Jumat, 24 Juli 2026

Ketua IPSI Makassar Hj Umiyati Yakin Atletnya Mampu Tampil Maksimal di Kejurnas Malang Championship VI


Nuansa Terkini Makassar,– Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Makassar memasang target meraih tujuh medali emas pada ajang Kejurnas Malang Championship VI yang akan berlangsung di GOR Ken Arok, Kota Malang, pada 25–26 Juli 2026.


Target tersebut menjadi bukti optimisme IPSI Kota Makassar dalam menghadapi salah satu kejuaraan nasional bergengsi yang akan diikuti atlet-atlet pencak silat dari berbagai daerah di Indonesia.


Ketua IPSI Kota Makassar, Hj Umiyati, mengungkapkan bahwa target tujuh medali emas bukan sekadar harapan, melainkan hasil dari persiapan matang yang telah dilakukan para atlet bersama tim pelatih selama beberapa bulan terakhir.


"Seluruh atlet telah menjalani program latihan secara intensif, baik dari sisi teknik, fisik maupun mental. Kami optimistis mereka mampu memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama Kota Makassar di tingkat nasional," ujar Hj Umiyati, Jumat (24/7/2026).


Ia menjelaskan, tujuh medali emas yang ditargetkan terdiri atas tiga medali emas dari nomor fighter (tanding), tiga medali emas dari nomor seni TGR (Tunggal, Ganda, dan Regu), serta satu medali emas dari nomor seni tunggal bebas.


Menurutnya, target tersebut disusun berdasarkan hasil evaluasi kemampuan atlet, rekam jejak prestasi, serta kesiapan masing-masing nomor yang akan dipertandingkan.


"Target ini tentu menjadi motivasi bagi seluruh atlet agar tampil maksimal di setiap pertandingan. Kami ingin menunjukkan bahwa pencak silat Kota Makassar mampu bersaing dengan daerah-daerah lain yang selama ini menjadi kekuatan nasional," katanya.


Hj Umiyati juga mengapresiasi dedikasi para pelatih, official, serta dukungan orang tua atlet yang terus memberikan semangat selama proses persiapan menuju kejuaraan.

Ia berharap seluruh kontingen IPSI Kota Makassar dapat menjaga kekompakan, sportivitas, dan semangat juang selama mengikuti kompetisi.


"Menang tentu menjadi tujuan, tetapi yang paling penting adalah para atlet bertanding dengan disiplin, percaya diri, dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Kami berharap seluruh atlet dapat pulang membawa prestasi yang membanggakan bagi Kota Makassar," tuturnya.


Diketahui, IPSI Kota Makassar mengirimkan 19 atlet untuk berlaga pada 13 nomor pertandingan, yang terdiri atas enam nomor fighter dan tujuh nomor seni. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan atlet usia prestasi sekaligus mengukur kemampuan pesilat Makassar di tingkat nasional.


Dengan persiapan yang matang serta target tujuh medali emas, IPSI Kota Makassar optimistis mampu mencatatkan hasil terbaik pada Kejurnas Malang Championship VI sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu daerah yang konsisten melahirkan atlet pencak silat berprestasi. (*)




Sekda Makassar Tinjau Finalisasi Persiapan Lomba Kelurahan, Fokuskan Pembenahan Indikator Penilaian

 


Nuansa Terkini Makassar,- Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, memantau langsung finalisasi persiapan Kelurahan Gunung Sari menjelang penilaian Lomba Kelurahan tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.


Pemantauan dilakukan di sejumlah titik lokasi penilaian di Kelurahan Gunung Sari, Jumat (24/7). Sekda Makassar Andi Zulkifly didampingi Asisten III Pemkot Makassar Firman Pagarra dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).


Sekda Makassar Andi Zulkifly meninjau berbagai indikator yang menjadi fokus penilaian, mulai dari ketahanan pangan, ketahanan lingkungan, ketahanan ekonomi melalui UMKM, bank sampah, rumah sehat, urban farming, hingga keberadaan Koperasi Merah Putih.


Menurutnya, seluruh unsur masyarakat dilibatkan dalam mempersiapkan lomba, termasuk organisasi kepemudaan, ketua RT/RW, pengurus koperasi, serta kelompok masyarakat yang mengelola berbagai program pemberdayaan.


"Hari ini kami melakukan pemantauan sebagai bagian dari persiapan menghadapi penilaian pada hari Senin. Tema lomba kali ini mencakup ketahanan pangan, ketahanan lingkungan, dan ketahanan ekonomi melalui UMKM. Di Kelurahan Gunung Sari kami melihat berbagai titik penilaian, mulai dari pemberdayaan masyarakat, bank sampah, rumah sehat, urban farming, hingga Koperasi Merah Putih," ujar Andi Zulkifly.


Mantan Lurah Lakkang ini menilai persiapan Kelurahan Gunung Sari sudah berjalan dengan baik. Salah satu aspek yang mendapat perhatian adalah keberlangsungan aktivitas Koperasi Merah Putih yang menjadi indikator utama dalam penilaian.


Andi Zulkifly mengatakan, koperasi tidak hanya harus memiliki struktur kepengurusan yang lengkap, tetapi juga menunjukkan aktivitas usaha yang nyata.


"Koperasi Merah Putih menjadi salah satu indikator utama penilaian. Karena itu, saya meminta pada hari penilaian nanti koperasi benar-benar menunjukkan aktivitasnya. Di Gunung Sari, Alhamdulillah, kepengurusannya lengkap, aktivitasnya berjalan, dan core business-nya jelas, seperti penjualan beras, gas LPG 3 kilogram, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya," katanya.


Selain koperasi, tim juga mengevaluasi kondisi kebersihan lingkungan, penghijauan, sistem pemilahan sampah, hingga pengelolaan bank sampah yang melibatkan masyarakat.


Meski secara umum dinilai baik, Sekda menegaskan masih terdapat sejumlah catatan yang perlu disempurnakan sebelum tim penilai tiba.


"Masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi, terutama meningkatkan aktivitas bank sampah dan memperbanyak partisipasi masyarakat sebagai nasabah bank sampah. Aktivitas masyarakat dalam pengelolaan sampah harus semakin terlihat karena itu juga menjadi bagian penting dari penilaian," ungkapnya.


