Rabu, 30 September 2026

Sekda Makassar Buka Bimtek PBJ, Minta OPD Cermat Persoalan Pengadaan Barang dan Jasa

 


Nuansa Terkini Makassar,- Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar Andi Zulkifly meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) memahami perubahan regulasi pengadaan barang dan jasa (PBJ).


Pemahaman tersebut dinilai penting agar proses pengadaan berjalan tepat aturan, akuntabel, sekaligus mendukung percepatan realisasi anggaran daerah.


Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Pengadaan Secara Elektronik Tahun Anggaran 2026 dengan tema Implementasi dan Tata Kelola Katalog Elektronik Pemerintah berdasarkan Regulasi dari Mekanisme Pengelolaan Katalog Elektronik Terbaru yang Efektif, Akuntabel, dan Berbasis Risiko di Hotel Gammara Makassar, Rabu (30/9).


Kegiatan strategis ini menghadirkan Pengelola Pengadaan Barang/Jasa Ahli Pertama Biro Humas dan Umum KPU RI, Abito Yuwono, serta diikuti oleh para pejabat perencana dan pengelola keuangan SKPD se-Kota Makassar.

​

Sekda Makassar Andi Zulkifly menyoroti capaian realisasi belanja daerah Kota Makassar yang kerap tidak ideal pada awal hingga pertengahan tahun anggaran. Kondisi ini dinilai berbanding terbalik dengan kapasitas fiskal dan pendapatan daerah Kota Makassar yang tergolong sangat baik.

​

"Dampak dari kurang pahamnya pengadaan barang dan jasa ini sangat besar, salah satunya terhadap realisasi belanja kita. Di Kota Makassar, realisasi belanja selalu bermasalah di awal dan pertengahan tahun, nanti di akhir baru dikebut. Bahkan Bapak Wali Kota kerap mengeluhkan kenapa pola realisasi kita tidak pernah ideal," ujar Andi Zulkifly.

​

Ia mengungkapkan, keterlambatan realisasi kerap dipicu oleh keterbatasan sumber daya manusia (SDM) di SKPD yang menguasai regulasi PBJ. Ditambah lagi, aturan pengadaan kerap mengalami penyesuaian, seperti Perpres Nomor 46 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 16 Tahun 2018, hingga Peraturan LKPP Nomor 2 Tahun 2026 yang berlaku mulai 1 September.

​

"Pendapatan kita sangat tinggi, di atas Rp2 triliun. Tetapi kalau pendapatan tinggi, cara belanja kita juga harus cepat dan aman. Salah satu skema terbaik adalah e-purchasing melalui e-katalog karena harganya transparan, penyedianya jelas, dan dapat diakses publik. Namun, pelaksanaannya butuh pemahaman teknis yang kuat dari para pengelola kegiatan," tegasnya.

​

Andi Zulkifly meminta pimpinan SKPD—terutama yang mengelola pagu anggaran besar seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas PU, Dinas Pariwisata, dan Dinas Kebudayaan—untuk mengutus pejabat berwenang dan berkompeten dalam bimtek ini, bukan sekadar pemenuhan formalitas kehadiran.

​

"Kegiatan ini jangan dianggap seremonial. Saya minta setiap SKPD memiliki SDM yang betul-betul paham aturan PBJ dari awal hingga akhir. Hasil bimtek ini harus dibahas kembali di kantor masing-masing, bagikan materinya kepada kasubag perencanaan dan sekretaris dinas, lalu diskusikan bagaimana langkah kita menghadapi skema pengadaan terbaru," imbaunya.

​

Ia menambahkan, Bimtek yang berlangsung selama dua hari ini tidak hanya diisi dengan sosialisasi materi, tetapi juga pelatihan langsung serta simulasi pelaksanaan e-purchasing dan pengadaan barang/jasa konstruksi.


"Kita berharap seluruh unit kerja dapat berakselerasi mempercepat penyerapan anggaran demi mendorong percepatan pembangunan daerah," jelasnya. (*).



Selasa, 29 September 2026

Sekda Makassar Dorong Inovasi PKP III Jadi Role Model Pengembangan UMKM dan Retribusi Sampah

 


Nuansa Terkini Makassar,– Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly, mendorong peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) III Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI melahirkan inovasi yang dapat direplikasi di kecamatan lain.


Hal itu disampaikan Sekda Makassar Andi Zulkifly usai didaulat menjadi mentor peserta PKP III LAN RI di Kota Makassar, Selasa (29/9). Mereka yang dimentori Sekda Makassar Andi Zulkifly yakni Camat Rappocini Yudistira Ekaputra Nugraha, Camat Tallo Andi Husni dan Kabag Organisasi Tata Laksana (Ortala) Setda Makassar.


Sekda Makassar Andi Zulkifly menilai, sejumlah inovasi aksi perubahan yang dikembangkan peserta, khususnya terkait peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi sampah serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perlu diarahkan agar memberikan dampak yang terukur bagi masyarakat.


Menurutnya, inovasi tersebut tidak hanya berhenti sebagai aksi perubahan dalam lingkup peserta, tetapi dapat dikembangkan menjadi model percontohan yang diterapkan di kecamatan lainnya.


“Saya berharap dari inovasi-inovasi ini lahir sebuah role model untuk beberapa kecamatan, khususnya terkait pengembangan UMKM dan pembayaran retribusi sampah secara digital,” kata Andi Zulkifly.


