Berita Gambar
Sabtu, 23 Mei 2026
Ketua Fraksi Golkar DPRD Makassar Serap Aspirasi Warga Tallo, Air Bersih hingga Lampu Jalan Jadi Sorotan
Irfan Qurniawan Terpilih Pimpin IOF Makassar 2025–2030, Siap Perkuat Soliditas dan Aksi Kemanusiaan
Nuansa Terkini Makassar,– Pengurus Cabang Indonesia Off-road Federation (IOF) Makassar sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) sebagai forum tertinggi organisasi untuk memilih ketua baru sekaligus merumuskan arah kebijakan dan program kerja strategis masa bakti 2025–2030.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Horison Makassar tersebut dihadiri jajaran Pengurus Daerah (Pengda) IOF Sulawesi Selatan, tim pemantau, perwakilan klub-klub yang memiliki hak suara, komunitas otomotif, serta unsur Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI).
Dalam proses pemilihan yang berlangsung secara demokratis melalui mekanisme voting oleh klub-klub anggota yang tergabung di bawah naungan IOF Pengcab Makassar, Irfan Qurniawan berhasil memperoleh kepercayaan mayoritas peserta dan resmi terpilih sebagai Ketua Pengcab IOF Makassar periode 2025–2030.
Terpilihnya Irfan menandai dimulainya babak baru bagi organisasi yang selama ini menjadi wadah bagi para pecinta olahraga dan petualangan off-road di Kota Makassar.
Dalam sambutan perdananya sebagai ketua terpilih, Irfan Qurniawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh klub dan komunitas yang menjadi bagian dari keluarga besar IOF Makassar.
Ia menegaskan bahwa kepengurusan yang akan datang akan berfokus pada penguatan konsolidasi internal organisasi, peningkatan kualitas penyelenggaraan kegiatan, serta penguatan peran sosial kemasyarakatan.
"Kepercayaan ini merupakan amanah besar yang harus dijalankan bersama. Fokus utama kami dalam lima tahun ke depan adalah memperkuat soliditas antar-klub, meningkatkan kualitas penyelenggaraan kegiatan dan regulasi keselamatan dalam setiap event, serta memastikan IOF Makassar selalu hadir dan tanggap di tengah masyarakat melalui aksi kemanusiaan maupun mitigasi bencana," ujar Irfan, Sabtu (23/5/2026)
Menurutnya, IOF tidak hanya menjadi organisasi yang mewadahi hobi dan olahraga otomotif, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Sementara itu, jajaran Pengda IOF Sulawesi Selatan yang turut hadir dalam Muscab memberikan apresiasi atas proses demokrasi organisasi yang berlangsung kondusif dan penuh semangat kebersamaan.
Pengda menilai dinamika organisasi di tubuh IOF Makassar berjalan sehat dan menjadi modal penting dalam membangun organisasi yang lebih maju dan profesional di masa mendatang.
Selain itu, kepengurusan baru diharapkan mampu menghadirkan berbagai inovasi program yang tidak hanya berdampak pada perkembangan olahraga off-road, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor wisata otomotif atau sport tourism di Sulawesi Selatan.
Pengda juga mendorong agar sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya terus diperkuat guna mendukung pelaksanaan kegiatan yang aman, berkualitas, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Melalui momentum Muscab ini, Pengcab IOF Makassar menegaskan komitmennya untuk terus menjadi wadah yang positif, inklusif, dan produktif bagi seluruh pecinta otomotif ekstrem, baik roda empat (4x4), roda dua, radio kontrol, maupun komunitas overland.
Dengan kepengurusan baru dan semangat kebersamaan yang terus terjaga, IOF Makassar optimistis dapat menghadirkan program-program yang lebih inovatif, memperkuat eksistensi organisasi, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan masyarakat Sulawesi Selatan. (*)
Jumat, 22 Mei 2026
TP PKK Makassar Sukses Bagikan Kotak Makan Gratis Pada Siswa SMP Lewat Kampanye Stop Boros Pangan
Nuansa Terkini Makassar,– TP PKK Kota Makassar sukses menggelar kampanye Stop Boros Pangan melalui kegiatan sosialisasi sekaligus pembagian kotak makan gratis kepada ratusan siswa SMP dalam program Goes to School yang dilaksanakan di enam sekolah di Kota Makassar.
Kegiatan tersebut digelar di SMP Negeri 11 Makassar, SMP Negeri 53 Makassar, SMP Negeri 4 Makassar, SMP Negeri 32 Makassar, SMP Negeri 55 Makassar, dan SMP Negeri 20 Makassar. Sebanyak 600 siswa-siswi menjadi sasaran dalam kegiatan edukasi sekaligus pembagian kotak makan tersebut.
