Minggu, 02 Agustus 2026

Jelajah Sampah Berlanjut di Ujung Pandang, Bukti Komitmen Ketua Dewan Lingkungan Tekan Sampah ke TPA



Nuansa Terkini Makassar, – Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, kembali mengajak masyarakat menjadikan pemilahan sampah sebagai budaya yang dimulai dari rumah. 


Ajakan itu disampaikan saat membuka Jelajah Sampah Kecamatan Ujung Pandang yang berlangsung di Anjungan Pantai Losari, Minggu (2/8/2026).


Kegiatan ini menjadi titik ke-10 dari rangkaian Jelajah Sampah yang akan dilaksanakan di 15 kecamatan se-Kota Makassar, termasuk wilayah kepulauan. 


Program tersebut merupakan bagian dari gerakan edukasi masif untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam mendukung transformasi sistem pengelolaan sampah menuju kota yang lebih bersih dan berkelanjutan.


Dalam sambutannya, Melinda menegaskan bahwa perubahan pola pengelolaan sampah yang saat ini diterapkan bukan sekadar kebijakan Pemerintah Kota Makassar, melainkan bagian dari arah kebijakan nasional yang mendorong agar hanya sampah residu yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Karena itu, pemilahan sampah dari sumber menjadi langkah yang tidak bisa lagi ditunda.


“Kalau kita ingin TPA bertahan lebih lama dan lingkungan tetap sehat, maka pekerjaan itu harus dimulai dari rumah. Sampah organik diolah, sampah yang masih bernilai dipilah, dan hanya residu yang dibawa ke TPA. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.


Melinda menyampaikan bahwa upaya pembenahan di TPA Tamangapa telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Area utama yang sebelumnya menjadi sumber bau kini sebagian besar telah ditutup dengan tanah sehingga kondisinya jauh lebih baik. 


Selain itu, pengelolaan TPA juga mulai menerapkan sistem zonasi antara area aktif dan tidak aktif sebagai bagian dari penataan yang lebih modern.


Meski demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak akan tercapai tanpa perubahan perilaku masyarakat.


Menurutnya, RT, RW, lurah, camat, hingga kader TP PKK memegang peranan penting sebagai ujung tombak edukasi. Mereka diharapkan menjadi contoh nyata dengan terlebih dahulu memilah sampah di rumah masing-masing sebelum mengajak masyarakat melakukan hal yang sama.


“Jangan pernah lelah mengingatkan warga. Edukasi memang membutuhkan proses, tetapi perubahan selalu dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten,” kata Melinda.


Ia juga mengingatkan bahwa perangkat wilayah perlu memahami berbagai metode pengolahan sampah mandiri, mulai dari penggunaan komposter, pembuatan biopori, eco-enzyme hingga budidaya maggot, sehingga edukasi kepada masyarakat tidak hanya bersifat teori, tetapi juga berbasis praktik.


Secara khusus, Melinda menyoroti tantangan Kecamatan Ujung Pandang yang merupakan pusat aktivitas Kota Makassar. Selain memiliki keterbatasan lahan untuk pengolahan sampah organik, kawasan ini juga menjadi lokasi sekitar seratus pelaku usaha sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka) yang menghasilkan volume sampah organik cukup besar setiap hari.


Karena itu, menurutnya, diperlukan kolaborasi lintas sektor agar solusi yang diterapkan sesuai dengan karakter wilayah.


“Kami bersama Pemerintah Kota, Dewan Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup, dan pemerintah kecamatan terus berkoordinasi mencari solusi terbaik. Setiap wilayah memiliki tantangan yang berbeda, sehingga pendekatannya juga harus disesuaikan. Yang terpenting, semangat untuk berubah tidak boleh berhenti,” ungkapnya.


Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, peserta juga mengikuti kelas edukasi mengenai pengolahan sampah melalui pembuatan biopori, eco-enzyme, budidaya maggot, dan pemanfaatan komposter. 


Edukasi tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk mulai mengolah sampah organik secara mandiri di lingkungan masing-masing.


Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmi Budiman menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat implementasi kebijakan pengelolaan sampah melalui perubahan pendekatan, dari tahap pendampingan menuju sistem pengawasan yang lebih tegas. Langkah tersebut bertujuan membangun kedisiplinan masyarakat sekaligus memastikan keberlangsungan lingkungan hidup Kota Makassar.


Menurutnya, pengelolaan sampah bukan hanya bertujuan menghindari sanksi, tetapi membangun budaya baru yang lebih peduli terhadap lingkungan. DLH Kota Makassar berkomitmen menjaga kualitas lingkungan melalui pengelolaan sampah yang mandiri, berkelanjutan, serta mendorong lahirnya perilaku ramah lingkungan sebagai bagian dari upaya menghadapi tantangan perubahan iklim.


Pada kesempatan yang sama, Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar juga menyerahkan satu unit motor Viar kepada UPT Pantai Losari Kecamatan Ujung Pandang untuk mendukung operasional pengangkutan sampah di kawasan tersebut.


Kegiatan diawali dengan aksi plogging di kawasan Pantai Losari yang berhasil mengumpulkan 49 kilogram sampah, terdiri atas 10 kilogram sampah organik, 25 kilogram sampah anorganik, dan 14 kilogram sampah residu. 


Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan talkshow menghadirkan perwakilan Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi Maluku dan Dewan Lingkungan Hidup yang membahas pentingnya pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat.


Melalui Jelajah Sampah yang kini telah memasuki titik ke-10, diharapkan semakin banyak warga yang memahami bahwa perubahan besar berawal dari kebiasaan sederhana, yakni memilah sampah dari rumah.




Momentum Hari Anak Nasional, Bunda PAUD Kota Makassar Ajak Semua Pihak Jaga Masa Depan Anak



Nuansa Terkini Makassar,– Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar sekaligus Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, menghadiri peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 tingkat Kota Makassar yang dibuka langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Hotel Aston Makassar, Minggu (2/8/2026).


Mengusung subtema “Menelusuri Jejak La Galigo, Belajar, Berkarya, dan Bertumbuh Bersama”, peringatan HAN tahun ini menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam memenuhi hak-hak anak serta menciptakan lingkungan yang aman, sehat, inklusif, dan ramah bagi tumbuh kembang generasi penerus.


Bunda PAUD Kota Makassar itu menilai Hari Anak Nasional bukan sekadar agenda seremonial, melainkan pengingat bahwa perlindungan anak dimulai dari lingkungan terdekat, terutama keluarga. 