Ia mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar juga telah merencanakan penyusunan blueprint yang nantinya dapat diintegrasikan ke dalam Lontara sebagai bagian dari upaya meningkatkan pendapatan daerah sekaligus memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.


“Ini memang sudah kita rencanakan untuk membuat blueprint, kemudian kita satukan di Lontara dalam rangka peningkatan PAD. Nantinya bisa terhubung dengan inovasi di kecamatan dan kelurahan, termasuk pengembangan UMKM,” ujarnya.


Andi Zulkifly juga meminta peserta tidak membatasi target aksi perubahan hanya pada dua kelurahan dalam jangka pendek.

Ia mendorong perluasan lokus agar dampak inovasi dapat diukur secara lebih komprehensif. 


Untuk Kecamatan Rappocini, misalnya, eks Camat Ujung Pandang ini meminta agar cakupan pengembangan UMKM ditambah sedikitnya lima kelurahan.


“Kalau target jangka pendeknya hanya dua kelurahan, saya minta ditambah. Minimal setengahnya. Misalnya di Rappocini ada lima kelurahan yang menjadi tambahan untuk pengembangan UMKM, saya minta ditambah lima kelurahan,” tuturnya.


Menurut Andi Zulkifly, perluasan sasaran tersebut penting untuk mengetahui efektivitas inovasi sekaligus mengukur dampaknya terhadap pembangunan di tingkat kecamatan.


“Jadi nanti hasilnya akan kita lihat bagaimana dampaknya. Apakah ada peningkatan PAD, bagaimana pelayanan, dan bagaimana peningkatan perekonomian masyarakat di kecamatan tersebut. Semua itu harus terukur,” jelasnya.


Ia menegaskan, keberhasilan aksi perubahan tidak hanya dilihat dari terlaksananya program, tetapi juga dari manfaat dan perubahan yang dihasilkan setelah inovasi diterapkan.


Dengan demikian, inovasi yang lahir melalui PKP III diharapkan dapat menjadi model yang dapat dikembangkan dan direplikasi oleh perangkat daerah maupun kecamatan lainnya di Kota Makassar.

Pokja Bunda PAUD dan Disdik Makassar Sosialisasikan 7 Kebiasaan Baik Anak Indonesia



Nuansa Terkini Makassar, — Pokja Bunda PAUD Kota Makassar bersama Dinas Pendidikan Kota Makassar menggelar sosialisasi 7 Kebiasaan Baik Anak Indonesia dengan tema “Membangun Karakter Sehat, Cerdas, dan Disiplin”.


Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium TP PKK Kota Makassar, 28–30 September 2026, dan diikuti perwakilan guru PAUD serta orang tua murid PAUD se-Kota Makassar. Turut dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar Noptiadi bersama jajaran serta pengurus Pokja Bunda PAUD Kota Makassar.


Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa, membuka kegiatan pada hari kedua pelaksanaan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa anak merupakan investasi terbesar bagi masa depan bangsa.


Menurutnya, anak tidak hanya dipersiapkan sebagai generasi penerus, tetapi juga sebagai generasi yang kelak menentukan arah masa depan Indonesia. Karena itu, pembentukan karakter tidak cukup hanya melalui pengetahuan akademik.


“Anak-anak juga perlu dibiasakan memiliki karakter yang baik, disiplin, mandiri, sehat, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama,” ujarnya, Rabu (29/9/2026).


Melinda menjelaskan, pembentukan karakter dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Melalui 7 Kebiasaan Baik Anak Indonesia, anak dibiasakan untuk bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.


Ia menilai tujuh kebiasaan tersebut dapat menjadi fondasi dalam membangun karakter anak apabila diterapkan secara konsisten dengan pendampingan orang tua, guru, dan lingkungan yang mendukung.


“Dalam pendidikan anak usia dini, pembiasaan memiliki peran penting. Anak belajar tidak hanya dari apa yang disampaikan, tetapi juga dari apa yang dilihat dan dilakukan setiap hari,” jelasny


Karena itu, ia mengajak seluruh peserta tidak menjadikan 7 Kebiasaan Baik Anak Indonesia sekadar program atau slogan, tetapi menerapkannya sebagai budaya yang dimulai dari lingkungan keluarga dan satuan pendidikan.


Melinda juga menekankan pentingnya keteladanan orang tua dan guru. Menurutnya, anak akan lebih mudah membangun kebiasaan positif ketika melihat contoh yang dilakukan secara langsung oleh orang dewasa di sekitarnya.


“Anak hebat lahir dari kebiasaan yang hebat, dan kebiasaan hebat tumbuh dari keteladanan orang dewasa di sekitarnya,” tuturnya.


Selain memberikan sambutan, Melinda Aksa juga membawakan materi bertajuk “Dari Kebiasaan Menjadi Budaya, Peran Bersama dalam Membentuk Anak Indonesia yang Berkualitas”.


Dalam pemaparannya, Melinda menguraikan berbagai langkah yang dapat dilakukan orang tua dan guru PAUD untuk membangun kebiasaan positif hingga menjadi budaya dalam kehidupan anak. 


“Dari kebiasaan baik jadilah budaya, lima tahap yang harus dipahami. Pertama anak dikenalkan tentang anak tahu apa dan mengapa, kemudian dicontohkan, bukan hanya disuruh tapi sebagai orang tua dan guru, kita harus mampu mencontohkan. Kemudian diulang, dibiasakan jadilah budaya, lingkungannya melakukan anak juga akan membudayakan,” ujarnya.