Program ini merupakan bagian dari inovasi baru TP PKK Kota Makassar pada tahun ini melalui pelaksanaan Goes to School di setiap Pokja. Kali ini, kegiatan dijalankan oleh Pokja III yang memang berfokus pada bidang pangan.
Ketua Bidang III TP PKK Kota Makassar, Prof. Khadijah Mahyuddin mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu inisiatif Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, dalam menghadirkan program yang menyentuh pelajar.
“Kegiatan ini merupakan inisiatif Ibu Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, agar kita tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menghadirkan solusi nyata. Kami ingin anak-anak memahami pentingnya menghargai makanan dan tidak membuang makanan yang masih bisa dikonsumsi,” ujarnya saat menutup kegiatan di SMP Negeri 20 Makassar, Jumat (22/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa persoalan sampah makanan saat ini menjadi perhatian bersama, terutama di lingkungan sekolah yang kini menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Prof. Khadijah menyampaikan bahwa di sejumlah sekolah masih ditemukan kondisi di mana siswa belum menghabiskan makanan yang diterima dari program MBG, sementara wadah makanan yang digunakan tidak dapat dibawa pulang.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan makanan tersisa dan akhirnya terbuang begitu saja apabila tidak dikelola dengan baik.
“Karena itu TP PKK hadir memberikan solusi melalui pembagian kotak makan. Jika makanan belum habis, anak-anak bisa membawanya pulang dan mengonsumsinya kembali sehingga tidak ada makanan yang terbuang,” tambahnya.
Selain pembagian kotak makan, dalam kampanye tersebut, TP PKK Kota Makassar juga menghadirkan sejumlah pemateri dari Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar dan Komunitas Artani untuk memberikan materi kepada para siswa terkait pentingnya mengurangi pemborosan pangan, mengelola sampah organik.
Mereka juga diperkenalkan dengan berbagai cara pengolahan sampah organik, mulai dari pembuatan kompos, pemanfaatan biopori, hingga pengolahan menggunakan maggot yang dapat membantu mengurai sampah organik lebih cepat.
Ketua Pokja III TP PKK Kota Makassar, Dr. Erieka Novianti, mengatakan edukasi pengelolaan sampah, khususnya sampah pangan, perlu diberikan sejak dini agar anak-anak terbiasa menghargai makanan dan peduli terhadap lingkungan.
Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti menghabiskan makanan sesuai porsi serta memilah sampah dapat membentuk perilaku positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa sisa makanan yang dibuang sembarangan dapat berdampak pada lingkungan. Karena itu, melalui edukasi ini kami berharap lahir kebiasaan baik untuk lebih bijak mengelola makanan dan mengurangi sampah pangan,” ujarnya.
Sebelumnya, pada Selasa, 12 Mei lalu, Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, secara resmi membuka rangkaian kegiatan Goes to School Gerakan Stop Boros Pangan tersebut.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa program ini dihadirkan sebagai bentuk upaya membangun kesadaran generasi muda agar lebih menghargai makanan dan memahami pentingnya menjaga ketahanan pangan sejak usia dini.
“Kami ingin anak-anak memiliki kebiasaan yang baik sejak sekarang, mulai dari menghargai makanan, tidak menyisakan makanan secara berlebihan, hingga memahami bahwa setiap makanan memiliki nilai dan proses panjang sebelum sampai ke meja makan. Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir generasi yang lebih peduli terhadap pangan dan lingkungan,” ujarnya.
Akhiri Reses Masa Sidang Ketiga, Hj Umiyati Serap Beragam Aspirasi Drainase hingga Bantuan Sosial
Nuansa Terkini Makassar,- Anggota DPRD Kota Makassar, Hj Umiyati menutup rangkaian kegiatan reses ketiga masa persidangan ketiga tahun anggaran 2025-2026, di Jalan Ketapang, Kelurahan Paropo, Kecamatan Panakkukang, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan reses ini menjadi agenda akhir dari serangkaian pertemuan yang sebelumnya telah digelar di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Panakkukang dan Manggala. Kegiatan itu sekaligus menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi secara langsung kepada wakil rakyat.
Selama pelaksanaan reses, masyarakat terlihat antusias menghadiri setiap kegiatan. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan usulan maupun keluhan terkait kebutuhan lingkungan dan pelayanan publik.
