang benar tentang HIV sangat penting agar masyarakat dapat melakukan pencegahan secara tepat dan tidak memberikan perlakuan diskriminatif kepada orang dengan HIV/AIDS," kata Sudirman.


Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar turut hadir sebagai narasumber dan membawakan materi terkait edukasi penyakit Tuberkulosis (TB) dan HIV/AIDS. 


Dalam pemaparannya, ia menjelaskan situasi fasilitas layanan HIV di Kota Makassar yang terus diperkuat guna mempermudah akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.


"Saat ini Kota Makassar memiliki 100 layanan tes HIV yang tersebar di rumah sakit, puskesmas, hingga klinik serta didukung oleh 53 layanan pengobatan HIV. Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan layanan tersebut sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan pengobatan yang berkelanjutan," ujarnya.




Sabtu, 27 Juni 2026

Dinsos Makassar Gerak Cepat Tindaklanjuti Laporan Warga di Media Sosial, Lansia Terlantar Berhasil Dipulangkan ke Keluarga

 


Nuansa Terkini Makassar,,– Dinas Sosial Kota Makassar bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat yang disampaikan melalui media sosial terkait seorang lanjut usia (lansia) perempuan yang diduga terlantar di bawah kolong Fly Over Jalan Urip Sumoharjo, Minggu (28/6/2026).


Merespons laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) Saribattang Dinas Sosial Kota Makassar bersama Bidang Rehabilitasi Sosial segera melakukan penjangkauan ke lokasi. 


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Muh. Zuhur.


Setelah memastikan kondisi lansia tersebut, tim kemudian melakukan asesmen dan penelusuran terhadap identitas serta keberadaan keluarganya. 


Berkat koordinasi dan penelusuran yang dilakukan, keluarga lansia akhirnya berhasil ditemukan sehingga yang bersangkutan dapat dipulangkan ke rumah keluarganya dengan selamat.


Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Makassar, Muh. Zuhur, mengatakan bahwa tindak lanjut ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memberikan pelayanan sosial yang cepat dan responsif terhadap setiap laporan masyarakat.


“Setiap laporan yang masuk dari masyarakat, termasuk melalui media sosial, akan kami tindak lanjuti secepat mungkin. Alhamdulillah, setelah dilakukan penelusuran, keluarga lansia berhasil ditemukan sehingga beliau dapat kembali ke rumah dengan aman,” ujar Muh. Zuhur.


Ia juga mengimbau kepada keluarga agar memberikan perhatian dan pengawasan yang lebih baik terhadap anggota keluarganya, khususnya lansia, sehingga tidak kembali berada di jalanan dan berisiko mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.


“Kami berharap keluarga dapat memberikan pendampingan dan perhatian yang lebih maksimal. Lansia merupakan tanggung jawab bersama, terutama keluarga sebagai lingkungan terdekat, sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali,” tambahnya.


Dinas Sosial Kota Makassar mengapresiasi kepedulian masyarakat yang aktif melaporkan berbagai persoalan sosial melalui media sosial. 


Partisipasi masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung upaya Pemerintah Kota Makassar mewujudkan pelayanan sosial yang cepat, tepat, dan responsif bagi warga yang membutuhkan. (*)

Jumat, 26 Juni 2026

Jelajah Sampah DLH Resmi Dimulai, Ketua Dewan Lingkungan Dorong Budaya Kelola Sampah dari Rumah



Nuansa Terkini Makassar,– Ketua Dewan Lingkungan Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, secara resmi membuka rangkaian kegiatan Jelajah Sampah yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar di Kecamatan Panakkukang, Sabtu (27/6/2026).


Mengusung tema “Kelola Sampah dari Rumah, Wujudkan Kecamatan Bersih, Hijau, dan Produktif Menuju Makassar Bebas Sampah”, kegiatan ini menjadi langkah kolaboratif untuk memperkuat budaya pengelolaan sampah dari sumbernya.


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan edukasi dan aksi nyata yang melibatkan berbagai perangkat daerah, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian dan Perikanan, serta Dinas Ketahanan Pangan. 