Untuk itu, Melinda mendorong adanya aksi nyata dan keteladanan dalam penerapan kebiasaan yang baik, terutama pada tujuh kebiasaan. “Kebiasaan anak Indonesia hebat yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat dan cepat tidur,” sebutnya.


Sementara itu, materi kedua dibawakan Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Makassar, Titin Florentina P, yang juga merupakan psikolog anak. Ia membawakan materi “Memahami Anak, Membangun Kebiasaan: Perspektif Psikologi dalam Penerapan 7 Kebiasaan Baik Anak Indonesia”.


Titin menjelaskan bahwa pembentukan kebiasaan pada anak perlu mempertimbangkan tahap perkembangan otaknya. Menurutnya, kebiasaan perlu dibentuk melalui proses, bukan sekadar diperintahkan, karena anak membutuhkan relasi yang hangat selain aturan.


“Ada tiga kebutuhan psikologis anak dalam membangun kebiasaan, yakni otonomi dengan memberikan pilihan terbatas dan melibatkan anak dalam membuat jadwal, kompetensi dengan memulai dari langkah yang dapat dilakukan anak lalu meningkatkannya secara bertahap, serta keterhubungan melalui kebiasaan yang dilakukan bersama dengan penuh kehangatan,” jelasnya.


Titin juga menyampaikan lima pesan kunci dalam membangun kebiasaan anak, yaitu pahami anak terlebih dahulu, ulangi dengan sabar, bergerak bersama, menjadi teladan, serta menerapkan pola asuh yang hangat dan tetap tegas. 


“Melalui kolaborasi orang tua, guru, dan lingkungan, 7 Kebiasaan Baik Anak Indonesia diharapkan dapat tumbuh menjadi budaya yang mendukung anak sehat, cerdas, disiplin, percaya diri, dan berkarakter,” pangkasnya.

Senin, 28 September 2026

Di Balik Jeruji, Kapolresta Gowa Titip Pesan: Jadikan Kesalahan sebagai Pelajaran



Nuansa Terkini Gowa,- Di balik pintu ruang Tahanan dan Titipan (Tahti) Polresta Gowa, ada orang-orang yang sedang menjalani proses hukum. Namun bagi Kapolresta Gowa Kombes Pol. Dr. Muh. Yusuf Usman, S.H., S.I.K., M.T., CIPA., mereka bukan sekadar tahanan, melainkan manusia yang masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan menata kembali kehidupannya.


Pesan itulah yang dibawa Kapolresta Gowa saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke ruang Tahti Polresta Gowa, Selasa (29/9/2026).


Kapolresta Gowa hadir didampingi Kasihumas AKP Muh. Syukri, S.Sos., Kasipropam AKP Suhardi, S.H.I., serta Kasat Tahti IPTU Jasman, S.H.


Kunjungan tersebut awalnya merupakan bagian dari pengawasan terhadap kondisi ruang Tahti dan pelaksanaan tugas personel. Namun, suasana berubah menjadi lebih humanis ketika Kapolresta memilih untuk berbicara langsung dengan para tahanan.


Di hadapan mereka, Kapolresta Gowa menyampaikan pesan yang sederhana, namun penuh makna: jangan kehilangan harapan hanya karena sedang berada di balik jeruji.


“Jadikan apa yang sedang saudara jalani ini sebagai pelajaran. Jangan kehilangan harapan untuk menjadi orang yang lebih baik. Setiap orang punya kesempatan untuk berubah,” tutur Kombes Pol. Muh. Yusuf Usman.


Ia mengajak para tahanan untuk menggunakan waktu selama menjalani proses hukum sebagai kesempatan melakukan introspeksi. Kesalahan yang telah terjadi tidak dapat diubah, namun kehidupan setelahnya masih dapat diperbaiki.


“Kalau nanti waktunya kembali kepada keluarga dan masyarakat, pulanglah sebagai orang yang lebih baik. Buktikan bahwa apa yang saudara alami hari ini menjadi pelajaran untuk kehidupan ke depan,” pesannya.


Pesan tersebut disampaikan bukan untuk menghakimi, melainkan untuk mengingatkan bahwa di balik setiap perkara hukum, terdapat manusia dengan keluarga, harapan dan masa depan yang masih bisa diperjuangkan.


Kapolresta Gowa juga mengingatkan para tahanan agar menjaga ketertiban, kebersihan dan kesehatan serta mematuhi seluruh aturan selama berada di ruang Tahti.


Pada kesempatan yang sama, Kapolresta Gowa memberikan arahan kepada personel yang bertugas agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Pengamanan harus tetap kuat, namun pelayanan kepada tahanan harus dilakukan secara manusiawi dan sesuai ketentuan.


“Jaga mereka dengan baik. Laksanakan tugas secara profesional dan humanis. Tetap tegas dalam aturan, tetapi jangan kehilangan sisi kemanusiaan,” tegasnya.


Kapolresta kemudian mengecek langsung kondisi ruang Tahti serta memastikan aspek keamanan dan pelayanan berjalan sebagaimana mestinya.


Sidak tersebut menjadi pengingat bahwa tugas kepolisian bukan hanya tentang penegakan hukum, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan nilai kemanusiaan di setiap ruang pelayanan.


Sebab, di balik sebuah kesalahan, masih ada kesempatan untuk belajar. Di balik sebuah proses hukum, masih ada harapan untuk berubah. Dan di balik pintu Tahti, masih ada manusia yang suatu hari akan kembali mengetuk pintu kehidupan dengan harapan menjadi pribadi yang lebih baik.


