Kamis, 13 Agustus 2026

Kapolresta Gowa dan Staf Jajaran Sampaikan Ucapan HUT untuk Astamaops Polri

 


Nuansa Terkini Gowa,- Kapolresta Gowa Kombes Pol. Dr. Muh. Yusuf Usman, S.H., S.I.K., M.T., CIPA, bersama staf dan seluruh jajaran Polresta Gowa, menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Komjen Pol. Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si., selaku Astamaops Polri, Jum'at (14/8/2026).


Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan, doa, dan apresiasi atas dedikasi serta pengabdian Komjen Pol. Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si. dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai bagian dari institusi Polri.


“Selamat ulang tahun kepada Komjen Pol. Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si. Semoga senantiasa diberikan panjang umur, kesehatan, keselamatan, serta kekuatan dalam mengemban amanah dan pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujar Kapolresta Gowa.


Kapolresta Gowa bersama staf dan jajaran juga mendoakan agar di usia yang baru, Komjen Pol. Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si. senantiasa diberikan kemudahan dalam setiap urusan, dilimpahkan rezeki yang barokah, serta kebahagiaan dunia dan akhirat.


“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan dalam setiap langkah pengabdian, memudahkan segala urusan, serta senantiasa melindungi dalam menjalankan tugas untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tuturnya.


Ucapan tersebut menjadi wujud kebersamaan dan kekeluargaan jajaran Polresta Gowa dalam memberikan doa terbaik kepada pimpinan Polri yang tengah memperingati hari kelahiran.


Selamat Ulang Tahun Komjen Pol. Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si. Semoga senantiasa sehat, sukses, amanah, dan selalu dalam lindungan Allah SWT.


Humas Polresta Gowa

Durian Viral Hadirkan Promo Kemerdekaan, Penjualan Capai Dua Mobil Sehari

 


Nuansa Terkini Makassar, — Usaha buah “Durian Viral” terus menarik perhatian pembeli dari berbagai daerah. Berawal dari penjualan durian sebagai produk utama, usaha ini kini memperluas dagangannya dengan menyediakan berbagai jenis buah, mulai dari mangga, manggis, cempedak, nangka hingga semangka.


Pemilik usaha, Taji Arpa dan Sita Abang, mengatakan durian masih menjadi produk yang paling banyak diminati pelanggan. Salah satu jenis yang menjadi favorit saat ini adalah durian montong.


“Yang paling banyak laku memang durian montong. Harga normalnya Rp50.000 per kilogram, tetapi khusus edisi 17 Agustus kami memberikan promo menjadi Rp45.000 per kilogram,” ujarnya.


Tingginya minat masyarakat membuat pasokan durian yang masuk ke tempat tersebut cukup besar. Untuk durian lokal, dalam kondisi ramai, penjualan dapat mencapai satu mobil dalam sehari. Sementara untuk durian montong, penjualan bahkan bisa mencapai dua mobil dalam satu hari.


Menurutnya, durian menjadi salah satu buah yang relatif mudah dipasarkan karena dapat bertahan hingga tiga sampai empat hari. Meski demikian, rata-rata stok durian yang tersedia biasanya sudah habis dalam satu hari.


Popularitas usaha tersebut juga tidak lepas dari konten video yang viral di media sosial. Kondisi itu membuat banyak pedagang dari berbagai daerah menghubungi mereka untuk menawarkan pasokan buah.


“Banyak orang dari daerah yang menelepon menawarkan dagangannya. Kalau cocok harga, kualitas barang bagus, dan harganya masuk, kami langsung suruh bawa ke sini,” jelasnya.


Pelanggan pun datang dari berbagai daerah, termasuk Bulukumba, Bantaeng, Maros, dan sejumlah daerah lainnya. Hal tersebut menunjukkan semakin luasnya jangkauan usaha Durian Viral.


Untuk saat ini, pemilik belum berencana membuka cabang karena menilai lokasi yang ada masih cukup untuk melayani pelanggan. Namun, seiring meningkatnya jumlah pembeli, mereka berencana memperluas tempat usaha.


“Ke depannya kami berencana memperluas ruko. Mudah-mudahan bisa mendapatkan tempat yang lebih luas lagi karena pembelinya semakin banyak,” katanya.


Usaha tersebut beroperasi dengan jam yang cukup panjang, mulai pukul 06.00 pagi hingga 01.00 dini hari. Panjangnya waktu operasional menjadi salah satu upaya untuk melayani pelanggan yang datang silih berganti.


Dengan semakin dikenalnya Durian Viral melalui media sosial dan tingginya permintaan masyarakat, pemilik berharap usaha tersebut dapat terus berkembang serta menyediakan lebih banyak pilihan buah berkualitas dengan harga yang terjangkau. (Tim).

Rabu, 12 Agustus 2026

TP PKK Makassar Tinjau Kebun Aku Hatinya PKK di 15 Kecamatan



Nuansa Terkini Makassar,– TP PKK Kota Makassar melakukan peninjauan langsung terhadap Kebun Aku Hatinya PKK di sejumlah kecamatan yang mengikuti perlombaan tingkat Kota Makassar. Penilaian berlangsung selama tiga hari, 11–13 Agustus 2026.


Peninjauan dilakukan dengan mendatangi langsung lokasi Kebun Aku Hatinya PKK yang tersebar di berbagai kelurahan. Tim penilai melihat kondisi kebun, pemanfaatan lahan, keberagaman tanaman, hingga pengelolaan kebun yang dilakukan oleh kader PKK bersama masyarakat.


Dalam penilaian tersebut, TP PKK Kota Makassar menghadirkan tim penilai yang berasal dari berbagai unsur yang memiliki kompetensi di bidang pertanian dan ketahanan pangan. Tim tersebut terdiri atas Dekan Fakultas Pertanian Universitas Bosowa (Unibos), Dr. Amiruddin, Kepala Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Makassar, Faisal, serta Kasmawaty dari TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan.


Ketua Bidang III TP PKK Kota Makassar, Prof. Dr. Ir. Hadijah Mahyuddin, menyampaikan bahwa penilaian Kebun Aku Hatinya PKK tidak hanya berorientasi pada perlombaan, tetapi juga menjadi momentum untuk melihat sejauh mana program tersebut telah diterapkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


Menurutnya, keberadaan kebun PKK di setiap wilayah diharapkan mampu mendorong masyarakat memanfaatkan lahan yang tersedia secara produktif. Hal tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan pangan mulai dari lingkungan keluarga.


“Program ini bukan hanya tentang bagaimana kebun terlihat bagus saat penilaian, tetapi bagaimana kebun tersebut bisa terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat,” ujarnya.


Ia menambahkan, Kebun Aku Hatinya PKK diharapkan dapat menjadi contoh nyata pemanfaatan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Beragam tanaman yang ditanam juga diharapkan dapat mendukung kebutuhan sehari-hari sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pangan yang beragam dan bergizi.