Beberapa persoalan yang paling banyak disampaikan warga di antaranya perbaikan drainase, pengadaan lampu jalan, penanganan banjir, kartu KIS yang nonaktif, pengelolaan sampah, dab bantuan UMKM.
Hj Umiyati mengatakan, kegiatan reses merupakan bagian penting dari tugas anggota DPRD dalam menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Menurutnya, reses bukan hanya agenda formal kedewanan, tetapi menjadi sarana untuk mengetahui secara langsung kondisi riil yang dirasakan warga di lapangan.
“Melalui reses ini kami bisa mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi yang masuk tentu akan menjadi perhatian dan kami perjuangkan sesuai kewenangan yang ada di DPRD,” ujarnya.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menegaskan, seluruh usulan warga yang diterima selama reses akan dirangkum dan diteruskan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar dapat ditindaklanjuti melalui program pemerintah kota.
Ia menyebutkan, persoalan infrastruktur masih menjadi kebutuhan utama masyarakat di banyak wilayah, terutama terkait drainase dan jalan lingkungan yang dinilai membutuhkan perhatian pemerintah.
Selain itu, warga juga mengusulkan
bantuan pemberdayaan ekonomi bagi pelaku UMKM, khususnya bagi ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang ingin mengembangkan usahanya.
“Banyak warga yang berharap adanya bantuan usaha maupun pelatihan UMKM agar ekonomi keluarga bisa lebih meningkat. Ini juga menjadi perhatian kami,” katanya.
Tidak hanya itu, persoalan kartu KIS turut menjadi sorotan masyarakat. Beberapa warga mengeluhkan KIS yang tidak aktif akibat adanya kebijakan pemerintah pusat yang melakukan pendataan ulang melalui kartu keluarga dengan sistem desil.
Hj Umiyati menilai, komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat harus terus dijaga agar berbagai persoalan di lingkungan dapat segera diketahui dan dicarikan solusi bersama.
“Kalau komunikasi berjalan baik, maka kebutuhan masyarakat bisa lebih cepat diketahui. Karena itu kami ingin terus hadir dan membuka ruang dialog dengan warga,” jelas Legislator yang akrab disapa Bunda Ety ini.
Ia juga mengapresiasi partisipasi masyarakat yang aktif hadir dalam setiap kegiatan reses yang digelar. Menurutnya, antusiasme warga menjadi bukti bahwa masyarakat masih memiliki harapan besar terhadap peran DPRD dalam memperjuangkan kepentingan mereka.
Hj Umiyati berharap hasil reses yang telah dilaksanakan dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah kota dalam menentukan program pembangunan yang tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Harapan kami, seluruh aspirasi yang telah disampaikan warga bisa ditindaklanjuti secara bertahap. Kami di DPRD tentu akan terus mengawal agar apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dapat direalisasikan,” tutupnya. (*)
Eric Horas Minta Pemkot Makassar Hadirkan Solusi Konkret Atasi Begal
Nuansa Terkini Makassar,- Wakil Ketua DPRD Makassar, Eric Horas menyoroti maraknya kasus begal yang sering terjadi belakangan ini hingga memakan korban yang didominasi anak muda.
Hal tersebut disampaikannya saat menanggapi keluhan warga soal kasus begal di reses ketiga masa persidangan ketiga tahun sidang 2025/2026 di Jalan Gunung Lompobattang, RT 3 RW 2, Kelurahan Pisang Utara, Kecamatan Ujung Pandang, Jumat (22/5/2026).
Ketua DPC Gerindra Makassar itu meminta pemerintah kota (Pemkot) Makassar untuk menghadirkan solusi kongkrit terhadap kasus ini. Sebab, korban dari begal tidak diakomodir oleh BPJS Kesehatan.
"Nah ini mungkin bisa juga dipikirkan sama Dinas Kesehatan. Karena bagaimanapun itu kan adalah korban. Jadi harus ada penanganan khusus," tegasnya.
Menurut Eric, tidak ada warga yang mau menjadi korban begal. Jika tidak sengaja terkena busur, Dinas Kesehatan harus melayani korban tanpa memikirkan biaya operasi namun mengedepankan kemanusiaan.
"Paling tidak, harus ada solusi dari Dinas Kesehatan memikirkan apabila warga ada yang terkena busur, apalagi korban. Karena memang sekarang marak geng motor," lanjutnya.
Selain itu, langkah mitigasi juga perlu diperhatikan. Dari reses sebelumnya, dia menilai keluhan warga perihal pengadaan kamera CCTV di setiap lorong harus direalisasikan.