Humas Polresta Gowa

Sabtu, 26 September 2026

Makassar Bikers Day Fest 2026 Resmi Dibuka, Semarak Komunitas Otomotif Warnai Kota Makassar

 


Nuansa Terkini Makassar,- Semangat komunitas otomotif mewarnai Kota Makassar melalui pelaksanaan Makassar Bikers Day Fest 2026 yang resmi dibuka di area parkir Phinisi Point Mall, Sabtu (26/9/2026).


Pembukaan kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Makassar sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan event yang melibatkan komunitas dan masyarakat.


Makassar Bikers Day Fest 2026 menjadi ruang bagi para bikers dan komunitas otomotif untuk berkumpul, bersilaturahmi, serta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang telah disiapkan oleh panitia.


Bagi Dinas Pariwisata Kota Makassar, keterlibatan masyarakat dan komunitas dalam sebuah event dinilai dapat menciptakan aktivitas kota yang dinamis sekaligus membuka ruang interaksi dan kolaborasi.


Makassar Bikers Day Fest 2026 dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 26–27 September 2026, dengan melibatkan komunitas serta sejumlah pihak terkait.


Melalui kegiatan tersebut, semangat kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat diharapkan terus tumbuh dalam menghadirkan berbagai kegiatan positif yang turut memperkuat daya tarik Kota Makassar sebagai kota tujuan event dan pariwisata. (*).


Ketua Dekranasda Makassar Hadiri Kriyanusa 2026, Bawa Karya Perajin Lokal ke Panggung Nasional

 


Nuansa Terkini Jakarta,— Ketua Dekranasda Kota Makassar, Melinda Aksa, menghadiri pembukaan Kriyanusa 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Sabtu (26/9/2026).


Kehadiran Melinda menjadi bagian dari upaya Dekranasda Kota Makassar membuka ruang lebih luas bagi para perajin dan pelaku usaha kriya daerah untuk memperkenalkan karya mereka di tingkat nasional.


Tahun ini, Kriyanusa mengangkat tema “Cipta Karya Berkelanjutan, Perajin Mendunia” dengan menghadirkan 410 stan dari berbagai daerah di Indonesia. Pameran yang digelar 26–30 September 2026 di JICC tersebut menempatkan Sumatra Selatan sebagai provinsi ikon.


Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming yang mengajak masyarakat untuk lebih memilih dan menggunakan produk kriya lokal. 


Menurutnya, membeli karya perajin bukan hanya berkaitan dengan transaksi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya sekaligus menggerakkan perekonomian keluarga dan daerah.


“Saya juga menilai Kriyanusa dapat menjadi ruang pertemuan antara tradisi, inovasi, dan akses pasar,” ucapnya.


Karena itu, Ia mengatakan pengembangan produk kriya perlu terus dilakukan agar mampu mengikuti perkembangan zaman sekaligus memiliki daya saing.


Hal tersebut sejalan dengan pandangan Melinda Aksa yang melihat Kriyanusa sebagai ruang bagi Dekranasda Makassar untuk membangun jejaring, bertukar pengalaman, sekaligus melihat berbagai peluang pengembangan produk kriya agar semakin relevan dengan kebutuhan pasar.


“Bagi Dekranasda Kota Makassar, kehadiran kami di Kriyanusa menjadi kesempatan untuk membawa karya perajin Makassar bertemu dengan pasar dan pengunjung dari berbagai daerah,” tuturnya.


Komitmen Dekranasda Makassar ini dibuktikan juga dengan kehadiran booth Dekranasda Kota Makassar yang menampilkan sejumlah produk kriya dan kerajinan khas daerah.


Beragam karya seperti kain tenun, baju bodo, sarung, tas Lagosi, aksesori, hingga produk berbahan alam ditata sebagai representasi kreativitas para perajin binaan Makassar.


Tak hanya membawa produk jadi, Dekranasda Makassar juga menghadirkan langsung perajin eceng gondok untuk memperlihatkan proses pembuatan produk kriya kepada pengunjung. 


Kehadiran perajin secara langsung ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan proses kreatif sekaligus potensi pemanfaatan bahan alam menjadi produk bernilai guna.


“Booth ini sekaligus menjadi ruang promosi untuk memperkenalkan karakter kriya Makassar kepada pengunjung Kriyanusa,” sebutnya.


Melinda mengatakan, partisipasi Makassar dalam Kriyanusa menjadi bagian dari keseriusan Dekranasda untuk terus mendorong perajin daerah agar tidak hanya menghasilkan karya yang bernilai budaya, tetapi juga mampu berkembang mengikuti kebutuhan pasar.


Melalui ajang seperti Kriyanusa, karya-karya perajin Makassar diharapkan semakin dikenal, sekaligus membuka lebih banyak peluang kolaborasi, promosi, dan pengembangan usaha bagi pelaku kriya di daerah.(*)

Jumat, 25 September 2026

Sekda Makassar Cek Kelayakan Lima Koperasi Merah Putih Sebelum Serah Terima

 


​Nuansa Terkini Makassar,— Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar membentuk tim gabungan untuk memverifikasi aset dan fisik bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di lima titik lokasi sebelum dilakukan serah terima secara resmi.


Hal ini berdasarkan Keputusan Wali Kota Makassar Nomor 500.3.2/973/Tahun 2026 tentang Pembentukan Tim Verifikasi dan Validasi Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan dan Kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Kota Makassar.