Ketua Pokja III TP PKK Kota Makassar, Dr. Erieka Novianti, menambahkan bahwa penilaian dilakukan dengan melihat berbagai aspek yang berkaitan dengan pengelolaan kebun. Tidak hanya dari sisi keindahan, tetapi juga keberagaman tanaman, pemanfaatan hasil kebun, serta keterlibatan masyarakat dalam pengelolaannya.


“Yang kita lihat bukan hanya kebunnya bagus atau tidak, tetapi bagaimana kebun ini benar-benar hidup dan dimanfaatkan. Mulai dari tanaman pangan, tanaman yang bisa menunjang kebutuhan rumah tangga, hingga tanaman obat keluarga,” jelasnya.


Erieka berharap Kebun tersebut tidak berhenti pada penilaian, kebun diharapkan benar-benar menjadi sumber pangan keluarga, sarana edukasi masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga hingga lingkungan.


Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian Unibos, Dr. Amiruddin, menilai secara umum kebun yang dikunjungi telah mulai memenuhi harapan TP PKK dalam membangun pemanfaatan lahan produktif di tingkat masyarakat.


“Saya kira sudah sedikit ya mewakili dari apa yang diharapkan Ibu PKK selama ini. Terkait dengan pesan-pesan Ibu Ketua TP PKK Makassar tentang bagaimana membangun kebun-kebun kecil itu nanti cikal bakal untuk membangun warung hidup,” kata Amiruddin.


Ia menjelaskan, konsep Kebun PKK pada dasarnya berupaya mengintegrasikan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari tanaman lumbung hidup, warung hidup, hingga tanaman TOGA atau Tanaman Obat Keluarga.


“Kebun PKK ini sebenarnya ingin mencoba menggabungkan kebutuhan-kebutuhan, termasuk tanaman lumbung hidup, kemudian tanaman warung hidup, kemudian tanaman TOGA yang merupakan obat-obatan. Itu tadi saya melihat secara empat kelurahan itu sudah terpenuhi,” ujarnya.


Meski demikian, Amiruddin menilai masih terdapat beberapa hal yang perlu diperkuat, khususnya dalam aspek integrasi pengelolaan kebun. 


“Keberadaan kebun dalam satu kompleks sudah terlihat, namun pengelolaannya masih perlu diarahkan agar seluruh unsur di dalamnya dapat saling terhubung. Tapi kalau untuk yang satu kompleks. Cuma untuk kebutuhan kelengkapan saja, tapi kalau integrasinya belum,” jelasnya.


Ia juga menyoroti pentingnya optimalisasi pengelolaan limbah sebagai bagian dari sistem pertanian berkelanjutan. Salah satu yang dinilai masih dapat dikembangkan adalah pemanfaatan limbah organik, termasuk kotoran sebagai bahan yang dapat menunjang kesuburan tanah dan produktivitas tanaman.


Adapun lokasi Kebun Aku Hatinya PKK yang menjadi objek penilaian meliputi Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya; Kelurahan Parangloe, Kecamatan Tamalanrea; Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala; Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang; Kelurahan Bonto Makkio, Kecamatan Rappocini; serta Kelurahan Kalukuang, Kecamatan Tallo.


Penilaian juga berlangsung di Kelurahan Malimongan Tua, Kecamatan Wajo; Kelurahan Barang Lompo, Kecamatan Sangkarrang; Kelurahan Timungan Lompoa, Kecamatan Bontoala; Kelurahan Labuang Baji, Kecamatan Mamajang; Kelurahan Parang Tambung, Kecamatan Tamalate; Kelurahan Pisang Utara, Kecamatan Ujung Pandang; Kelurahan Bara-Baraya, Kecamatan Makassar; Kelurahan Tabaringan, Kecamatan Ujung Tanah; serta Kelurahan Pannambungan, Kecamatan Mariso.


Melalui kegiatan tersebut, TP PKK Kota Makassar berharap perlombaan Kebun Aku Hatinya PKK dapat menjadi pemicu bagi setiap kecamatan dan kelurahan untuk terus mengembangkan kebun secara berkelanjutan.

Diskominfo Makassar Raih Penghargaan Public Service Of The Year 2026, Bukti Komitmen Hadirkan Layanan Digital*



Nuansa Terkini Makassar,– Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar meraih penghargaan Public Service of the Year Sulawesi Selatan 2026 dalam ajang Indonesia Marketing Festival (IMF) 2026 yang digelar oleh MarkPlus.


Hal ini membuktikan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi terus mendapat apresiasi. 


Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Founder MarkPlus, Hermawan Kartajaya, kepada Kepala Dinas Kominfo Kota Makassar, Muhammad Roem dalam kegiatan yang berlangsung di  Claro Hotel Makassar, Kamis (13/8/2026).


Kepala Dinas Kominfo Kota Makassar, Muhammad Roem mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen Diskominfo Makassar dalam mendorong transformasi pelayanan publik berbasis digital.


“Penghargaan ini menjadi apresiasi atas komitmen Diskominfo Kota Makassar dalam menghadirkan layanan publik digital yang inovatif, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ujar Roem.


Salah satu wujud transformasi tersebut hadir melalui Lontara+. 

Platform layanan digital Pemerintah Kota Makassar yang menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi, pengaduan, maupun kebutuhan pelayanan secara lebih mudah dan terintegrasi.


Layanan ini menjadi salah satu upaya Pemkot Makassar untuk membangun pola komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat sekaligus mempercepat respon terhadap berbagai persoalan publik.


Menurutnya, perkembangan teknologi tidak hanya menuntut pemerintah untuk semakin cepat beradaptasi, tetapi juga mampu memastikan setiap inovasi yang dihadirkan benar-benar memberikan manfaat dan kemudahan bagi masyarakat.


Penghargaan tersebut, lanjut Roem, menjadi motivasi bagi Diskominfo Makassar untuk terus memperkuat kualitas layanan publik dengan memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari upaya menghadirkan pemerintahan yang lebih responsif dan dekat dengan masyarakat.


“Ini bukan sekadar penghargaan, tetapi juga menjadi pengingat bagi kami untuk terus berbenah dan memastikan teknologi yang digunakan pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tuturnya.


Indonesia Marketing Festival 2026 merupakan bagian dari agenda tahunan MarkPlus Institute dan Marketeers Event yang mempertemukan pelaku industri, akademisi, mahasiswa, praktisi. 


Serta berbagai pihak untuk membahas perkembangan industri, transformasi teknologi, pemasaran, hingga kompetensi yang dibutuhkan di masa depan.


Di tengah perubahan teknologi yang berlangsung cepat, penghargaan yang diterima Diskominfo Makassar menjadi penanda bahwa transformasi digital di sektor pemerintahan tidak berhenti pada pemanfaatan teknologi semata tetapi terus berdampak baik bagi warga.


