Jumat, 24 April 2026

Atlet Karate Sulsel Bertolak ke Jakarta, Siap Ukir Prestasi di Seleksi Nasional

 


Nuansa Terkini Makassar,— Langit subuh di Makassar menjadi saksi pelepasan penuh haru dan semangat bagi para atlet Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) Provinsi Sulawesi Selatan. 


Bertempat di Bandara Sultan Hasanuddin, Jumat (24 April 2026) pukul 03.30 WITA, sebanyak delapan atlet resmi diberangkatkan untuk mengikuti seleksi tingkat nasional di Jakarta.


Prosesi pelepasan dipimpin langsung oleh Dansat Brimob Polda Sulsel, Muhammad Ridwan, yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Inkanas Provinsi Sulawesi Selatan. 


Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya menjaga semangat juang, disiplin, serta menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap pertandingan.


“Ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ajang pembuktian diri dan kehormatan daerah. Tunjukkan bahwa Sulawesi Selatan memiliki atlet-atlet terbaik,” pesan Dansat penuh motivasi.


Adapun delapan atlet yang diberangkatkan terdiri dari berbagai kategori, baik kata maupun kumite, yakni Muh. Rafly Saputra (Kata Perorangan Senior), Muh. Faisal Affandi (Kumite -76 Junior Putra), Dewie Aryalinisa Ruslan, Aqilah Ha’ilah Hasfan, dan Aliya Dhyka Fadillah (Kata Beregu Junior Putri), Anissa Faniya MP (Kumite -66 Putri Junior), Alnaufal Pratama Haidar (Kumite -70 Putra Cadet), serta Dzaky Hafiz (Kumite +76 Putra Junior). Mereka didampingi oleh pelatih Zulhadra.


Selain para atlet, dua wasit/juri dari Inkanas Sulsel juga turut diberangkatkan untuk bertugas dalam seleksi nasional, yakni H. Muslimin Russeng dan H. Rahyuddin.


Seleksi nasional ini menjadi gerbang penting bagi para atlet untuk bergabung dalam tim Pengurus Besar Inkanas. Bagi mereka yang berhasil lolos, akan langsung mengikuti training center di Jakarta sebagai persiapan menghadapi Kejuaraan Nasional PB Forki yang dijadwalkan berlangsung pada 9 hingga 13 Mei 2026 di Bandung.


Kegiatan pelepasan ini juga dihadiri oleh sejumlah pengurus Inkanas Sulsel, di antaranya Edward Putra selaku Ketua Harian 2, Nur Alam sebagai Ketua Majelis Sabuk Hitam (MSH), serta Ruslan Maros yang merupakan anggota MSH.


Dengan doa dan harapan yang mengiringi, keberangkatan para atlet ini menjadi simbol tekad dan kebanggaan daerah. Mereka tak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga mengusung harapan besar masyarakat Sulawesi Selatan untuk kembali menorehkan prestasi di kancah nasional. (Ag)

Kapolres Gowa Ucapkan Selamat Harlah ke-92 Gerakan Pemuda Ansor

 


Nuansa Terkini Gowa,- Kepala Kepolisian Resor Gowa, Muhammad Aldy Sulaiman, S.I.K, M.Si beserta staf dan jajaran Polres Gowa menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Lahir ke-92 Gerakan Pemuda Ansor, Jumat (24/4/2026).


Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Gerakan Pemuda Ansor dalam menjaga persatuan, keutuhan bangsa, serta peran aktifnya dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.


Dalam momentum peringatan tahun ini, Kapolres Gowa menegaskan pentingnya sinergi antara Polri dan seluruh elemen pemuda dalam menjaga stabilitas keamanan serta memperkuat semangat kebangsaan.


“Selamat memperingati Hari Lahir ke-92 Gerakan Pemuda Ansor. Semoga terus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan berperan aktif untuk negeri,” ungkap Kapolres Gowa.


Peringatan Harlah ke-92 Gerakan Pemuda Ansor tahun 2026 mengusung tema “Bersatu, Berperan untuk Negeri.” Tema tersebut menjadi pengingat pentingnya kolaborasi dan peran strategis generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa di masa depan.


Polres Gowa berharap momentum peringatan ini semakin mempererat kebersamaan antara Polri dan organisasi kepemudaan dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di tengah masyarakat.


Humas Polres Gowa

DPRD Makassar Tekankan Penguatan UMKM Lewat Program Dinas Koperasi



Nuansa Terkini Makassar,– Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Makmur Burhanuddin kembali menggelar kegiatan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah Angkatan Kedua Tahun Anggaran 2026, di Hotel Karebosi Premier, Jalan Jenderal M Jusuf, Jumat (24/4/2026).


Kegiatan pengawasan kali ini difokuskan pada pembahasan Program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dijalankan oleh Dinas Koperasi Kota Makassar dengan menghadirkan Kadis Koperasi , Arlin Ariesta selaku narasumber utama


Dalam sambutannya, Andi Makmur Burhanuddin menegaskan bahwa sektor UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian masyarakat, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi.