Rangkaian acara meliputi plogging atau jalan santai sambil memungut sampah, penimbangan sampah hasil aksi bersih, talkshow, Gerakan Pangan Murah, pameran urban farming, hingga berbagai kelas praktik seperti pembuatan biopori, eco-enzyme, komposter, dan budidaya maggot.


Dalam sambutannya, Melinda memberikan apresiasi kepada ratusan Ketua RT dan RW yang hadir mengenakan rompi merah sebagai simbol komitmen bersama membangun lingkungan yang lebih bersih. Sekitar 90 Ketua RW dan lebih dari 400 Ketua RT mengikuti kegiatan tersebut.


Menurutnya, para Ketua RT dan RW merupakan ujung tombak perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah dari rumah tangga.


“Terima kasih kepada seluruh Ketua RT dan RW yang hadir hari ini. Kehadiran Bapak dan Ibu menunjukkan bahwa perubahan itu dimulai dari lingkungan terkecil. RT dan RW adalah motor penggerak yang akan mengajak masyarakat membiasakan memilah sampah dari rumah,” ujar Melinda.


Ia menegaskan, membangun budaya baru dalam mengelola sampah bukanlah pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Dibutuhkan konsistensi, keteladanan, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.


Melinda mencontohkan keberhasilan Korea Selatan yang memerlukan waktu hampir dua dekade untuk meningkatkan tingkat pengelolaan sampah dari di bawah 5 persen hingga mencapai lebih dari 90 persen.


“Artinya perubahan perilaku memang membutuhkan proses. Karena itu kita tidak boleh menyerah. Yang paling penting adalah memulai dari diri sendiri. Sebelum mengajak warga memilah sampah, kita sebagai RT, RW, maupun pemerintah harus lebih dulu melakukannya di rumah masing-masing. Keteladanan jauh lebih kuat daripada sekadar ajakan,” katanya.


Melinda juga memaparkan bahwa Kecamatan Panakkukang sebenarnya telah memiliki modal yang cukup kuat dalam pengelolaan lingkungan. 


Saat ini tercatat sekitar 400 bank sampah, meski sebagian masih belum aktif, dengan lebih dari 8.300 nasabah. Selain itu tersedia 739 unit komposter, 130 titik budidaya maggot, 883 unit Teba, serta 1.583 titik biopori.


Menurutnya, potensi tersebut perlu terus dioptimalkan agar setiap wilayah memiliki sistem pengelolaan sampah yang mandiri.


“Saya berharap minimal setiap RW memiliki satu sistem pengelolaan sampah yang aktif. Hari ini kita juga menghadirkan berbagai kelas pelatihan agar masyarakat tidak hanya memahami teori, tetapi langsung memiliki keterampilan mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya.


Melinda menambahkan, kolaborasi lintas perangkat daerah dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya membangun ekonomi sirkular. Sampah organik yang dikelola melalui komposter maupun maggot dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung urban farming dan ketahanan pangan keluarga.


“Ketika sampah bisa diolah menjadi kompos, dimanfaatkan untuk menanam sayur, lalu hasil panennya kembali dikonsumsi masyarakat, maka kita sedang membangun siklus yang saling menguatkan. Inilah semangat ekonomi sirkular yang ingin terus kita dorong di Makassar,” jelasnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmy Budiman, mengatakan bahwa Jelajah Sampah DLH akan dilaksanakan secara bergilir di seluruh 15 kecamatan di Kota Makassar. Panakkukang menjadi lokasi pertama pelaksanaan tahun ini.


Ia menjelaskan, program yang telah berjalan sejak 2025 tersebut merupakan gerakan edukatif sekaligus aksi nyata untuk memperkuat target Makassar Bebas Sampah 2029 melalui peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah dari sumbernya.


Di kesempatan yang sama, Camat Panakkukang Syahril menyampaikan bahwa wilayahnya saat ini telah memiliki sekitar 50 unit urban farming dan puluhan bank sampah yang terus dikembangkan. Meski baru sekitar 20 persen masyarakat yang secara mandiri memilah sampah, partisipasi para Ketua RT dan RW dalam gerakan tersebut telah mendekati 100 persen.