"Sebab, pada akhirnya, keberhasilan transformasi digital bukan hanya tentang seberapa canggih teknologi yang digunakan, tetapi seberapa besar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat," pungkasnya.  (*)




TP PKK Makassar Gelar KISAH, Perkuat Ketahanan Keluarga dan Cegah Jerat Judi Online serta Pinjaman Online



Nuansa Terkini Makassar,– Tim Penggerak PKK Kota Makassar menggelar kegiatan KISAH (Keluarga Indonesia Sejahtera dan Harmonis) dengan tema “Penguatan Ketahanan Keluarga melalui Edukasi Calon Pengantin dan Pencegahan Risiko Judi Online serta Pinjaman Online” di Auditorium Gedung TP PKK Kota Makassar, Rabu (12/8/2026).


KISAH merupakan salah satu program kerja Pokja I TP PKK Kota Makassar yang diikuti Sekretaris berserta jajaran pengurus TP PKK Kota Makassar, kader PKK kelurahan, serta pasangan calon pengantin. 


Ketua Bidang I TP PKK Kota Makassar, Kamelia Thamrin Tantu, menyampaikan kegiatan ini mengangkat pesan untuk catin fokus bangun masa depan, bukan terjerat utang.


“Kegiatan ini sebagai pengingat pentingnya membangun fondasi keluarga sejak sebelum pernikahan, termasuk dalam aspek kesehatan, ekonomi, mental spiritual, hukum, hingga pengelolaan keuangan,” ujarnya.


Ia mengatakan peran PKK memiliki cakupan yang sangat luas karena menyentuh berbagai tahapan kehidupan keluarga, mulai dari kelahiran hingga pernikahan dan pembentukan keluarga.


“Kita di PKK memang memiliki tugas yang berat karena mengurus mulai dari bayi lahir sampai meninggal. Bahkan yang menikah pun kita juga urusi. Kenapa? Karena tugas kita adalah kesejahteraan keluarga,” ujar Kamelia


Menurutnya, penguatan keluarga harus dimulai sejak calon pasangan mempersiapkan pernikahan. “Calon pengantin perlu mendapatkan edukasi dasar pranikah, mulai dari bina keluarga, bina kesehatan, bina ekonomi keluarga, bina mental spiritual, hingga bina hukum. Semuanya perlu dipersiapkan sejak awal,” jelasnya.


Selain kesehatan, Kamelia mengatakan tidak kalah pentingnya calon pengantin  membicarakan persoalan keuangan secara terbuka sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Menurutnya, pembahasan mengenai pendapatan, pengelolaan penghasilan, kebutuhan keluarga, hingga siapa yang bertanggung jawab mengatur keuangan perlu disepakati sejak awal agar tidak menjadi sumber konflik setelah menikah.


“Jangan sampai sudah menikah baru mau berbicara uangnya siapa yang pegang. Hal-hal seperti ini sangat penting dibicarakan sejak awal,” tuturnya.


Untuk itu, Kamelia menegaskan, penguatan ketahanan keluarga juga harus dibarengi dengan kemampuan mengambil keputusan keuangan secara bijak. Kehadiran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pengelolaan keuangan serta risiko berbagai aktivitas keuangan ilegal, termasuk pinjaman online ilegal dan judi online.


Kegiatan KISAH menghadirkan Asisten Manager Analisis Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan, Nadhilah Avissa Nashar, sebagai pemateri. Ia membawakan materi “Keluarga Bahagia, Financial Tertata: Kenali Pengelolaan Keuangan dan Waspadai Aktivitas Keuangan Ilegal”.


Dalam pemaparannya, Nadhilah menjelaskan pentingnya pengelolaan keuangan secara sederhana dalam keluarga, mulai dari membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun prioritas pengeluaran, menyiapkan dana untuk kebutuhan masa depan, hingga berhati-hati terhadap tawaran keuangan yang berpotensi merugikan. Peserta juga diingatkan agar tidak mudah tergiur dengan keuntungan cepat yang dapat membawa keluarga pada masalah keuangan.


Sementara itu, pemateri kedua, Penyuluh Agama Syamsiah, menyampaikan materi mengenai penguatan ketahanan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Ia memberikan nasihat kepada calon pengantin agar membangun rumah tangga dengan komunikasi yang baik, saling menghargai, menjalankan tanggung jawab bersama, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam menghadapi berbagai persoalan keluarga.


Kegiatan tersebut, diharapkan menjadi ruang edukasi bagi calon pasangan suami istri agar memiliki kesiapan dalam membangun keluarga yang sehat, mandiri, harmonis, dan sejahtera.

TP PKK Makassar Dorong UMKM Perempuan Melek AI untuk Promosi dan Pengembangan Usaha



Nuansa Terkini Makassar,– TP PKK Kota Makassar terus mendorong peningkatan kapasitas perempuan, khususnya pelaku UMKM, melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI). 


Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan bertajuk “Ibu Berdaya: Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial untuk UMKM Perempuan” dengan tema “Belajar AI Praktis untuk Promosi, Kreativitas, dan Pengembangan Usaha.”


Kegiatan yang merupakan program kerja Pokja II TP PKK Kota Makassar ini berlangsung di Auditorium Gedung TP PKK Kota Makassar, 10–14 Agustus 2026 dan ditayangkan langsung melalui youtube TPFIPUNM.


Kegiatan tersebut digelar melalui kolaborasi TP PKK Kota Makassar bersama BASAibu Wiki-Sulsel dan Lab Teknologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar (UNM). 


Sambutan Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri yang dibacakan Sekretaris TP PKK, Faridah Kadir mengatakan pelatihan ini bertujuan membekali para pelaku UMKM perempuan dengan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam menggunakan AI. 


Lanjutnya, perkembangan teknologi harus dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk meningkatkan kreativitas, memperluas promosi, hingga mengembangkan usaha secara lebih efektif.


“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan literasi AI dan digital, membuat konten promosi dengan AI, desain digital untuk UMKM, serta strategi pemasaran yang lebih kreatif. Kami ingin ibu-ibu tidak hanya mengenal AI, tetapi bisa langsung memanfaatkannya untuk usaha,” ujarnya.


Katanya, pelatihan ini bukan hanya memperkenalkan teknologi AI, tetapi memastikan teknologi tersebut benar-benar dapat digunakan untuk mendukung aktivitas usaha. 


“Pelatihan ini, para peserta diarahkan memanfaatkan AI untuk pekerjaan yang selama ini dianggap sulit, seperti membuat ide promosi, menulis caption, menyusun materi pemasaran, hingga menghasilkan desain yang lebih menarik,” ujarnya.


Sementara itu, Pokja II TP PKK Kota Makassar, Dra. Andi Indrawaty menambahkan, metode praktik langsung dipilih karena sebagian besar peserta merupakan ibu-ibu pelaku UMKM yang belum terbiasa menggunakan teknologi digital dalam menjalankan usahanya. Dengan praktik, peserta dapat langsung mencoba setiap tahapan dan memahami bagaimana AI bekerja sesuai dengan kebutuhan produk yang mereka miliki.


“Kalau hanya diberikan materi, mungkin ibu-ibu masih bingung. Jadi kita langsung praktik. Hari ini ibu-ibu belajar, langsung pegang dan mencoba sendiri. Kita ingin yang tadinya tidak tahu menjadi tahu, yang tadinya tidak bisa menjadi bisa,” ujarnya.