“UMKM adalah hal penting untuk sama-sama kita pikirkan. Pemerintah sudah menyiapkan jalan bagaimana membina UMKM melalui program-program yang telah dipersiapkan,” ujarnya.


Ketua Fraksi PKB DPRD Makassar ini mengungkapkan, pemerintah dalam hal ini berperan sebagai fasilitator yang membuka akses dan memberikan dukungan bagi pelaku usaha UMKM melalui. Karenanya,

keterlibatan DPRD dalam mengawal program-program pemerintah yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat ini sangat penting dilakukan.


“Saya sebagai anggota DPRD Makassar merasa penting untuk hadir di tengah-tengah program yang dapat membantu dan memberikan kemajuan kepada masyarakat,” ungkapnya.



Lebih lanjut, Legislator yang akrab disapan Noval ini mengungkapkan, pihaknya melalui DPC PKB Makassar juga telah berupaya memberikan dukungan kepada pelaku UMKM, meskipun masih dalam skala terbatas.


“Kami di DPC PKB Makassar sudah memberikan beberapa bantuan UMKM, seperti mesin jahit, meskipun jumlahnya masih terbatas,” ungkapnya lagi.


Noval berharap, kegiatan ini dapat menjadi wadah evaluasi sekaligus penguatan sinergi antara pemerintah dan DPRD dalam mendorong kemajuan sektor UMKM di Kota Makassar. (*)

Kamis, 23 April 2026

Jumat Bersih di Ujung Tanah, Melinda Aksa Dorong Pembentukan Bank Sampah Setiap RW



Nuansa Terkini Makassar,— Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri melaksanakan kegiatan Jumat Bersih di Kecamatan Ujung Tanah, sebagai bagian dari upaya mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, Jumat (24/4/2026).


Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Camat Ujung Tanah, Andi Unru, Ketua TP PKK Kecamatan Ujung Tanah, Andi Hany Unru serta jajaran pengurus Dekranasda dan TP PKK Kota Makassar. 


Dalam agenda tersebut, rombongan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik lingkungan dengan berjalan kaki, menyusuri kawasan permukiman warga sambil memantau kondisi kebersihan.


Dalam kesempatan itu, Melinda menekankan pentingnya pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Ia berharap setiap Rukun Warga (RW) dapat memiliki bank sampah sebagai solusi konkret dalam mengurangi volume sampah.


“Ke depan, saya harapkan di setiap RW sudah ada bank sampah masing-masing. Ini bukan hanya soal kebersihan, tapi juga bagaimana sampah bisa dikelola dengan baik dan bernilai,” ujarnya.


Selain itu, ia juga menilai kawasan itu memiliki potensi yang cukup baik untuk dikembangkan sebagai lokasi pengolahan sampah terpadu. Dengan pengelolaan yang tepat, kawasan tersebut dinilai mampu menjadi contoh bagi wilayah lain dalam pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.


Dalam peninjauan tersebut, Ketua TP PKK Kota Makassar juga mengapresiasi kondisi lingkungan yang secara umum sudah terlihat bersih dan tertata. Namun demikian, ia tetap mengingatkan agar kebersihan tersebut dapat dijaga secara konsisten.


“Kawasan ini sudah cukup bersih, dan ini harus terus dijaga. Masih ada beberapa titik yang perlu perhatian karena masih ditemukan warga yang membuang sampah tidak pada tempatnya,” tambahnya.


Tak hanya meninjau, Melinda juga menyempatkan diri menyapa warga setempat. Ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan membiasakan diri memilah sampah dari rumah, sebagai langkah awal menuju pengelolaan sampah yang lebih efektif.


Kegiatan Jumat Bersih ini diharapkan dapat menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan warga dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kota Makassar.

DPRD Wajo Sharing Pengawasan Pembangunan Lewat ke DPRD Makassar



Nuansa Terkini Makassar,— Komisi III DPRD Kabupaten Wajo melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke DPRD Kota Makassar, Kamis (23/4/2026).


Kunjungan ini dilakukan dalam rangka sharing dan bertukar informasi terkait pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD, khususnya terhadap proses perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Kota Makassar.


Pimpinan rombongan Komisi III DPRD Wajo, Sudirman Meru mengungkapkan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas kelembagaan DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan secara optimal.


Ia menjelaskan, pengawasan terhadap pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus utama karena berkaitan langsung dengan penggunaan anggaran daerah serta dampaknya terhadap masyarakat.


“Kami ingin mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif terkait bagaimana fungsi pengawasan dijalankan secara efektif, mulai dari tahap perencanaan program, pembahasan anggaran, hingga pengawasan di lapangan saat proyek berlangsung,” ujarnya.


Menurutnya, pengalaman Kota Makassar dalam mengawal pembangunan infrastruktur dinilai cukup baik dan dapat menjadi referensi bagi DPRD Wajo dalam memperkuat sistem pengawasan yang lebih terukur dan akuntabel.


Ketua Fraksi PAN DPRD Wajo ini menambahkan, melalui kunjungan ini pihaknya juga ingin menggali berbagai strategi dan mekanisme yang diterapkan dalam memastikan setiap program pembangunan berjalan sesuai dengan perencanaan serta tidak menyimpang dari ketentuan yang berlaku.