Pemerintah Kecamatan Panakkukang pun menargetkan pada tahun 2027 sedikitnya 50 persen masyarakat telah membiasakan pemilahan sampah dari rumah masing-masing.


Melalui Gerakan Jelajah Sampah DLH, Pemerintah Kota Makassar berharap pengelolaan sampah tidak lagi dipandang sebagai kegiatan sesaat, melainkan menjadi kebiasaan, gaya hidup, dan budaya baru masyarakat. 


Dengan keterlibatan aktif RT, RW, pemerintah, dan warga, cita-cita mewujudkan Makassar yang bersih, hijau, produktif, dan bebas sampah diharapkan dapat tercapai secara berkelanjutan.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Zainal Ibrahim, jajaran pengurus DLH, para anggota Dewan Lingkungan Hidup, Ketua TP PKK Kecamatan Panakukang Qalby Ahmad, para lurah sekecamatan Panakukang, serta para RT/RW Kecamatan Panakukang.




Diskominfo Makassar dan PKBI Sulsel Perkuat Sinergi Edukasi HIV/AIDS, Siap Kolaborasi di Sekolah

 


Nuansa Terkini Makassar,-- Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar menerima audiensi Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sulawesi Selatan, di Gedung MGC, Jumat (26/6/2026). 


Kunjungannya dalam rangka memperkuat kolaborasi penanganan isu HIV/AIDS melalui strategi komunikasi publik. Audiensi tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Dinas Kominfo Kota Makassar, Dr. Daniati, S.STP., M.H dan Kabid IKP, Abdullah. 


Pertemuan ini membahas upaya bersama dalam meningkatkan edukasi masyarakat mengenai pencegahan dan penularan HIV/AIDS melalui penyampaian informasi yang tepat, mudah dipahami, dan menjangkau kelompok sasaran, khususnya generasi muda.


Dr. Daniati mengatakan Diskominfo memiliki peran strategis dalam mendukung penyebarluasan informasi kesehatan kepada masyarakat melalui komunikasi publik yang efektif.


"Isu HIV/AIDS perlu disampaikan dengan pendekatan komunikasi yang tepat agar masyarakat memperoleh pemahaman yang benar serta terhindar dari stigma dan disinformasi. Diskominfo siap mendukung penyusunan strategi komunikasi publik yang lebih masif dan kolaboratif,” ujarnya.


"Boleh juga ikut program-program kominfo seperti Kominfo Goes ti School dan bisa juga di Car Free Day saat kita lagi literasi digitalisasi. Bisa join, pihak PKBI siapkan materinya dengan baik," sambung Dr. Daniati. 


Sementara, Penanggung Jawab Program HIV/AIDS Kota Makassar dari PKBI Sulawesi Selatan, Yanti menyampaikan pentingnya memperluas jangkauan edukasi kepada kalangan pelajar dan mahasiswa sebagai kelompok yang perlu mendapatkan informasi komprehensif mengenai pencegahan HIV/AIDS.


Menurutnya, PKBI Sulsel siap berkolaborasi dengan Diskominfo dalam berbagai kegiatan edukatif, termasuk mendukung program sosialisasi yang telah dijalankan Pemerintah Kota Makassar.


"Kami berharap dapat berkolaborasi dalam penyusunan materi komunikasi publik terkait pencegahan dan penularan HIV/AIDS. Ke depan, kami juga siap berpartisipasi dalam kegiatan bersama Pemerintah Kota Makassar agar edukasi ini dapat menjangkau lebih banyak generasi muda,” kata Yanti.


Kolaborasi antara Diskominfo Kota Makassar dan PKBI Sulawesi Selatan diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat literasi kesehatan masyarakat. 


Sekaligus mendukung upaya pengendalian HIV/AIDS di Kota Makassar melalui komunikasi publik yang edukatif, inklusif, dan berkelanjutan demi menyelamatkan generasi penerus bangsa. (*)

TP PKK Makassar Gelar PKBN, Perkuat Keluarga Pancasilais dan Cinta Tanah Air



Nuansa Terkini Makassar,– Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar terus memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan, cinta tanah air, serta kesadaran hukum di tengah masyarakat.