Menurutnya, perkembangan teknologi tidak seharusnya menjadi hambatan bagi perempuan pelaku UMKM. Justru, dengan pendampingan yang tepat, teknologi dapat menjadi alat yang memudahkan pekerjaan dan membantu pelaku usaha menghemat waktu, menemukan ide baru, serta membuat promosi yang lebih menarik tanpa harus memiliki kemampuan desain atau pemasaran yang tinggi.


“Jangan takut dengan AI. AI ini bukan untuk menggantikan ibu-ibu dalam berusaha, tetapi membantu ibu-ibu. Misalnya mau membuat promosi, bingung menulis apa, kita bisa minta bantuan AI. Mau membuat desain, mencari ide konten, semuanya bisa kita pelajari,” jelasnya.


Ia berharap, pelatihan tersebut menjadi langkah awal bagi para peserta untuk semakin melek digital dan tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Dengan kemampuan yang diperoleh, pelaku UMKM diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara mandiri untuk memperbaiki kualitas produk, memperkuat promosi, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan daya saing usaha di tengah perkembangan ekonomi digital.


Dalam pelaksanaannya, setiap angkatan mendapatkan materi dan praktik langsung selama dua hari. Salah satu pemateri utama, Maenuddin Bustanil Syah, S.Pd., M.Pd., Dosen Teknologi Pendidikan, memberikan materi mengenai penyusunan prompt AI untuk meningkatkan kapasitas UMKM. Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai konsep AI, tetapi juga diarahkan untuk mencoba menyusun perintah yang tepat agar teknologi tersebut dapat menghasilkan keluaran sesuai kebutuhan usaha.


Maenuddin menjelaskan, kemampuan menyusun prompt menjadi salah satu keterampilan penting dalam pemanfaatan AI. Dengan instruksi yang jelas dan spesifik, pelaku UMKM dapat menggunakan AI untuk membantu menyusun ide konten, membuat narasi promosi, menentukan konsep desain, mengenali target pasar, hingga mengembangkan strategi pemasaran. Pendekatan praktik tersebut diharapkan membuat peserta lebih percaya diri menggunakan teknologi AI dalam aktivitas usaha sehari-hari.


Kolaborasi dengan BASAibu Wiki-Sulsel dan Lab Teknologi Fakultas Ilmu Pendidikan UNM turut membantu pelaku UMKM perempuan memahami dan mempraktikkan pemanfaatan AI secara langsung. Peserta dibimbing menggunakan AI untuk mencari ide konten, menyusun prompt, membuat materi promosi, mendesain produk, hingga mengembangkan strategi pemasaran yang lebih kreatif dan efektif.


Melalui metode praktik langsung, peserta diharapkan mampu menerapkan teknologi AI dalam kegiatan usaha sehari-hari, sehingga dapat meningkatkan kreativitas, kualitas promosi, dan daya saing produk UMKM.

Selasa, 11 Agustus 2026

Bunda PAUD Makassar Temui Direktorat PAUD, Perkuat Sinergi Pengembangan Layanan Anak Usia Dini

 


Nuansa Terkini Jakarta,— Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa, melakukan audiensi bersama Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Gedung E Kemendikdasmen, Rabu (12/8/2026).


Turut hadir Direktur PAUD Kurniawan, Widyaprada Ahli Utama Direktorat PAUD Abdul Kahar, Kepala BBPMP Sulawesi Selatan Imran, Ketua Tim Kerja Wajib Belajar 13 Tahun Dona Paramita.


Sementara dari Kota Makassar, Bunda PAUD Kota Makassar Melinda Aksa didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman, Kepala Bidang PAUD PNF Yasmain Gasba, Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Makassar Titin Florentina, Wakil Ketua Pokja Bunda PAUD Herlina, serta jajaran pengurus Pokja Bunda PAUD dan Dinas Pendidikan Kota Makassar.


Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam peningkatan kualitas layanan PAUD, termasuk implementasi Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan serta penguatan kapasitas Bunda PAUD di tingkat kecamatan dan kelurahan.


Dalam kesempatan tersebut, Melinda bersama jajaran memperkenalkan “Jelajah Langkah Bunda PAUD Kota Makassar”, yang merangkum perjalanan penguatan PAUD selama Juni 2025 hingga Juli 2026 dengan tema “Menguatkan Fondasi, Menumbuhkan Generasi.”


Melinda mengatakan, perjalanan tersebut tidak hanya sebagai rangkuman kegiatan, melainkan untuk memperlihatkan bagaimana berbagai langkah yang dilakukan saling terhubung dan bermuara pada peningkatan pengalaman tumbuh dan belajar anak.


“Semua kebijakan, program, pelatihan, pembangunan sarana, maupun kolaborasi pada akhirnya harus kembali pada satu pertanyaan: apa manfaatnya bagi pengalaman tumbuh dan belajar anak? Karena itu, sepanjang perjalanan ini kami berusaha agar penguatan PAUD tidak hanya terlihat pada program, tetapi juga semakin terasa di ruang belajar anak,” ujar Melinda.


Selama satu tahun tersebut, penguatan dilakukan dari berbagai sisi, mulai dari tata kelola, PAUD satu tahun pra-SD, peningkatan kapasitas pendidik, pendidikan inklusif, perlindungan dan gizi anak, PAUD Holistik Integratif, hingga Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan. Keseluruhan langkah itu diarahkan menuju satu semangat, yakni “PAUD Bermutu untuk Semua.”


Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Makassar, Titin Florentina, yang memaparkan perjalanan Bunda PAUD selama setahun terakhir mengatakan, berbagai langkah yang telah dilakukan sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk melihat bagian-bagian yang masih perlu diperkuat.


“Perjalanan satu tahun ini memberi kami banyak pembelajaran. Kami melihat apa yang sudah berjalan baik, apa yang masih perlu diperkuat, dan bagaimana peran Bunda PAUD bisa terus hadir untuk menghubungkan berbagai pihak. Yang terpenting, setiap langkah yang dilakukan harus benar-benar bermuara pada layanan yang semakin baik bagi anak-anak kita,” ujar Titin.


Paparan tersebut mendapat respons positif dari Direktur PAUD Kurniawan. Menurutnya, apa yang telah dibangun di Kota Makassar menunjukkan bahwa penguatan PAUD telah bergerak dalam arah yang sama dengan tujuan yang saat ini didorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.


“Kami tentu mengapresiasi apa yang sudah dilakukan di Kota Makassar. Apa yang tadi disampaikan menunjukkan bahwa arah yang dibangun sudah sejalan dengan tujuan yang sedang kita dorong bersama, yaitu bagaimana menghadirkan layanan PAUD yang semakin bermutu dan dapat dirasakan oleh setiap anak,” ujar Kurniawan.


Menurutnya, komitmen yang telah dibangun di daerah perlu terus dijaga agar berbagai program tidak berhenti sebagai kegiatan, tetapi berkembang menjadi praktik yang berkelanjutan dan memberikan dampak langsung terhadap anak.