Lima lokasi Koperasi Kelurahan Merah Putih Mangasa, Koperasi Kelurahan Merah Putih Balang Baru, Koperasi Kelurahan Merah Putih Pai, Koperasi Kelurahan Merah Putih Untia dan Koperasi Kelurahan Merah Putih Tamangapa.


​Pemeriksaan tersebut mencakup keabsahan tanah, keandalan konstruksi bangunan, hingga kelaikan operasional kendaraan operasional yang ada di dalamnya.


Tim verifikasi lintas sektor ini melibatkan sejumlah instansi, antara lain Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Penataan Ruang, Dinas Pertanahan, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Perhubungan, serta instansi kelurahan setempat.


Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly, menyatakan peninjauan lapangan dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana yang dibangun telah sesuai dengan spesifikasi dan standar kertas kerja pemerintah kota.


"Kami membentuk tim ini untuk memverifikasi seluruh kelayakan barang maupun bangunan Koperasi Merah Putih," ujar Sekda Makassar Andi Zulkifly usai meninjau lokasi Koperasi Merah Putih di kawasan Terminal Tamalate, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, Jumat (25/9).


Adapun tim verifikasi dan validasi, sambung Sekda Zulkifly, yakni Dinas PU dan Dinas Penataan Ruang yang memeriksa konstruksi, Dinas Pertanahan serta BPKAD yang mengecek legalitas aset tanah, hingga Dinas Perhubungan.


Menurut mantan Camat Ujung Pandang ini, dari lima lokasi Koperasi Merah Putih yang terbangun di wilayah Pemkot Makassar, tim verifikasi telah mulai melakukan penyisiran sarana pendukung, termasuk dua unit kendaraan operasional yang berada di lokasi Tamalate.


Setelah peninjauan di seluruh lokasi rampung, tim gabungan akan mengagendakan rapat evaluasi menyeluruh untuk mencocokkan hasil temuan lapangan dengan parameter kertas kerja yang telah ditetapkan.

​

Pemkot Makassar menargetkan seluruh rangkaian proses verifikasi di lapangan dapat dirampungkan pada pekan depan. Zulkifly menegaskan, proses serah terima aset dari pihak pengembang atau pengelola kepada Pemkot Makassar hanya akan ditandatangani apabila seluruh item kelayakan terpenuhi.

​

"Target kami verifikasi selesai minggu depan. Setelah pemeriksaan komprehensif selesai, kita akan rapatkan kembali. Jika seluruh kriteria terpenuhi dan dinyatakan layak, baru kita proses berita acara serah terimanya. Namun, jika masih ada item yang belum sempurna, kami tidak akan melakukan serah terima sampai semuanya dirampungkan," tegasnya. (*)




​

Kamis, 24 September 2026

TP PKK Makassar Dalami Model Pemberdayaan Perajin di Kampung Batik Cibuluh

 


Nuansa Terkini Bogor,— Tim Penggerak PKK Kota Makassar berkunjung ke Kampung Batik Cibuluh, Kota Bogor, untuk melihat langsung pengembangan kerajinan batik, pengelolaan kelompok perajin, serta keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ekonomi kreatif, Kamis (24/9/2026).


Kampung Batik Cibuluh memiliki tujuh kelompok batik yang didukung lima galeri. Keberadaan kelompok dan galeri tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan membatik sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.


Dalam pengembangannya, masyarakat sekitar turut dilibatkan dalam berbagai aktivitas di Kampung Batik Cibuluh. Produk yang dihasilkan juga memiliki karakter yang kuat dengan mengangkat berbagai unsur yang lekat dengan Kota Bogor.


Sejumlah merek yang berkembang di Kampung Batik Cibuluh antara lain Gazi Seri, Melinda, Bumiku Batik, Melangit, Kedaung Kujang, Sadulur, Ceri M, serta Batik Pancawati.


Rombongan TP PKK Makassar juga melihat karya Batik Gazi Seri yang dikerjakan oleh perajin Suparmi. Setiap kelompok memiliki karakter produk masing-masing, sehingga menghasilkan beragam corak dan desain batik.


Suparmi mengatakan, proses membatik tidak hanya menjadi kegiatan untuk menghasilkan produk, tetapi juga menjadi ruang bagi para perajin untuk terus mengembangkan keterampilan dan kreativitas.


“Setiap motif punya proses dan ceritanya sendiri. Kami terus belajar dan mengembangkan desain agar batik yang dihasilkan tetap menarik dan memiliki ciri khas,” ujar Suparmi.


Salah satu yang menarik perhatian adalah Batik Melinda yang mengangkat unsur khas Kota Bogor, seperti kujang dan buah pala.


Batik Melinda memiliki sekitar 15 motif, di antaranya Kepala Kujang, Lawang Salapan, Sempur, dan Buah Pala. Motif-motif tersebut menjadi cara perajin menerjemahkan berbagai ikon Kota Bogor ke dalam karya batik.


Melinda menjelaskan, pengembangan motif dilakukan dengan mengangkat berbagai unsur yang dekat dengan kehidupan dan identitas Kota Bogor.


“Kami mencoba menuangkan apa yang menjadi ciri khas Bogor ke dalam motif batik. Jadi, ketika melihat motifnya, orang bisa mengenali unsur daerah yang kami angkat,” kata Melinda.


Pengembangan desain seperti ini menjadi salah satu hal yang dipelajari Tim Penggerak PKK Makassar. Setiap daerah memiliki karakter dan kekayaan budaya yang dapat dituangkan ke dalam produk kerajinan dengan gaya yang khas.