Dengan fasilitas tersebut, aktifitas warga bisa dipantau secara real time. Jika ada aksi geng motor, rekamannya bisa menjadi bukti untuk dilaporkan kepada pihak kepolisian.
"Paling tidak sangat gampang dideteksi ketika ada hal-hal kriminal yang dilakukan di jalan-jalan," katanya.
Eric juga mendorong pemberdayaan masyarakat khususnya pemuda. Misalnya, pemerintah kota Makassar bisa memfasilitasi pelatihan skill atau suntikan modal kepada mereka yang mau menjadi wirasussu.
"Bisa juga ada permodalan saya pikir, karena kalau setelah dilatih terus enggak dimaksimalkan, ya terbuang juga, percuma ya," tutupnya. (*)
Kamis, 21 Mei 2026
Reses di Blok 10 Perumnas Antang, Hj Umiyati Edukasi Warga Sampah dan Jagai Anakta'
Nuansa Terkini Makassar, - Anggota DPRD Kota Makassar, Hj Umiyati kembali melanjutkan kegiatan reses ketiga masa persidangan ketiga tahun anggaran 2025-2026, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan reses kali ini dilaksanakan di Jalan Terompet Blok 10 Perumnas Antang, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, dihadiri Lurah Manggala, Babinsa, Babinkamtibmas tokoh masyarakat, tokoh perempuan serta warga sekitar yang antusias menyampaikan berbagai aspirasi.
Dalam sambutannya, Umiyati mengedukasi masyarakat terkait pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga. Ia mengajak warga mulai membiasakan memilah sampah organik dan non organik agar pengelolaan sampah di lingkungan dapat berjalan lebih baik.
Menurutnya, kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan menjadi salah satu kunci menciptakan kawasan yang sehat dan nyaman ditempati.
“Persoalan sampah ini harus menjadi perhatian bersama, mengingat saat ini TPA Antang sudah overload. Mulai dari rumah kita sendiri, mari biasakan memilah sampah organik dan non organik agar lebih mudah dikelola dan tidak menumpuk,” ujarnya.
Selain itu, legislator yang akrab disapa Bunda Ety ini juga mengingatkan pentingnya perhatian orang tua terhadap anak-anak di tengah maraknya fenomena geng motor dan pergaulan bebas yang belakangan meresahkan masyarakat.
Ia mengajak para orang tua untuk lebih aktif mengawasi aktivitas anak, terutama di luar rumah dan penggunaan media sosial agar tidak terjerumus dalam pergaulan negatif.
“Kita semua punya tanggung jawab menjaga generasi muda. Orang tua harus lebih dekat dengan anak-anaknya, memberi perhatian dan pengawasan agar tidak salah pergaulan, Jagai Anakata', tambahnya.
Dalam sesi dialog, warga Blok 10 Perumnas Antang menyampaikan sejumlah usulan dan keluhan. Salah satu persoalan yang paling banyak disoroti yakni banjir yang kerap terjadi setiap musim hujan.
Warga berharap Pemerintah Kota Makassar dapat memberi perhatian khusus terhadap wilayah tersebut, terutama terkait perbaikan drainase dan penanganan banjir yang selama ini menjadi langganan saat curah hujan tinggi.
Selain persoalan banjir, pengelolaan sampah di lingkungan warga juga turut menjadi perhatian masyarakat. Warga berharap adanya peningkatan fasilitas dan pengangkutan sampah agar kondisi lingkungan tetap bersih dan sehat.
Menanggapi hal tersebut, Umiyati menegaskan seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi perhatian dan akan diperjuangkan melalui DPRD Makassar maupun koordinasi dengan instansi terkait di Pemerintah Kota Makassar. (*)
Reses DPRD Makassar, Andi Odhika Cakra Satriawan Prioritaskan Perbaikan Jalan di Berua dan
Nuansa Terkini Makassar,- Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Odhika Cakra Satriawan melanjutkan reses ketiga masa persidangan ketiga tahun sidang 2025/2026 di Kecamatan Biringkanaya, Kamis (21/5/2026).
Dua titik disambanginya kali ini, yaitu Jalan Berua 2 RT 02 RW 05, Keluraham Berua; dan Bumi Permata Sudiang 1 Blok H, RT 1 RW 10, Kelurahan Sudiang.
Odhika hadir untuk menyapa sekaligus mendengarkan keluhan warga selama ini. Sebagaimana tujuan dari reses yang digelar wajib untuk setiap anggota DPRD Makassar.