Sementara itu, Widyaprada Ahli Utama Direktorat PAUD, Abdul Kahar, mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Makassar terhadap pendidikan. Menurutnya, kepedulian pemerintah daerah terhadap pendidikan merupakan bagian penting dalam mempersiapkan masa depan suatu wilayah.


“Ketika satu daerah sudah peduli terhadap pendidikan, itu pertanda peduli terhadap masa depan wilayah tersebut. Yang menentukan kemajuan suatu bangsa adalah pendidikan. Sangat beruntung wilayah yang pimpinannya memang peduli terhadap pendidikan,” ungkap Abdul Kahar.


Melinda menambahkan, berbagai capaian yang disampaikan dalam audiensi tersebut tidak terlepas dari kerja bersama Pokja Bunda PAUD, Bunda PAUD Kecamatan dan Kelurahan, satuan pendidikan, Pemerintah Kota Makassar, para pendidik, keluarga, organisasi mitra, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.


“Peran kami adalah berusaha mempertemukan berbagai kekuatan tersebut agar kebutuhan anak dapat dilihat secara lebih utuh. Karena semakin banyak pihak yang memiliki kepedulian yang sama, semakin kuat pula lingkungan yang kita siapkan bagi anak-anak Makassar,” tutur Melinda.


Audiensi ini diharapkan semakin memperkuat komunikasi dan sinergi antara Bunda PAUD Kota Makassar, Pemerintah Kota Makassar, dan Direktorat PAUD Kemendikdasmen dalam menghadirkan layanan pendidikan anak usia dini yang semakin berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.


Bagi Bunda PAUD Kota Makassar, perjalanan satu tahun tersebut juga menjadi pijakan untuk melanjutkan penguatan yang telah dimulai. Sebab, memperkuat PAUD bukan tentang menyelesaikan satu program, melainkan memastikan setiap anak mendapatkan awal yang semakin baik untuk perjalanan hidupnya. (*)

Ketua Dekranasda Makassar Hadiri Weaving Archipelago, Dorong Pengembangan Tenun sebagai Warisan dan Kekuatan Ekonomi Kreatif

 


Nuansa Terkini Jakarta,— Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar, Melinda Aksa, menghadiri Weaving Archipelago, yang digelar dalam rangkaian Senayan City Glorify Indonesia, di Promenade Ground Floor Senayan City, Jakarta, Rabu (12/8/2026).


Kegiatan yang dihadirkan Senayan City bersama Cita Tenun Indonesia tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan keragaman tenun dari berbagai daerah sekaligus menunjukkan bagaimana warisan tekstil Nusantara dapat terus berkembang dan menemukan relevansinya di tengah industri kreatif masa kini.


Dalam kesempatan tersebut, Melinda Aksa meninjau langsung berbagai karya tenun yang ditampilkan. Ia juga berdiskusi dengan sejumlah penggiat wastra mengenai karakter kain, motif, teknik pengerjaan, hingga perjalanan pengembangan tenun dari tangan perajin menuju produk yang memiliki nilai tambah.


Kegiatan ini dibuka oleh Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan tenun Indonesia melalui penguatan ekosistem yang mampu mempertemukan pelestarian budaya dengan kreativitas dan peluang ekonomi.


Tenun, menurutnya, tidak hanya memiliki nilai sebagai produk ekonomi kreatif, tetapi juga membawa pengetahuan, cerita, identitas, dan keterampilan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Karena itu, pengembangannya perlu terus didorong agar para perajin memperoleh ruang untuk bertumbuh, sementara kekayaan budaya yang melekat di dalamnya tetap terjaga.


Semangat tersebut sejalan dengan kerja Cita Tenun Indonesia yang selama ini berfokus pada pelestarian tenun Nusantara, pembinaan dan pengembangan perajin, serta perluasan pemasaran produk tenun. Upaya ini mendorong tenun untuk tidak berhenti sebagai warisan masa lalu, tetapi terus hidup melalui inovasi dan mampu hadir dalam kebutuhan serta gaya hidup masyarakat masa kini.


Bagi Melinda Aksa, kunjungan ini sekaligus membuka ruang untuk melihat berbagai pendekatan yang dapat dikembangkan dalam memperkuat ekosistem kerajinan di Kota Makassar.


“Yang menarik adalah bagaimana sebuah kain tidak hanya ditampilkan sebagai produk jadi. Ada cerita tentang daerah, keterampilan perajin, proses kreatif, sampai bagaimana karya itu diperkenalkan kepada pasar. Hal-hal seperti inilah yang perlu terus kita kuatkan,” ujar Melinda.


Ia menilai Sulawesi Selatan memiliki kekayaan wastra dan tradisi kerajinan yang sangat kuat. Potensi tersebut perlu terus dijaga sembari membuka ruang yang lebih luas bagi perajin untuk mengembangkan kualitas produk, desain, regenerasi keterampilan, serta akses terhadap pasar.


Menurut Melinda, pengalaman dari Weaving Archipelago dapat menjadi salah satu referensi bagi Dekranasda Kota Makassar dalam mengembangkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada promosi produk, tetapi juga pada penguatan perajin dan keberlanjutan pengetahuan di balik sebuah karya.


“Kita ingin kerajinan daerah terus bertumbuh tanpa kehilangan identitasnya. Tradisinya tetap kita jaga, tetapi perajinnya juga harus berkembang, produknya semakin kuat, dan pasarnya semakin luas. Dari ruang seperti ini kita bisa melihat banyak kemungkinan yang nantinya dapat kita adaptasi dan kembangkan di Makassar,” pungkasnya.


Ke depan, Dekranasda Kota Makassar akan terus mendorong kolaborasi dan membuka ruang pengembangan bagi kerajinan lokal, termasuk wastra, agar semakin dikenal serta mampu menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.


Upaya tersebut diharapkan tidak hanya memperluas peluang ekonomi bagi para perajin, tetapi juga memastikan keterampilan, cerita, dan identitas budaya yang terkandung dalam setiap karya dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya. (*)

76 Sekolah SD-SMP di Makassar Mulai Benahi Perpustakaan, Dinas Perpustakaan Dorong Akreditas

 


Nuansa Terkini Makassar,— Antusiasme meningkatkan kualitas perpustakaan sekolah terlihat dalam Lokakarya Pengelolaan Perpustakaan Sekolah Sesuai Standar Nasional Perpustakaan (SNP) bagi Perpustakaan SD dan SMP se-Kota Makassar Tahun 2026 yang digelar Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Selasa (11/8/2026).


Lebih dari 150 peserta dari 76 sekolah SD dan SMP mengikuti kegiatan tersebut. 

Setiap sekolah mengutus dua peserta, yakni Kepala Sekolah dan Kepala Perpustakaan. 


Keterlibatan Kepala Sekolah dinilai penting karena dukungan pimpinan menjadi salah satu kunci dalam pengembangan perpustakaan di satuan pendidikan.