Selain itu, kata dia, pengawasan yang maksimal juga penting untuk memastikan kualitas pekerjaan infrastruktur tetap terjaga serta mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.


“Fungsi pengawasan DPRD tidak hanya sebatas pada aspek administratif, tetapi juga harus menyentuh substansi pelaksanaan di lapangan. Dengan begitu, setiap pembangunan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” lanjutnya.


Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah dalam menciptakan tata kelola pembangunan yang transparan dan akuntabel.


Melalui kunjungan kerja ini, DPRD Wajo berharap dapat memperoleh masukan dan wawasan baru yang dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan di daerahnya.


Kegiatan ini juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat peran DPRD dalam mengawal kebijakan pembangunan daerah agar berjalan lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran, khususnya dalam sektor infrastruktur yang menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. (*)

Seleksi Pimpinan Baznas Makassar Ditekankan Transparan, Kandidat Diuji Inovasi dan Komitmen

 


Nuansa Terkini Makassar,- Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menggelar seleksi kompetensi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Makassar untuk masa kerja 2026–2031. 


Kegiatan tersebut berlangsung di ruang rapat Sekretaris Daerah (Sekda) Kantor Balai Kota Makassar, Kamis (23/4). Sebanyak 64 peserta sebelumnya telah mengikuti tahapan seleksi berupa Computer Assisted Test (CAT) dan penulisan makalah.


Seleksi ini merupakan bagian dari upaya memastikan calon pimpinan Baznas memiliki kapasitas, integritas, serta pemahaman yang baik dalam pengelolaan zakat secara profesional dan akuntabel.


Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly, menegaskan proses seleksi dilakukan secara terbuka dan objektif guna menghasilkan figur-figur terbaik yang mampu mengemban amanah pengelolaan zakat di Kota Makassar.


“Seleksi ini bertujuan untuk menjaring calon pimpinan Baznas yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga integritas dan komitmen dalam mengelola zakat secara transparan dan akuntabel,” ujarnya.


Ia menambahkan, Baznas memiliki peran strategis dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah.


Menurutnya, pimpinan Baznas ke depan diharapkan mampu berinovasi serta memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola zakat.


“Kami berharap pimpinan yang terpilih nantinya mampu meningkatkan kinerja Baznas, menghadirkan inovasi dalam pengelolaan zakat, serta membangun kepercayaan masyarakat,” kata Andi Zulkifly.


Proses seleksi ini melibatkan tim panitia seleksi yang akan menilai para peserta berdasarkan sejumlah aspek, mulai dari kompetensi manajerial, pemahaman syariah, hingga pengalaman di bidang pengelolaan zakat.


Terpisah, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Makassar, Moh Syarief, mengatakan wawancara dilakukan secara menyeluruh oleh tim panitia seleksi (pansel) guna menggali lebih dalam kapasitas dan kualitas para calon pimpinan.


“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan tahap wawancara hari kedua. Sebelumnya, para peserta telah mengikuti CAT dan penulisan makalah, serta sudah mengetahui hasilnya. Pada tahap ini, seluruh peserta akan diwawancarai langsung oleh tim pansel,” ujarnya.


Ia menjelaskan, setiap peserta akan bertemu dengan seluruh anggota tim pansel untuk memastikan proses seleksi berjalan objektif dan transparan.


“Sebanyak 64 peserta ini akan bertemu dengan seluruh tim pansel. Dengan metode ini, kami berharap bisa melihat secara lebih komprehensif kualitas masing-masing calon pimpinan Baznas,” tambahnya.


Menurut Syarief, melalui tahapan wawancara ini, tim pansel dapat menilai aspek inovasi, komitmen, serta kesungguhan para peserta dalam mengemban amanah sebagai pimpinan Baznas ke depan.


Pemerintah Kota Makassar, lanjutnya, juga menaruh harapan besar agar pimpinan Baznas yang terpilih mampu menghadirkan terobosan dan inovasi, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang terus berkembang.


“Kami berharap calon pimpinan Baznas memiliki inovasi dan kreativitas, apalagi dalam menghadapi dinamika seperti pascapandemi, bencana, hingga kondisi global saat ini. Baznas harus mampu beradaptasi dan menjawab tantangan zaman,” jelasnya.


Selain itu, ia menekankan pentingnya optimalisasi pengelolaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang tersebar di masjid-masjid sebagai potensi besar dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.


“Kami berharap mereka memiliki kemampuan mengelola UPZ dengan baik, sehingga dapat menjadi peluang besar untuk membantu pelaku UMKM maupun masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Syarief.


Ia menambahkan, peran Baznas ke depan sangat strategis dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam penguatan ekonomi kerakyatan dan penanggulangan kemiskinan.


Tahapan seleksi ini akan terus berlanjut hingga terpilih pimpinan Baznas Kota Makassar yang dinilai paling memenuhi kriteria untuk masa kerja 2026–2031.