Mantan Kepala Badan berharap seluruh persiapan dapat diselesaikan dalam waktu yang tersisa sehingga Kelurahan Gunung Sari mampu tampil maksimal saat penilaian.


"Alhamdulillah, hasil pemantauan hari ini cukup baik. Mudah-mudahan seluruh kekurangan bisa segera disempurnakan sehingga pada penilaian hari Senin nanti Kota Makassar dapat memberikan hasil terbaik dan mewakili Sulawesi Selatan pada tingkat nasional," tutup Andi Zulkifly. (*)

Kamis, 23 Juli 2026

Sekda Makassar Tegaskan Kepatuhan BPJS Ketenagakerjaan pada Seluruh Proyek Konstruksi Pemkot

 


Nuansa Terkini Makassar,– Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, memimpin rapat koordinasi tindak lanjut Surat Edaran Wali Kota Makassar Nomor 37 Tahun 2026 tentang optimalisasi pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja sektor jasa konstruksi serta peningkatan kepatuhan penyelenggaraan program BPJS Ketenagakerjaan pada seluruh proyek jasa konstruksi di lingkungan Pemerintah Kota Makassar. 


Rapat tersebut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), serta jajaran BPJS Ketenagakerjaan, di Ruang Rapat Sekda Balai Kota Makassar, Kamis (23/7).


Sekda Makassar Andi Zulkifly menegaskan rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari pembahasan sebelumnya yang menghasilkan Surat Edaran Wali Kota sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada pekerja sektor jasa konstruksi.


"Rapat ini merupakan kelanjutan dari pembahasan sebelumnya. Saat itu kita menyepakati penerbitan Surat Edaran Wali Kota sekaligus menambahkan daftar periksa (checklist) pembayaran pada mekanisme di BPKAD sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kota Makassar terhadap kepatuhan penyelenggaraan BPJS Ketenagakerjaan," ujar Andi Zulkifly.


Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar itu menjelaskan, meski mekanisme tersebut telah diterapkan, masih diperlukan pembahasan teknis agar seluruh perangkat daerah memiliki pemahaman yang sama terkait implementasi program BPJS Ketenagakerjaan pada proyek jasa konstruksi.


Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memiliki banyak proyek konstruksi yang dibiayai APBD, mulai dari pembangunan stadion, kantor pemerintahan, fasilitas pelayanan publik, hingga pembangunan puskesmas dan sarana pendidikan. Karena itu, seluruh proyek wajib memastikan perlindungan jaminan sosial bagi para pekerja.


"Kegiatan konstruksi yang dibiayai APBD jumlahnya sangat banyak. Oleh karena itu, seluruh perangkat daerah harus memastikan pelaksanaan Surat Edaran Wali Kota ini berjalan dengan baik dan menjadi perhatian dalam setiap pelaksanaan proyek," katanya.


Andi Zulkifly juga meminta agar ketentuan mengenai kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dimasukkan secara tegas dalam Syarat-Syarat Khusus (SSK) pada dokumen kontrak pekerjaan konstruksi.


Ia menekankan pentingnya pengawasan agar tidak terjadi penyimpangan, seperti perusahaan yang hanya mendaftarkan tenaga administrasi, tetapi mengabaikan pekerja konstruksi yang memiliki risiko kerja lebih tinggi.


"Ketentuan ini harus dimuat secara jelas dalam Syarat-Syarat Khusus (SSK). Jangan sampai ada perusahaan yang hanya mendaftarkan tenaga administrasi sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, sementara pekerja konstruksi yang berada di lapangan justru tidak mendapatkan perlindungan," tegasnya.


Sekda juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah yang memiliki proyek konstruksi agar mempelajari dan melaksanakan Surat Edaran Wali Kota tersebut secara konsisten.


"Dengan terbitnya surat edaran ini, Pemerintah Kota Makassar menunjukkan komitmen penuh dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja konstruksi. Ini merupakan harapan sekaligus arahan langsung dari Bapak Wali Kota," ujarnya.


Tak hanya itu, eks Camat Ujung Pandang ini  menjelaskan dalam pelaksanaan program jasa konstruksi perlu ditegaskan jenis perlindungan yang diterima pekerja agar tidak menimbulkan perbedaan penafsiran di lapangan.


Selain itu, pihaknya mengingatkan kepatuhan terhadap kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan juga merupakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2013. Kelalaian dalam memenuhi kewajiban tersebut berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum sekaligus menghilangkan hak perlindungan pekerja apabila terjadi kecelakaan kerja sebelum iuran dibayarkan.


Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemkot Makassar bersama BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen memperkuat pengawasan dan memastikan seluruh proyek jasa konstruksi di lingkungan Pemkot Makassar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada setiap pekerja sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (*)

Selasa, 21 Juli 2026

Hj Umiyati Lepas 19 Atlet IPSI Makassar Bertarung di Malang Championship VI


Nuansa Terkini Makassar, – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Makassar kembali menunjukkan keseriusannya dalam membina atlet berprestasi dengan mengirimkan kontingen untuk mengikuti Kejuaraan Nasional Pencak Silat Malang Championship VI yang berlangsung pada 24–26 Juli 2026 di Kota Malang, Jawa Timur.


Pada kejuaraan tingkat nasional tersebut, IPSI Kota Makassar menurunkan 19 atlet yang akan bertanding di 13 nomor pertandingan, terdiri atas 6 nomor kategori fighter (tanding) dan 7 nomor kategori seni.


Untuk kategori fighter, para atlet akan berlaga di sejumlah kelas, yakni kelas A, C, E, dan F. Sementara pada kategori seni, kontingen Makassar akan tampil pada nomor tunggal, ganda, dan regu, yang menjadi salah satu kekuatan andalan IPSI Kota Makassar.


Ketua IPSI Kota Makassar, Hj Umiyati, mengatakan keikutsertaan kontingen pada Malang Championship VI bukan hanya untuk mengejar prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari program pembinaan atlet secara berkelanjutan.


