Berita Gambar

Komisi B DPRD Makassar Pantau Harga Sembako di Pasar Terong

Jumat, 13 Maret 2026

Komisi B DPRD Makassar Pantau Harga Sembako di Pasar Terong



Nuansa Terkini Makassar,— Komisi B DPRD Kota Makassar didampingi Perumda Pasar Makassar Raya melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Terong Makassar, guna memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri, Jumat (13/3/2026)


Sidak tersebut dilakukan untuk memantau langsung kondisi harga pangan di pasar tradisional sekaligus memastikan tidak terjadi praktik penimbunan bahan pokok yang dapat memicu lonjakan harga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang hari raya.


Anggota Komisi B DPRD Makassar, Hj Umiyati mengatakan, sidak ini merupakan bagian dari upaya pengawasan DPRD bersama pemerintah daerah agar pasokan dan harga bahan pokok tetap terkendali.


Menurutnya, menjelang Idul Fitri biasanya terjadi peningkatan permintaan terhadap berbagai kebutuhan pangan seperti beras, minyak goreng, gula, telur, hingga daging. Karena itu, pengawasan perlu diperketat agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan dengan cara menimbun barang.


“Kami turun langsung ke pasar untuk memastikan harga kebutuhan pokok masih dalam kondisi stabil dan pasokan tetap tersedia. Selain itu, kami juga ingin memastikan tidak ada praktik penimbunan bahan pokok yang bisa merugikan masyarakat,” ujar Umiyati di sela-sela sidak.


Politisi PPP ini, DPRD Makassar akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kota serta pihak terkait untuk memantau perkembangan harga pangan di pasar-pasar tradisional.

Dalam sidak tersebut, rombongan Komisi B juga berdialog dengan sejumlah pedagang guna mengetahui kondisi harga dan pasokan barang secara langsung. 


Dari hasil pemantauan sementara, sebagian besar harga kebutuhan pokok masih relatif stabil meskipun ada beberapa komoditas yang mengalami sedikit kenaikan.


Umiyati berharap pemerintah bersama pihak pengelola pasar terus melakukan pengawasan secara rutin, sehingga masyarakat tetap dapat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau menjelang Idul Fitri.


“Yang terpenting adalah memastikan distribusi berjalan lancar dan stok barang tetap aman. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan maupun harga bahan pokok,” pungkasnya. (*)

Kick Off Road to HUT Dekranasda 2026, Melinda Aksa Dorong IKM Makassar Naik Kelas



Nuansa Terkini Makassar,— Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar, Melinda Aksa, menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) agar mampu naik kelas dan memperluas pasar. 


Hal tersebut disampaikannya saat mengikuti Zoom Meeting Kick Off Road to HUT Dekranasda 2026 dari Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Kamis (12/3/2026).


Menurut Melinda, penguatan kapasitas pelaku industri kreatif menjadi kunci agar produk kriya dan fashion lokal tidak hanya dikenal secara lokal, tetapi juga mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional. 


Ia menilai pelaku IKM perlu memahami rantai nilai bisnis secara utuh, mulai dari pengembangan produk hingga strategi pemasaran, agar mampu menciptakan produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing tinggi.


“Pemahaman terhadap rantai nilai bisnis sangat penting bagi pelaku IKM, mulai dari proses pengembangan produk hingga strategi pemasaran, sehingga produk yang dihasilkan memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar," ujar Melinda.


Kegiatan yang dimulai pukul 11.00 WITA tersebut menjadi langkah awal rangkaian program menuju peringatan Hari Ulang Tahun Dekranasda 2026, sekaligus memperkuat strategi pengembangan industri kreatif di Makassar, khususnya pada sektor fashion dan kriya.


Dalam zoom tersebut, para peserta mendapatkan pemaparan mengenai penguatan ekosistem industri kreatif melalui pendekatan Porter Value Chain, sebuah kerangka strategis yang dikembangkan oleh pakar manajemen Michael Porter.


Konsep ini menekankan bahwa sebuah usaha tidak sekadar terdiri dari bagian-bagian yang bekerja sendiri-sendiri, melainkan merupakan rangkaian aktivitas yang saling terhubung untuk mengubah bahan mentah menjadi produk bernilai tinggi.


Melalui analogi industri tenun, dijelaskan bahwa setiap tahapan produksi memiliki peran penting dalam menciptakan nilai tambah. 


Mulai dari proses logistik masuk seperti penerimaan bahan baku, proses produksi seperti pewarnaan dan penenunan, hingga distribusi serta pemasaran produk kepada konsumen.


Dalam forum tersebut juga dipaparkan alur rantai nilai bisnis yang terdiri dari enam tahapan utama, yakni riset dan pengembangan, pengadaan bahan baku, proses produksi, distribusi, pemasaran dan penjualan, serta layanan purna jual kepada pelanggan.


Melalui kolaborasi dan penguatan kapasitas ini, diharapkan lahir inovasi produk kriya yang tidak hanya memiliki nilai estetika tinggi, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan pasar sekaligus memperkuat identitas produk lokal Makassar.