"Hasil dari seleksi kompetensi ini selanjutnya akan menjadi dasar dalam penetapan pimpinan Baznas Kota Makassar periode 2026–2031," jelasnya. (*)

DWP Kota Makassar Gelar Rapat Kerja, Perkuat Sinergi dan Hadirkan Program Berdampak

 


Nuansa Terkini Makassar,— Dharma Wanita Persatuan Kota Makassar menggelar Rapat Kerja (Raker) yang menghadirkan seluruh unit kerjanya sebagai upaya memperkuat sinergi serta menyusun program kerja yang lebih terarah dan berdampak bagi masyarakat. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Aston Makassar, Kamis (23/04/2026).


Rapat kerja tersebut turut menghadirkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar, drg. Ita Anwar, yang memberikan penguatan terkait peran strategis perempuan dalam pembangunan serta pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan anak.


Dalam pemaparannya, drg. Ita Anwar menekankan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam menciptakan keluarga yang tangguh serta lingkungan sosial yang aman dan inklusif. Ia juga mengajak seluruh anggota DWP untuk terus menjadi agen perubahan dalam isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.


Sementara itu, Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kota Makassar, Hj. Fatma Wahyuddin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Dharma Wanita Persatuan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga harus mampu melahirkan program-program yang berdampak nyata.


“Rapat kerja ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi ruang untuk melahirkan gagasan dan inovasi. Saya berharap seluruh anggota DWP Kota Makassar dapat terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat kebersamaan, serta menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya perempuan dan anak,” ujarnya.


Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah serta lintas sektor agar setiap program dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.


“Peran perempuan hari ini sangat strategis. Kita harus menjadi bagian dari solusi, menjadi penguat keluarga, sekaligus motor penggerak dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik,” tambahnya.


Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Makassar, Ny. Vivi Andriani Mahyuddin, dalam sambutannya menegaskan bahwa rapat kerja ini merupakan langkah strategis dalam menyatukan visi dan arah kebijakan organisasi ke depan.


“Rapat kerja ini menjadi momentum untuk menyatukan visi dan langkah kita bersama. Saya berharap seluruh unit kerja dapat menyusun program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.


Ia juga mengajak seluruh anggota untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat kolaborasi, serta menjaga semangat kebersamaan dalam menjalankan program organisasi.


“Dengan kebersamaan dan komitmen yang kuat, saya yakin Dharma Wanita Persatuan Kota Makassar akan semakin berperan aktif dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam pemberdayaan perempuan dan peningkatan kesejahteraan keluarga,” tutupnya.


Rapat kerja ini berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme, ditandai dengan diskusi interaktif serta penyampaian berbagai program unggulan dari masing-masing unit kerja. Diharapkan, hasil rapat kerja ini mampu memperkuat peran DWP Kota Makassar tidak hanya secara internal organisasi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.

TP PKK Kota Makassar Sosialisasikan Gelari Pelangi: Wujudkan Kota Unggul, Inklusif, dan Berkelanjutan



Nuansa Terkini Makassar,– TP PKK Kota Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan kota yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan. Hal tersebut terlihat dalam sosialisasi Gelari Pelangi yang digelar di Auditorium Gedung PKK pada Kamis, 23 April 2026. 


Gelar Pelangi merupakan bagian dari program unggulan dari upaya TP PKK khususnya pokja II untuk mengoptimalkan program pemberdayaan keluarga melalui berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.


Acara ini dibuka oleh Sekretaris TP PKK Makassar, Faridah Kadir, yang mewakili Ketua TP PKK Makassar. Dalam sambutannya, Faridah Kadir menyampaikan betapa pentingnya acara ini sebagai bukti komitmen TP PKK dalam mengembangkan program-program pemberdayaan keluarga dan masyarakat di Kota Makassar.


“Acara Gelar Pelangi ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga merupakan bentuk nyata dari upaya kami dalam mewujudkan Kota Makassar yang lebih unggul, inklusif, dan berkelanjutan. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif, tidak hanya untuk ibu-ibu rumah tangga, tetapi juga untuk seluruh keluarga di Makassar,” ujar Faridah Kadir.


Lebih lanjut, Faridah mengungkapkan bahwa acara ini juga memberikan ruang untuk lebih memperkenalkan berbagai program unggulan yang telah dilaksanakan oleh TP PKK, terutama dalam pemberdayaan ekonomi keluarga dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Program seperti pembinaan UMKM, peningkatan keterampilan, dan pengembangan sektor ekonomi lainnya, menjadi fokus utama dalam mewujudkan tujuan tersebut.


“Kami percaya, dengan adanya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, kita bisa menciptakan perubahan yang signifikan dalam kehidupan masyarakat, terutama bagi keluarga yang membutuhkan dukungan,” tambahnya.


Ketua Pokja III TP PKK Makassar, Indrawaty, juga turut memberikan penjelasan mengenai beberapa program prioritas yang menjadi fokus Pokja II. Dalam penjelasannya, Indrawaty menyebutkan bahwa tahun ini Pokja II juga akan berfokus pada dua hal, yaitu pemberdayaan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan BKB (Bina Keluarga Balita).