Menurutnya, orang tua memiliki peran utama dalam membangun karakter, menanamkan nilai-nilai moral, serta mendampingi anak menghadapi berbagai tantangan di era digital.


“Anak-anak membutuhkan kehadiran orang tua, bukan hanya secara fisik tetapi juga secara emosional. Mereka perlu didengar, didampingi, diberikan ruang untuk berekspresi, bermain, belajar, dan bertumbuh sesuai dengan tahapan usianya,” ujar Melinda.


Ia menyampaikan bahwa keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat harus berjalan beriringan agar setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang secara optimal.


Menurut Melinda, perkembangan teknologi saat ini harus disikapi dengan bijak. Pendampingan orang tua menjadi kunci agar anak dapat memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar dan berkreasi tanpa kehilangan nilai-nilai karakter, budaya, maupun interaksi sosial.


“Kemajuan teknologi adalah bagian dari kehidupan anak-anak kita hari ini. Tugas kita adalah memastikan mereka tetap tumbuh dengan karakter yang kuat, mencintai budaya daerahnya, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama,” katanya.


Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dalam sambutannya menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk mewujudkan kota yang ramah anak melalui kolaborasi lintas sektor. Ia menekankan bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan pemerintah, keluarga, sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan.


Munafri juga mengingatkan pentingnya pendampingan terhadap anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Menurutnya, selain memberikan kemudahan, teknologi juga memiliki potensi membawa dampak negatif apabila tidak diimbangi dengan pengawasan yang baik dari orang tua dan lingkungan.


Momentum Hari Anak Nasional ini diharapkan mampu menjadi titik penguatan komitmen bersama untuk menghadirkan lingkungan yang penuh kasih sayang, aman, serta memberikan ruang bagi setiap anak untuk belajar, berkarya, dan bertumbuh menjadi generasi emas Indonesia.




Jumat, 31 Juli 2026

Ketua Fraksi Demokrat Sulsel Fatma Wahyuddin Hadir di Lokasi Kebakaran Tallo, Warga Sampaikan Terima Kasih

 


Nuansa Terkini Makassar,- Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Fatma Wahyuddin, ST., MM, turun langsung meninjau lokasi kebakaran besar yang terjadi di Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sabtu (1/7).


Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak musibah kebakaran yang menghanguskan puluhan rumah dan memaksa ratusan warga mengungsi. Dalam kesempatan itu,

Fatma Wahyuddin juga menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada korban kebakaran.


Bantuan yang disalurkan meliputi paket sembako, terpal, tikar, serta seragam sekolah bagi anak-anak yang kehilangan perlengkapan belajar akibat kebakaran.


Fatma Wahyuddin menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa warga Tallo. Menurutnya, Kecamatan Tallo merupakan salah satu wilayah yang memiliki ikatan emosional kuat dengannya karena termasuk daerah basis pemilihannya.


“Saya datang bukan hanya sebagai anggota DPRD, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Tallo. Duka mereka adalah duka kita bersama. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga yang sedang menghadapi cobaan,” ujar Fatma di sela-sela kunjungan di lokasi pengungsian.


Ia juga memberikan perhatian khusus kepada anak-anak terdampak agar tetap dapat melanjutkan pendidikan meskipun sedang berada dalam kondisi sulit.


“Seragam sekolah ini kami berikan agar anak-anak tetap semangat belajar dan tidak merasa kehilangan harapan setelah musibah ini,” tambahnya.


Selain menyerahkan bantuan, Fatma Wahyuddin berdialog langsung dengan warga terdampak untuk mendengar kebutuhan mendesak yang masih diperlukan di lokasi pengungsian. Ia berharap proses pemulihan dapat berjalan cepat dan warga segera mendapatkan tempat tinggal yang layak kembali.


Kehadiran Fatma Wahyuddin di lokasi pengungsian mendapat sambutan positif dari warga. Sejumlah warga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan.


Salah seorang warga terdampak menyampaikan bahwa kehadiran langsung wakil rakyat memberikan semangat bagi masyarakat yang sedang menghadapi musibah.


“Kami berterima kasih kepada Ibu Fatma Wahyuddin yang sudah datang melihat langsung kondisi kami dan memberikan bantuan. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami di pengungsian,” ujar warga tersebut.


Kebakaran yang terjadi di kawasan padat penduduk Kelurahan Tallo tersebut menyebabkan puluhan rumah hangus terbakar dan ratusan jiwa terdampak. Pemerintah bersama berbagai pihak saat ini terus melakukan penanganan darurat dan penyaluran bantuan bagi korban kebakaran.


Fatma Wahyuddin juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial agar warga terdampak dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik. (*)




TP PKK, Dekranasda, dan Pokja Bunda PAUD Makassar Turun ke Lapangan Sosialisasikan Pemilahan Sampah dari Rumah



Nuansa Terkini Makassar,–
Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Dekranasda Kota Makassar, dan Pokja Bunda PAUD Kota Makassar kompak turun langsung melakukan sosialisasi pengelolaan sampah secara door to door ke sejumlah instansi hingga masyarakat di sekitar Jalan Hasanuddin dan Jalan Balaikota, Jumat (31/7/2026). 


Sosialisasi tersebut dilaksanakan usai kegiatan rutin Senam Jantung Sehat dan Jumat Bersih. Para pengurus kemudian menyebar ke sejumlah titik untuk menyampaikan langsung informasi mengenai tata cara pemilahan sampah kepada masyarakat.


Langkah itu dilakukan karena mulai 1 Agustus 2026, Pemerintah Kota Makassar hanya akan mengirimkan sampah residu ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Sampah organik dan anorganik diharapkan telah dipilah sejak dari rumah untuk selanjutnya dikelola melalui mekanisme pengolahan maupun daur ulang.


Dalam kegiatan tersebut, para pengurus mendatangi satu per satu kantor, pertokoan hingga warga sekitar sembari membagikan flyer yang berisi penjelasan mengenai perbedaan sampah organik, anorganik, residu, dan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Mereka juga mengajak masyarakat mulai membiasakan memilah sampah dari sumbernya.


Tidak sedikit warga yang memanfaatkan kesempatan itu untuk bertanya mengenai jenis-jenis sampah yang termasuk residu. Para pengurus pun memberikan penjelasan sederhana agar masyarakat lebih mudah memahami penerapan kebijakan baru tersebut.