Kick off kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Dekranasda Makassar dalam mempersiapkan rangkaian program menuju HUT Dekranasda 2026 serta memperkuat peran pelaku IKM sebagai motor penggerak ekonomi kreatif daerah. (*)

Kamis, 12 Maret 2026

Ketua Umum KAHMI Prof. Dr. Andi Pangerang Moenta Hadiri Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama di Claro Hotel Makassar

 


Nuansa Terkini Makassar,– Ketua Umum Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Andi Pangerang Moenta menghadiri kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama yang digelar di Claro Hotel Makassar. Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat kebersamaan antar alumni sekaligus memperkuat peran sosial organisasi di tengah masyarakat.


Dalam kesempatan tersebut, Andi Pangerang Moenta menyampaikan bahwa kegiatan silaturahmi seperti ini rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai wadah mempertemukan para alumni KAHMI, baik senior maupun generasi muda.


Ia menjelaskan, awalnya kegiatan kebersamaan tersebut dilaksanakan secara sederhana di rumah-rumah anggota. Namun seiring berjalannya waktu dan semakin banyaknya alumni yang terlibat, kegiatan tersebut berkembang hingga dilaksanakan di hotel dengan skala yang lebih besar.


“Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat silaturahmi antar alumni KAHMI, baik senior maupun junior, agar tetap solid dan terus berkontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.


Selain agenda silaturahmi dan buka puasa bersama, KAHMI juga aktif melaksanakan berbagai kegiatan sosial setiap tahunnya. Di antaranya pemeriksaan kesehatan gratis, bantuan sosial bagi masyarakat kurang mampu, hingga program operasi bibir sumbing bagi anak-anak yang membutuhkan.


Menurutnya, program operasi bibir sumbing tersebut melibatkan dukungan berbagai pihak, termasuk lembaga internasional, sehingga pembiayaan dan pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik.


“Sekarang teknologi operasi sudah semakin canggih. Operasi bibir sumbing bisa langsung dipadukan dengan operasi plastik sehingga hasilnya sangat baik dan hampir tidak terlihat bekasnya,” jelasnya.


Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh dan akademisi, termasuk mantan Rektor Universitas Hasanuddin Idrus Paturusi serta Ketua Senat Universitas Hasanuddin Sobaharuddin Tali.


Melalui kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama ini, KAHMI berharap hubungan kekeluargaan antar alumni semakin kuat serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya di Makassar dan sekitarnya. (Ln/A).

Rabu, 11 Maret 2026

ABG Sidokkes Polres Gowa Hadirkan Harapan, Berikan Alat Bantu Jalan untuk Warga yang Membutuhkan

 


Nuansa Terkini Gowa,- Kepedulian dan rasa kemanusiaan kembali ditunjukkan oleh Sidokkes Polres Gowa melalui program ABG (Ayo Berbagi). Dipimpin langsung oleh Kasidokkes Polres Gowa, IPTU dr. Anniza Rukmanasari Kemal, S.Ked., personel Sidokkes menyerahkan bantuan alat bantu jalan kepada warga yang mengalami keterbatasan fisik dan membutuhkan dukungan untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Rabu (11/3/2026).


Penyerahan bantuan tersebut dilakukan dengan penuh kehangatan dan rasa empati. Alat bantu jalan yang diberikan diharapkan dapat membantu penerima manfaat untuk kembali bergerak lebih leluasa serta menjalani kehidupan dengan lebih mandiri.


Kasidokkes Polres Gowa menyampaikan bahwa program ABG (Ayo Berbagi) merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya mereka yang sedang mengalami kesulitan.


“Bantuan ini mungkin tidak seberapa, namun kami berharap dapat menjadi penyemangat dan meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan. Polri akan selalu berupaya hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam aksi kemanusiaan,” ungkapnya.


Suasana haru pun terlihat saat bantuan tersebut diterima oleh warga. Rasa syukur dan terima kasih disampaikan kepada jajaran Sidokkes Polres Gowa yang telah memberikan perhatian dan kepedulian.


Melalui kegiatan ini, Polres Gowa berharap semangat berbagi dan saling peduli dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga kebersamaan dan rasa kemanusiaan tetap terjaga dengan baik.


Humas Polres Gowa

DPRD Makassar Desak Penggusuran Ditunda Hingga Usai Lebaran

 




Nuansa Terkini Makassar,- DPRD Kota Makassar menerima aspirasi unjuk rasa dari massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Biasa di ruang Aspirasi DPRD Kota Makassar, Kamis (12/3). Aksi ini merupakan bentuk protes para Pedagang Kaki Lima (PKL) Anjungan Pantai Losari terhadap rencana relokasi yang dinilai dilakukan secara sepihak oleh Pemerintah Kota Makassar.

Ketua Komisi C DPRD Makassar Bapak Azwar Rasmin yang memimpin penerimaan aspirasi menegaskan akan segera memanggil pihak-pihak terkait dalam forum Rapat Dengar Pendapat (RDP).