"Kejuaraan ini menjadi momentum yang sangat penting bagi atlet-atlet kita untuk mengukur kemampuan, menambah pengalaman bertanding, sekaligus memperkuat mental saat menghadapi lawan dari berbagai daerah di Indonesia," ujar Hj Umiyati.


Menurutnya, kompetisi tingkat nasional merupakan sarana yang tepat untuk melihat sejauh mana hasil latihan yang selama ini dijalankan sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi para pelatih dalam meningkatkan kualitas atlet.


Lebih lanjut, Hj Umiyati menjelaskan bahwa Malang Championship VI dijadikan sebagai ajang pemanasan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII yang akan digelar di Kabupaten Wajo.


"Kami menjadikan kejuaraan ini sebagai ajang persiapan menghadapi Porprov XVIII. Harapannya, mereka bisa memperoleh pengalaman bertanding yang berharga sehingga lebih siap secara teknik, fisik, maupun mental saat tampil di Wajo nanti," jelasnya.


Ia optimistis para pesilat Kota Makassar mampu memberikan penampilan terbaik dan membawa pulang hasil yang membanggakan. Namun, lebih dari itu, pengalaman bertanding di level nasional akan menjadi bekal penting dalam meningkatkan kualitas atlet.


"Kami tidak hanya berorientasi pada perolehan medali, tetapi juga pada proses pembinaan. Semoga seluruh atlet mampu tampil maksimal, menjaga sportivitas, dan mengharumkan nama Kota Makassar di tingkat nasional," tuturnya.


Hj Umiyati juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, official, orang tua atlet, dan seluruh pihak yang terus memberikan dukungan terhadap pembinaan pencak silat di Kota Makassar.


Dengan keikutsertaan pada Malang Championship VI, IPSI Kota Makassar berharap dapat melahirkan atlet-atlet yang semakin kompetitif serta siap memberikan prestasi terbaik pada ajang Porprov XVIII Sulawesi Selatan maupun kejuaraan nasional lainnya. (*)




Narasumber PKP Angkatan XXIV, Sekda Makassar Ingatkan Peran Peserta dalam Pemerintahan

 


Nuansa Terkini Makassar,- Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar Andi Zulkifly didaulat menjadi narasumber Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) angkatan XXIV lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Selasa (21/7).


Agenda ini diikuti 40 peserta baik lurah maupun kepala sub bagian (Kasubag) di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan tema Manajemen Mutu: Membangun Budaya Kinerja yang Bermutu dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Kota Makassar bekerja sama dengan BPSDM Provinsi Sulsel.


Sekda Makassar, Andi Zulkifly, menegaskan aparatur sipil negara (ASN) harus mengedepankan kualitas pelayanan publik melalui penerapan manajemen mutu yang terukur, sistematis, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.


Selain itu, kata Sekda Andi Zulkifly setiap organisasi pemerintah merupakan organisasi nirlaba (nonprofit) yang memiliki tujuan utama memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bukan mengejar keuntungan sebagaimana perusahaan swasta.


"Organisasi pemerintah berbeda dengan organisasi bisnis. Kalau perusahaan berorientasi pada keuntungan, maka organisasi pemerintah berorientasi pada pelayanan. Tugas kita adalah memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang berkualitas dan memuaskan," ujar Andi Zulkifly.


Mantan Lurah Lakkang itu menjelaskan konsep manajemen mutu yang selama ini banyak diterapkan di sektor bisnis dapat diadopsi dalam penyelenggaraan pemerintahan, dengan penyesuaian pada tujuan organisasi. Fokus utamanya bukan menghasilkan laba, melainkan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.


Menurutnya, setiap perangkat daerah harus memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang jelas, standar pelayanan yang terukur, serta mekanisme evaluasi untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan.


"Kita harus memiliki standar pelayanan, mengukur pelaksanaannya, kemudian mengevaluasi apakah masyarakat sudah puas atau belum. Tanpa pengukuran mutu, kita tidak akan pernah mengetahui kualitas pelayanan yang kita berikan," katanya.


Andi Zulkifly juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap seluruh proses pelayanan. Menurutnya, pengawasan menjadi instrumen untuk memastikan bahwa pelayanan berjalan sesuai prosedur, transparan, efektif, dan akuntabel.


Selain sistem dan prosedur, mantan Camat Ujung Pandang ini menilai kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor penentu keberhasilan pelayanan publik. Kompetensi ASN, kata dia, tidak hanya diukur dari pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga dari sikap serta etika dalam melayani masyarakat.


"Kompetensi itu merupakan gabungan antara pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Seseorang bisa saja sangat pintar, tetapi jika sikap pelayanannya tidak baik, maka kualitas pelayanannya tetap tidak akan maksimal," jelasnya.


Ia mengingatkan para peserta agar memahami bahwa menjadi ASN merupakan amanah sebagai pelayan masyarakat. Karena itu, seluruh aparatur dituntut membangun budaya kerja yang profesional, disiplin, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan.


"Kita sudah memilih menjadi pelayan masyarakat. Karena itu, orientasi kita bukan mencari keuntungan, tetapi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Budaya kerja yang baik harus dibangun mulai dari pimpinan hingga seluruh pegawai," tegas Andi Zulkifly.


Pada kesempatan tersebut, Sekda Makassar juga mendorong setiap unit kerja untuk secara rutin melakukan evaluasi terhadap mutu pelayanan, termasuk mengidentifikasi kelemahan, memperbaiki proses kerja, serta membangun budaya perbaikan berkelanjutan (continuous improvement).


"Kita harap seluruh ASN mampu menerapkan prinsip-prinsip manajemen mutu dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sehingga pelayanan publik di Kota Makassar semakin efektif, profesional, dan mampu memenuhi harapan masyarakat," tegasnya. (*)




Senin, 20 Juli 2026

Jangan Mudah Percaya, Plh. Kapolresta Gowa Ingatkan Masyarakat Bijak dan Waspada di Ruang Digital

 


Nuansa Terkini Makassar,- Plh. Kapolresta Gowa KOMBES. POL. Gani Alamsyah Hatta, S.I.K., mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan online yang semakin beragam dan menyasar masyarakat dari berbagai kalangan, Selasa (21/7/2026).


Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah preventif untuk melindungi masyarakat agar tidak menjadi korban kejahatan siber yang dapat menimbulkan kerugian materi maupun penyalahgunaan data pribadi.


“Jangan mudah percaya terhadap informasi atau tawaran yang belum jelas kebenarannya. Selalu lakukan pengecekan dan pastikan kebenaran informasi sebelum memberikan data pribadi maupun melakukan transaksi,” imbau KOMBES. POL. Gani Alamsyah Hatta.


Beberapa modus penipuan online yang perlu diwaspadai antara lain phishing, yakni penggunaan tautan atau situs palsu untuk mencuri data pribadi; penipuan belanja online, di mana korban telah melakukan pembayaran namun barang tidak pernah dikirim; serta akun palsu dan impersonasi, dengan pelaku mengaku sebagai keluarga, teman, pejabat, maupun instansi resmi.


Selain itu, masyarakat juga diminta berhati-hati terhadap investasi bodong yang menawarkan keuntungan besar dengan risiko kecil, serta undian atau hadiah palsu yang menjanjikan hadiah menggiurkan dengan berbagai persyaratan tertentu.


Plh. Kapolresta Gowa mengajak masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip “saring sebelum sharing”, tidak mudah tergiur dengan tawaran yang tidak masuk akal, serta tidak sembarangan mengklik tautan yang dikirim oleh orang tidak dikenal.


“Lindungi diri dan keluarga dengan meningkatkan kewaspadaan. Jika melihat atau mengalami dugaan penipuan, segera laporkan dan hubungi layanan Kepolisian melalui Call Center 110,” tegasnya.


Melalui imbauan ini, Polresta Gowa berharap masyarakat semakin cerdas dan waspada dalam menggunakan teknologi digital, sehingga ruang gerak para pelaku penipuan online dapat dipersempit dan keamanan masyarakat di dunia maya maupun dunia nyata dapat terus terjaga.


Humas Polresta Gowa

Rabu, 15 Juli 2026

Edukasi Keselamatan Berkendara, Satlantas Polresta Gowa Ajak Orang Tua Cegah Anak Mengemudi Sebelum Cukup Umur

 


Nuansa Terkini Makassar - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Gowa terus memperkuat upaya membangun budaya tertib berlalu lintas melalui program Police Goes to School. Kali ini, kegiatan diwujudkan dalam bentuk Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas dan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang menyasar para orang tua siswa, guru, dan staf SMKN 4 Gowa, Rabu (15/7/2026).


Kegiatan tersebut menjadi langkah preventif Satlantas Polresta Gowa untuk meningkatkan kesadaran seluruh elemen masyarakat bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama, yang harus dimulai dari lingkungan keluarga hingga sekolah.


Dalam sosialisasi tersebut, personel Satlantas menjelaskan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas demi menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas di jalan raya. 


Peserta juga diberikan edukasi mengenai tata cara berkendara yang aman, mulai dari mematuhi rambu dan marka jalan, menjaga etika berkendara, hingga mengutamakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.


Selain itu, Satlantas Polresta Gowa mengimbau kepada para orang tua agar tidak mengizinkan anak yang belum memenuhi persyaratan usia mengendarai kendaraan bermotor. 


Orang tua juga diingatkan untuk selalu memastikan penggunaan helm berstandar SNI, baik bagi pengendara maupun penumpang, sebagai perlindungan utama saat berada di jalan.


Tak hanya membahas keselamatan berkendara, personel Satlantas turut memberikan pemahaman mengenai sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), mulai dari mekanisme penindakan pelanggaran lalu lintas secara elektronik hingga tata cara penyelesaian konfirmasi pelanggaran, sehingga masyarakat semakin memahami proses penegakan hukum yang transparan dan berbasis teknologi.


Kasat Lantas Polresta Gowa AKP Hasan Fadhlyh, S.H menegaskan bahwa melalui program Police Goes to School, kepolisian tidak hanya menyasar para pelajar, tetapi juga mengajak orang tua dan tenaga pendidik menjadi mitra dalam menanamkan disiplin berlalu lintas sejak dini.


"Dengan dukungan orang tua dan pihak sekolah, kami berharap budaya tertib berlalu lintas dapat tumbuh menjadi kebiasaan positif. Keselamatan di jalan berawal dari kesadaran setiap individu dan pengawasan keluarga," ujarnya.


Melalui kegiatan ini, Satlantas Polresta Gowa berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara kepolisian, sekolah, dan orang tua dalam menciptakan generasi yang disiplin, berkarakter, serta menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di Kabupaten Gowa.


Humas Polresta Gowa

Minggu, 12 Juli 2026

Jelajah Sampah Jadi Langkah Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat



Nuansa Terkini Makassar, – Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa launching Bank Sentra Sampah dan Sentra Urban Farming dalam kegiatan Jelajah Sampah, berlokasi di Kecamatan Manggala, Minggu (12/7/2026).


Kegiatan ini menjadi langkah nyata memperkuat gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus mendorong pengembangan ekonomi sirkular di tingkat wilayah.


Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi plogging yang melibatkan seluruh peserta. Dari kegiatan tersebut berhasil dikumpulkan sebanyak 17 kilogram sampah, yang kemudian dilanjutkan dengan penimbangan sampah, talkshow, Gerakan Pangan Murah, pasar tani, pameran hasil urban farming, hingga kelas praktik dan workshop pengelolaan lingkungan.


Dalam sambutannya, Melinda Aksa mengatakan Kecamatan Manggala memiliki posisi yang sangat strategis dalam transformasi pengelolaan sampah Kota Makassar. 


Selama ini, Manggala dikenal sebagai lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA), namun menurutnya stigma tersebut harus diubah menjadi kawasan yang menjadi contoh pengelolaan sampah terbaik di Kota Makassar.


“Manggala selama ini identik dengan TPA. Ke depan, saya berharap Manggala justru dikenal sebagai kecamatan yang menjadi percontohan dalam memilah sampah. Bukan lagi identik dengan bau dan kotor, tetapi menjadi simbol perubahan menuju lingkungan yang bersih, sehat, dan produktif,” ujarnya.