Studi tiru tersebut juga memperlihatkan bahwa keberadaan kelompok perajin dan galeri dapat menjadi wadah untuk mengembangkan keterampilan masyarakat sekaligus memperluas pemasaran produk.


Melalui kunjungan ini, Tim Penggerak PKK Kota Makassar memperoleh gambaran mengenai pengelolaan kampung batik, mulai dari pembentukan kelompok, keterlibatan masyarakat, pengembangan motif, hingga penguatan produk dan merek.


Pengalaman dari Kampung Batik Cibuluh diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Tim Penggerak PKK Makassar dalam mengembangkan kegiatan serupa yang disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan masyarakat Kota Makassar.(*)

Sambangi Program Unggulan Bogor, TP PKK Makassar Gali Inspirasi untuk Makassar

 


Nuansa Terkini Bogor,— Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, memimpin jajaran Tim penggerak PKK Kota Makassar dalam kunjungan studi tiru ke Kota Bogor, Kamis (24/9/2026). 


Kunjungan yang berlangsung di Paseban Sei Baruga, Balai Kota Bogor itu menjadi ruang untuk bertukar pengalaman sekaligus melihat berbagai inovasi yang dapat dikembangkan dalam gerakan PKK di Kota Makassar.


Dalam sambutannya, Melinda menyatakan Bogor dipilih sebagai tujuan studi tiru karena memiliki berbagai program dan inovasi yang menarik untuk dipelajari. 


Baginya, setiap daerah memiliki cara masing-masing dalam menjawab kebutuhan masyarakat, sehingga pengalaman dari Bogor dapat menjadi sumber inspirasi untuk memperkuat program PKK di Makassar.


“Studi tiru ini bukan hanya untuk melihat apa yang dilakukan di Bogor, tapi bagaimana kita bisa belajar dari pengalaman tersebut dan mengembangkan hal-hal yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Makassar,” ujar Melinda.


Ia pun berharap pengalaman yang diperoleh dari kunjungan tersebut dapat menjadi bahan untuk memperkaya gerakan PKK di Makassar, terutama dalam menghadirkan program yang inovatif, relevan dan benar-benar dekat dengan kebutuhan warga.


Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor, Yantie Rachim, mengatakan pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang melihat program kerja, tetapi juga ruang untuk bersilaturahmi, bertukar pengalaman, berbagi inovasi, dan memperkuat jejaring gerakan PKK antarkota.


Yantie juga memperkenalkan rencana penguatan keterlibatan generasi muda melalui konsep “PKK Muda”. 


“Gagasan tersebut diarahkan untuk membuka ruang bagi Gen Z dan milenial agar dapat ikut aktif dalam kegiatan PKK dengan membawa ide serta perspektif yang lebih dinamis,” sebutnya.


Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie Abdu Rachim juga  hadir untuk menyambut jajaran Tim Penggerak PKK Kota Makassar.


Ia menyebut Bogor dan Makassar memiliki sejumlah kemiripan sebagai kota tua di Indonesia, mulai dari kondisi sosial dan ekonomi masyarakat hingga berbagai tantangan perkotaan yang dihadapi.


Wali Kota Bogor itu juga membuka peluang agar kunjungan antarkota dapat dilakukan dalam waktu yang lebih panjang sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat dan turut berdampak pada perekonomian daerah.


Usai agenda penyambutan, jajaran TP PKK Kota Makassar melanjutkan studi tiru ke lokasi berikutnya untuk melihat langsung penerapan 10 Program Pokok PKK di lapangan. (*)

Rabu, 23 September 2026

Pokja Bunda PAUD Makassar Gelar Public Speaking, Perkuat Komunikasi Inspiratif untuk Penguatan PAUD



Nuansa Terkini Makassar,— Pokja Bunda PAUD Kota Makassar menggelar kegiatan Public Speaking bertema “Speak with Confidence, Heart & Impact: Membangun Kepercayaan Diri dan Komunikasi Inspiratif untuk Penguatan PAUD” di Hotel Aryaduta Makassar, Rabu, (23/09/2026).


Kegiatan tersebut diikuti pengurus Pokja Bunda PUAD Kota Makassar, Bunda PAUD Kecamatan dan Kelurahan se-Kota Makassar serta para guru PAUD se-Kota Makassar.


Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa usia dini merupakan fase yang sangat menentukan perjalanan kehidupan setiap individu.


“Pada masa inilah karakter, rasa percaya diri, kemampuan berkomunikasi, serta berbagai potensi dasar setiap individu mulai tumbuh dan berkembang,” ujar Melinda.


Menurutnya, PAUD tidak hanya berbicara mengenai proses pendidikan di dalam kelas, tetapi merupakan ekosistem yang dibangun bersama oleh pemerintah, satuan pendidikan, guru, orang tua, masyarakat, dunia usaha, serta Bunda PAUD.


“Bunda PAUD, kata Melinda, memiliki posisi strategis sebagai figur penggerak, motivator, komunikator, sekaligus mitra bagi berbagai pihak dalam mendorong kemajuan pendidikan anak usia dini.


“Namun, untuk dapat menggerakkan dan menginspirasi, tentu dibutuhkan kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik,” katanya.


Ia menjelaskan, kemampuan public speaking mampu membuat pesan yang disampaikan dapat dipahami, diterima, dan mampu menggerakkan orang lain untuk melakukan kebaikan.


“Untuk itu, seorang Bunda PAUD, lanjutnya, dapat berkomunikasi dengan berbagai pihak, mulai dari guru, orang tua, tokoh masyarakat, pemerintah hingga anak-anak yang memiliki karakter dan kebutuhan berbeda,” tutur Melinda.