"Kami telah mendengar poin-poin keberatan pedagang. Kami meminta agar masalah ini segera di-RDP-kan dengan memanggil OPD terkait dan pengelola kawasan. Tujuannya jelas, kita ingin mendengarkan penjelasan teknis sekaligus mencari solusi terbaik yang tidak merugikan pihak manapun," ujar Azwar Rasmin.


Dalam pertemuan tersebut dari Fraksi Mulia Bapak H. Muchlis A. Misbah langsung mengambil langkah responsif dengan menghubungi pihak pengelola di lapangan. Ia meminta agar segala bentuk tindakan penertiban atau penggusuran ditunda demi menghormati bulan suci Ramadhan.

"Dari sisi kemanusiaan tidak bijak melakukan penggusuran di tengah bulan puasa. Saya sudah meminta pengelola untuk menunda tindakan apa pun sampai selesai Lebaran dan setelah kita duduk bersama dalam RDP," tegas H. Muchlis.



Sementara itu dr. Udin Saputra Malik memberikan catatan kritis terkait tata kelola penertiban di Kota Makassar. Beliau menekankan bahwa pemerintah tidak boleh melakukan tindakan diskriminatif atau "tebang pilih" dalam menegakkan aturan.

"Prinsipnya harus win-win solution Sebelum menertibkan pemerintah wajib menyiapkan lokasi pengganti yang layak. Selain itu, aturan harus tegak lurus baik pedagang kecil maupun besar harus diperlakukan sama agar tidak terjadi keberpihakan yang memicu konflik sosial," jelas dr. Udin.

Adapun poin-poin tuntutan Aliansi Rakyat Biasa meliputi:

1. Menolak relokasi tanpa dialog terbuka dan transparan.

2. Mendesak kajian sosial-ekonomi yang komprehensif sebelum pemindahan.

3. Menuntut pencopotan Kepala UPT Pengelola Anjungan Pantai Losari.

4. Menagih janji politik Wali Kota Makassar terkait perlindungan dan pemberdayaan PKL.

DPRD Kota Makassar berkomitmen untuk mengawal Aspirasi ini hingga ditemukan titik temu yang tetap menjaga keindahan kota tanpa mematikan mata pencaharian rakyat kecil.

Bunda PAUD Makassar Terima Audiensi Penerbit Erlangga, Teken MoU Buku Cerita Anak



Nuansa Terkini Makassar,— Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa, menerima audiensi dari Penerbit Erlangga, di Rujab Walikota Makassar, Kamis (12/3/26).


Kunjungannya dalam rangka pengecekan dan koreksi naskah buku cerita anak yang akan digunakan sebagai media pembelajaran bagi anak usia dini di Kota Makassar.


Pertemuan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) terkait penerbitan buku cerita anak.


Dimana besar harapan dapat menjadi sarana edukatif sekaligus memperkuat literasi sejak usia dini.


Audiensi turut dihadiri oleh jajaran Dinas Pendidikan Kota Makassar, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman, Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) Yasmain Gasba serta Kepala Seksi Sarana dan Prasarana PAUD Arwinah Aminuddin. 


Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pihak penerbit dalam pengembangan bahan bacaan yang sesuai dengan kebutuhan anak usia dini.


Melinda pun meninjau langsung isi buku cerita anak yang telah disiapkan oleh tim penerbit. 


Beberapa bagian mendapatkan masukan dan koreksi agar isi cerita, pesan moral, serta ilustrasi yang ditampilkan dapat lebih relevan dengan karakter dan nilai pendidikan bagi anak-anak.


Menurut Melinda, buku cerita anak memiliki peran penting dalam menumbuhkan minat baca sekaligus membentuk karakter sejak dini. 


Karena itu, proses peninjauan dilakukan secara cermat agar buku yang nantinya diterbitkan benar-benar memberikan manfaat bagi aanak-anak di Kota Makassar.


“Buku cerita anak bukan hanya sarana hiburan, tetapi juga media pembelajaran yang dapat menanamkan nilai-nilai positif, membangun imajinasi, serta menumbuhkan kecintaan anak terhadap membaca,” ujarnya.


Melalui kerja sama ini, diharapkan buku cerita anak yang disusun bersama dapat menjadi salah satu bahan bacaan yang mendukung proses pembelajaran di lembaga PAUD serta memperkuat gerakan literasi di lingkungan keluarga dan sekolah.


Kolaborasi antara Bunda PAUD Kota Makassar, Dinas Pendidikan, dan Penerbit Erlangga ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam menghadirkan materi edukatif yang berkualitas bagi anak-anak, sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi muda yang cerdas, kreatif, dan berkarakter. (*)

Rapat Lanjutan, Sekda Makassar Minta OPD Perkuat Koordinasi Persiapan IGS Diplomatic Tour 2026



Nuansa Terkini Makassar,— Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus mematangkan persiapan pelaksanaan Gastro Diplomasi atau International Gastronomy Summit (IGS) yang akan digelar di Kota Makassar melalui koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).


Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly, menyebut progres persiapan kegiatan tersebut saat ini masih berlangsung dan melibatkan sejumlah perangkat daerah sesuai pembagian tugas yang telah ditetapkan.


Hal tersebut disampaikan Andi Zulkifly saat memimpin rapat koordinasi lanjutan bersama jajaran OPD diantaranya, Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan, Bappeda hingga BPKAD di Balai Kota Makassar, Rabu (11/3).


Sekda Zulkifly menegaskan seluruh perangkat daerah harus segera menindaklanjuti pembagian tugas yang telah disepakati dalam rapat sebelumnya.


Menurutnya, pada rapat yang digelar sekitar dua minggu lalu, pemerintah kota telah menyepakati bahwa seluruh persiapan kegiatan harus sudah berjalan sebelum tanggal 30, mengingat agenda tersebut menjadi perhatian langsung Wali Kota Makassar.


“Kita sudah rapatkan dua minggu lalu dan sebenarnya disepakati bahwa seluruh persiapan sudah berjalan sebelum tanggal 30. Karena itu saya minta semua SKPD kembali melakukan koordinasi agar kita benar-benar siap,” ujar Andi Zulkifly.


Ia juga menyampaikan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut, termasuk saat rapat bersama Dinas Pariwisata beberapa waktu lalu.


“Pak Wali Kota sudah menyampaikan langsung bahwa beliau akan meminta perkembangan persiapan kegiatan ini. Bahkan pada rapat bersama pariwisata kemarin beliau kembali menyinggung kesiapan pelaksanaan IGS,” katanya.


Dalam rapat tersebut, Pemkot Makassar juga telah menetapkan struktur kepanitiaan yang melibatkan berbagai SKPD. Ketua panitia dijabat oleh Asisten III Setda Makassar Firman Pagarra, Sekretaris dijabat Kepala Bagian Kerja Sama Andi Zulfitra dan Bendahara oleh Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).


Selain itu, sejumlah divisi teknis juga telah dibentuk, di antaranya divisi Investment Forum yang dikoordinasikan oleh Dinas Penanaman Modal dengan dukungan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Dinas Pertanian. Kemudian divisi City Tour yang melibatkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.


Ada pula divisi Ladies Program yang melibatkan Dinas Perdagangan, Dinas Koperasi, dan Dinas Pariwisata. Sementara kegiatan Welcome Dinner menjadi tanggung jawab Bagian Umum.

Untuk urusan akomodasi dan transportasi, Pemkot Makassar menugaskan Bappeda bersama BPKAD untuk mengoordinasikan dukungan anggaran. 


Sedangkan urusan protokoler ditangani Bagian Protokol, media dan publikasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), serta perizinan, keamanan, dan ketertiban melibatkan Satpol PP dan kepolisian.


Pengaturan lalu lintas akan dikoordinasikan oleh Dinas Perhubungan, sementara layanan kesehatan dan kesiapsiagaan bencana melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Pemadam Kebakaran, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).


Andi Zulkifly menegaskan setiap OPD harus menyiapkan program dan dokumen kegiatan sesuai dengan bidang tugas masing-masing, termasuk konsep kegiatan seperti Investment Forum, City Tour, dan Ladies Program.


“Saya minta setiap OPD mempersiapkan secara detail program kegiatannya, termasuk dokumen pendukungnya. Ini penting agar saat tim dari Kementerian Luar Negeri datang meninjau persiapan kita, semuanya sudah siap,” ujarnya.


Ia juga mengungkapkan utusan dari Kementerian Luar Negeri direncanakan akan berkunjung ke Makassar untuk melihat langsung kesiapan pelaksanaan IGS.


“Informasi dari Bagian Kerja Sama, utusan dari Kementerian Luar Negeri akan datang melihat kesiapan kegiatan ini, rencananya sekitar tanggal 30. Karena itu seluruh perangkat daerah harus memastikan semua persiapan berjalan sesuai rencana,” tutupnya. (*)

Melinda Aksa: Pasar Murah Sangat Bantu Ibu Rumah Tangga



Nuansa Terkini Makassar,— Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa menyambut baik program pasar murah keliling yang digelar Pemerintah Kota Makassar menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.


Menurutnya, program tersebut sangat membantu masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga yang setiap hari mengatur kebutuhan dapur keluarga di tengah kenaikan harga bahan pokok menjelang Lebaran.


“Program ini tentu sangat membantu, terutama bagi ibu-ibu rumah tangga. Menjelang Idulfitri biasanya kebutuhan rumah tangga meningkat, sehingga kehadiran pasar murah sangat membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Melinda, Rabu (11/03/2026).


Ia menilai langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kondisi masyarakat, khususnya dalam menjaga stabilitas harga bahan pangan.


Seperti diketahui, Pemkot Makassar melalui kebijakan Wali Kota Munafri Arifuddin mengerahkan sembilan unit mobil pasar murah yang akan berkeliling di sejumlah kecamatan selama sepuluh hari terakhir Ramadan.