“Di tahun ini, kami fokus pada pembinaan PAUD dan BKB. Kami berharap program ini bisa meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak di Kota Makassar, serta memberikan dukungan yang lebih baik kepada keluarga yang memiliki balita,” ungkap Indrawaty.


Selain itu, Indrawaty juga menyoroti pentingnya pembinaan UMKM dalam mendorong peningkatan ekonomi keluarga. “Selama setahun terakhir, kami telah mendampingi lebih dari 150 UMKM dari berbagai kelurahan di Makassar. Dari produk yang awalnya sederhana, kini banyak yang sudah memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha), PRT (Pendaftaran Rencana Tempat Usaha), dan bahkan produk halal,” tambah Indrawaty.


Indrawaty juga menegaskan bahwa TP PKK terus berkomitmen untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dan mendorong tumbuhnya usaha yang dapat berkontribusi pada perekonomian keluarga. “Kami akan terus melakukan pembinaan dan mendorong lebih banyak UMKM, terutama yang berada di kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok marginal lainnya,” kata Indrawaty.


Kegiatan Gelar Pelangi ini juga menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Ketua Bidang II TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Sri Astuti Thamrin, serta Lily Nuryah, founder PT Bunly Abadi Bersama, yang telah sukses dalam mengembangkan UMKM di tingkat nasional dan global.


Sri Astuti Thamrin dalam materinya menjelaskan tentang dua pilar utama dalam program Gelar Pelangi, yaitu Pilar Pendidikan dengan program “Rumah Dilan” dan Pilar Keterampilan dengan program “Kampung Mandiri.”


“Pilar pertama, Rumah Dilan, berfokus pada program pendidikan yang mencakup wajib belajar 12 tahun, lifelong learning, keterampilan lokal, akses digital, peningkatan tutor, serta perhatian khusus kepada kelompok rentan dan generasi Z,” ujar Sri Astuti.


“Pilar kedua, Kampung Mandiri, mendorong terbentuknya UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) PKK, koperasi PKK, dan UMKM binaan PKK yang bisa menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat keluarga,” tambahnya.


Sedangkan, Lily Nuryah, Founder PT Bunly Abadi, berbagi pengalamannya dalam membangun dan mengembangkan UMKM hingga tembus pasar nasional dan global. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak datang dengan mudah, tetapi melalui perencanaan yang matang dan pemahaman mendalam tentang pasar.


“PKK harus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pemahaman dan pendampingan yang dibutuhkan agar UMKM lokal bisa berkembang dan bersaing di pasar yang lebih besar,” ujar Lily Nuryah.


Lily juga menyebutkan pentingnya pemberdayaan ekonomi keluarga untuk menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan. “Kami percaya bahwa dengan memberdayakan UMKM, kita tidak hanya menciptakan peluang ekonomi, tetapi juga membuka ruang bagi keluarga untuk lebih mandiri,” tambahnya.


Melalui kegiatan ini TP PKK berharap agar acara ini bisa menjadi jembatan untuk terus mendukung pemberdayaan perempuan, keluarga, dan masyarakat dalam rangka mewujudkan Kota Makassar yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan.




Peringati Hari Bumi 2026, Siswa SD Negeri Pongtiku 1 Gelar Aksi Nyata Peduli Lingkungan



Nuansa Terkini Makassar,– Dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026, SD Negeri Pongtiku 1 menggelar serangkaian kegiatan edukatif dan aksi nyata peduli lingkungan yang melibatkan seluruh siswa. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini kepada para peserta didik.


Berbagai kegiatan dilakukan, mulai dari kunjungan edukasi hingga aksi bersih-bersih lingkungan. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang tidak hanya sebagai peringatan seremonial, tetapi juga sebagai pembelajaran langsung bagi siswa tentang pentingnya menjaga bumi.


Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah kunjungan edukasi ke Ekowisata Lantebung di Kelurahan Bira pada 20 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 5 yang diajak melihat langsung ekosistem mangrove.


Dalam kunjungan tersebut, siswa mendapatkan edukasi mengenai bentuk pohon mangrove, fungsi ekologisnya, serta manfaatnya dalam melindungi pesisir Kota Makassar dari abrasi air laut. Pembelajaran dilakukan secara langsung di alam terbuka sehingga siswa lebih mudah memahami materi.


Selain itu, siswa kelas 4 juga mengikuti kegiatan Gerakan Wisata Bersih di Anjungan Pantai Losari pada 15 April 2026. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk outing class yang menyenangkan sekaligus edukatif.


Para siswa melakukan aksi bersih-bersih sampah plastik di area wisata tersebut. Dari kegiatan ini, mereka berhasil mengumpulkan sebanyak tiga kantong sampah setelah menyisir area anjungan.


Kegiatan lainnya adalah Pawai Hari Bumi yang dilaksanakan pada 21 April 2026. Pawai ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 dengan mengenakan kostum kreatif hasil karya sendiri.


Beragam kostum ditampilkan, mulai dari tema hewan laut, tumbuhan, serangga, hingga pakaian adat dan wastra khas Sulawesi Selatan. Para siswa berjalan mengelilingi lingkungan sekolah dan permukiman warga sekitar.