Beberapa keluhan warga, di antaranya perbaikan jalan, pendataan ulang desil untuk peralihan dari BPJS kesehatan ke Kartu Indonesia Sehat atau KIS untuk layanan kesehatan gratis, dan sarana olahraga.
Legislator dari Fraksi Nasdem itu menyampaikan bahwa perbaikan jalan jadi perhatian utamanya sebab menjadi keluhan terbanyak sepanjang reses termasuk di Berua dan Sudiang.
"Yah kembali lagi masalahnya jalan. Jadi ada tiga jalan di Berua misalnya yang butuh perbaikan jadi ini prioritas," ujarnya.
Menurutnya, jalan yang menjadi keluhan warga cukup memprihatinkan sehingga memang dibutuhkan perbaikan. Dengan begitu, warga atau pendengara bisa nyaman melintas.
Odhika juga mendorong semua warga tidak mampu untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis melalui KIS. Untuk itu, pendataan ulang desil diharapkan cepat dilakukan mengingat banyaknya keluhan.
"KIS juga ini banyak dikeluhkan sama seperti reses sebelumnya. Saya akan sampaikan ke dinas terkait untuk ditindaklanjuti," lanjutnya.
Anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat itu juga mendapat aspirasi perihal penyediaan sarana olahraga di Kelurahan Sudiang.
"Tadi ada juga warga menyampaikan sarana olahraga untuk lapangan voli karena memang ada fasum di sana," katanya.
Dia menegaskan semua aspirasi warga akan ditindaklanjuti. Sebab, di reses sebelumnya, keluhan yang ada sebagian sudah terealisasi. (*).
Reses DPRD Makassar, Budi Hastuti Tampung Keluhan Warga soal Drainase dan Bantuan Sosial
Nuansa Terkini Makassar,- Anggota DPRD Kota Makassar, Budi Hastuti kembali menyapa warga dalam reses ketiga masa persidangan ketiga tahun sidang 2025/2026.
Reses berlangsung di daerah pemilihannya yang mencakup kecamatan Mariso, Mamajang, dan Tamalate atau yang dikenal dengan sebutan Mamarita.
Salah satu titik reses digelar di Jalan Beruang Selatan, RT 01 RW 03, Kelurahan Labuang Baji, Kecamatan Mamajang, Kamis (21/5/2026).
Dalam kesempatan itu, Budi Hastuti yang merupakan legislator dari Fraksi Gerindra itu disambut oleh Sekretaris Lurah Labuang Baji, Syaifuddin dan puluhan warga.
Budi menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan bagian dari upayanya menyerap aspirasi warga sekaligus menjalankan mandat dari reses.
"Saya datang kesini untuk mendengarkan aspirasi warga yang akan menjadi catatan saya nanti untuk disampaikan ke dinas terkait," ucapnya.
Selama reses, dia menerima beberapa keluhan warga namun paling banyak adalah pengerukan sedimentasi di beberapa drainase yang rawan banjir.
"Rata-rata itu karena tadi saya datang di beberapa wilayah-wilayah agak ke dalam itu pengerukan drainasenya. Masih ada banjir di daerah situ, sehingga itu juga yang dibutuhkan," jelas Budi.
Anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat juga mendapat keluhan mengenai penyaluran bansos yang tidak merata. Padahal, masih banyak warga tidak mampu yang layak jadi penerima bantuan.
Dia meminta adanya pendataan ulang. Prosesnya harus dilakukan dengan transparan dan dikawal dengan baik agar tidak ada tebang pilih.
"Masih banyak katanya yang mendapatkan bantuan, yang sebenarnya sudah pindah tapi namanya masih terdaftar. Jadi memang harus updating data," ucap Budi.
Sedangkan untuk penambahan armada sampah, menurutnya, memang harus direalisasikan sebab sampah menjadi salah satu masalah di Makassar.
"Mereka mau armada sampahnya ditambah karena ada beberapa unit yang sudah tidak layak beroperasi sedangkan sampah warga itu banyak," lanjutnya.
Dengan beberapa aspirasi tersebut, Budi memastikan semuanya akan ditindaklanjuti. Dia juga menyatakan siap untuk mengawalnya hingga terealisasi.
"Insya Allah nanti semua ini akan menjadi hasil aspirasi saya di hasil reses dan saya akan coba kawal berdasarkan dinas-dinas terkait yang ada di hasil-hasil reses saya," tukasnya. (*)
Rabu, 20 Mei 2026
Reses DPRD Makassar, Rezki Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah
Nuansa Terkini Makassar,- Anggota DPRD Kota Makassar, Rezki kembali menjemput aspirasi warga melalui reses ketiga masa persidangan ketiga tahun sidang 2025/2026.