Mobil pasar murah tersebut membawa berbagai kebutuhan pokok yang dijual dengan harga yang telah diintervensi pemerintah guna menekan lonjakan harga di pasaran.


Beberapa komoditas yang disediakan di antaranya beras SPHP dengan kisaran harga Rp55.000 hingga Rp58.000 per kemasan, minyak goreng Minyak Kita sekitar Rp15.000 per liter, serta gula pasir seharga Rp17.500 per kilogram.


Melinda berharap program tersebut dapat menjangkau lebih banyak wilayah sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat kelurahan.


Menurutnya, menjelang hari besar keagamaan seperti Idulfitri, kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat sehingga stabilitas harga bahan pokok menjadi sangat penting bagi masyarakat.


“Harapannya tentu pasar murah ini bisa menjangkau lebih banyak wilayah agar semakin banyak masyarakat yang terbantu, khususnya menjelang Idulfitri,” katanya.


Istri Wali Kota Makassar itu juga mengajak masyarakat memanfaatkan program pasar murah yang digelar pemerintah sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.


Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin sebelumnya menjelaskan bahwa pasar murah keliling merupakan salah satu langkah intervensi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus menekan potensi inflasi daerah.


“Melalui kegiatan ini kami berupaya menstabilkan harga di pasaran sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan menjelang Idulfitri,” kata Munafri.


Program pasar murah tersebut dijadwalkan berlangsung di sejumlah titik di berbagai kecamatan di Kota Makassar secara bergiliran hingga akhir Ramadan.

Bersama Kasatgas 4.2 Deputi Kordinasi dan Supervisi KPK RI, Kadis DBMBK Kunjungi Lokasi Multi Years Contrak //



Nuansa Terkini Makassar,— Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi Provinsi Sulawesi Selatan Ir. H. Andi Ihsan. S.T., M.M bersama Kasatgas 4.2 Deputi Kordinasi dan Supervisi KPK RI Tribudi Rochmanto dan Tim melaksanakan pertemuan dan kunjungan lapangan di lokasi Proyek Multi Years Contrak di Jln. Hertasning, Makassar dan Jln. Aeropala, Kabupaten Gowa. Selasa, 10 Maret 2026.


Pertemuan dan Kunjungan lapangan tersebut merujuk pada ketentuan Pasal 6 huruf b Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bertugas melakukan koordinasi dengan instansi yang berwenang melaksanakan pemberantasan tindak pidana korupsi dan instansi yang bertugas melaksanakan pelayanan publik.


Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi Provinsi Sulawesi Selatan Ir. H. Andi Ihsan. S.T., M.M dalam kesempatan ini menyampaikan apresiasi atas pertemuan dan kunjungan langsung kelapangan yang dilaksanakan oleh Kasatgas 4.2 Deputi Kordinasi dan Supervisi KPK RI bersama Tim.


"Pertemuan dan kunjungan lapangan ini sangat bermanfaat untuk memperkuat integritas, transparansi, dan akuntabilitas dalam pemberantasan korupsi," Ungkapnya.


Baginya, Pengawasan dan koordinasi yang dilaksanakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan dua pilar utama untuk menjaga integritas internal dan efektivitas eksternal dalam memberantas korupsi.


"Kita ketahui bersama bahwa KPK memiliki wewenang untuk mengoordinasikan instansi yang berwenang memberantas korupsi serta instansi pelayanan publik untuk menutup celah korupsi. Sehingga diharapkan dengan adanya kordinasi bersama KPK RI, program prioritas Proyek Multi Years Contrak dapat tercapai sesuai harapan masyarakat," jelas Ir. H. Andi Ihsan. S.T., M.M


"Hal itu sejalan dengan harapan Bapak Gubernur Sulawesi Selatan. Bahwa dengan adanya Proyek Multi Years Contrak, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dapat mewujudkan pembangunan yang berkeadilan, meningkatkan konektivitas antar wilayah. Diketahui bersama bahwa Pembangunan Infrastruktur Jalan menjangkau berbagai wilayah di Sulawesi Selatan untuk mengurangi ketimpangan dan mempermudah akses ekonomi masyarakat," tutupnya.

Kapolres Pinrang Melayat ke Rumah Duka Almarhum Aiptu Mattaungan, Sampaikan Duka Mendalam kepada Keluarga

 


Nuansa Terkini Pinrang,— Kapolres Pinrang AKBP Edy Sabhara Mangga Barani, S.I.K bersama Ketua Bhayangkari Cabang Pinrang Ny. Hadijah Edy Mangga Barani serta para Pejabat Utama (PJU) Polres Pinrang melayat ke rumah duka almarhum Aiptu Mattaungan di Kampung Buttu Sappa, Kelurahan Tadokkong, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Senin (9/3/2026) Malam.


Kehadiran Kapolres Pinrang beserta rombongan merupakan bentuk empati dan penghormatan terakhir kepada almarhum yang semasa hidupnya telah mengabdikan diri sebagai anggota Polri. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Pinrang secara langsung menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan serta memberikan penguatan agar keluarga almarhum diberikan ketabahan dan keikhlasan.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Lembang AKP Demianus Rante Balik, SH, Kapolsek Duampanua AKP Muslimin, SH, Camat Lembang Muh. Yusuf Nur, S.STP, personel Polsek Lembang dan Polsek Duampanua, personel Koramil Lembang, serta keluarga besar almarhum dan masyarakat setempat yang ikut memberikan penghormatan terakhir.