Kegiatan ini diinisiasi oleh Plt Kepala Sekolah SD Negeri Pongtiku 1, Syahruni Hambali, S.Pd., M.Pd, bersama seluruh guru dan tenaga pendidik, serta diikuti oleh 360 siswa.


Dalam keterangannya, Kepala Sekolah Syahruni Hambali mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata edukasi lingkungan bagi siswa.


“Kegiatan ini kami laksanakan untuk memperingati Hari Bumi sekaligus memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan sejak dini,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa edukasi lingkungan tidak cukup hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi perlu pengalaman langsung di lapangan agar lebih membekas bagi siswa.


“Kami ingin anak-anak tidak hanya tahu secara teori, tetapi juga merasakan langsung bagaimana menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” jelasnya.


Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mendukung program pemerintah Kota Makassar, khususnya dalam mewujudkan Makassar bebas sampah.


“Kami berharap melalui kegiatan ini, siswa dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, baik di rumah maupun di masyarakat,” lanjutnya.


Ia juga menekankan bahwa keterlibatan berbagai pihak menjadi kunci sukses terselenggaranya kegiatan ini, mulai dari guru, orang tua, hingga masyarakat sekitar.


“Dukungan orang tua dan masyarakat sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” katanya.


Lebih lanjut, Syahruni menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari langkah SD Negeri Pongtiku 1 menuju Sekolah Adiwiyata Mandiri.


“Melalui kegiatan ini, kami ingin mempersiapkan sekolah menjadi lingkungan yang tidak hanya bersih, tetapi juga berbudaya peduli lingkungan secara berkelanjutan,” tutupnya.

Rabu, 22 April 2026

DPRD Makassar Desak Sanksi Tegas Sekolah yang Gelar Perpisahan di Luar Sekolah

 


Nuansa Terkini Makassar,— Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar mendesak penegakan larangan perpisahan di luar sekolah dan meminta Dinas Pendidikan (Disdik) menjatuhkan sanksi tegas. Masih maraknya sekolah yang menggelar kegiatan perpisahan di luar lingkungan sekolah terjadi meski larangan resmi telah dikeluarkan Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan.


Ketua Komisi D DPRD Makassar, Ari Ashari Ilham, mengatakan surat edaran tersebut belum berjalan efektif karena masih ditemukan pelanggaran di lapangan. Ia menegaskan, larangan pelaksanaan perpisahan di luar sekolah bukan kebijakan baru. DPRD, kata dia, sejak beberapa tahun terakhir telah berulang kali mendorong agar kegiatan serupa dihentikan karena berpotensi membebani orang tua siswa.


“Belajar dari tahun sebelumnya, meskipun surat edaran telah disampaikan secara tegas, masih banyak pelanggaran yang terjadi tanpa diikuti pemberian sanksi. Dari tahun-tahun sebelumnya kami sudah memberikan rekomendasi agar kegiatan seperti ini dihentikan,” bebernya saat dikonfirmasi, Rabu (22/4/2026).


“Tetapi faktanya di lapangan masih terjadi indikasi ketidakpatuhan sekolah-sekolah terhadap surat edaran yang sudah diberikan. Ini menunjukkan bahwa aturan yang ada belum dijalankan secara maksimal,” tambahnya.


Ia menyebut masih adanya sekolah yang tetap melaksanakan kegiatan perpisahan di luar sekolah harus menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan karena berpotensi menjadi preseden buruk jika dibiarkan berulang.


“Kalau memang ada sekolah yang tetap menggelar kegiatan di luar sekolah setelah ada larangan resmi, maka harus ada tindakan tegas. Kepala sekolahnya harus diberikan sanksi jika terbukti mengabaikan surat edaran itu. Jangan sampai surat edaran yang dikeluarkan pemerintah hanya dianggap formalitas, atau hanya jadi pembungkus kacang. Kami tidak mau aturan yang sudah diterbitkan justru diabaikan oleh sekolah-sekolah,” tegasnya.


Ia menilai praktik acara perpisahan di luar sekolah selama ini kerap menimbulkan beban tambahan bagi wali murid. Tidak sedikit kegiatan yang dibiayai melalui iuran atau patungan antar siswa di masing-masing kelas.


“Setiap tahun pola yang kita temukan hampir sama. Biasanya dilakukan perpisahan antar kelas, lalu ada pengumpulan biaya dari siswa untuk menyewa tempat, konsumsi, transportasi, dan lain sebagainya. Ini yang kami tidak mau, karena pada akhirnya membebani orang tua. Sekolah seharusnya lebih peka terhadap kondisi ekonomi masyarakat,” katanya.


Ia memastikan persoalan tersebut akan menjadi perhatian serius Komisi D DPRD Makassar. Setelah agenda bimbingan teknis selesai, pihaknya akan memanggil Dinas Pendidikan Kota Makassar guna meminta penjelasan sekaligus mendorong langkah penegakan aturan.