Hal itu ditunjukkan melalui kegiatan Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN) bertema "PKK Bergerak Membangun Keluarga Pancasilais, Sadar Hukum dan Cinta Tanah Air" yang digelar di Auditorium Gedung PKK Kota Makassar, Jumat (26/6/2026).


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Kerja Pokja I TP PKK Kota Makassar dan diikuti oleh para kader TP PKK dari seluruh kecamatan dan kelurahan se-Kota Makassar.


Kegiatan dibuka oleh Ketua Pokja I TP PKK Kota Makassar, Siti Syahriati A. Syahrum. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pembinaan ini bertujuan meningkatkan pemahaman kader PKK mengenai pentingnya penguatan karakter kebangsaan di lingkungan keluarga sebagai unit terkecil dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


“Kader PKK sebagai mitra pemerintah di tengah masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk menjadi agen perubahan dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila, kesadaran hukum, dan rasa cinta tanah air kepada keluarga maupun lingkungan sekitarnya,” ujarnya


Ia berharap kegiatan tersebut dapat menambah wawasan dan kapasitas para kader PKK sehingga mampu mengimplementasikan materi yang diperoleh dalam berbagai kegiatan pembinaan di wilayah masing-masing.


Kegiatan PKBN menghadirkan Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) Universitas Islam Makassar, Dr. Marif, sebagai narasumber.


Dalam paparannya, Dr. Marif menjelaskan mengenai konsep Pembinaan Kesadaran Bela Negara serta berbagai bentuk implementasinya di tengah masyarakat. 


Ia juga menguraikan peran strategis PKK dalam mendukung gerakan bela negara melalui pendidikan keluarga, penguatan karakter, serta pembinaan generasi muda.


“Bela negara tidak hanya diwujudkan melalui pertahanan secara fisik, tetapi juga melalui upaya menjaga persatuan, menjunjung nilai kebhinekaan, serta membangun keluarga yang berkarakter dan berakhlak baik,” ujarnya.


Narasumber lainnya, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar, Dr. Fathur Rahim, memaparkan materi mengenai pembangunan keluarga yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, mewujudkan keluarga sadar hukum, serta rencana aksi yang dapat dilakukan kader PKK.


“Kader PKK memiliki peran penting dalam membangun keluarga yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, sadar hukum, dan cinta tanah air melalui edukasi dan aksi nyata di tengah masyarakat.” Ujarnya.


Melalui kegiatan ini, TP PKK Kota Makassar berharap para kader dapat menjadi pelopor dalam membangun keluarga Pancasilais, meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, dan menumbuhkan semangat cinta tanah air demi mewujudkan masyarakat Kota Makassar yang harmonis, berkarakter, dan berwawasan kebangsaan.




Kamis, 25 Juni 2026

Sekda Zulkifly Buka Diseminasi Soal Persampahan: Dorong Pemanfaatan Dana Kelurahan

 


Nuansa Terkini Makassar,- Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly, menegaskan pengelolaan sampah menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam mewujudkan pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.


Hal tersebut disampaikan Sekda Makassar Andi Zulkifly saat membuka kegiatan Diseminasi Kebijakan Pembangunan Perkotaan Tahun 2026 yang mengangkat tema membangun ekosistem pengelolaan persampahan yang terintegrasi melalui sinergi perencanaan, pembiayaan, dan pengelolaan aset daerah melalui pemanfaatan dana kelurahan di Hotel Melia Makassar, Kamis (25/6).


Sekda Makassar, Andi Zulkifly menilai kegiatan tersebut sangat penting dan strategis karena memperkenalkan kebijakan baru pemerintah kota terkait pengelolaan persampahan yang akan didukung melalui dana kelurahan.


“Kegiatan ini sangat penting dan strategis. Karena kita membicarakan pengelolaan persampahan yang akan didukung oleh Pemerintah Kota Makassar melalui dana kelurahan. Ini sesuatu yang baru sehingga perlu diseminasi agar dipahami dan dilaksanakan dengan baik,” ujar Sekda Makassar Andi Zulkifly.