Kegiatan berlangsung di dua titik, yaitu Jalan Sultan Alauddin, Lorong Salemba, RW 08 RT 05, Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini; dan Jalan Kemajuan, RW 04 RT 02, Kelurahan Maccini Parang, Kecamatan Makassar pada Rabu (20/5/2026).
Reses menjadi agenda rutin yang digelar setiap Anggota DPRD Makassar untuk menyerap aspirasi warga di masing-masing daerah pemilihannya.
Diketahui, legislator dari Fraksi Demokrat itu berasal dari daerah pemilihan yang mencakup kecamatan Rappocini, Makassar, dan Ujung Pandang.
Dalam resesnya, Rezki mengingatkan persoalan sampah. Ia melihat harus ada kesadaran warga untuk memulai menjaga kebersihan.
Hal tersebut bisa dilakukan dengan memilah sampah dari rumah. Memisahkan sampah organik (basah) dan anorganik (kering).
"Kita harus bisa memulai memilah sampah karena ada yang bisa di daur ulang seperti sampah plastik," ucapnya.
Apalagi, kata dia, pemerintah kota Makassar tengah menggalakkan bank sampah, wadah pengolahan sampah untuk daur ulang menjadi nilai ekonomis.
"Kita harus tahu kalau mulai Agustus itu sudah ada anjuran pemilahan sampah dan akan diolah kembali ke bank sampah. Saya rasa ini bagus," lanjut Rezki.
Dengan bank sampah, dia berharap masalah sampah bisa diatasi khususnya penumpukan yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa.
"Kesadaran warga juga perlu karena bank sampah memerlukan sampah dari kita untuk diolah," ucap Anggota Komisi B Bidang Perekomian dan Keuangan.
Selain itu, lampu jalan jadi perhatian dari Rezki. Keluhan itu disampaikan warga di Lorong Salemba lantaran jalanan yang gelap dan rawan terjadi kriminalitas.
"Di sana itu mereka minta lampu jalannya diperbaiki atau kalau bisa ada penambahan," katanya.
Menurut Rezki, lampu jalan memang jadi urgensi untuk dipasang di setiap lorong. Pasalnya, kriminalitas rawan terjadi ketika situasi sudah gelap, pengawasan pun sulit dilakukan.
"Kita akan sampaikan untuk perbaikan, ini menjadi atensi saya nanti biar cepat ditindaklanjuti. Mereka memang butuh penerangan jalan biar ada juga aktivitas di sana," tandasnya.
Reses DPRD Makassar, Andi Odhika Cakra Satriawan Tampung Aspirasi UMKM dan Infrastruktur
Nuansa Terkini Makassar,- Anggota DPRD Kota Makassar, Rezki kembali menjemput aspirasi warga melalui reses ketiga masa persidangan ketiga tahun sidang 2025/2026.
Kegiatan berlangsung di dua titik, yaitu Jalan Sultan Alauddin, Lorong Salemba, RW 08 RT 05, Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini; dan Jalan Kemajuan, RW 04 RT 02, Kelurahan Maccini Parang, Kecamatan Makassar pada Rabu (20/5/2026).
Reses menjadi agenda rutin yang digelar setiap Anggota DPRD Makassar untuk menyerap aspirasi warga di masing-masing daerah pemilihannya.
Diketahui, legislator dari Fraksi Demokrat itu berasal dari daerah pemilihan yang mencakup kecamatan Rappocini, Makassar, dan Ujung Pandang.
Dalam resesnya, Rezki mengingatkan persoalan sampah. Ia melihat harus ada kesadaran warga untuk memulai menjaga kebersihan.
Hal tersebut bisa dilakukan dengan memilah sampah dari rumah. Memisahkan sampah organik (basah) dan anorganik (kering).
"Kita harus bisa memulai memilah sampah karena ada yang bisa di daur ulang seperti sampah plastik," ucapnya.
Apalagi, kata dia, pemerintah kota Makassar tengah menggalakkan bank sampah, wadah pengolahan sampah untuk daur ulang menjadi nilai ekonomis.
"Kita harus tahu kalau mulai Agustus itu sudah ada anjuran pemilahan sampah dan akan diolah kembali ke bank sampah. Saya rasa ini bagus," lanjut Rezki.
Dengan bank sampah, dia berharap masalah sampah bisa diatasi khususnya penumpukan yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa.