“Setelah kami selesai bimtek, Komisi D akan memanggil Dinas Pendidikan. Kami akan memberikan rekomendasi agar surat edaran ini benar-benar ditegakkan dan dijalankan secara efektif. Harus ada dampak di lapangan, bukan hanya sekadar surat yang beredar. Kami juga meminta sanksi tegas bagi sekolah mana pun yang terbukti mengabaikan aturan tersebut,” tuturnya.(*)

Selasa, 21 April 2026

Polisi Ungkap Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak di Makassar, Tiga Pelaku Diamankan

 


Nuansa Terkini Makassar, — Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) mengungkap kasus tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi di Kota Makassar. Pengungkapan kasus ini berdasarkan Laporan Polisi Nomor 379 tertanggal 14 April 2026.


Peristiwa tersebut terjadi pada 14 Januari 2026, dengan korban berinisial SA (18), perempuan asal Makassar. Saat kejadian, korban masih berusia 17 tahun.


Kabid Humas Polda Sulsel, Didit, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus ini.


“Tiga tersangka yang diamankan masing-masing berinisial FK (17), seorang pelajar, kemudian MR (21) dan MOHA (21), yang keduanya belum bekerja dan berdomisili di wilayah Mamajang, Makassar,” ujarnya.


Direktur Reserse Kriminal Umum PPA dan PPO Polda Sulsel, Direktur PPA dan PPO Polda Sulsel, menjelaskan kronologi kejadian bermula pada 4 Januari 2026 saat tersangka FK berkenalan dengan korban melalui media sosial Instagram.


“Setelah berkomunikasi, tersangka mengajak korban bertemu dan menjemput korban di rumahnya. Korban kemudian dibawa ke rumah tersangka, dan di lokasi tersebut sudah menunggu dua pelaku lainnya,” jelasnya.


Di dalam kamar, korban dipaksa untuk melayani ketiga pelaku secara bergantian. Karena merasa takut, korban akhirnya menuruti keinginan para pelaku.


Kasubdit PPO Polda Sulsel, Kasubdit PPO Polda Sulsel, menambahkan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan, tidak ditemukan adanya unsur pemberian imbalan kepada korban.


“Korban dipaksa untuk memenuhi keinginan para tersangka. Saat ini korban telah kami rujuk ke UPT PPA untuk pendampingan dan pemeriksaan kondisi psikologis,” ungkapnya.


Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya pakaian yang digunakan saat kejadian, satu unit sepeda motor Yamaha NMAX yang digunakan untuk menjemput korban, serta satu unit handphone merek OPPO A7.


Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 473 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan/atau Pasal 6 Huruf B Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 12 tahun.


Pihak kepolisian menyatakan masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus ini dan tidak menutup kemungkinan adanya korban lain. (***).





Melinda Aksa Apresiasi Pelatihan GPK, Langkah Nyata Wujudkan Pendidikan Setara



Nuansa Terkini Makassar,– Dengan komitmen memperkuat pendidikan inklusi, Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa, resmi membuka Pelatihan Guru Pendamping Khusus (GPK) yang diinisiasi oleh Pokja Bunda PAUD bersama Dinas Pendidikan Kota Makassar di Ballroom Gunung Malino, Karebosi Premier Hotel, Senin (20/4/2026).


Turut hadir dalam kegiatan, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar, Noptiadi, Ketua Pokja Bunda Paud, Titin Florentina, para guru pendamping khusus Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) sekota Makassar, Guru Paud Negeri sekota Makassar serta Guru Paud Swasta sekota Makassar.


Dalam arahannya, Melinda Aksa mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Ia menyebut, inisiasi pelatihan Guru Pendamping Khusus ini telah lama diharapkan sebagai bagian dari penguatan sistem pendidikan inklusi di Makassar.


“Saya sudah lama mendorong agar inisiasi seperti ini dapat dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan, dan hari ini akhirnya terwujud. Tentu saya sangat senang dan mengapresiasi langkah ini sebagai bentuk komitmen bersama,” ujarnya.


Menurutnya, pendidikan merupakan hak dasar setiap anak tanpa terkecuali, termasuk anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus. Karena itu, kehadiran sekolah inklusi dinilai menjadi langkah konkret dalam memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang layak, adil, dan berkualitas.


“Pendidikan adalah hak setiap anak. Tidak boleh ada yang tertinggal. Anak-anak kita yang memiliki kebutuhan khusus juga berhak mendapatkan layanan pendidikan yang setara dan bermutu,” tegasnya.


Lebih lanjut, Melinda menekankan bahwa sekolah inklusi merupakan sebuah komitmen nyata yang harus terus diperkuat melalui berbagai program dan kebijakan yang berpihak pada anak.


Ia juga menyoroti peran strategis Guru Pendamping Khusus (GPK) dalam mendukung keberhasilan pendidikan inklusi. Menurutnya, GPK tidak hanya berfungsi sebagai tenaga pendidik, tetapi juga sebagai pendamping yang memiliki kepekaan tinggi terhadap kebutuhan unik setiap anak.


“Peran Guru Pendamping Khusus sangatlah penting. Mereka bukan hanya mengajar, tetapi juga mendampingi, memahami karakter anak, membangun kepercayaan diri, serta membantu anak-anak tumbuh dan berkembang secara optimal,” jelasnya.