Perwakilan keluarga almarhum, Markus Manna, SE, menyampaikan rasa terima kasih kepada Kapolres Pinrang beserta jajaran yang telah meluangkan waktu hadir di rumah duka. Ia menyampaikan bahwa kehadiran pimpinan dan anggota Polri menjadi penguat bagi keluarga, karena menunjukkan bahwa duka yang dirasakan bukan hanya oleh keluarga, tetapi juga oleh institusi Polri.

Selasa, 10 Maret 2026

Dekranasda Makassar Bersama Trend Hijab, Tampilkan Fashion Show Wastra Bugis-Makassar



Nuansa Terkini Makassar,— Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Makassar menampilkan ragam wastra khas Bugis-Makassar dalam ajang Wastra Fashion Show pada kegiatan Ramadhan Trend Hijab 2026 yang digelar di Hotel Claro Makassar, Selasa (10/3/2026).


Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian acara yang menampilkan kekayaan kain tradisional serta kreativitas dalam memadukan busana muslim modern dengan wastra khas Sulawesi Selatan.


Fashion show ini secara resmi dibuka oleh Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dinilai mampu memperkenalkan produk kerajinan daerah kepada masyarakat luas.


“Alhamdulillah acara ini luar biasa. Mudah-mudahan tahun ini semakin ramai dan mampu menggerakkan ekonomi di Kota Makassar. Partisipasi Dekranasda tentu sangat bermanfaat dalam mempromosikan wastra daerah,” ujarnya.


Fashion show ini secara resmi dibuka oleh Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dinilai mampu memperkenalkan produk kerajinan daerah kepada masyarakat luas.


“Alhamdulillah acara ini luar biasa. Mudah-mudahan tahun ini semakin ramai dan mampu menggerakkan ekonomi di Kota Makassar. Partisipasi Dekranasda tentu sangat bermanfaat dalam mempromosikan wastra daerah,” ujarnya.


Melinda Aksa mengatakan, kegiatan seperti ini menjadi wadah yang baik untuk menampilkan kreativitas para pengrajin sekaligus memperkenalkan kekayaan wastra lokal kepada masyarakat.


Ia juga berharap keterlibatan Dekranasda bersama TP PKK kecamatan dapat terus mendorong para pelaku usaha kerajinan dan UMKM untuk terus berkembang melalui berbagai inovasi produk.


“Melalui kegiatan Ramadhan Trend Hijab ini, diharapkan produk wastra daerah semakin diminati masyarakat serta mampu memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Makassar,” ujarnya.


Pada kesempatan tersebut, para Ketua TP PKK Kecamatan ataupun perwakilannya turut tampil memperagakan busana wastra dengan berbagai motif khas daerah. 


Penampilan diawali oleh Kecamatan Biringkanaya yang dibawakan Nurwanita Muhayang dengan wastra Lagosi khas Bugis Makassar, disusul Kecamatan Bontoala oleh Erny Said yang juga menampilkan Lagosi bermotif bunga atau sarong Lagosi.


Selanjutnya, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang yang dibawakan Darmawati menghadirkan wastra bertema Ma’cora yang berarti berwarna dan bercorak. Kecamatan Makassar oleh Rizti Nadirah menampilkan wastra Malebbi, sementara Kecamatan Mamajang memperagakan kain tenun Bugis motif Cobo dan Kecamatan Manggala oleh Lili Suryani menampilkan kain sutra bermotif aksara Lontara khas Jeneponto.


Kecamatan Mariso oleh Astuti Mirmala Said menampilkan motif Cora La’ba pada sarung tenun Lipa Sabbe, Kecamatan Panakkukang oleh Nur Qalby Syahril memadukan sutra dan motif tradisional dengan sentuhan kontemporer, Rappocini oleh Fatmawati Yudistira menampilkan motif Lagosi, Tallo oleh Dian Friani Husni mengusung tema Magaya memadukan Lagosi dan sutera. 


Sementara Tamalanrea oleh Etty Faradilla menampilkan motif bunga Lagosi perpaduan oranye dan hijau, Tamalate oleh Rini Puspitasari menghadirkan wastra outer full color, Ujung Pandang oleh Faza Fadhillah menampilkan Lagosi khas Jeneponto, Ujung Tanah oleh Andi Hany Unru melalui tema Pa’rasangan Ku memadukan tenun Sengkan dan Lagosi, serta Wajo oleh Elsa Meriam Ambabunga mengusung tema Lappo Allo atau matahari terbenam dengan balutan kain Lagosi.


Para peserta tampil memukau di hadapan Ketua Dekranasda Kota Makassar, jajaran pengurus, serta para tamu undangan yang hadir.