Setelah kegiatan door to door selesai, seluruh pengurus TP PKK Kota Makassar, Dekranasda Kota Makassar, dan Pokja Bunda PAUD mengikuti sosialisasi lanjutan di Auditorium Gedung PKK Kota Makassar. Materi disampaikan oleh Dewan Lingkungan sekaligus peneliti Municipal Solid Waste Management, Marini Ambo Wellang.


Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, mengatakan sosialisasi kembali diberikan sebagai penyegaran agar seluruh pengurus benar-benar memahami sistem pemilahan sampah dan dapat menjadi contoh bagi masyarakat.


“Di PKK, Dekranasda, dan PAUD mestinya sudah paham. Hari ini kita refresh lagi. Yang saya harapkan ibu-ibu di PKK, Dekranasda, dan PAUD sudah melakukan pemilahan sampah di rumah masing-masing. Jangan sampai masyarakat bertanya, sementara kita sendiri belum melaksanakannya,” ujar Melinda.


Ia menjelaskan bahwa masih banyak kesalahpahaman di tengah masyarakat mengenai kebijakan yang mulai berlaku pada 1 Agustus. Menurutnya, seluruh sampah tetap akan diangkut, namun masyarakat diwajibkan memilahnya menjadi tiga kategori utama, yakni organik, anorganik, dan residu.


“Saya lihat di media sosial masih banyak yang menganggap selain sampah residu tidak akan diangkut. Itu salah. Semua sampah tetap diangkut, tetapi harapannya sudah dipilah. Yang menjadi tantangan sekarang justru masih banyak yang belum memahami apa itu sampah residu,” katanya.


Melinda mengakui perubahan kebiasaan masyarakat memang tidak bisa terjadi dalam waktu singkat. Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing, mulai dari keluarga, tetangga, hingga komunitas tempat tinggal.


Menurutnya, membangun budaya memilah sampah membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Ia optimistis meski belum seluruh warga dapat langsung menerapkan kebijakan tersebut pada hari pertama, setidaknya aparatur pemerintah dan organisasi mitra pemerintah sudah lebih dahulu memberikan teladan.


“Jangan sampai kita yang menjadi bagian dari pemerintah sendiri belum melakukannya. Contoh itu adalah cara paling efektif. Mulailah dari rumah masing-masing karena perubahan besar selalu dimulai dari kebiasaan kecil,” tuturnya.


Melinda juga mengingatkan bahwa pengelolaan sampah bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah. Menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah.


“Sampah jangan selalu dipikirkan hanya tanggung jawab pemerintah. Itu tanggung jawab kita bersama. Sampah kita, tanggung jawab kita. Mari menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing agar program ini berhasil dan Kota Makassar menjadi kota yang lebih bersih,” pungkasnya.


Dalam sosialisasi tersebut, Marini Ambo Wellang memaparkan pentingnya pengelolaan sampah dari sumber melalui pemilahan menjadi empat jenis, yakni organik, anorganik, residu, dan limbah B3. Ia juga menjelaskan berbagai metode pengolahan sampah organik, seperti komposter, biopori, dan ember tumpuk, serta mendorong pemanfaatan bank sampah untuk sampah anorganik agar memiliki nilai ekonomi.

Ketua TP PKK Kota Makassar Pimpin Senam Jantung Sehat, Perkuat Budaya Hidup Aktif untuk Wujudkan Keluarga Berdaya



Nuansa Terkini Makassar,– Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, menghadiri kegiatan Senam Jantung Sehat yang diselenggarakan Pokja IV TP PKK Kota Makassar, Jumat (31/7/2026).


Kegiatan ini diikuti oleh Pengurus TP PKK Kota Makassar, Pengurus Bunda PAUD Kota Makassar, Pengurus Dekranasda Kota Makassar, serta jajaran terkait sebagai bagian dari upaya membudayakan pola hidup sehat di lingkungan keluarga dan masyarakat.


Suasana pagi berlangsung penuh semangat ketika seluruh peserta mengikuti gerakan senam bersama. Bagi Melinda, aktivitas fisik seperti senam bukan sekadar olahraga rutin, tetapi menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap orang untuk menjaga kesehatan jantung, meningkatkan kebugaran tubuh, sekaligus mempererat kebersamaan antaranggota PKK.


Menurut Melinda, kesehatan merupakan fondasi utama dalam membangun keluarga yang berkualitas. Karena itu, ia mendorong para kader PKK untuk membiasakan aktivitas fisik secara rutin dan mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat mulai dari lingkungan keluarga.


“Menjaga kesehatan tidak harus dimulai dengan sesuatu yang besar. Senam bersama seperti ini adalah kebiasaan sederhana yang jika dilakukan secara rutin akan memberikan manfaat luar biasa bagi kesehatan tubuh, terutama kesehatan jantung,” ujar Melinda.


Ia berharap kegiatan Senam Jantung Sehat dapat menjadi agenda yang terus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga mampu membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya berolahraga.


“Sebagai kader PKK, kita harus menjadi contoh dalam menerapkan gaya hidup sehat. Ketika keluarga sehat, masyarakat akan semakin kuat dan produktif. Semoga semangat hidup sehat ini terus kita tularkan kepada lingkungan sekitar,” tambahnya.


Usai pelaksanaan senam, kegiatan dilanjutkan dengan Sosialisasi Pengolahan Sampah di Auditorium TP PKK Kota Makassar sebagai bagian dari rangkaian Program Kerja Pokja IV Tahun 2026. 


Melalui kegiatan ini, TP PKK Kota Makassar tidak hanya mendorong peningkatan kesehatan masyarakat melalui olahraga, tetapi juga menguatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas.

Ketua TP PKK Makassar Kuatkan Penyintas Kebakaran di Jalan Sultan Abdullah, Salurkan Bantuan untuk Korban



Nuansa Terkini Makassar,– Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, turun langsung menemui warga yang menjadi korban kebakaran hebat di kawasan pesisir Jalan Sultan Abdullah, Jumat (31/7/2026). Kehadirannya menjadi bentuk kepedulian sekaligus dukungan moril bagi keluarga yang sedang menghadapi musibah.


Sesampainya di lokasi pengungsian, Melinda Aksa langsung menyapa para penyintas kebakaran. Ia berdiskusi dengan warga untuk mendengarkan kondisi yang mereka alami, sekaligus memberikan semangat dan dukungan moril kepada keluarga yang terdampak. 