Melinda berharap melalui pelatihan ini, para GPK dapat meningkatkan kapasitas, kompetensi, serta pemahaman dalam memberikan layanan pendidikan yang inklusif dan ramah anak.


Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, tenaga pendidik, hingga masyarakat, untuk bersama-sama memperkuat ekosistem pendidikan inklusi di Kota Makassar.


“Kita ingin memastikan bahwa Makassar menjadi kota yang benar-benar ramah anak, di mana semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik,” tutupnya.


Kegiatan pelatihan ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan inklusi di Kota Makassar, sekaligus memperkuat peran Guru Pendamping Khusus sebagai garda terdepan dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus di lingkungan sekolah.

Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa: Semangat Raden Ajeng Kartini Harus Terus Hidup



Nuansa Terkini Makassar, - Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, mengajak perempuan untuk terus menghidupkan semangat perjuangan emansipasi dalam kehidupan sehari-hari. 


Melinda mengatakan bahwa semangat Raden Ajeng Kartini harus tetap diperjuangkan hingga saat ini. Menurutnya, nilai-nilai perjuangan tersebut masih sangat relevan di tengah perkembangan zaman.


“Jadi hari Kartini itu kita memaknainya melihat bahwa bagaimana semangat Kartini tetap kita perjuangkan sampai hari ini,” ujar Melinda dalam wawancara eksklusif di kanal Youtube Tribun Timur.


Ia menekankan bahwa semangat untuk terus belajar menjadi fondasi utama bagi perempuan agar mampu bersaing dan berkembang. Selain itu, sikap pantang menyerah juga menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan.


“Bagaimana semangat untuk selalu belajar, tak pantang menyerah dan selalu mencari kesempatan bahwa perempuan juga mempunyai kesempatan yang sama dengan laki-laki,” lanjutnya.


Melinda mengatakan menyoroti bahwa perempuan masa kini memiliki peran yang semakin luas termasuk dirinya. 


Meski demikian, ia mengakui bahwa menjalankan berbagai peran sekaligus bukanlah hal yang mudah. Ia pun mengaku harus mengatur prioritas dalam kesehariannya.


"Dan tentunya bagaimana mengatur waktu agar bisa tetap menjalani peran sebagai ibu, istri, sebagai ketua TP PKK, tetap juga sebagai pengusaha. Saya ketua yayasan sebenarnya, Dan saya mengaturnya seperti saya mengurangi peran saya di yayasan karena sekarang kesibukan lebih banyak sebagai ketua tim penggerak PKK," jelasnya.


Untuk itu, Melinda mengatakan perlunya kemampuan untuk menyeimbangkan antara kehidupan keluarga dan aktivitas di luar rumah.


“Menyeimbangkan itu perlu dengan banyak dukungan terutama dari keluarga, dari suami, dari anak-anak dan sekitar yang membantu,” jelasnya.


Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa peran perempuan dalam organisasi PKK sangat besar, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.


“Jadi banyak sekali sebenarnya kami di PKK kan fokus untuk keluarga. Bagaimana kita memberikan pelatihan pemberdayaan perempuan dan pendampingan kepada perempuan,” tuturnya.


Program-program tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari ekonomi, kesehatan hingga pendidikan keluarga. Hal ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan keluarga di masyarakat.


Melinda juga membagikan sosok perempuan yang menjadi inspirasinya, yakni Khadijah binti Khuwailid. Ia mengagumi bagaimana Khadijah mampu menjalankan peran sebagai istri sekaligus pengusaha sukses.


“Saya rasa sosok Khadijah menjadi inspirasi. Bagaimana beliau bisa tetap menjalankan peran sebagai istri Rasulullah dan tetap jadi pengusaha hebat,” ucapnya.


Terkait tantangan perempuan saat ini, Melinda menilai bahwa peluang sebenarnya sudah sangat terbuka luas. Namun, semua kembali pada pilihan dan prioritas masing-masing individu.


“Kesempatan sekarang sangat luas, banyak sekali yang diberikan untuk wanita di pendidikan dan berkarier. Tinggal bagaimana kita memilih dan menentukan prioritas,” jelasnya.


Melinda memberikan pesan khusus kepada perempuan, terutama generasi muda, agar terus berdaya dalam peran apa pun yang dipilih.


“Jadi untuk perempuan-perempuan, pesan saya jangan berhenti belajar,” tegasnya.


Ia juga mengingatkan bahwa menjadi ibu rumah tangga bukan berarti tidak berdaya. Setiap peran memiliki nilai dan kontribusi yang sama pentingnya.


“Kita juga bisa berdaya dengan hanya jadi ibu rumah tangga. Jadi jangan pernah merasa ‘saya hanya ibu rumah tangga, saya tidak berdaya’. Itu salah sekali,” pungkasnya.


Melalui momentum Hari Kartini ini, Melinda Aksa berharap perempuan Indonesia semakin percaya diri dalam mengembangkan potensi diri serta mampu memberikan kontribusi terbaik bagi keluarga dan masyarakat.