"Kesadaran warga juga perlu karena bank sampah memerlukan sampah dari kita untuk diolah," ucap Anggota Komisi B Bidang Perekomian dan Keuangan.
Selain itu, lampu jalan jadi perhatian dari Rezki. Keluhan itu disampaikan warga di Lorong Salemba lantaran jalanan yang gelap dan rawan terjadi kriminalitas.
"Di sana itu mereka minta lampu jalannya diperbaiki atau kalau bisa ada penambahan," katanya.
Menurut Rezki, lampu jalan memang jadi urgensi untuk dipasang di setiap lorong. Pasalnya, kriminalitas rawan terjadi ketika situasi sudah gelap, pengawasan pun sulit dilakukan.
"Kita akan sampaikan untuk perbaikan, ini menjadi atensi saya nanti biar cepat ditindaklanjuti. Mereka memang butuh penerangan jalan biar ada juga aktivitas di sana," tandasnya.
Reses di Pampang, Hj Umiyati Terima Keluhan Sapi Berkeliaran hingga Usulan Modal UMKM
Nuansa Terkini Makassar,- Anggota DPRD Kota Makassar, Hj Umiyati kembali melanjutkan kegiatan reses ketiga masa persidangan ketiga tahun anggaran 2025-2026, di RW 001 RT 008, Kelurahan Pampang, Kecamatan Panakkukang, Rabu (20/6/2026).
Reses dihadiri Lurah Pampang, Andi Quandy Ayatullah, Babinsa, FKPM, tokoh masyarakat, dan RT/RW setempat.
Dalam sambutannya, Hj Umiyati menyampaikan bahwa kegiatan reses merupakan momentum penting bagi anggota dewan untuk mendengar langsung berbagai aspirasi dan persoalan masyarakat di wilayahnya.
Menurutnya, seluruh masukan warga akan menjadi catatan untuk diperjuangkan dan dikoordinasikan dengan pemerintah kota maupun instansi terkait.
“Kegiatan reses ini menjadi wadah bagi kami untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan dan keluhan masyarakat. Semua aspirasi yang disampaikan tentu akan kami tindak lanjuti,” ujar Hj Umiyati.
Dalam kegiatan itu, warga menyampaikan sejumlah aspirasi dan keluhan yang selama ini terjadi di lingkungan mereka. Salah satu persoalan yang paling banyak dikeluhkan yakni keberadaan hewan ternak sapi yang berkeliaran bebas di area permukiman warga.
Masyarakat menilai kondisi tersebut sudah cukup meresahkan karena mengganggu kenyamanan warga serta membahayakan pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Warga meminta kepada dewan agar dapat berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penindakan terhadap pemilik hewan ternak sapi yang membiarkan ternaknya berkeliaran bebas.
“Persoalan ini sudah lama terjadi, tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata dari dinas terkait. Kami berharap ada solusi agar masyarakat bisa merasa nyaman,” ujar Bang Leo selaku Ketua RW 001 saat menyampaikan aspirasinya.
Sementara itu, Lurah Pampang
Andi Quandy Ayatullah, mengungkapkan, pihak kelurahan telah berupaya menindaklanjuti persoalan tersebut dengan membuat petisi dan meminta dukungan warga agar segera mendapat perhatian dari instansi terkait.
Menurutnya, persoalan hewan ternak sapi yang berkeliaran memang sudah cukup lama menjadi keluhan masyarakat di wilayah Kelurahan Pampang.
“Terkait hewan ternak sapi ini, kami sudah membuat petisi dan meminta dukungan warga agar hal ini segera ditindaklanjuti. Karena memang sudah cukup meresahkan masyarakat,” ujarnya.
Selain persoalan ternak sapi, warga juga mengusulkan adanya bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM guna membantu meningkatkan perekonomian masyarakat.
Usulan tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah agar pelaku usaha kecil dapat lebih berkembang dan memiliki daya saing.
Menanggapi hal itu, Hj Umiyati menegaskan akan berkoordinasi dengan OPD terkait agar persoalan yang disampaikan masyarakat dapat segera memperoleh solusi.
Ia juga berharap adanya sinergi antara pemerintah dan masyarakat agar persoalan lingkungan maupun pemberdayaan ekonomi warga dapat ditangani secara maksimal. (*)
William Temui Warga Tallo, Janji Kawal Penanganan Banjir dan Air Bersih
Nuansa Terkini Makassar,- Anggota DPRD Kota Makassar, William memulai reses kedua masa persidangan kedua tahun sidang 2025/2026 dengan menyapa warga di Utara Makassar tepatnya di Kecamatan Tallo, Rabu (20/5/2026).