Dalam kesempatan tersebut, Melinda mewakili TP PKK Kota Makassar menyerahkan bantuan sebagai bentuk kepedulian kepada para korban. Bantuannya berupa 300 nasi dos untuk memenuhi kebutuhan makan para penyintas. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga di masa-masa awal pascakebakaran.


Selain itu, Melinda yang didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar, drg. Ita Anwar, turut menyerahkan 68 paket bingkisan khusus bagi anak-anak yang terdampak kebakaran.


Suasana haru tampak saat Melinda memeluk sejumlah ibu dan anak yang masih diliputi kesedihan. Ia berusaha menguatkan mereka dengan memberikan semangat agar tetap tabah menghadapi cobaan tersebut.


“Kami ikut prihatin atas musibah yang dialami bapak dan ibu semua. Kita berdoa mudah-mudahan keluarga yang terkena bencana ini diberikan ketabahan dan ketakwaan. Yakinlah bahwa ini adalah cobaan dari Allah,” ujarnya


Ia mengatakan, TP PKK Kota Makassar akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan seluruh pihak terkait agar kebutuhan warga dapat segera dipenuhi, termasuk perhatian terhadap kelompok rentan seperti perempuan, anak-anak, dan lanjut usia.


“Semoga bantuan dari Pemerintah Kota Makassar, TP PKK, dan berbagai pihak dapat membantu proses pemulihan. Kami juga merasakan kepedihan yang dirasakan,” ucapnya.


Melinda juga meminta TP PKK tingkat kelurahan bersama pengurus RT dan RW segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap seluruh keluarga yang terdampak. Pendataan tersebut mencakup jumlah anggota keluarga, anak-anak usia sekolah, hingga kebutuhan mendesak lainnya.


Menurutnya, data tersebut penting agar pemerintah dapat memberikan kebijakan yang tepat, termasuk membantu proses pengurusan kembali dokumen penting yang ikut terbakar, sehingga masyarakat memperoleh kemudahan dalam pemulihan administrasi.


Pada kesempatan itu, Melinda juga menelusuri area permukiman yang hangus terbakar. Ia melihat langsung kondisi rumah-rumah warga yang terbakar serta berdialog dengan sejumlah keluarga mengenai kebutuhan yang paling mendesak.


Di sela kunjungan, ia juga menyampaikan apresiasi kepada para petugas pemadam kebakaran, aparat pemerintah, relawan, serta masyarakat yang bahu-membahu membantu proses evakuasi dan penanganan pascakebakaran.


Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, turut meninjau langsung lokasi kebakaran bersama jajaran kepala perangkat daerah dan pemerintah setempat. Peninjauan dilakukan untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal sekaligus mengoordinasikan langkah-langkah pemulihan bagi warga terdampak.


Diketahui, Kebakaran yang terjadi pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.30 WITA itu menghanguskan sedikitnya 50 hingga 56 rumah warga. Berdasarkan data sementara, sebanyak 79 kepala keluarga (KK) atau sekitar 307 jiwa terdampak akibat peristiwa tersebut.


Api dengan cepat membesar karena sebagian besar bangunan di kawasan itu merupakan rumah semipermanen berbahan kayu. Kondisi angin yang cukup kencang turut mempercepat penyebaran api sehingga warga kesulitan menyelamatkan harta benda mereka.




Ketua TP PKK Kota Makassar Pimpin Senam Jantung Sehat, Perkuat Budaya Hidup Aktif untuk Wujudkan Keluarga Berdaya



Nuansa Terkini Makassar,– Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, menghadiri kegiatan Senam Jantung Sehat yang diselenggarakan Pokja IV TP PKK Kota Makassar, Jumat (31/7/2026).


Kegiatan ini diikuti oleh Pengurus TP PKK Kota Makassar, Pengurus Bunda PAUD Kota Makassar, Pengurus Dekranasda Kota Makassar, serta jajaran terkait sebagai bagian dari upaya membudayakan pola hidup sehat di lingkungan keluarga dan masyarakat.


Suasana pagi berlangsung penuh semangat ketika seluruh peserta mengikuti gerakan senam bersama. Bagi Melinda, aktivitas fisik seperti senam bukan sekadar olahraga rutin, tetapi menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap orang untuk menjaga kesehatan jantung, meningkatkan kebugaran tubuh, sekaligus mempererat kebersamaan antaranggota PKK.


Menurut Melinda, kesehatan merupakan fondasi utama dalam membangun keluarga yang berkualitas. Karena itu, ia mendorong para kader PKK untuk membiasakan aktivitas fisik secara rutin dan mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat mulai dari lingkungan keluarga.


“Menjaga kesehatan tidak harus dimulai dengan sesuatu yang besar. Senam bersama seperti ini adalah kebiasaan sederhana yang jika dilakukan secara rutin akan memberikan manfaat luar biasa bagi kesehatan tubuh, terutama kesehatan jantung,” ujar Melinda.


Ia berharap kegiatan Senam Jantung Sehat dapat menjadi agenda yang terus dilakukan secara berkelanjutan, sehingga mampu membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya berolahraga.


“Sebagai kader PKK, kita harus menjadi contoh dalam menerapkan gaya hidup sehat. Ketika keluarga sehat, masyarakat akan semakin kuat dan produktif. Semoga semangat hidup sehat ini terus kita tularkan kepada lingkungan sekitar,” tambahnya.


Usai pelaksanaan senam, kegiatan dilanjutkan dengan Sosialisasi Pengolahan Sampah di Auditorium TP PKK Kota Makassar sebagai bagian dari rangkaian Program Kerja Pokja IV Tahun 2026. 


Melalui kegiatan ini, TP PKK Kota Makassar tidak hanya mendorong peningkatan kesehatan masyarakat melalui olahraga, tetapi juga menguatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas.

Kamis, 30 Juli 2026

Melinda Aksa Apresiasi Warga Sulap Rumah Menjadi Pusat Pengolahan Sampah Organik



Nuansa Terkini Makassar,— Ketua TP PKK Kota Makassar sekaligus Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, mengapresiasi inisiatif warga yang memanfaatkan ruang di lingkungan permukiman sebagai pusat edukasi dan pengolahan sampah organik.


Apresiasi tersebut disampaikan Melinda saat mengunjungi lokasi binaan Yayasan Peduli Negeri yang mengembangkan Bank Sampah Unit sekaligus pengolahan sampah organik di kediaman warga yang dikenal sebagai Pak Udin, Jumat (31/7/2026).