Melinda mengungkapkan bahwa upaya tersebut bukanlah hal baru. Sejak tahun 2020, dirinya telah menginisiasi program Makassar Memilah Sampah (MMS) dengan menjadikan Kecamatan Manggala sebagai proyek percontohan dalam membangun budaya pemilahan sampah dari sumbernya.


Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Karena itu, kegiatan Jelajah Sampah menjadi bentuk kolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Ketahanan Pangan, serta Dinas Pertanian dan Perikanan untuk menghadirkan solusi yang terintegrasi.


Pada kesempatan tersebut, Melinda juga meresmikan Bank Sentra Sampah dan Sentra Urban Farming Kecamatan Manggala. Ia menjelaskan, kedua program tersebut merupakan bagian dari penguatan ekonomi sirkular yang tidak hanya mengurangi volume sampah menuju TPA, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.


Pemerintah Kota Makassar, lanjutnya, menargetkan setiap RW memiliki minimal satu fasilitas urban farming dan satu bank sampah sebagai pusat edukasi sekaligus pemberdayaan masyarakat.


“Hasil urban farming nantinya akan diserap oleh Ketahanan Pangan, kemudian didistribusikan kembali kepada masyarakat. Keuntungan yang diperoleh diputar kembali untuk mengembangkan kegiatan urban farming. Jadi, lingkungan menjadi lebih baik, masyarakat juga memperoleh manfaat ekonominya,” jelas Melinda.


Ia juga mengingatkan bahwa pembenahan TPA Manggala saat ini terus dilakukan menyusul sanksi administratif dari Kementerian Lingkungan Hidup yang mengharuskan penghentian sistem open dumping.


Menurutnya, Dinas Lingkungan Hidup bersama Dinas Pekerjaan Umum telah bekerja melakukan penataan kawasan TPA seluas sekitar 12 hektare. Zona-zona yang sudah tidak aktif telah ditutup dengan tanah, sementara pengerjaan zona aktif saat ini telah memasuki tahap akhir.


“Mulai 1 Agustus nanti, sesuai instruksi Kementerian, hanya sampah residu yang boleh masuk ke TPA. Karena itu, keberhasilan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga menjadi sangat penting. Kalau sampah sudah dipilah sejak dari rumah, beban TPA akan berkurang, biaya operasional bisa dihemat, armada pengangkut juga tidak semakin terbebani,” tegasnya.


Melinda berharap gerakan tersebut dapat menjadi kekuatan bersama dalam mewujudkan Kota Makassar yang lebih bersih sekaligus mendukung upaya meraih kembali penghargaan Adipura.


Sementara itu, Camat Manggala Ahmad, menyampaikan bahwa pihaknya terus memperkuat budaya memilah sampah di tengah masyarakat. Saat ini Kecamatan Manggala telah memiliki satu Bank Sampah Sektoral dan 35 unit bank sampah aktif dengan jumlah nasabah lebih dari 1.000 orang.


“Kami bersama para lurah serta ketua RT dan RW terus turun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat agar budaya memilah sampah semakin tumbuh di lingkungan masing-masing,” katanya.


Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmi Budiman menyampaikan bahwa Jelajah Sampah Kota Makassar akan terus digelar secara bergilir di seluruh kecamatan sebagai upaya memperluas edukasi dan membangun partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah dari sumbernya.


Melalui peluncuran Bank Sentra Sampah dan Sentra Urban Farming di Kecamatan Manggala, Pemerintah Kota Makassar berharap gerakan pengelolaan sampah tidak hanya berfokus pada penanganan di hilir, tetapi dimulai dari rumah tangga sebagai fondasi utama mewujudkan Makassar yang bersih, berkelanjutan, dan berbasis ekonomi sirkular.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Fungsional Pedal Ahli Madya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Camat Manggala, Ketua TP PKK Kecamatan Manggala, jajaran Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, para lurah, serta ketua RT/RW se-Kecamatan Manggala.




Sabtu, 11 Juli 2026

Ketua TP PKK Kota Makassar Hadiri Puncak Peringatan HKG PKK Nasional ke-54, Tegaskan Komitmen Perkuat Gerakan PKK



Nuansa Terkini Makassar,– Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, menghadiri puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Nasional ke-54 yang berlangsung di Hotel Claro Makassar, Jumat (11/7/2026).


Kegiatan berskala nasional tersebut dihadiri Ketua Umum TP PKK Pusat Tri Tito Karnavian, Pembina TP PKK Pusat Selvi Ananda Rakabuming, jajaran pengurus TP PKK pusat, para menteri Kabinet Merah Putih, kepala daerah, serta ketua TP PKK provinsi, kabupaten, dan kota dari seluruh Indonesia.


Puncak HKG PKK Nasional ke-54 menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah dan gerakan PKK dalam mendukung pembangunan keluarga, pemberdayaan perempuan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program yang menyentuh langsung kehidupan warga.


Dalam sambutannya, Pembina TP PKK Pusat Selvi Ananda Rakabuming mengajak seluruh kader PKK untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai gotong royong yang menjadi kekuatan utama organisasi.


Selvi menegaskan bahwa PKK memiliki peran strategis dalam menciptakan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera. Menurutnya, setiap program PKK harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat hingga ke tingkat dasawisma.


"Kader PKK adalah ujung tombak yang selalu hadir di tengah masyarakat. Teruslah berinovasi, berkolaborasi, dan memastikan setiap program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh keluarga Indonesia," ujar Selvi.


Sementara itu, Ketua Umum TP PKK Pusat Tri Tito Karnavian menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader PKK di Indonesia yang selama puluhan tahun konsisten menjadi mitra strategis pemerintah dalam berbagai program pembangunan.


Tri Tito mengatakan, tema HKG PKK tahun ini menjadi pengingat bahwa kekuatan organisasi terletak pada soliditas kader dan kemampuan beradaptasi menghadapi tantangan zaman.


"PKK harus terus bergerak, memperkuat kualitas keluarga Indonesia melalui edukasi, pemberdayaan ekonomi, kesehatan, ketahanan pangan, hingga pembentukan karakter generasi penerus bangsa," katanya.


Ia juga mengajak seluruh pengurus TP PKK di setiap daerah untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan agar program-program PKK semakin berdampak luas.


Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, menyambut baik berbagai arahan yang disampaikan oleh Pembina dan Ketua Umum TP PKK Pusat. Menurutnya, pesan yang disampaikan menjadi motivasi bagi seluruh kader PKK untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.


Melinda menegaskan, TP PKK Kota Makassar akan terus memperkuat implementasi 10 Program Pokok PKK melalui berbagai inovasi yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan mendukung program prioritas Pemerintah Kota Makassar.


"Arahan yang disampaikan Ibu Selvi dan Ibu Tri Tito menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan program-program PKK yang inovatif, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga di Kota Makassar. Kolaborasi akan terus kami perkuat agar gerakan PKK semakin berdampak," ujar Melinda.


Melalui keikutsertaan dalam puncak HKG PKK Nasional ke-54, TP PKK Kota Makassar berharap dapat terus memperluas jejaring, berbagi praktik baik dengan daerah lain, serta memperkuat komitmen dalam mewujudkan keluarga yang berdaya, sehat, dan sejahtera sebagai fondasi pembangunan Kota Makassar.




Jumat, 10 Juli 2026

Dampingi Istri Wapres RI di Paotere, Ketua TP PKK Dorong UMKM Perempuan Pesisir Naik Kelas



Nuansa Terkini Makassar,– Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, memperkenalkan UMKM Perempuan Pesisir dan Sekolah Pesisir Paotere kepada Pelindung Tim Penggerak PKK, Selvi Gibran Rakabuming, saat berkunjung ke kawasan pesisir Paotere, Kecamatan Ujung Tanah, Jumat (10/7/2026).


Dalam kunjungan tersebut, Melinda berdama Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Naoemi Octarina Sudirman mendampingi Selvi Gibran meninjau langsung berbagai program pemberdayaan masyarakat yang telah dikembangkan TP PKK Kota Makassar bersama warga pesisir.


Kepada Selvi, Melinda menjelaskan bahwa UMKM Perempuan Pesisir menjadi salah satu upaya meningkatkan pendapatan keluarga melalui pengembangan produk-produk lokal bernilai ekonomi. 


Berbagai produk yang telah dihasilkan di antaranya abon ikan asap, kue kering, roti, hingga aneka kerajinan berbahan limbah ikan.


Melinda juga memperkenalkan Sekolah Pesisir Paotere, sebuah program pendampingan belajar bagi anak-anak yang dilaksanakan setelah jam sekolah. 


Dalam program tersebut, para perempuan pesisir berperan sebagai pendamping belajar yang membantu anak-anak mengembangkan karakter, meningkatkan semangat belajar, serta mendorong mereka untuk terus melanjutkan pendidikan. 


Program ini menjadi wujud kepedulian perempuan pesisir dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif bagi generasi muda.


Selanjutnya, istri Wapres RI yang juga Pelindung Tim Penggerak PKK, Selvi Gibran meninjau berbagai produk unggulan hasil karya warga pesisir, mulai dari kerajinan berbahan kulit dan sisik ikan hingga aneka kuliner khas. 


Ia juga berdialog dengan para pelaku UMKM dan pengelola Sekolah Pesisir mengenai pengembangan usaha serta pemberdayaan masyarakat.


Pada kesempatan itu, Selvi memberikan apresiasi atas kreativitas masyarakat Paotere yang mampu mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi.


Ia juga berpesan agar kualitas produk UMKM terus ditingkatkan melalui pembinaan yang berkelanjutan, sekaligus mendorong agar pendidikan anak-anak di kawasan pesisir semakin maju.


Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, mengatakan kunjungan tersebut menjadi motivasi besar bagi masyarakat pesisir untuk terus berkembang. Menurutnya, pemberdayaan perempuan melalui UMKM merupakan salah satu kunci dalam memperkuat ekonomi keluarga.


“Harapan kami semakin banyak anak-anak dan ibu-ibu di kawasan pesisir yang mendapatkan pembinaan UMKM agar masyarakat semakin produktif dan kualitas produk-produk UMKM Kota Makassar terus meningkat,” ujar Melinda.


Melinda menegaskan TP PKK Kota Makassar akan terus memperluas pembinaan, pendampingan, hingga promosi bagi pelaku UMKM agar mampu meningkatkan daya saing produk lokal dan menjangkau pasar yang lebih luas.


Sementara itu, Ketua UMKM Perempuan Pesisir Paotere sekaligus Pendiri Sekolah Pesisir Paotere, Nurung, mengungkapkan masyarakat pesisir kini rutin menerima pelatihan dan pendampingan dari TP PKK Kota Makassar maupun TP PKK Kecamatan setiap bulan. 


Menurutnya, pembinaan tersebut telah mendorong lahirnya berbagai inovasi usaha berbasis potensi lokal.


Ia menjelaskan, para ibu di Paotere memanfaatkan kulit dan sisik ikan menjadi kerajinan tangan seperti bunga hias dan gantungan kunci.


Selain itu, mereka juga mengembangkan produk kuliner khas, di antaranya nasi cempa, ikan asin masak Mandar, sambal tuna berbahan ikan asap, serta berbagai olahan lain yang terus dikembangkan sesuai potensi lokal.


Tak hanya fokus pada penguatan ekonomi, pemberdayaan masyarakat di Paotere juga menyentuh sektor pendidikan.


Melalui Sekolah Pesisir, anak-anak mendapatkan pendampingan belajar setiap hari dengan dukungan aktif para ibu yang tergabung dalam pengurus PKK. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan generasi yang lebih berdaya sekaligus memperkuat kesejahteraan keluarga di kawasan pesisir.


Turut hadir pada kegiatan ini Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Asisten Satu Kota Makassar Irwan Bangsawan, Kasatpol PP Kota Makassar Hasanuddin, Camat Ujung Tanah Andi Unru, Ketua TP PKK Kecamatan Ujung Tanah, Andi Hani Unru, serta Kabid Ops Damkar Kota Makassar Andi Muhammad Cakrawala.