Melinda Aksa pun memberikan apresiasi kepada para peserta dengan memberikan penghargaan sebagai bentuk dukungan atas partisipasi dan kreativitas para Ketua TP PKK kecamatan yang telah menampilkan ragam wastra khas daerah.

Senin, 09 Maret 2026

Pimpin Rakor, Sekda Makassar Minta Penertiban Parkir Ruko Diamond Panakkukang Usai Lebaran



Nuansa Terkini Makassar,— Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly memimpin rapat koordinasi penertiban parkir Ruko Diamond Ramayana Kecamatan Panakkukang  di ruang rapat Sekda, Balai Kota Makassar, Senin (9/3).


Rapat tersebut dihadiri perwakilan TNI-Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Perumahan, PTSP, PD Parkir Makassar Raya, camat, lurah, serta pihak terkait lainnya.


Sekda Zulkifly menyampaikan pihaknya segera menertibkan pengelolaan parkir di kawasan Ruko Diamond di Kecamatan Panakkukang. Langkah ini diambil setelah adanya keluhan warga serta temuan dugaan pelanggaran dalam pengelolaan parkir di kawasan tersebut.


Sekda Zulkifly menjelaskan rapat koordinasi ini digelar untuk menyatukan persepsi terkait polemik pengelolaan parkir di kompleks ruko Panakkukang Diamond yang selama ini dikelola pihak swasta.


Ia mengatakan, persoalan tersebut muncul setelah masyarakat setempat menyampaikan keberatan kepada pemerintah kota. Keluhan itu terutama terkait besaran tarif parkir yang dinilai tinggi serta pengelolaan yang dianggap tidak optimal.


“Banyak masyarakat di kompleks tersebut menyampaikan keluhan, pertama karena tarif parkir yang dinilai terlalu mahal, dan kedua karena pengelolaannya dianggap tidak maksimal. Karena itu mereka meminta pemerintah kota mencarikan solusi, termasuk kemungkinan penggantian pengelola,” kata Sekda Zulkifly.


Menurutnya, kondisi kawasan ruko tersebut berbeda dengan pusat perbelanjaan atau mal. Pasalnya, setiap ruko dimiliki oleh pemilik yang berbeda dan memiliki sertifikat masing-masing.

Karena itu, pengelolaan parkir di kawasan tersebut pada prinsipnya harus berdasarkan kesepakatan para pemilik ruko atau masyarakat setempat.


“Berbeda dengan mal yang dimiliki satu perusahaan, ruko di kawasan ini merupakan hak milik pribadi masing-masing. Jadi pada dasarnya pengelolaannya harus berdasarkan kesepakatan bersama para pemilik ruko melalui musyawarah,” jelasnya.


Dari hasil penelusuran pemerintah kota, kata Zulkifly, pengelolaan parkir tersebut belum memiliki izin resmi. “Kita melihat bahwa izin pengelolaan parkirnya belum terbit. Mereka hanya mengambil KBLI 52215, tetapi izin operasionalnya tidak ada. Artinya secara regulasi, pengelolaan parkir di lokasi tersebut belum memiliki izin yang sah,” tegasnya.


Ia menambahkan, tidak adanya izin juga berdampak pada dugaan tidak terpenuhinya standar pengelolaan parkir yang layak, seperti ketersediaan CCTV, sistem keamanan, hingga standar operasional yang jelas.


“Karena izinnya tidak ada, maka standar parkir yang layak juga tidak terpenuhi. Misalnya diduga tidak ada CCTV, sistem pengamanan, dan standar operasional lainnya,” ujarnya.


Berdasarkan hasil rapat koordinasi tersebut, pemerintah kota menemukan dua pelanggaran utama yang menjadi dasar rencana penertiban.


“Pertama, adanya keluhan masyarakat yang disampaikan secara resmi kepada pemerintah. Kedua, tidak adanya izin pengelolaan parkir yang sah. Dua hal ini menjadi dasar kita untuk melakukan penertiban,” ungkap Mantan Camat Ujung Pandang itu .


Meski demikian, kata Zul--sapaan akrabnya--Pemkot Makassar tidak akan langsung melakukan penertiban dalam waktu dekat. Pemerintah akan melengkapi sejumlah dokumen terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan.


Dokumen tersebut antara lain surat keluhan warga yang disampaikan melalui kecamatan dan kelurahan serta berita acara proses penyerahan fasilitas umum dan fasilitas sosial (fasum-fasos) dari pihak pengembang. Ia menargetkan proses tersebut dapat diselesaikan sebelum Hari Raya Idulfitri.


“Kita lengkapi dulu dua hal tersebut, yaitu keluhan warga secara tertulis dari kecamatan dan proses penyerahan fasum-fasos. Targetnya selesai sebelum Lebaran,” jelasnya.


Setelah seluruh dokumen lengkap, penertiban akan dilakukan setelah Idulfitri agar tidak mengganggu aktivitas petugas di lapangan selama bulan Ramadan.


“Penertiban akan kita lakukan setelah Lebaran. Kalau dilakukan saat Ramadan, dikhawatirkan bisa mengganggu teman-teman di lapangan yang sedang berpuasa,” kata Zulkifly.


Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar itu juga meminta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk menyiapkan langkah teknis penertiban, termasuk Dinas Perhubungan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta Satpol PP sebagai penegak peraturan daerah.


Selain itu, PD Parkir Makassar Raya juga diminta menyiapkan skema pengelolaan parkir apabila nantinya kawasan tersebut diserahkan kepada pemerintah kota.


“Kami juga meminta PD Parkir menyiapkan skema pengelolaan apabila nantinya kawasan tersebut dikelola oleh pemerintah kota, tentu dengan tetap berkoordinasi dengan masyarakat setempat,” ujarnya.


"Kami berharap penertiban ini dapat menciptakan sistem parkir yang lebih tertib, transparan, serta tidak memberatkan masyarakat di kawasan ruko Panakkukang Diamond," jelasnya. (*)

Wali Kota Makassar Gandeng Putera Sampoerna Foundation Dorong Program Peningkatan Kompetensi Guru



Nuansa Terkini Makassar,,-- Pemerintah Kota Makassar membuka peluang kolaborasi dengan Putera Sampoerna Foundation untuk memperkuat kompetensi guru melalui program pelatihan yang lebih terarah dan terukur. 


Hal itu disampaikan langsung Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, saat ditemui jajaran Putera Sampoerna Foundation di Balai Kota Makassar, Senin (9/3/2026).


Senior Director Putera Sampoerna Foundation, Elan Merdy, menyampaikan kepada Munafri rencananya melakukan kerjasama dalam mendukung penguatan sistem pendidikan Kota Makassar ditingkat satuan pendidikan sekolah dasar (SD) dan menengah pertama (SMP). 


Elan Merdy menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan awal terhadap sejumlah sejumlah SD dan SMP di Makassar. Dari hasil pemetaan tersebut, ditemukan bahwa umumnya guru masih berada pada tahap penguasaan teori dan belum sepenuhnya mampu mengimplementasikan metode pembelajaran secara efektif di kelas.


“Kami melihat sebagian guru sebenarnya sudah sering mengikuti pelatihan. Namun mereka masih belum mengetahui bagaimana menerapkan metode tersebut secara langsung di kelas,” ujar Elan.


Elan juga menilai kemungkinan tantangan guru setiap sekolah di Makassar juga berbeda-beda, baik dari sisi karakter siswa maupun lingkungan belajar. Karena itu, program peningkatan kapasitas guru perlu dirancang lebih spesifik dan berfokus pada tahap implementasi.


Untuk itu, Putera Sampoerna Foundation, lanjutnya, menawarkan dukungan untuk merancang program intervensi selama satu tahun yang menyasar sekitar 50 guru dari lima SD dan lima SMP sebagai tahap awal. 


Program tersebut bertujuan meningkatkan praktik mengajar di kelas hingga berdampak pada peningkatan motivasi belajar siswa.


Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut baik gagasan kolaborasi tersebut. Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan memang harus dimulai dari peningkatan kompetensi guru. 


“Sebelum kita bicara masalah infrastruktur, kita bicara bagaimana pedagogi terapan guru. Karena tidak mungkin anak-anak bisa pintar kalau gurunya tidak memiliki kompetensi yang baik,” ujar Munafri.


Ia menekankan bahwa pemerintah kota saat ini berfokus mencari cara untuk meningkatkan kualitas guru secara berkelanjutan, bukan hanya melalui pelatihan, tetapi juga dengan sistem pengukuran yang jelas terhadap perkembangan kompetensi guru.


Munafri menilai selama ini banyak pelatihan yang diikuti guru, namun belum ada alat ukur yang mampu menunjukkan sejauh mana dampaknya terhadap kualitas pembelajaran.


“Kita butuh tools untuk mengukur progres guru. Selama ini mereka ikut pelatihan, tapi setelah itu kita tidak tahu hasilnya seperti apa. Ini yang harus kita bangun bersama,” jelasnya.


Munafri juga menegaskan pentingnya memastikan bahwa profesi guru dijalani sepenuh hati, bukan karena beban kerja. Ia berharap guru di Makassar dapat memiliki kebanggaan terhadap profesinya sebagai pendidik generasi bangsa.


“Guru di Makassar harus sadar punya peran besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” harapnya.


Sebagai kelanjutan dari kolaborasi tersebut, Pemerintah Kota Makassar dan Putera Sampoerna Foundation sepakat untuk melanjutkan pembahasan secara lebih teknis setelah Idulfitri.


Pertemuan selanjutnya akan dikemas ke dalam workshop selama dua hari untuk merumuskan konsep pengembangan guru yang terstruktur, termasuk penyusunan roadmap peningkatan kompetensi guru dalam beberapa tahun ke depan.


Munafri berharap kerja sama ini dapat menghasilkan model pengembangan guru yang terukur dan berkelanjutan, sehingga dalam beberapa tahun ke depan kualitas pendidikan di Kota Makassar dapat meningkat secara signifikan.(*)