Dalam kunjungan tersebut, Melinda meninjau langsung berbagai fasilitas yang dikembangkan secara mandiri di lokasi itu. Di tengah ruang yang sederhana, sampah organik diolah melalui sejumlah metode, mulai dari budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), biodigester, hingga pembuatan eco-enzyme.


Melinda juga mendengarkan penjelasan mengenai tahapan pengolahan sampah serta manfaat yang dihasilkan dari setiap metode tersebut.


“Hari ini saya berada di rumah Pak Udin yang telah mendedikasikan sebagian rumahnya untuk pengolahan sampah. Saya melihat langsung ada biodigester, budidaya maggot, hingga pembuatan eco-enzyme,” ujarnya.


Menurutnya, inisiatif tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak selalu membutuhkan lahan yang luas. Dengan kepedulian, pengetahuan, dan kemauan untuk bergerak, ruang di sekitar rumah dapat dimanfaatkan untuk mengurangi sampah sekaligus menghasilkan produk yang bernilai guna.


“Ini menjadi contoh bahwa pengelolaan sampah bisa dimulai dari rumah. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna ternyata dapat diolah kembali dan memberikan manfaat yang besar,” lanjutnya.


Ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci keberhasilan penanganan persoalan sampah di Kota Makassar. Upaya pemerintah, kata dia, perlu diperkuat dengan gerakan yang tumbuh dari tingkat rumah tangga, lorong, RT, dan RW.


“Saya senang sekali melihat ada warga yang mau mengambil bagian membantu pemerintah menangani persoalan sampah. Pemerintah tentu tidak dapat bekerja sendiri. Kita membutuhkan kepedulian dan partisipasi masyarakat karena menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.


Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kelurahan yang terus mendampingi dan memberikan dukungan terhadap inovasi pengelolaan sampah yang dikembangkan masyarakat.


“Terima kasih kepada Pak Lurah yang terus mendukung program-program pemerintah dan mendampingi masyarakat. Dukungan seperti ini membuat gerakan lingkungan dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat yang lebih luas,” tambahnya.


Sementara itu, Manager Program Yayasan Peduli Negeri sekaligus Pengurus Bank Sampah Jipang 04, Syamsudin, menjelaskan bahwa pihaknya tidak hanya mengelola Bank Sampah Unit, tetapi juga mengembangkan sejumlah metode pengolahan sampah organik di lingkungan permukiman.


Salah satunya melalui pengembangan TEBA di lorong-lorong warga. Melalui fasilitas tersebut, masyarakat bersama pengurus RT dan RW diajak mengumpulkan sampah organik dari rumah untuk diolah sehingga tidak langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir.


Selain TEBA, di lokasi tersebut juga dikembangkan biodigester, yakni tangki tertutup yang mengolah sampah organik, seperti sisa makanan, buah, dan sayuran, melalui proses tanpa oksigen. Proses tersebut dapat menghasilkan biogas sebagai sumber energi serta pupuk organik cair dan padat yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman dan penghijauan.


Budidaya maggot BSF juga dimanfaatkan untuk mengurai sampah organik. Maggot yang dihasilkan selanjutnya dapat digunakan sebagai alternatif pakan ternak, sementara sisa hasil penguraiannya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk.


Syamsudin mengatakan, berbagai metode tersebut dikembangkan untuk mengurangi volume sampah organik yang dikirim ke TPA sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular di tingkat masyarakat. Sampah yang sebelumnya tidak memiliki nilai dapat diolah menjadi energi, pakan, pupuk, dan produk lain yang bermanfaat.


Melinda berharap praktik baik yang dilakukan Yayasan Peduli Negeri bersama masyarakat tersebut dapat direplikasi oleh lebih banyak komunitas, lingkungan, dan keluarga di Kota Makassar.


Menurutnya, perubahan besar dalam pengelolaan sampah tidak selalu dimulai dari program berskala besar, tetapi dapat tumbuh dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten dari rumah.


“Kalau setiap lingkungan memiliki kepedulian seperti ini, saya yakin persoalan sampah di Kota Makassar dapat kita tangani bersama. Semakin banyak warga yang bergerak, semakin ringan beban kota dan semakin besar dampak positif yang bisa kita hadirkan,” tutupnya. (*)




Rabu, 29 Juli 2026

Dari Pendataan hingga Digitalisasi, Dispus Makassar Perkuat Pelestarian Naskah Kuno

 


Nuansa Terkini Makassar,-- Dinas Perpustakaan Kota Makassar mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan naskah kuno melalui kegiatan Diseminasi Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Penyimpanan, Perawatan, Pelestarian, dan Pendaftaran Naskah Kuno.


Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Dr. Aryati Puspasari Abady, tersebut berlangsung selama dua hari, 28–29 Juli 2026, di Hotel Aston Makassar.


Sebanyak 125 peserta yang berasal dari komunitas dan kelompok masyarakat dilibatkan dalam kegiatan ini. 


Mereka diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga, merawat, mendata, hingga mendigitalisasi naskah kuno sebagai bagian dari warisan sejarah dan budaya.


Aryati Puspasari mengatakan, kegiatan tersebut menjadi langkah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama mereka yang menyimpan naskah kuno, agar peninggalan berharga tersebut dapat terawat dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya.


“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat maupun komunitas memahami pentingnya menjaga dan merawat naskah kuno dengan baik, termasuk melakukan pendataan dan digitalisasi agar pengetahuan yang terkandung di dalamnya tetap dapat diketahui oleh generasi mendatang,” ujar Aryati.


Sementara itu, Kepala Bidang Koleksi dan Pengembangan Dinas Perpustakaan Kota Makassar, Husni Mubarak, menjelaskan bahwa kegiatan diseminasi naskah kuno ini merupakan inovasi yang pertama kali dilaksanakan Dinas Perpustakaan Kota Makassar.


Melalui kegiatan tersebut, pihaknya berupaya menjangkau komunitas maupun kelompok masyarakat yang masih menyimpan naskah kuno untuk selanjutnya dilakukan pendataan dan didorong pelestariannya.


“Naskah kuno yang menjadi sasaran pendataan adalah naskah berusia lebih dari 50 tahun dan ditulis tangan. Kita ingin keberadaannya dapat didata, dijaga dengan baik, kemudian didigitalisasi sehingga tetap dapat diketahui oleh anak cucu kita nantinya,” jelas Husni.