Produk UMKM Binaan Dekranasda Makassar Laris Manis, Hampir Ludes Diborong di Puncak HUT Dekranas ke-46


Nuansa Terkini Makassar, – Produk-produk unggulan UMKM binaan Dekranasda Kota Makassar hampir habis diborong pengunjung pada puncak peringatan HUT Dekranas ke-46 yang berlangsung di Trans Studio Mall Makassar, Jumat (10/7/2026).


Sejak pagi hingga sore, booth Dekranasda Kota Makassar dipadati pengunjung dari berbagai daerah. Antusiasme terlihat dari banyaknya transaksi yang terjadi, sehingga sejumlah produk unggulan ludes terjual sebelum kegiatan berakhir.


Beragam produk khas Makassar ditampilkan, mulai dari kain tenun Lagosi, baju bodo, berbagai perhiasan handmade, tas anyaman, aksesori, bando, hingga aneka produk kerajinan tangan hasil binaan Dekranasda Kota Makassar. Minyak gosok tradisional khas Makassar juga menjadi salah satu produk yang paling banyak dicari pengunjung.


Tidak hanya masyarakat umum, booth Dekranasda Kota Makassar juga dikunjungi tamu domestik, para bupati, wali kota, gubernur, serta para istri menteri yang hadir dalam rangkaian HUT Dekranas ke-46.


Di antaranya, istri Menteri UMKM, Agustina Hastarini, istri Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Dr. Ir. Adinda Yuanita selaku  sekaligus Wakil Ketua Bidang Kemitraan Dekranas Pusat, hingga Ketua Harian Dekranas, Tri Suswati Tito Karnavian, yang turut mengunjungi booth Dekranasda Kota Makassar.


Ketua Dekranasda Kota Makassar turut mendampingi para tamu selama berada di booth. Ia menjelaskan proses pembuatan berbagai produk kerajinan, mulai dari teknik menenun kain Lagosi yang masih dikerjakan secara tradisional hingga proses produksi kerajinan tangan yang melibatkan para pelaku UMKM binaan.


Ia mengatakan tingginya minat pengunjung menjadi bukti bahwa produk UMKM Makassar memiliki kualitas yang mampu bersaing dan semakin diminati pasar nasional.


"Alhamdulillah, antusiasme pengunjung luar biasa. Banyak produk kami yang hampir habis diborong. Ini menjadi motivasi bagi para perajin untuk terus meningkatkan kualitas dan inovasi produk," ujarnya.


Melinda mengatakan momentum HUT Dekranas menjadi kesempatan strategis untuk memperkenalkan produk unggulan daerah kepada para tamu dari berbagai provinsi sekaligus membuka peluang kerja sama pemasaran bagi para perajin.


Dr. Ir. Adinda Yuanita juga terlihat memborong belasan lembar kain Lagosi setelah melihat langsung keunikan motif dan kualitas tenun khas Makassar yang dipamerkan di booth Dekranasda Kota Makassar.


Menurutnya, produk kriya dan wastra daerah seperti kain Lagosi memiliki nilai budaya yang tinggi sekaligus potensi ekonomi yang besar jika terus dikembangkan melalui kolaborasi dan pembinaan berkelanjutan.


"Saya sangat mengapresiasi produk-produk UMKM binaan Dekranasda Kota Makassar. Kualitasnya sangat baik, memiliki ciri khas yang kuat, dan layak dipromosikan ke pasar yang lebih luas. Kain Lagosi ini juga sangat indah dan memiliki nilai budaya yang tinggi," ujarnya.


Adapun produk yang paling laris selama pameran antara lain kain Lagosi, baju bodo, bando, tas anyaman, perhiasan handmade, serta minyak gosok tradisional. Tingginya penjualan tersebut menjadi bukti bahwa produk UMKM binaan Dekranasda Kota Makassar semakin mendapat tempat di hati masyarakat dan mampu menjadi wajah ekonomi kreatif Kota Makassar.




Malam Ramah Tamah HKG PKK Nasional dan HUT Dekranas, Melinda Aksa Perkuat Silaturahmi Antar Daerah



Nuansa Terkini Makassar,– Ketua Dekranasda Kota Makassar, Melinda Aksa, bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri Malam Ramah Tamah yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Jumat (10/7/2026).


Kegiatan yang mengusung tema “Religi, Kuliner, dan Destinasi Wisata” ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Nasional ke-54 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Dekranas ke-46 yang dipusatkan di Kota Makassar.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum Dekranas Selvi Gibran Rakabuming bersama para anggota Seruni Kabinet Merah Putih, para Ketua Dekranasda Se-Indonesia, beserta jajaran OPD Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.


Malam ramah tamah berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Para tamu disuguhkan berbagai kekayaan budaya Sulawesi Selatan, mulai dari peragaan busana wastra khas daerah oleh Dekranasda kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan hingga kuliner khas Sulawesi Selatan.


Kehadiran Melinda Aksa bersama Munafri Arifuddin menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Makassar terhadap suksesnya penyelenggaraan dua agenda nasional tersebut, sekaligus memperkuat sinergi antar pemerintah daerah dalam mempromosikan potensi budaya, pariwisata, serta ekonomi kreatif Sulawesi Selatan.


Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader PKK dari berbagai daerah yang hadir di Sulawesi Selatan. 


Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memberikan perhatian penuh terhadap seluruh rangkaian kegiatan demi memberikan pelayanan terbaik bagi para tamu.


“Kami bersama seluruh jajaran telah mempersiapkan kegiatan ini sebaik mungkin sebagai bentuk penghormatan dan rasa cinta kepada ibu-ibu PKK yang datang dari seluruh Indonesia,” ujarnya.


Andi Sudirman juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan kegiatan masih terdapat kendala, termasuk kemacetan lalu lintas yang terjadi akibat tingginya antusiasme masyarakat menyambut kehadiran Ibu Wakil Presiden beserta rombongan.


Menurutnya, antusiasme tersebut menjadi bukti keramahan masyarakat Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah yang menyambut tamu dengan penuh semangat dan kekeluargaan.


“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Sulawesi Selatan yang telah menunjukkan keramahan dan menjadi tuan rumah yang baik bagi seluruh tamu yang hadir,” katanya.


Ia turut menyampaikan doa bagi Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran, beserta jajaran pemerintah pusat agar terus diberikan kemudahan dalam mengemban amanah untuk mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menuju Indonesia Emas 2045.