Kegiatan dibuka Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Dr. Aryati Puspasari Abady, yang mendorong sekolah secara bertahap membenahi pengelolaan perpustakaan agar memenuhi Standar Nasional Perpustakaan.


Saat ini, dari lebih 600 perpustakaan sekolah SD dan SMP di Kota Makassar, baru sekitar 61 perpustakaan yang telah terakreditasi.


“Karena itu, kita perlu mendorong sekolah untuk membenahi perpustakaannya secara bertahap agar sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan,” ujarnya.


Ia menegaskan, perpustakaan sekolah tidak sekadar menjadi tempat menyimpan dan meminjam buku, tetapi harus menjadi pusat sumber belajar serta ruang untuk menumbuhkan budaya baca dan kemampuan literasi peserta didik.


Sementara, Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca, Tulus Wulan Juni, tingginya kehadiran Kepala Sekolah dan Kepala Perpustakaan menunjukkan besarnya kebutuhan terhadap penguatan kapasitas pengelolaan perpustakaan.


“ Ini juga menunjukkan kepedulian mereka terhadap pengembangan perpustakaan sekolah sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan,” ujarnya.


Lokakarya menghadirkan Amaluddin Zaihal, S.Sos., M.Hum., Pustakawan Madya Universitas Negeri Makassar, dan Dr. Iskandar, S.Sos., M.M., Pustakawan Ahli Madya Universitas Hasanuddin. Keduanya merupakan Asesor Akreditasi Perpustakaan Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.


Peserta mendapatkan materi mengenai enam komponen Standar Nasional Perpustakaan sekaligus mengikuti simulasi penilaian secara mandiri terhadap perpustakaan masing-masing. 


Hasil simulasi menunjukkan tingkat kesiapan yang beragam, dengan perpustakaan peserta memperoleh kategori A, B, maupun C.


Hasil tersebut menjadi gambaran awal bagi sekolah untuk mengetahui komponen yang telah terpenuhi maupun yang masih perlu dibenahi sebagai persiapan menuju akreditasi.


Sebagai tindak lanjut, Dinas Perpustakaan Kota Makassar akan menyiapkan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Kepala Perpustakaan dan Tenaga Perpustakaan bagi sekolah peserta. 


Bimtek tersebut akan memperdalam penerapan enam komponen SNP sekaligus membantu sekolah yang memiliki kesiapan untuk mengikuti akreditasi perpustakaan pada 2026.


Kegiatan turut dihadiri Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Hj. Feby Primayanti, serta Kepala Seksi Sarana Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Makassar, Linda Ani Fitriani.


Melalui pembinaan berkelanjutan mulai dari lokakarya, simulasi, perbaikan hingga Bimtek, Dinas Perpustakaan Kota Makassar berharap semakin banyak perpustakaan sekolah memenuhi standar nasional dan mampu menjadi pusat sumber belajar yang aktif dalam meningkatkan budaya baca, literasi, serta mutu pendidikan di Kota Makassar.


Upaya tersebut sekaligus mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Kota Makassar, sejalan dengan semangat “Makassar Literasi Kuat melalui Gemar Membaca dan Peran Perpustakaan.” (*)




IPSI Makassar Gelar Pemusatan Latihan, 19 Atlet Dipersiapkan Hadapi Porprov 2026

 



Nuansa Terkini Makassar,– Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Makassar terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII Tahun 2026 yang akan berlangsung di Kabupaten Wajo dan Kabupaten Bone pada November mendatang.


Sebagai bagian dari persiapan tersebut, IPSI Kota Makassar menggelar pemusatan latihan bagi atlet-atlet hasil seleksi yang diproyeksikan memperkuat kontingen Kota Makassar pada ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.


Pemusatan latihan dipusatkan di Gedung Olahraga Perumda Air Minum Kota Makassar dan diikuti sebanyak 19 atlet hasil proses seleksi. Para atlet menjalani program latihan secara intensif dengan fokus pada peningkatan kemampuan teknik, kondisi fisik, strategi pertandingan, serta kesiapan mental sebelum berlaga di Porprov Sulsel XVIII.


Ketua IPSI Kota Makassar, Hj Umiyati, mengatakan pemusatan latihan menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan seluruh atlet yang akan dibawa ke Porprov benar-benar berada dalam kondisi terbaik.


Menurutnya, persiapan tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknik pencak silat, tetapi juga menyangkut kekuatan fisik, mental bertanding, kedisiplinan, serta kemampuan atlet dalam menerapkan strategi ketika menghadapi lawan.


“Pemusatan latihan ini merupakan bagian dari persiapan kami menghadapi Porprov Sulsel XVIII. Kami ingin memastikan 19 atlet yang telah lolos seleksi benar-benar siap, baik dari sisi teknik, fisik maupun mental,” ujar Hj Umiyati.


Ia menegaskan, IPSI Makassar tidak ingin persiapan dilakukan secara instan. Karena itu, para atlet diberikan program latihan yang terukur dan berkelanjutan agar perkembangan mereka dapat dipantau secara maksimal hingga pelaksanaan Porprov.


“Yang paling penting adalah proses. Kami ingin atlet berlatih dengan disiplin, menjaga kondisi fisik, meningkatkan teknik dan memahami strategi pertandingan. Semua harus dipersiapkan dengan baik karena persaingan di Porprov tentu tidak mudah,” katanya.


Hj Umiyati juga meminta para atlet untuk menjaga semangat dan kekompakan selama menjalani pemusatan latihan. Menurutnya, keberhasilan dalam sebuah pertandingan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kerja keras, kedisiplinan dan kekompakan seluruh tim.


Anggota DPRD Kota Makassar ini berharap para pesilat Makassar mampu menunjukkan performa terbaik dan membawa nama baik Kota Makassar pada Porprov Sulsel XVIII.


“Target kami tentu prestasi terbaik. Tetapi untuk mencapai itu, seluruh atlet harus fokus dan mengikuti setiap program latihan dengan sungguh-sungguh. Jangan cepat puas dan terus tingkatkan kemampuan,” tegasnya.


Selain atlet, jajaran pelatih dan pengurus IPSI Makassar juga terus melakukan evaluasi terhadap perkembangan masing-masing pesilat.


Evaluasi tersebut diperlukan untuk melihat kekurangan sekaligus menentukan strategi yang tepat menghadapi pertandingan di Porprov.


Dengan waktu persiapan yang masih tersedia sebelum pelaksanaan Porprov pada November 2026, IPSI Makassar optimistis pembinaan dan pemusatan latihan dapat menghasilkan atlet yang lebih siap dan kompetitif.


IPSI Makassar berharap 19 atlet yang dipersiapkan mampu tampil maksimal dan memberikan kontribusi terhadap pencapaian prestasi kontingen Kota Makassar pada Porprov Sulsel XVIII yang digelar di Kabupaten Wajo dan Kabupaten Bone. (*)

Sekda Makassar Pastikan Kesiapan Lintas OPD Sambut MTQ VIII KORPRI Nasional


Nuansa Terkini Makassar,— Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mematangkan persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII KORPRI Tingkat Nasional yang akan digelar di Provinsi Sulawesi Selatan pada 24–30 Agustus 2026.