Menurutnya, salah satu tantangan dalam pendataan adalah masih adanya masyarakat yang enggan menginformasikan naskah kuno yang mereka miliki karena khawatir naskah tersebut akan diminta atau diambil oleh pemerintah.


Husni menegaskan, pendataan tidak dimaksudkan untuk mengambil naskah dari pemiliknya. 


Pemerintah justru ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai tata cara penyimpanan, perawatan, dan pelestarian yang tepat.


“Kita bukan meminta naskahnya. Kita ingin memberikan pemahaman bagaimana naskah itu dijaga dan dirawat. Dengan digitalisasi, isi dan cerita di dalam naskah tersebut juga dapat terus diketahui oleh generasi setelah kita,” tuturnya.


Untuk memperkuat upaya tersebut, Dinas Perpustakaan Kota Makassar juga akan menjalin kerja sama dengan Universitas Hasanuddin (Unhas), khususnya dalam pendataan dan pengkajian naskah.


Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung proses identifikasi hingga penerjemahan isi naskah sehingga nilai sejarah, pengetahuan, dan budaya yang terkandung di dalamnya dapat dipahami dan dilestarikan.


Melalui kegiatan ini, Dinas Perpustakaan Kota Makassar berharap masyarakat semakin menyadari bahwa naskah kuno bukan sekadar benda peninggalan, tetapi bagian dari rekam jejak sejarah yang perlu dijaga bersama.


Dengan pendataan, perawatan, dan digitalisasi, naskah-naskah tersebut diharapkan tetap lestari dan kelak dapat menjadi sumber pengetahuan bagi generasi mendatang. (*)




Bunda PAUD Makassar Ajak Anak Cintai Lingkungan Lewat Storytelling “Jelajah Hijau di Pantai Losari

 


Nuansa Terkini Makassar,– Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, membacakan buku cerita anak berjudul “Jelajah Hijau di Pantai Losari” di hadapan ratusan anak dalam rangkaian Perayaan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di Balai Manunggal, Rabu (29/7/2026). 


Kegiatan storytelling tersebut menjadi salah satu momen yang paling dinantikan karena menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.


Dengan penuh ekspresi dan interaksi yang hangat, Melinda mengajak anak-anak mengikuti alur cerita yang mengangkat keindahan Pantai Losari serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. 


Buku tersebut dikemas dengan bahasa yang ringan, sederhana, dan mudah dipahami sehingga pesan tentang mencintai alam dapat diterima anak-anak melalui cara yang menyenangkan.


Melinda mengatakan, kebiasaan membaca dan mendongeng memiliki peran penting dalam membangun karakter serta menumbuhkan rasa ingin tahu anak. 


Menurutnya, buku cerita bukan hanya menjadi media untuk mengenalkan literasi, tetapi juga sarana efektif dalam menyampaikan nilai-nilai kehidupan.


“Anak-anak belajar paling baik ketika mereka merasa senang. Melalui cerita, mereka tidak hanya mengenal huruf dan kata, tetapi juga belajar tentang kepedulian, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap lingkungan sekitar,” ujar Melinda.


Ia menjelaskan bahwa pemilihan buku “Jelajah Hijau di Pantai Losari” merupakan upaya mengenalkan lingkungan dan ikon Kota Makassar kepada anak-anak sejak dini. Dengan pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, diharapkan anak-anak tumbuh menjadi generasi yang mencintai kotanya sekaligus memiliki kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan.


“Menanamkan kepedulian terhadap lingkungan tidak harus dimulai dengan cara yang rumit. Cerita sederhana mampu membangun imajinasi anak sekaligus membentuk kebiasaan baik yang akan mereka bawa hingga dewasa,” tuturnya.


Usai sesi membaca buku, Melinda mengajak anak-anak mengikuti permainan interaktif tentang pengelolaan sampah. 


Dengan suasana yang penuh keceriaan, ia memperkenalkan perbedaan sampah organik dan anorganik melalui contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti sisa makanan, daun kering, botol plastik, dan kertas. 


Menurut istri Wali Kota itu, mengenalkan kebiasaan memilah sampah sejak usia dini merupakan langkah sederhana yang dapat membentuk karakter peduli lingkungan. 


Ia menilai, metode belajar yang dikemas melalui cerita, permainan, dan interaksi langsung akan lebih mudah dipahami sekaligus membekas dalam ingatan anak-anak.


Melalui sesi interaktif tersebut, Bunda PAUD Kota Makassar berharap edukasi lingkungan dapat menjadi bagian dari pembelajaran sejak usia dini dan memahami pentingnya menjaga kebersihan serta mengenal pengelolaan sampah sejak kecil, agar menjadi generasi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mampu membawa perubahan positif bagi Kota Makassar di masa depan.




Bunda PAUD Makassar Jadikan Momentum HAN 2026 untuk Perkuat Pendidikan Anak Usia Dini

 


Nuansa Terkini Makassar,– Perayaan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kota Makassar berlangsung meriah di Balai Manunggal, Rabu (29/7/2026). Mengusung tema “Sayangi Anak, Lindungi Anak, Bangun Masa Depan”, kegiatan ini menghadirkan beragam permainan edukatif, aktivitas kreatif, hingga pertunjukan seni dari siswa sekolah se-Kota Makassar sebagai ruang bagi anak-anak untuk belajar, berekspresi, dan bergembira dalam suasana yang aman dan menyenangkan.


Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mewakili Wali Kota Makassar, merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pendidikan Kota Makassar dan Bunda PAUD Kota Makassar. 


Dalam Sambutannya, Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, mengatakan peringatan Hari Anak Nasional tahun ini sengaja dikemas berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. 


Menurutnya, fokus utama bukan lagi pada seremoni, melainkan menghadirkan pengalaman yang benar-benar dirasakan oleh anak-anak.


“Anak-anak adalah pusat dari perayaan ini. Karena itu kami ingin menghadirkan ruang yang membuat mereka bebas bermain, belajar, berkreasi, dan menunjukkan bakatnya. Hari Anak Nasional harus menjadi hari yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi mereka,” ujar Melinda.


Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap pendidikan anak tidak boleh dimulai ketika anak memasuki sekolah dasar, tetapi justru sejak usia dini. 


Menurutnya, PAUD merupakan fondasi penting yang akan menentukan kesiapan anak menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.