Melinda berharap Bunda PAUD mampu menyampaikan berbagai program dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat. Sebab, menurutnya, sebaik apa pun sebuah program, apabila tidak dikomunikasikan dengan baik, akan sulit mendapatkan dukungan dan partisipasi masyarakat.


Ia menekankan, Pemerintah Kota Makassar membutuhkan kolaborasi yang kuat antara Bunda PAUD, pemerintah, guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.


“Jangan takut salah ketika berbicara. Jangan takut untuk tampil. Karena setiap suara yang disampaikan dengan niat baik dapat menjadi awal dari sebuah perubahan,” pesan Melinda.


Selain kemampuan berbicara, Melinda juga mengingatkan pentingnya menjadi pendengar yang baik.


“Komunikasi yang efektif bukan hanya tentang seberapa baik kita berbicara, tetapi juga seberapa baik kita mendengarkan. Ketika kita mau mendengarkan guru, kita akan memahami tantangannya. Ketika kita mau mendengarkan orang tua, kita akan memahami kebutuhannya. Dan ketika kita mau mendengarkan anak, kita akan lebih memahami dunia mereka,” jelasnya.


Ia menambahkan, komunikasi yang baik akan melahirkan kolaborasi, sementara kolaborasi akan melahirkan gerakan bersama dalam membangun PAUD yang semakin berkualitas.


“Dari komunikasi yang baik, lahirlah kolaborasi. Dari kolaborasi, lahirlah gerakan. Dan dari gerakan bersama, kita dapat membangun PAUD yang semakin berkualitas,” ungkap Melinda.


Dalam kegiatan tersebut, Pokja Bunda PAUD Kota Makassar menghadirkan sejumlah trainer, di antaranya Dr. H. Muh. Fadli Tahar dengan materi Hypno Public Speaking, Prof. Dr. H. Muhammad Hidayat yang membawakan materi Pentingnya Public Speaking sebagai Kunci Kesuksesan, serta CEO & Founder Growth Indonesia, Dr. Irwani Pane, dengan materi Cara Public Speaking yang Baik untuk Guru PAUD.


Selain materi, para peserta juga mengikuti praktik langsung public speaking untuk mengasah kepercayaan diri, kemampuan menyampaikan gagasan, serta membangun komunikasi yang efektif dan inspiratif dalam mendukung penguatan pendidikan anak usia dini.




Selasa, 22 September 2026

Kapolresta Gowa Terima Audiensi Relawan Peduli Lingkungan, Bahas Kolaborasi Aksi Sosial

 


Nuansa Terkini Makassar,- Kapolresta Gowa Kombes Pol. Dr. Muh. Yusuf Usman, S.H., S.I.K., M.T., CIPA menerima audiensi Relawan Peduli Lingkungan Kabupaten Gowa di ruang kerjanya, Selasa (22/9/2026).


Ketua Relawan Peduli Lingkungan Kabupaten Gowa, Muh Aris Mallingkai Dg. Sibali, hadir bersama sejumlah rekannya dalam pertemuan tersebut. Kapolresta Gowa menyambut kedatangan mereka dan berdiskusi mengenai kegiatan sosial yang selama ini dijalankan komunitas tersebut.


Dalam audiensi itu, Muh. Yusuf Usman menyampaikan dukungan terhadap kegiatan Relawan Peduli Lingkungan Kabupaten Gowa. Ia menilai kepedulian terhadap lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.


Kapolresta Gowa juga mengajak para relawan untuk memperluas perhatian terhadap lingkungan, termasuk menjaga kebersihan dan kepedulian di sekitar tempat ibadah. Menurutnya, kepedulian sosial perlu hadir melalui kegiatan nyata yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.


“Terima kasih atas kehadiran Relawan Peduli Lingkungan Kabupaten Gowa di Polresta Gowa. Semoga ke depan kita dapat membangun kolaborasi dalam berbagai kegiatan sosial,” ujar Muh. Yusuf Usman.


Ia juga membuka ruang kerja sama antara Polresta Gowa dan Relawan Peduli Lingkungan Kabupaten Gowa dalam kegiatan yang berkaitan dengan kepedulian sosial dan lingkungan.


Sementara itu, Muh Aris Mallingkai Dg. Sibali menyampaikan apresiasi atas sambutan dan respons Kapolresta Gowa terhadap keberadaan serta kegiatan relawan.


Ia berharap komunikasi yang terjalin melalui audiensi tersebut dapat menjadi awal kerja sama yang lebih luas antara Relawan Peduli Lingkungan Kabupaten Gowa dan Polresta Gowa.


Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara kepolisian dan kelompok masyarakat yang bergerak dalam kegiatan sosial. Kedua pihak selanjutnya dapat menjajaki bentuk kolaborasi sesuai kebutuhan masyarakat dan program yang dijalankan masing-masing.


Humas Polresta Gowa

Minggu, 20 September 2026

BAZNAS Gowa Hadirkan Rumah Layak Huni Baznas (RLHB), Sepekan Dua Warga Kurang Mampu Tersenyum Bahagia

 


Nuansa Terkini Gowa,– Komitmen Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Gowa dalam membantu masyarakat kurang mampu terus dibuktikan dengan aksi nyata. Melalui program unggulan Rumah Layak Huni Baznas atau RLHB, dalam sepekan ini sudah dua warga menerima bantuan rumah layak huni.