Sementara itu Ketua Dekranasda Kota Makassar, Melinda mengatakan malam ramah tamah ini menjadi momentum yang sangat baik untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Selatan kepada para tamu dari seluruh Indonesia.


“Melalui kebersamaan seperti ini, kita tidak hanya memperkuat hubungan antardaerah, tetapi juga menunjukkan bahwa Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar, memiliki kekayaan wastra, kuliner, dan destinasi wisata yang patut dibanggakan. Semoga seluruh tamu membawa pulang kesan baik tentang keramahan masyarakat Sulawesi Selatan,” ujar Melinda.


Selain menampilkan kekayaan budaya, malam ramah tamah juga diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustaz Das'ad Latief. 


Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan nilai-nilai keimanan, kebersamaan, dan rasa syukur sebagai landasan dalam menjalankan amanah.


Melalui malam ramah tamah ini, semangat kebersamaan, kolaborasi, dan pelestarian budaya semakin diperkuat. Momentum tersebut juga menjadi ajang memperkenalkan kekayaan wastra, kuliner, serta destinasi wisata Sulawesi Selatan kepada tamu dari seluruh penjuru Indonesia, sekaligus mempererat silaturahmi antardaerah dalam mendukung kemajuan PKK, Dekranas, dan pembangunan nasional.




Kamis, 09 Juli 2026

DEKRANASDA Kota Makassar Dukung Penguatan Industri Kriya Berkelanjutan pada Puncak HUT Dekranas ke-46



Nuansa Terkini Makassar,– Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Dekranas ke-46 yang dirangkaikan dengan Coaching Clinic dan Pameran Kriya Etnik di Phinisi Ballroom Hotel Claro Makassar, Kamis (9/7/2026).


Pada kegiatan Coaching Clinic dan Pameran Kriya Etnik berkolaborasi dengan diselenggarakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama dengan PT Vale Indonesia, PT Antam Tbk, SKK Migas, Pertamina Hulu Mahakam, dan Pertamina EP sebagai upaya mendorong lahirnya bidang usaha baru Dekranas melalui penguatan industri kriya berbasis potensi daerah. Tahun ini, Kota Makassar dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan.


Acara dihadiri Ketua Harian Dekranas, Tri Suswati Tito Karnavian, Wakil Ketua Harian II Dekranas, Sri Suparni Bahlil, Ketua Dekranasda Sulawesi Selatan, Naoemi Octarina, jajaran pengurus Dekranas, Dekranasda se-Indonesia, pelaku UMKM, perajin, akademisi, serta mitra industri dari berbagai daerah di Indonesia.


Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua Harian Dekranas, Tri Suswati Tito Karnavian. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pengembangan industri kerajinan yang memanfaatkan sumber daya alam secara bertanggung jawab dan berorientasi pada prinsip keberlanjutan.


“Tingginya permintaan terhadap produk kerajinan harus diimbangi dengan perhatian terhadap aspek ramah lingkungan agar ketersediaan bahan baku tetap terjaga untuk generasi mendatang,” ujarnya.


Tri Suswati berharap pembinaan terhadap para perajin tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas produksi, tetapi juga memperkuat akses pemasaran. Menurutnya, hasil karya para perajin harus mampu hadir dalam berbagai pameran, baik di tingkat nasional maupun internasional, sehingga semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar global.


"Produksi yang dibuat para perajin akan semakin bernilai apabila didukung pemasaran yang baik. Kami berharap produk-produk binaan Kementerian ESDM dapat tampil di berbagai pameran nasional hingga internasional dan membuktikan bahwa kualitas kriya Indonesia mampu bersaing di dunia," ujarnya.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian ESDM, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kota Makassar, serta seluruh mitra perusahaan yang telah mendampingi dan membina para perajin di wilayah Sulawesi Selatan sehingga mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan memiliki nilai ekonomi.


Sementara itu, sambutan Ketua Dekranasda Kota Makassar, yang dibacakan oleh Wakil Ketua Harian Dekranasda Kota Makassar, Rosnani Raja asih, mengatakan peringatan HUT Dekranas ke-46 menjadi momentum memperkuat kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui pengembangan industri kriya.


“Kami sampaikan ucapan terima kasih Ketua Dekranasda Makassar kepada Kementerian ESDM atas terselenggaranya Coaching Clinic dan Pameran Kriya Etnik yang menghadirkan ruang pembelajaran, kolaborasi, sekaligus promosi bagi para pelaku usaha kriya di Indonesia,” ujarnya.


Menurutnya, perjalanan 46 tahun Dekranas merupakan momentum untuk terus memperkuat peran dalam membina, memberdayakan, dan mempromosikan karya anak bangsa. “Di tengah perkembangan zaman, para perajin dituntut mampu menjaga nilai tradisi sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, tren pasar, dan kebutuhan konsumen,” lanjutnya.


Ia menilai Coaching Clinic menjadi wadah yang sangat penting bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha, mulai dari pengembangan kualitas produk, inovasi desain, strategi pemasaran, branding, digitalisasi usaha, hingga peningkatan daya saing agar mampu menembus pasar nasional maupun internasional.


“Pameran Kriya Etnik menjadi etalase kekayaan budaya Indonesia. Setiap karya yang dipamerkan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga merepresentasikan sejarah, identitas budaya, kearifan lokal, serta kreativitas yang diwariskan secara turun-temurun,” ujarnya


Bagi Kota Makassar, lanjutnya, pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya menjadi salah satu sektor yang terus didorong melalui pembinaan UMKM, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, inovasi produk, kemitraan, dan perluasan akses pasar. 


“Kemajuan industri kriya akan memberikan dampak terhadap penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, peningkatan pendapatan masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.


Dalam Coaching Clinic tersebut, peserta memperoleh berbagai materi, di antaranya membangun brand produk kriya unggulan yang berdaya saing, pengembangan desain, motif dan warna, serta pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). 


Diharapkan melalui pelatihan ini,  para pelaku UMKM dan perajin mampu menghasilkan produk yang semakin inovatif, memiliki identitas yang kuat, terlindungi secara hukum, serta mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.