“Masih ada anggapan bahwa PAUD hanya tempat bermain sehingga tidak terlalu penting. Padahal justru di masa inilah karakter, kemampuan sosial, emosional, dan cara belajar anak mulai dibangun. Fondasi yang kuat akan memudahkan anak berkembang pada jenjang pendidikan selanjutnya,” jelasnya.


Melinda mengungkapkan, saat ini Kota Makassar baru memiliki lima PAUD Negeri. Pemerintah Kota Makassar berkomitmen memperluas akses pendidikan usia dini melalui penambahan satu PAUD Negeri pada tahun ini dan dua PAUD Negeri pada tahun depan. 


Ke depan, Pemerintah Kota Makassar menargetkan setiap kecamatan memiliki minimal satu PAUD Negeri agar kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendidikan usia dini dapat terpenuhi.


Selain memperluas akses, istri Wali Kota Makassar itu menilai peningkatan kualitas pembelajaran menjadi prioritas utama. Berdasarkan pengalamannya selama hampir 15 tahun berkecimpung di dunia pendidikan, Melinda menekankan pentingnya penerapan kurikulum yang berorientasi pada tahap perkembangan anak.


“Guru tidak boleh memaksakan anak harus sudah bisa membaca saat lulus TK. Yang paling penting adalah memahami tahapan perkembangan mereka. Ketika proses belajarnya tepat, anak akan mampu membaca, berhitung, dan menguasai berbagai keterampilan secara alami tanpa tekanan,” tuturnya.


Menurut Melinda, kualitas pendidik jauh lebih menentukan dibandingkan kemegahan bangunan sekolah. Karena itu, penguatan kompetensi guru akan terus menjadi perhatian dalam pengembangan PAUD di Kota Makassar.


“Saat memilih sekolah, jangan hanya melihat gedungnya. Yang paling penting adalah kualitas guru, latar belakang pendidikannya, serta pelatihan yang mereka ikuti. Guru yang memahami perkembangan anak akan menciptakan proses belajar yang jauh lebih baik,” katanya.


Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk terus mendorong penguatan kurikulum di PAUD Negeri agar mampu membangun dasar pendidikan yang kokoh bagi anak-anak sejak usia dini.


Bunda PAUD Kota Makassar itu turut mengingatkan bahwa anak-anak harus tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, penuh kasih sayang, serta terbebas dari segala bentuk kekerasan, perundungan, diskriminasi, maupun eksploitasi. Menurutnya, menciptakan lingkungan seperti itu merupakan tanggung jawab bersama.


“Anak-anak ibarat gelas kosong yang sedang diisi. Apa yang mereka lihat, dengar, dan rasakan hari ini akan membentuk masa depan mereka. Karena itu mari kita hadirkan lingkungan terbaik untuk mereka bertumbuh,” ungkapnya.


Di akhir sambutannya, Melinda mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua, guru, pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat luas untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung tumbuh kembang anak.


“Dengan kebersamaan dan kepedulian seluruh pihak, saya yakin kita dapat melahirkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045. Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan terbaik untuk tumbuh, belajar, dan meraih cita-citanya,” tutup Melinda.


Dalam kesempatan yang sama, Koalisi PAUD HI Nasional yang diwakili oleh Syifa Andina turut menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Hari Anak Nasional di Kota Makassar. 


Menurutnya, perayaan tahun ini menghadirkan suasana yang lebih ramah anak melalui beragam permainan edukatif, ruang bermain, hingga pemutaran film edukasi, sehingga anak-anak benar-benar menjadi pusat dari peringatan tersebut. 


Ia juga memperkenalkan Koalisi Nasional PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) sebagai wadah kolaborasi berbagai organisasi, lembaga, dan akademisi yang berkomitmen mendorong pengembangan anak usia dini secara menyeluruh. 


Melalui kolaborasi lintas sektor, Bunda PAUD kota Makassar berharap peringatan Hari Anak ini, semakin tumbuh kesadaran bahwa investasi terbaik bagi bangsa adalah investasi kepada anak-anak. Karena ketika anak-anak tumbuh dengan bahagia, terlindungi, dan memperoleh pendidikan yang baik, maka kita sedang membangun masa depan Indonesia yang lebih kuat, maju, dan sejahtera.


Turut hadir dalam kegiatan ini, unsur Forkopimda, DPRD Kota Makassar, Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Sulawesi Selatan, Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Sulawesi Selatan, Koalisi PAUD HI Nasional, kepala SKPD, Bunda PAUD kecamatan dan kelurahan, organisasi mitra PAUD, para guru, serta para orang tua murid.




Kadinsos Makassar Turun Langsung Meninjau, Pastikan Pendataan Perlinsos Berjalan Optimal

 



Nuansa Terkini Makassar, —  Pemerintah Kota Makassar mulai menjalankan tahapan lapangan piloting Digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) melalui pendataan warga secara langsung oleh Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) Dinas Sosial Kota Makassar.


Tahapan ini merupakan tindak lanjut dari Bimbingan Teknis Training of Trainers (Bimtek ToT) yang sebelumnya diberikan kepada Agen Perlinsos sebagai persiapan pelaksanaan piloting Digitalisasi Bansos di Kota Makassar.


Untuk memastikan proses tersebut berjalan optimal, Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, turun langsung meninjau sekaligus memantau aktivitas Agen Perlinsos yang melakukan pendataan warga di Kecamatan Tallo, Kelurahan Kaluku Bodoa, Kamis (30/7/2026).


Andi Bukti mengatakan, sejak mengikuti bimtek, para Agen Perlinsos telah bergerak secara masif melakukan pendataan dari rumah ke rumah atau door to door.


“Setelah mengikuti bimtek, Agen Perlinsos mulai bergerak secara masif melakukan pendataan warga secara door to door. Kami turun memantau untuk memastikan proses pendataan berjalan dengan baik dan sesuai dengan kondisi riil masyarakat,” ujar Andi Bukti.


Menurutnya, pendataan langsung menjadi tahapan penting dalam pelaksanaan Digitalisasi Bansos. Sebab, kualitas data menjadi dasar utama dalam menentukan ketepatan sasaran penerima bantuan sosial.


Melalui kunjungan langsung ke rumah warga, petugas dapat melakukan pendataan sekaligus memastikan informasi yang dihimpun sesuai dengan kondisi terkini masyarakat serta mencari kendala yang dihadapi agen di lapangan. 