Tallo merupakan salah satu daerah pemilihan dari William. Selain itu, ada kecamatan Wajo, Bontoala, Ujung Tanah, dan Kepulauan Sangkarrang.
Titik pertama di Kecamatan Tallo berlangsung di Jalan Naja Daeng Nai RT 08 RW 01, Kelurahan Rappokalling. Di mana dihadiri puluhan konstituen dari William.
Reses menjadi agenda rutin yang digelar Anggota DPRD Makassar untuk menyerap aspirasi warga di daerah pemilihannya.
William mendapatkan banyak keluhan dari warga, mulai dari banjir, penyaluran air bersih, hingga sampah. Masalah ini mayoritas dihadapi warga Utara Makassar.
Untuk banjir, dia mengatakan bahwa penyebabnya karena sedimentasi dalam Sungai Tallo yang belum dikeruk secara maksimal. Jika dibiarkan, banjir cepat datang.
"Yang mana memang Sungai Tallo sudah waktunya memang untuk dibersihkan atau dikeruk sedimennya," katanya.
Upaya koordinasi kepada Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang akan dilakukan sebab merekalah yang punya kewenangan.
"Nanti insyaallah saya akan koordinasi dengan provinsi juga, termasuk juga ada keterlibatan di situ Balai," lanjut William.
Lebih lanjut, legislator dari Fraksi PDI Perjuangan itu melihat masalah air bersih harus diselesaikan secara bertahap dan diawasi dengan baik.
"Sekarang timur (Makassar) sudah hampir memadai. Utara sekarang yang menjadi PR. Mudah-mudahan sesuai dengan komitmen dari PDAM bahwa tahun ini semua tuntas utara juga," jelasnya.
Dia juga menyebut kendala air bersih ini adalah pipa yang sudah tua. Sehingga, butuh perbaikan agar cakupan air bersih bisa menyeluruh ke Makassar khususnya di wilayah utara.
"Itu sementara lagi dikerja, termasuk meteran itu. Kemarin itu ada beberapa belas ribu itu, bahkan puluhan ribu, itu lagi semua mau diganti semua," kata Anggota Komisi B Bidang Perekonomian dan Keuangan tersebut.
Terakhir, William mengajak warga untuk menjaga lingkungan lewat pemilahan sampah. Upaya itu bisa di mulai dari sampah rumah tangga sehingga tidak terjadi penumpukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Tamangapa hingga banjir.
"Bagaimana menjaga sampah itu, memilah sampah itu, sehingga tidak menjadi suatu timbunan," tandasnya. (*).
Selasa, 19 Mei 2026
Reses di Tamangapa Raya, Hj Umiyati Serap Aspirasi Warga Soal UMKM, Sampah dan Drainase
Nuansa Terkini Makassar,- Komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat harus terus terjalin dengan baik agar setiap persoalan di wilayah dapat diketahui dan dicarikan solusi bersama.
Demikian disampaikan Anggota DPRD Kota Makassar, Hj Umiyati saat menggelar reses ketiga masa persidangan ketiga tahun anggaran 2025-2026, di Jalan Tamangapa Raya 3, RT 001 RW 007, Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, Selasa (19/5/2026).
Menurut Umiyati, reses merupakan wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan mereka agar dapat diperjuangkan melalui jalur pemerintahan.
“Melalui kegiatan reses ini kami ingin mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi yang masuk tentu akan kami catat dan perjuangkan sesuai kewenangan yang ada,” ujarnya.
Politisi perempuan PPP itu juga mengajak masyarakat untuk mulai meningkatkan kesadaran dalam mengelola sampah rumah tangga, baik sampah organik maupun non organik.
Menurutnya, pengelolaan sampah yang baik tidak hanya membantu menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat apabila dimanfaatkan dengan benar.
“Sampah ini sebenarnya bisa bernilai ekonomis jika dikelola dengan baik. Selain lingkungan menjadi bersih, juga dapat membantu mengurangi penumpukan sampah di TPA Antang,” katanya.
Ia menilai persoalan sampah menjadi tanggung jawab bersama sehingga dibutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah tangga.
Dalam kegiatan reses tersebut, warga juga menyampaikan sejumlah aspirasi terkait kebutuhan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah kota.
Kegiatan berlangsung penuh antusias dengan dialog interaktif antara warga dan legislator DPRD Makassar tersebut. (*)