Penerima pertama adalah Ibu Rukini, warga Desa Jonjo, Kecamatan Parangloe, dan penerima kedua adalah Dg. Sudding, warga Desa Paranglompoa, Kecamatan Bontolempangan.


Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Gowa, Drs. H. Abbas Alauddin, S.H.


"BAZNAS Kabupaten Gowa menghadirkan program Rumah Layak Huni Baznas atau RLHB. Dan terbukti dalam sepekan ini sudah dua warga yang menerima bantuan rumah layak huni. Di antaranya Ibu Rukini di Desa Jonjo Kecamatan Parangloe dan Dg. Sudding di Desa Paranglompoa Kecamatan Bontolempangan," ungkap H. Abbas Alauddin.


*Wujud Nyata Zakat untuk Kesejahteraan* 

Menurut H. Abbas Alauddin, program RLHB merupakan salah satu bentuk pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS secara amanah dan tepat sasaran. Program ini menyasar warga yang rumahnya tidak layak huni, seperti atap bocor, dinding lapuk, dan lantai masih tanah.


"Ini adalah zakat dari masyarakat yang kita kembalikan lagi untuk masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa zakat itu benar-benar dirasakan manfaatnya, bukan hanya untuk kebutuhan konsumsi sesaat, tapi untuk kebutuhan dasar jangka panjang seperti tempat tinggal yang layak," jelasnya.


*Kebahagiaan Ibu Rukini dan Dg. Sudding* 

Ibu Rukini dan Dg. Sudding sebelumnya tinggal di rumah yang sangat memprihatinkan dan jauh dari kata layak. Berkat bantuan RLHB, kini keduanya telah memiliki rumah baru yang kokoh, bersih, dan nyaman untuk ditinggali bersama keluarga.


Rumah yang dibangun berukuran layak, dengan atap yang tidak bocor lagi, dinding yang kokoh, serta sanitasi yang lebih sehat. Proses pembangunannya juga melibatkan warga sekitar secara gotong royong, sehingga nilai kebersamaan juga terbangun.


Tangis haru dan rasa syukur terlihat dari wajah kedua penerima manfaat. Mereka mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Gowa dan para muzakki yang telah menyisihkan sebagian hartanya.


*Komitmen BAZNAS Gowa* 

H. Abbas Alauddin menambahkan, program RLHB akan terus dilanjutkan dan ditingkatkan jangkauannya di seluruh kecamatan di Kabupaten Gowa.


"Kami akan terus mendata warga yang memang membutuhkan. Target kami, tidak ada lagi warga Gowa yang tinggal di rumah tidak layak huni. Kami berharap dukungan dari semua pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat yang ingin berzakat melalui BAZNAS Gowa," tutupnya.


Dengan adanya program RLHB ini, BAZNAS Gowa tidak hanya membangun rumah secara fisik, tetapi juga membangun harapan dan martabat warga kurang mampu agar bisa hidup lebih sejahtera dan bermartabat. 

Laporan : Idrus


Langkah Awal Menuju Sekolah Peduli Lingkungan, SMP Negeri 10 Makassar Raih Sertifikat Adiwiyata



Nuansa Terkini Makassar,— Komitmen dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, hijau, sehat, dan berwawasan lingkungan terus ditunjukkan UPTD SPF SMP Negeri 10 Makassar. Sekolah tersebut resmi menerima Sertifikat Sekolah Adiwiyata dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar.


Pencapaian ini menjadi langkah awal bagi UPTD SPF SMP Negeri 10 Makassar untuk terus mengembangkan berbagai program dan inovasi di bidang lingkungan serta mempersiapkan diri menuju jenjang Adiwiyata yang lebih tinggi.


Kepala UPTD SPF SMP Negeri 10 Makassar, Misbahuddin A, S.Pd., M.M., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan pencapaian tersebut.


“Pencapaian ini adalah buah dari kerja keras dan kolaborasi seluruh keluarga besar UPTD SPF SMP Negeri 10 Makassar. Terima kasih kepada bapak/ibu guru, tenaga kependidikan, para siswa khususnya kader-kader Adiwiyata, orang tua siswa, serta masyarakat sekitar yang tanpa lelah mendukung program lingkungan ini,” ujar Misbahuddin.

 

Menurutnya, keberhasilan program Adiwiyata tidak terlepas dari sinergi dan kolaborasi antara pihak sekolah dengan berbagai instansi dan mitra. Dukungan tersebut antara lain berasal dari DLH Provinsi Sulawesi Selatan, BNN, Polsek Bontoala, Puskesmas, Pemerintah Kecamatan Bontoala, Kelurahan, Bank Sampah Makassar, serta berbagai instansi dan mitra pendukung lainnya.


Sertifikat Adiwiyata yang diterima bukan menjadi akhir dari perjuangan, melainkan momentum untuk semakin memperkuat budaya peduli lingkungan di lingkungan sekolah.


Pihak sekolah berkomitmen melanjutkan berbagai inovasi program berwawasan lingkungan melalui pengawasan, pemantauan, dan pembinaan secara rutin. Hal tersebut dilakukan agar seluruh kegiatan Adiwiyata dapat berjalan secara konsisten dan memberikan dampak nyata bagi warga sekolah.


Melalui semangat gotong royong dan inovasi berkelanjutan, UPTD SPF SMP Negeri 10 Makassar optimistis dapat membentuk generasi muda yang bernalar kritis, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup. Makassar, 19 September 2026 Kepala UPTD SPF SMP Negeri 10 Makassar Misbahuddin A, S.Pd., M.M. (Idrus).