Persiapan tersebut dibahas dalam rapat pemantapan yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, di Ruang Rapat Sekda, Kantor Balai Kota Makassar, Selasa (11/8/2026).


Sekda Makassar Andi Zulkifly menekankan pentingnya kesiapan seluruh perangkat daerah yang terlibat, mengingat Kota Makassar menjadi salah satu tuan rumah, khususnya untuk pelaksanaan pembukaan MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional.


Menurut Ketua KORPRI Kota Makassar ini, pembukaan kegiatan nantinya bakal dihadiri pejabat negara, termasuk rencana Presiden Prabowo Subianto atau diwakili Wakil Presiden Gibran atau menteri. Karena itu, seluruh unsur panitia diminta bekerja maksimal dan tidak menganggap kegiatan tersebut sebagai agenda biasa.


“Ini adalah kegiatan tingkat nasional. Kita sebagai tuan rumah di Kota Makassar harus mempersiapkan acara sebaik mungkin. Pembukaan ini bisa saja dihadiri Presiden, Wakil Presiden, atau setingkat menteri. Memang belum ada kepastian, tetapi tidak ada salahnya kita mempersiapkan semuanya secara maksimal,” ujar Andi Zulkifly.


Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) menjelaskan, pelaksanaan MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional melibatkan dua daerah sebagai tuan rumah, yakni Kota Makassar dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).


Makassar akan menjadi lokasi pembukaan, sedangkan acara penutupan dijadwalkan berlangsung di Pangkep. Adapun sejumlah rangkaian perlombaan akan dilaksanakan di beberapa lokasi di Makassar, termasuk kawasan Karebosi dan Asrama Haji.


Sehingga, kata dia, meminta seluruh kepala perangkat daerah yang telah ditunjuk sebagai bagian dari kepanitiaan untuk aktif mengikuti setiap rapat dan memastikan tugas masing-masing berjalan.


Ia menegaskan, keterlibatan dalam kegiatan tersebut merupakan tanggung jawab kepanitiaan sekaligus bagian dari kontribusi aparatur pemerintah dalam menyukseskan agenda nasional.


“Ini bukan kegiatan biasa. Kita mengikuti kegiatan tingkat nasional. Karena itu, saya berharap kita semua lebih termotivasi untuk mempersiapkan dan menyukseskan acara ini,” katanya.


Dalam rapat tersebut juga dilakukan pembagian tugas kepada sejumlah perangkat daerah. Diantaranya, Dinas Kesehatan dan rumah sakit daerah diminta menyiapkan tenaga kesehatan serta ambulans di lokasi kegiatan. Layanan pemeriksaan kesehatan gratis juga disiapkan di sejumlah titik.


Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bertanggung jawab terhadap pengamanan di lokasi pembukaan dan perlombaan. Pengamanan akan dikoordinasikan dengan unsur keamanan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan kepolisian.


Dinas Pariwisata ditugaskan menyiapkan pertunjukan tari dan musik, termasuk penampilan pada rangkaian penyambutan peserta. Dinas tersebut juga diminta memperkuat promosi kegiatan di hotel, restoran, serta sejumlah destinasi wisata di Kota Makassar.


Sementara itu, Dinas Perhubungan bertugas menyiapkan rekayasa lalu lintas, jalur evakuasi, serta mendukung kebutuhan genset pada lokasi kegiatan.


Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) juga diminta mendukung publikasi kegiatan melalui media luar ruang, seperti videotron dan papan reklame, mulai dari kawasan bandara hingga sejumlah titik strategis di Kota Makassar.


Untuk aspek kebersihan, sejumlah kecamatan diminta membagi wilayah kerja secara jelas di sekitar lokasi kegiatan. Petugas kebersihan juga diminta melakukan pemantauan selama acara berlangsung, bukan hanya setelah kegiatan selesai.


Andi Zulkifly menekankan agar pengelolaan sampah menjadi perhatian, terutama karena kegiatan diperkirakan menghadirkan banyak peserta, tamu, dan pelaku UMKM.


“Jangan sampai petugas kebersihan baru datang setelah acara selesai. Petugas harus bergerak selama kegiatan berlangsung. Masing-masing wilayah harus punya tanggung jawab dan kantong sampah yang disiapkan. Sampah juga harus dipilah dan segera diangkut,” tegasnya.


Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Makassar turut menyiapkan strategi publikasi dengan melibatkan media cetak, daring, televisi, radio, media sosial, dan siaran langsung.


Sejumlah media nasional dan lokal akan dilibatkan untuk meliput rangkaian kegiatan, khususnya pembukaan MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional.


Diskominfo juga diminta berkoordinasi dengan event organizer (EO) untuk menyusun materi publikasi, jadwal peliputan, serta kebutuhan akses media.


Selain kesiapan teknis, rapat juga membahas aspek keamanan dan rekayasa lalu lintas. Dinas Perhubungan diminta menyiapkan skenario pengaturan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama yang berpotensi terdampak kegiatan, termasuk Jalan Ahmad Yani dan Jalan Nusantara.


Mantan Camat Ujung Pandang ini meminta koordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan terkait pengamanan dilakukan sejak awal, terutama apabila terdapat agenda khusus yang melibatkan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).


“Kalau ada rapat khusus mengenai pengamanan, saya minta perangkat daerah terkait seperti perhubungan, Satpol PP, pemadam kebakaran, kesehatan, protokol, dan EO juga dilibatkan. Koordinasinya harus jelas supaya ketika ada perubahan situasi, kita bisa cepat beradaptasi,” ujarnya.


Ia juga meminta agar koordinasi pengamanan melibatkan seluruh unsur terkait sehingga tidak terjadi perubahan pola pengamanan secara mendadak yang dapat mengganggu kesiapan teknis di lapangan.


“Yang paling penting adalah koordinasi. Kalau ada rapat dengan provinsi terkait keamanan dan ketertiban, perangkat daerah yang berkaitan harus diundang. Kita harus satu komando dan memiliki pemahaman yang sama,” katanya.


Rapat tersebut turut dihadiri jajaran perangkat daerah, panitia pelaksana, serta event organizer yang akan menangani rangkaian kegiatan MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional.


Andi Zulkifly berharap seluruh perangkat daerah menjalankan tugas sesuai pembagian tanggung jawab dan terus berkoordinasi hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.


“Kita ingin sebagai tuan rumah memberikan pelayanan dan penyelenggaraan yang terbaik. Ini membawa nama Kota Makassar, sehingga seluruh persiapan harus dilakukan dengan serius,” pungkasnya. (*)




Evaluasi 18 Pasar di Makassar, Ketua Dewan Lingkungan Tekankan Pemilahan Sampah Wajib Dimulai dari Pedagang

 


Nuansa Terkini Makassar,– Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa, mendorong penguatan pemilahan dan pengelolaan sampah dari sumbernya di seluruh pasar di Kota Makassar. 


Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Evaluasi Program Pemilahan Sampah di Unit Pasar bersama jajaran Perumda Pasar Karya dan Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar beserta 18 kepala-kepala pasar, di Kantor Pusat Perumda Pasar Karya, Senin (10/8/2026).


Melinda menilai pasar menjadi salah satu titik penting dalam pembenahan pengelolaan sampah karena aktivitasnya terpusat dan menghasilkan volume sampah yang cukup besar setiap hari. Karena itu, edukasi dan sosialisasi kepada pedagang, tenan, maupun warga sekitar pasar harus terus diperkuat.


“Pasar ini sebenarnya lebih mudah kita identifikasi. Kita bisa melihat siapa yang sudah memilah dan siapa yang belum. Jadi edukasi harus berjalan, tetapi setelah edukasi tentu harus ada ketegasan,” ujar Melinda.


Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah memastikan sampah dipilah sejak dari sumber. Terlebih, lebih dari separuh sampah yang dihasilkan pasar merupakan sampah organik yang seharusnya dapat dimanfaatkan kembali dan tidak berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA).


Melinda menyoroti kondisi di lapangan sejak kebijakan pengelolaan sampah diberlakukan per 1 Agustus, di mana TPA diarahkan hanya menerima sampah residu. Masih bercampurnya sampah dari pasar membuat kecamatan ikut menanggung beban pengangkutan dan penanganannya.


“Kalau sampah organik masih bercampur, akhirnya semua menjadi residu. Ini yang harus kita ubah dari hulunya,” tegasnya.


Ia juga menilai pengelolaan sampah pasar membutuhkan solusi dengan kapasitas yang sesuai. Menurut Melinda, teknologi atau metode pengolahan skala kecil seperti TEBA Modern tidak dapat menjadi solusi utama untuk pasar karena kapasitasnya terbatas, sementara volume sampah yang dihasilkan pasar jauh lebih besar.


Karena itu, Pemerintah Kota Makassar tengah mendorong penyiapan lokasi khusus untuk menampung dan mengolah sampah organik dari pasar maupun sektor HOREKA (hotel, restoran, dan kafe). Sampah organik tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan, termasuk sebagai bahan pakan ternak sesuai kelayakan dan pengelolaan yang tepat.


Di sisi lain, Melinda mendorong setiap pasar mulai membangun sistem pengelolaan sampah secara mandiri dengan pendampingan Dewan Lingkungan Hidup. Menurutnya, setiap pasar memiliki karakter dan volume sampah yang berbeda sehingga membutuhkan pola pengelolaan yang sesuai dengan kondisi masing-masing.


Salah satu contoh datang dari Pasar Kalimbu. Kepala Pasar Kalimbu, Sahir, menyampaikan produksi sampah di pasar tersebut mencapai sekitar tiga ton per hari. Sekitar dua ton sampah organik berupa sisa sayuran telah dimanfaatkan oleh peternak, sementara sampah organik yang tidak terserap masih menjadi tantangan.


Upaya pemilahan tersebut bahkan telah menurunkan volume residu di Pasar Kalimbu dari sekitar 120 kilogram menjadi sekitar 60 kilogram. Namun, masih ditemukan pedagang maupun warga yang belum tertib memilah dan membuang sampah pada tempatnya.


Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar Karya, Ali Gauli Arief, menegaskan komitmen pengelola pasar untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA melalui pemilahan dari sumber. Pengelolaan sampah organik juga mulai dilakukan di sejumlah pasar, salah satunya melalui komposter aerob di Pasar Pa’baeng-baeng.


Melinda menegaskan, pembenahan pengelolaan sampah di pasar membutuhkan kolaborasi antara pengelola pasar, pedagang, masyarakat, pemerintah, dan Dewan Lingkungan Hidup. Edukasi menjadi langkah awal, tetapi kedisiplinan dan penegakan aturan harus berjalan beriringan.


“Target kita jelas. Sebelum evaluasi pada September nanti, kita harus bisa menunjukkan perbaikan pengelolaan sampah dari hulu secara signifikan, bahkan di atas 90 persen. Ini bukan hanya soal kebersihan pasar, tetapi bagaimana kita bersama-sama memastikan sampah yang masuk ke TPA benar-benar hanya residu,” kata Melinda.


Ia berharap hasil evaluasi ini menjadi momentum bagi seluruh pasar di Makassar untuk bergerak lebih cepat dan terukur. Dengan pemilahan yang konsisten, pengelolaan organik yang tepat, serta keterlibatan aktif seluruh pihak, beban sampah ke TPA dapat ditekan sekaligus menciptakan pasar yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat. (*)




Senin, 10 Agustus 2026

Ringankan Duka Korban Kebakaran, IKAPTK Makassar Salurkan Bantuan untuk Warga Tallo



Nuansa Terkini Makassar,— Kepedulian terhadap warga yang terdampak musibah kebakaran  ditunjukkan oleh Ikatan Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Kota Makassar. 


Bantuan disalurkan untuk meringankan beban warga korban kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk di Jalan Sultan Abdullah II, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo. 


Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua IKAPTK Kota Makassar sekaligus Asisten III Pemerintah Kota Makassar, Firman Hamid Pagarra, didampingi langsung oleh Kadishub Kota Makassar, Muhammad Rheza kepada perwakilan warga terdampak, Senin (10/08/2026).


Dalam penyalurannya, bantuan diterima oleh Camat Tallo, Andi Husni dan Ria dari Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) selaku panitia, serta didampingi Farida, Ketua RW 04, yang turut membantu proses pendampingan warga di wilayah terdampak.


Adapun bantuan yang diberikan terdiri atas 25 paket perlengkapan ibadah, masing-masing berupa Al-Qur’an, sajadah, mukena, dan sarung.


Selain itu, IKAPTK juga menyerahkan 54 paket perlengkapan sekolah lengkap bagi anak-anak korban kebakaran, bantuan tersebut terdiri atas 39 paket untuk siswa/i SD, 9 paket untuk siswa/i SMP dan 6 paket untuk siswa/i SMA. 


Firman menyebutkan kehadiran IKAPTK di tengah kondisi yang masih penuh keterbatasan, bukan sekadar pemberian barang tetapi juga menjadi bentuk perhatian dan dukungan moral agar para korban tidak merasa menghadapi musibah seorang diri.


Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, khususnya anak-anak yang harus kembali menjalani aktivitas belajar.


Apalagi setelah kehilangan sebagian atau bahkan seluruh barang-barang mereka akibat musibah.


Kehadiran IKAPTK bersama unsur masyarakat diharapkan dapat menjadi penguat bagi warga Tallo untuk perlahan bangkit dan kembali menata kehidupan pascakebakaran.


“Musibah memang tidak dapat kita hindari, tetapi beban yang dirasakan saudara-saudara kita dapat kita ringankan bersama. Kepedulian sekecil apa pun sangat berarti bagi saudara kita yang sedang berusaha bangkit,” pungkasnya. (*)