Mantan Camat Ujung Pandang itu meminta seluruh lurah dan aparatur terkait untuk aktif mengikuti kegiatan sosialisasi maupun diseminasi kebijakan pemerintah daerah.


Menurutnya, forum semacam itu menjadi sarana meningkatkan kompetensi sekaligus memahami arah kebijakan baru yang ditetapkan pemerintah kota.


“Kalau ada kegiatan seperti ini, tolong menjadi prioritas untuk dihadiri. Banyak kebijakan baru yang harus diketahui. Selain sebagai tanggung jawab jabatan, ini juga menjadi kesempatan meningkatkan kompetensi dan wawasan,” katanya.


Andi Zulkifly menjelaskan, persoalan sampah menjadi tantangan utama kota-kota besar, termasuk Makassar. Seiring meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, volume sampah juga terus bertambah.


“Semakin meningkat pertumbuhan ekonomi sebuah kota, maka volume sampah juga pasti meningkat. Itu sebuah keniscayaan. Karena masyarakat semakin sejahtera dan konsumsi meningkat, maka sampah yang dihasilkan juga bertambah,” jelasnya.


Ia mengungkapkan Pemkot Makassar saat ini tengah melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah, khususnya di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), untuk mengakhiri praktik open dumping yang telah dilarang dalam regulasi nasional.


Menurutnya, pengelolaan sampah tidak lagi bisa hanya berfokus pada pengangkutan dan pembuangan ke TPA, tetapi harus mengedepankan upaya pengurangan dan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.


“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana mengurangi sampah yang masuk ke TPA. Caranya melalui pemilahan sampah dan menjadikan sampah sebagai sumber daya yang memiliki nilai manfaat,” ungkapnya.


Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar ini menjelaskan, pemerintah kota telah menyiapkan dua langkah besar dalam penanganan sampah. Pertama, pembenahan TPA melalui sistem Sanitary landfill. Kedua, memperkuat upaya reduksi sampah melalui pemilahan dan pengolahan di tingkat masyarakat.


Namun, menurut Andi Zulkifly, tantangan terbesar bukan pada pembangunan infrastruktur, melainkan mengubah pola pikir dan budaya masyarakat dalam mengelola sampah.


“Yang paling sulit adalah mengubah karakter dan budaya masyarakat. Kita harus mengubah kebiasaan membuang sampah menjadi budaya memilah sampah. Ini membutuhkan kerja bersama dan peran aktif seluruh lurah,” tegasnya.


Untuk mendukung upaya tersebut, kata dia, pihaknya, mengalokasikan sebagian dana kelurahan guna membangun sarana dan prasarana pengelolaan sampah seperti bank sampah, TPS 3R, komposter, hingga fasilitas pengolahan lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan wilayah masing-masing.


Andi Zulkifly meminta para lurah melakukan perencanaan secara matang sebelum mengusulkan program agar fasilitas yang dibangun benar-benar dimanfaatkan masyarakat dan berkelanjutan.


“Silakan identifikasi kebutuhan di wilayah masing-masing. Tentukan fasilitas apa yang paling tepat untuk mengurangi sampah. Yang terpenting, fasilitas itu bisa digunakan dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya.


Zul--sapaan akrabnya-- juga mendorong lurah untuk menginventarisasi aset atau lahan milik pemerintah yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan TPS 3R maupun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).


Lebih lanjut, Andi Zulkifly menegaskan pengelolaan sampah menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian kinerja lurah oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin. 


“Penilaian utama Pak Wali Kota terhadap kinerja lurah salah satunya terkait pengelolaan sampah. Bukan hanya soal wilayah bersih atau kotor, tetapi bagaimana ekosistem pengelolaan sampahnya berjalan dengan baik dan mampu mengurangi sampah yang masuk ke TPA,” pungkasnya.


Kegiatan diseminasi tersebut diikuti para lurah se-Kota Makassar, camat, serta perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait guna memperkuat sinergi dalam membangun sistem pengelolaan persampahan yang lebih efektif dan berkelanjutan di Kota Makassar. (*)

.