“Yang ingin kita pastikan adalah data yang diperoleh benar-benar akurat dan mutakhir. Dengan data yang baik, penyaluran bantuan sosial juga dapat semakin tepat sasaran,” jelasnya.


Piloting Digitalisasi Bansos menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Makassar dalam mendorong tata kelola bantuan sosial yang lebih tepat sasaran, transparan, akuntabel, serta berbasis data yang mutakhir.


Andi Bukti menegaskan, Dinas Sosial Kota Makassar akan terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas Agen Perlinsos selama proses pendataan berlangsung.


Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung proses pendataan dengan menerima petugas serta memberikan informasi yang benar dan sesuai kondisi saat dilakukan pendataan.


Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun basis data perlindungan sosial yang semakin akurat.


Dengan pendataan yang masif dan terukur, Andi Bukti berharap piloting Digitalisasi Bansos dapat menjadi bagian dari penguatan sistem perlindungan sosial. 


Dan menghadirkan penyaluran bantuan yang lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran bagi masyarakat Kota Makassar. (*)

Selasa, 28 Juli 2026

Rapat Pra Muskerwil Asprindo Sulsel Bahas Penguatan UMKM, Hilirisasi, SDM hingga Kerja Sama Antar-Lembaga

 


Nuansa Terkini Makassar,— Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (Asprindo) Sulawesi Selatan menggelar Rapat Biro Pra Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Muskerwil I Asprindo Sulsel.


Rapat yang berlangsung di Kafe Tanamera Pettarani, Makassar, tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua III DPW Asprindo Sulsel, Andi Karaka Kilat, yang membawahi sejumlah bidang strategis, yakni Biro Perindustrian dan Investasi, Biro Pertambangan Energi Minyak dan Gas, Biro Sumber Daya Manusia dan Pembinaan Tenaga Kerja, Biro Perdagangan Ekspor dan Impor, serta Biro Hubungan Kerja Sama Antar-Lembaga.


Rapat turut dihadiri Ketua DPW Asprindo Sulsel Ir. Abu Hasan, Wakil Ketua III Andi Karaka Kilat, Sekretaris Umum Uya Mustamin, Wakil Sekretaris I Muhammad Askar, Bendahara Umum Rasmi Ridjang Sikati, serta Wakil Bendahara I Andi Diana Ahmad.


Dari unsur biro, hadir Wakil Ketua Biro Perindustrian dan Investasi Abd Rahman Ogi; Ketua Biro Pertambangan Energi Minyak dan Gas Muh. Naim Zulkarnaen bersama anggota A. Muh. Supriadi; Ketua Biro Perdagangan Ekspor dan Impor Vilda Yanti Lalawi bersama anggota Ulfa Sakinah Hargani; serta anggota Biro Hubungan Kerja Sama Antar-Lembaga A. Fardhia Trinanda.


Dorong Ekonomi Sirkular dan Kolaborasi Pengusaha


Dalam rapat tersebut, sejumlah agenda strategis dibahas sebagai bahan penyusunan program kerja yang akan dibawa dalam Muskerwil I Asprindo Sulsel.


Salah satu poin utama adalah mendorong terbentuknya ekonomi sirkular di kalangan pelaku UMKM yang menjadi anggota dan pengurus DPW Asprindo Sulsel. Konsep tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha yang saling terhubung, produktif, dan berkelanjutan.


Selain itu, rapat juga menekankan pentingnya matching business serta pertukaran informasi bisnis di antara para anggota. Langkah ini dinilai penting untuk membuka peluang kerja sama sekaligus memperkuat jaringan usaha dan saling mendukung perkembangan bisnis antaranggota Asprindo.


Pada sektor sumber daya manusia dan tenaga kerja, pembahasan diarahkan pada pembinaan tenaga kerja, business training, serta pendidikan dan pelatihan daerah sebagai bagian dari penguatan kapasitas organisasi dan peningkatan kompetensi tenaga kerja.


Sementara itu, bidang Hubungan Kerja Sama Antar-Lembaga didorong untuk memperluas jejaring dengan berbagai lembaga, baik pemerintah maupun swasta, melalui skema kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi organisasi dan anggota Asprindo.


Perkuat Hilirisasi Komoditas Lokal


Biro Perdagangan Ekspor dan Impor juga mendapat perhatian khusus. Program kerja diarahkan pada penguatan hilirisasi komoditas lokal, pengembangan kampung industri, serta perluasan jejaring pasar global.


Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk lokal Sulawesi Selatan sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha, khususnya UMKM dan pengusaha daerah.


Ketua DPW Asprindo Sulsel Ir. Abu Hasan dalam arahannya juga menyampaikan sejumlah gagasan kerja sama antarlembaga yang dapat dikembangkan organisasi.


Salah satunya adalah peluang kerja sama dalam bidang jasa pengurusan visa, termasuk visa kunjungan. Dalam pembahasan disebutkan kisaran biaya pengurusan visa berada pada angka Rp2,5 juta hingga Rp3,8 juta, dengan mekanisme koordinasi antara pengusaha dan pihak kedutaan. Asprindo juga berpeluang memperoleh fee dari jasa pengurusan tersebut sesuai skema kerja sama yang akan disepakati.


Selain itu, muncul usulan kerja sama antara Koperasi DPP Asprindo dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam bentuk badan wakaf, dengan usulan iuran sebesar Rp100.000 per orang per tahun.


Targetkan MoU pada Muskerwil I


Seluruh gagasan dan program yang dibahas dalam Rapat Biro Pra Muskerwil selanjutnya akan menjadi bahan untuk dimatangkan dalam forum Muskerwil.


Salah satu target penting yang turut dibahas adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah mitra strategis pada momentum Muskerwil I Asprindo Sulsel.


Melalui forum tersebut, DPW Asprindo Sulsel diharapkan tidak hanya menghasilkan program kerja organisasi, tetapi juga mampu membangun ekosistem kolaborasi yang konkret bagi pengusaha lokal.


Rapat Pra Muskerwil ini menjadi langkah awal untuk menyatukan gagasan dan menyusun program yang lebih terarah, dengan fokus pada penguatan UMKM, peningkatan kualitas SDM, pengembangan investasi, hilirisasi komoditas lokal, perluasan pasar ekspor, serta penguatan kemitraan antarlembaga.


Dengan sinergi antarbidang dan dukungan seluruh jajaran pengurus, Asprindo Sulsel menargetkan Muskerwil I menjadi momentum strategis dalam memperkuat peran pengusaha daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. 


Laporan : Ida